Ekonomi
( 40465 )Koordinasi Angkutan Lebaran 2022 Diapresiasi
Koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Jasa Marga dan lainnya mendapat apresiasi karena dinilai berhasil dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2022. Koordinasi dan kerja sama yang kuat telah berhasil mengurai kemacetan di jalan tol dan meminimalkan penumpang di bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini mencapai 85 juta orang, sebanyak 14 juta diantaranya berasal dari Jabodetabek. Selain itu, pemerintah bersama kepolisian memberlakukan format empat rekayasa lalulintas yakni ganjil-genap, sistem satu arah (one way), arus berlawanan arah (contra flow), dan pembatasan kendaraan angkutan barang tiga sumbu. "Setelah penetapan cuti bersama, muncul prediksi jumlah pemudik mencapai 85 juta. Harus menyiapkan satu upaya yang sebaik-baiknya. Lalu disetujui empat rekayasa lalin yaitu ganjil-genap, one way, contra flow, dan kendaraan angkutan barang tidak boleh (masuk tol)" kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Yetede)
Naik 33,18% Laba Bersih BSI Tembus Rp 987,68 Miliar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meyakini kinerja tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dengan tumbuh berkelanjutan. Hal ini tercermin dari capaian kinerja kuartal 1-2022 yang mencatatkan pertumbuhan positif. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pada kuartal 1-2022, BSI membukukan laba bersih Rp987,68 miliar, tumbuh 33,18% secara year on year. Capaian tersebut membuktikan kondisi ekonomi Indonesia semakin pulih dari dampak krisis ekonomi akibat pandemi. Di sisi lain, kinerja positif BSI itu membuktikan pula literasi dan inklusi perbankan syariah di Tanah Air semakin meningkat dan mendorong kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Pihaknya semakin optimistis dengan pertumbuhan kinerja BSI pada 2022. Adapun secara fundamental, menurutnya pembiayaan yang sehat dan solid didukung dengan efisiensi biaya serta ekspansi dana murah. Hal ini menjadi kunci kinerja cemerlang BSI pada kuartal 1-2022. (Yetede)
Uni Eropa Siapkan Embargo Energi Rusia
Uni Eropa bersiap mengakhiri ketergantungan pada pasokan gas dari Rusia dan menegaskan tidak akan membayar gas dengan mata uang rubel. Komisi Eropa, Selasa (3/5) mengusulkan paket sanksi baru untuk menghukum Moskwa, termasuk embargo minyak. Sejumlah negara, termasuk kekuatan ekonomi utama UE, Jerman, sangat bergantung pada gas Rusia untuk sebagian besar pembangkit listriknya. Rusia pada akhir Maret lalu memaksa klien dari ”negara-negara tak bersahabat”, termasuk UE, untuk membayar pasokan gas Rusia dalam denominasi rubel. Kebijakan itu dikenakan pada negara-negara yang menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Moskwa karena agresi militernya ke Ukraina.
Gazprom, raksasa energi Rusia, dalam pernyataan pada akhir April mengatakan telah memberitahu operator gas Bulgaria, Bulgargaz, dan perusahaan gas Polandia, PGNiG, agar membayar gas dengan rubel. Pasokan gas ditangguhkan sejak 27 April sampai pembayaran dilakukan dalam rubel. Kedua negara itu menolak untuk membayar dengan rubel. Menteri Transisi Ekologi Perancis Barbara Pompili, selaku pemimpin pertemuan, dan Komisaris Energi Eropa Kadri Simson mengatakan, 27 negara UE mendukung Polandia dan Bulgaria. Negara-negara anggota juga akan menimbun gas untuk menghadapi dampak dari terganggunya pasokan dari Rusia.
Eropa mengimpor sekitar 40 % gas alam dari Rusia. Selama ini, kontrak jual-beli bahan bakar gas dilakukan dalam euro. Saat ini Syarat yang diminta Rusia ialah setiap klien harus membuka dua rekening di Gazprombank (GPB), bank milik Gazprom. Pembayaran akan disimpan pada satu rekening euro atau USD, kemudian dipindahkan ke rekening rubel dengan persetujuan bank sentral Rusia. ”Banyak negara, termasuk negara-negara Baltik, Denmark, Belanda, dan Finlandia, hari ini telah menegaskan kembali solidaritas dan mereka pasti tidak akan membayar dengan rubel,” kata Moskwa.
