Naik 51%, Impor Baja Sentuh US$ 5,3 Miliar
Impor baja pada semester 1-2021 mencapai sebesar US$ 5,36 milliar atau meningkat 51,18% dibandingkan periode sama 2020 sebesar US$3,55 milliar. Impor baja berada di posisi kedua komodiditi impor nasional. Volume impor baja semester 1 tahun ini mencapai 6,6 juta ton, naik dari semester II tahun lalu 5,5 juta ton. Ini menunjukkan pemerintah dinilai lambat melindungi baja dalam negeri. Hal ini berbeda dengan negara lain yang langsung memberikan kebijakan trade remedies untuk melindung pasar dalam negeri.
Chairman Asosiasi Besi dan Baja Nasional Silmy Karim menerangkan, kenaikan impor baja dikhawatirkan akan terus berlanjut sepanjang 2021. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah yang cepat sebagai upaya antisipasi kemungkinan dampak negatif impor terhadap industri nasional. Berdasarkan dari data World Organization 2020 Indonesia belum banyak menggunakan instrumen trade remedies untuk melindung industri dalam negeri. Khususnya untuk melindung besi dan baja.
"Kajian LPEM Universitas Indonesia terbaru menyebutkan, pengenaan tarif BMAD dan safeguars atas impor produk-produk baja dapat meningkatkan PDB nasional sampe 0,15% atau setara dengan Rp2,3 trilliun dan memperbaiki neraca perdagangan nasional hingga Rp5,6 trilliun," Ujar Silmy, (YTD)
Tags :
#BajaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023