Presiden Proyeksikan Transaksi Perdagangan Digital Rp 330 Triliun
Presiden Joko Widodo memproyeksikan nilai transaksi perdagangan secara digital meningkat jadi Rp 330,71 trilliun pada akhir 2021. Angka ini meningkat 30,71% dibanding nilai transaksi perdagangan digital sepanjang tahun lalu yang tercatat Rp 253 trilliun. "Program Bangga Buatan Indonesia terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global," tutur Presiden, Dalam Pidato Kenegeraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD, Senin (16/8)
"Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus bertambah. Sampai Agustus tahun ini, sudah lebih dari 14 juta, atau 22% UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik," tegasnya. Jokowi menjelaskan bahwa partisipasi dalam ekonomi digital sangat penting dilakukan karena potensinya besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok dan perdagangan global.
Perkembangan investasi harus menjadi bagian dari integritas dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM pun menjadi agenda utama pemerintah. "Berbagai kemudahan dipersiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat," tegas Presiden.
Tags :
#PerdaganganPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023