Pada Selasa (3/5), UE juga mengusulkan embargo minyak Rusia secara bertahap, bukan embargo gas. Komisi Eropa akan mengusulkan embargo selama 6-8 bulan, waktu yang dibutuhkan untuk diversifikasi pasokan gas. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell mengatakan, paket sanksi baru akan menyasar lebih banyak bank Rusia. Paket keenam sanksi ini menargetkan bank terbesar di negara itu, Sberbank, yang akan dikeluarkan dari sistem komunikasi perbankan global, SWIFT. (Yoga)
Ekosistem Industri Mobil Listrik Perlu Diperkuat
Setelah negosiasi sempat maju mundur, pemerintah kembali menjajaki peluang investasi dari produsen mobil listrik Tesla Inc besutan miliarder Elon Musk. Ekosistem industri otomotif yang lengkap dari hulu ke hilir perlu terus diperkuat untuk mendorong investasi yang efisien dan mampu menghasilkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau bagi pasar dalam negeri. Sebelumnya, pemerintah telah menggaet beberapa investor besar untuk mengembangkan ekosistem industri baterai listrik di dalam negeri bersama sejumlah perseroan. Antara lain, LG Energy Solution dari Korsel yang bekerja sama dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik baterai listrik senilai Rp 141 triliun dalam waktu dekat, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) dari China yang bekerja sama dengan PT IBC dan PT Aneka Tambang Tbk untuk mengembangkan proyek baterai kendaraan listrik senilai Rp 85,7 triliun. Perusahaan asal Jerman, seperti BASF dan Volkswagen, juga ikut menanamkan modal di ekosistem industri baterai listrik dalam negeri.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu CEO Tesla Inc Elon Musk di Austin, Texas, AS, baru baru ini untuk kembali menjajaki investasi Tesla. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan Elon Musk saat berkunjung ke AS bulan ini. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara (3/5) mengatakan, Indonesia yang menyimpan 25 % cadangan sumber daya nikel dunia memang memiliki peluang besar untuk menggaet investor di sektor mobil listrik. Namun, seiring upaya menjaring investor baru itu, Indonesia perlu menetapkan peta jalan pengembangan ekosistem industri otomotif secara komprehensif dari hulu ke hilir, agar investasi yang masuk efisien dan mampu menghasilkan produk dengan harga terjangkau. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Imam Soejoedi mengatakan, ekosistem industri kendaraan listrik memang belum terbangun sempurna. Untuk saat ini, pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dimulai dulu dengan produksi komponen baterai listrik, mulai dari nikel sulfat, prekursor, anoda, katoda, sampai sel baterai. Namun, secara bertahap pemerintah akan menjaring investor untuk mengembangkan ekosistem lain dari hulu ke hilir. (Yoga)
Kompetisi Vs Kolaborasi Agen Perjalanan
Sekretaris Perusahaan PT Panorama Sentrawisata Tbk AB Sadewa, Senin (18/4) menuturkan, Ketika OTA berkembang, perusahaan konvensional sempat memandang mereka sebagai kompetitor, terutama pada penjualan tiket pesawat. Namun, belakangan, perusahaan itu malah berkolaborasi dengan sejumlah OTA nasional, seperti Tiket.com dan Traveloka. Bentuk kolaborasi ini berupa suplai paket tur perjalanan, hotel, dan transportasi yang dibutuhkan wisatawan. ”Kami masih optimistis pasar pariwisata akan selalu terdiri dua jenis. Ada wisatawan yang menyukai cara pemenuhan kebutuhan perjalanan secara mandiri sehingga OTA akan lebih cocok untuknya. Ada juga pelaku perjalanan dengan kebutuhan kompleks, seperti korporasi. Mereka akan selalu butuh agen perjalanan konvensional untuk memenuhi segala keperluannya,” ujar Sadewa.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno berpendapat, kemunculan OTA ataupun lokapasar yang menjual tiket perjalanan adalah disrupsi bagi agen perjalanan konvensional. Pangsa pasar mereka khususnya pada tiket perjalanan telah mencapai 40 %. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menegaskan, hal yang menjadi nomor satu pada industri pariwisata adalah pelayanan. Digitalisasi hanya memudahkan pemasaran produk, tetapi tidak akan mampu menggantikan interaksi luring pelayanan kepada wisatawan. Oleh karena itu, agen perjalanan konvensional akan tetap memiliki pangsa pasar, terutama dari pelaku perjalanan dengan kebutuhan kompleks. Sementara OTA memperoleh konsumen yang lebih suka menangani keperluan perjalanan mandiri. (Yoga)
Kisah Sri Mulyani Soal "Walk Out"
Pertemuan kedua menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Washington DC, 20 April 2022, menjadi barometer kegiatan G20 pasca perang Rusia-Ukraina. Awalnya, banyak ancaman boikot. Namun, pada saat pelaksanaan kegiatan, mayoritas undangan utama hadir. Kebanyakan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 hadir secara fisik. Beberapa undangan hadir secara virtual. Ada aksi walk out dari AS dan sekutu saat Rusia menyampaikan pemikirannya pada sesi pertama. Namun, setelah itu, semua masuk kembali ke ruangan untuk melanjutkan pembahasan. Dalam sesi pertama, yaitu mengenai pemulihan ekonomi global, membahas krisis energi, krisis pangan, kenaikan inflasi dunia, kemungkinan terjadi kebijakan moneter dan segala hal. Sesi kedua, tentang keuangan dan kesehatan serta kesiapan dan pembiayaan pandemi, semua sudah duduk bersama dan bicara sangat substantif dengan banyak kemajuan, terutama pada fasilitas keuangan.
