Dukungan Dana Perbankan untuk Hulu Migas
Perbankan dalam negeri menganggap sektor industri hulu minyak dan gas bumi masih menarik untuk dibiayai meski transisi ke energi bersih mulai berjalan. Pendanaan tersebut sangat berarti dalam mendukung target pemerintah memproduksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari pada 2030.Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Santoso Liem, menuturkan perusahaan tetap mendukung kebijakan pemerintah dengan membiayai proyek migas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. “Industri migas memiliki efek berganda pada berbagai aspek perekonomian nasional,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Hingga Juni 2021, pembiayaan BCA untuk sektor pertambangan migas mencapai Rp 4,7 triliun.Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza, menuturkan pembiayaan untuk sektor migas masih dijalankan. BRI, kata dia, memberikan kredit korporasi untuk mendanai proyek-proyek strategis pemerintah yang berdampak luas. “Faktor lain yang menjadi pertimbangan, yakni pembiayaan tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik, seperti rantai nilai, transaksi, dan jasa bank lain,” kata dia.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023