Menkeu Sri Mulyani (22/4) bercerita, “awalnya, perhatian AS dan sekutu lebih kepada PBB. Berikutnya, perhatian G7 plus bergeser ke forum-forum lain yang dijadikan alat untuk menekan Rusia mengakhiri perang. Sanksi ekonomi, misalnya, lalu merambat pada forum-forum ekonomi karena sanksi itu menimbulkan dampak ekonomi, forum ekonomi yang paling besar dan nyata dan paling dekat adalah G20 di mana April akan ada forum yang high profile, yaitu menteri keuangan dan gubernur bank sentral. Di situlah muncul tekanan atau permintaan. Tadinya posisinya Rusia harus dikeluarkan dari keanggotaan G20. Presiden Biden sudah menyampaikan secara publik. Menkeu AS Janet Yellen juga sudah menyampaikan secara publik. Saya bicara dengan semua anggota G20, tidak hanya G7, sebagai presidensi, tanggung jawab Indonesia menjaga forum ini tetap berjalan sebagai suatu forum membangun consensus untuk kerja sama, kerja sama ekonomi, untuk menyelamatkan dunia. Jadi, waktu mulai ada keinginan Rusia tidak diundang atau Rusia dikeluarkan dari G20, ini menimbulkan suatu pertanyaan mendasar, kalau Indonesia sebagai presidensi memutuskan negara A tidak diundang atau negara B kemudian dikeluarkan dari G20, berarti nanti presiden yang akan datang bisa melakukan hal serupa ke negara yang dia tidak suka. Akhirnya ini tidak menjadi G20, bisa pecah menjadi G19. Bisa jadi G19, akan ada solidaritas terhadap satu negara itu. Nanti menjadi G18 dan seterusnya. Hal itu semuanya kemudian bisa berakhir dengan, G10, yaitu G7 plus plus. Waktu semua tekanan dan masukan masuk, saya bicara dengan semua menteri keuangan G20, satu demi satu. Saya Tanya, kamu kepengin G20 tetap ada atau dihancurin? Mereka mengatakan, G20 harus ada karena dunia makin bahaya. Terus, G7 plus bilang bahwa mereka enggak bisa kalau Rusia diundang. Mereka bilang enggak bisa di dalam satu ruangan sama Rusia. Mereka ingin menunjukkan tidak satu paham atau bahwa menentang apa yang dilakukan Rusia. Lalu saya bilang, ya sudah, kalau Anda membutuhkan ekspresi politik kayak gitu, bisa saja bahwa waktu Rusia bicara kalian walk out aja. Tapi habis itu, kalian (G7 plus) ngomong lagi, balik lagi, saat forum ngomongin substansi.” (Yoga)
Indonesia-Jepang, Kerja Sama Upayakan Perdamaian
Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Jepang Fumio Kishida, Jumat (29/4) di Istana Bogor, Jabar, membahas agenda penting dalam sejumlah isu global, regional, dan bilateral. Kepada PM Kishida, Presiden menegaskan posisi Indonesia yang mengajak semua negara menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain secara konsisten. Presiden mengatakan, perang Ukraina harus segera dihentikan. ”Kita sepakat untuk menciptakan situasi kondusif agar perundingan dan solusi damai dapat segera tercapai,” kata Presiden dalam pernyataan pers seusai pertemuan dengan Kishida. Kishida menyebut Indonesia merupakan mitra strategis Jepang di tingkat regional ataupun global. Ia juga menegaskan, invasi Rusia ke Ukraina merupakan pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat diterima.
Terkait dengan kawasan Asia Tenggara, Presiden Jokowi dan PM Kishida secara khusus juga membahas masalah Myanmar. Presiden menekankan pentingnya kerja sama ASEAN-Jepang untuk memastikan pelaksanaan lima poin konsensus. Indonesia dan Jepang memegang posisi penting dalam kerja sama multilateral. Tahun ini Indonesia menjadi Ketua G20. Tahun depan Indonesia menjadi Ketua ASEAN, bersamaan dengan Jepang yang menjadi Ketua G7. Menurut Presiden, keketuaan Indonesia di G20 akan dimanfaatkan sebagai katalisator penanganan krisis kemanusiaan dan pemulihan ekonomi dunia. Sementara Sekretaris Kabinet untuk Urusan Publik Jepang Noriyuki Shikata mengatakan, pertemuan Kishida dan Presiden Jokowi akan memberikan perspektif Asia dalam KTT G7 pada Juni. (Yoga)
Peringkat RI Membaik
Kebijakan pemerintah yang efektif dan kredibel dalam menjaga stabilias ekonomi makro membuat lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat layak investasi Indonesia dan merevisi outlook dari sebelumnya negatif menjadi stabil. Perbaikan outlook diharapkan membuat Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam penarikan pembiayaan. S&P merevisi peringkat utang Indonesia dari BBB/outlook negative menjadi BBB/outlook stabil pada 28 April 2022. Dengan demikian, Indonesia sudah mendapatkan peringkat BBB atau Baa2 dengan outlook stabil dari tiga lembaga pemeringkat dunia, yakni Fitch Rating, Moody’s, dan S&P. Adapun peringkat utang Indonesia dari JCRA dan R&I tercatat berada di level yang lebih tinggi, yakni BBB+/outlook stabil. Dalam ukuran lembaga pemeringkat efek, peringkat BBB atau Baa2 berarti surat berharga yang diterbitkan Pemerintah Indonesia berada dalam kategori risiko kredit moderat dan berada dalam medium grade. Adapun proyeksi stabil menggambarkan posisi peringkat yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan sekaligus menunjukkan risiko yang berimbang.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman (29/4) berharap peringkat kredit Indonesia di posisi BBB dapat membawa angina segar bagi perekonomian Indonesia ke depannya terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sempat terdampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, peningkatan outlook Indonesia dari negatif menjadi stabil merupakan pengakuan atas arah perbaikan ekonomi makro yang kuat, khu- susnya laju pemulihan ekonomi yang relatif cepat serta penguatan signifikan pada sisi fiskal. Dalam keterangan resminya, S&P menyebut bahwa fleksibilitas kebijakan fiskal dalam merespons gejolak pandemi Covid-19 telah mampu memitigasi dampak yang lebih dalam pada perekonomian serta mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai kenaikan outlook rating Indonesia dari negatif menjadi stabil oleh S&P didorong oleh sejumlah faktor, utamanya kenaikan harga komoditas yang mendukung surplus pada neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2021 dan triwulan IV-2021. (Yoga)
Kinclongnya Kinerja Perbankan
Sebagian besar bank mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada triwulan pertama tahun 2022 ini. Fenomena ini menandakan perbankan telah kembali pulih setelah dua tahun tertekan akibat pandemi Covid-19. Bank-bank berstatus BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN, mencatat pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. BRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 78,13 % secara tahunan menjadi Rp 12,22 triliun, sementara laba bersih Bank Mandiri tumbuh 69,52 % menjadi Rp 10,03 triliun. Adapun BNI mencatat pertumbuhan laba bersih 63,11 % secara tahunan menjadi Rp 3,96 triliun dan laba bersih BTN tumbuh 23,89 % menjadi Rp 774 miliar. Selain bank BUMN, bank-bank swasta besar juga mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Bank swasta terbesar di Tanah Air, BCA, mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada triwulan pertama tahun ini sebesar 14,56 % secara tahunan menjadi Rp 8,06 triliun. Sementara bank CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 19,9 % sebesar Rp 1,2 triliun.
Berdasarkan data OJK, penyaluran kredit industri perbankan sampai dengan akhir Maret 2022 mencapai Rp 5.863 triliun, atau bertumbuh 6,67 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejak Juni 2021, pertumbuhan kredit cenderung naik semakin cepat. Seluruh segmen kredit bertumbuh, termasuk sektor UMKM yang naik 14,89 % secara tahunan. Di sisi lain, operasional perbankan juga semakin efisien seiring dengan pengembangan berbagai inisiatif layanan digital. Ini tak hanya meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga mendorong pendapatan nonbunga dari berbagai layanan transaksi perbankan. Selain itu, layanan digital juga memperluas cakupan terhadap para debitor baru yang sebelumnya tidak terjangkau lembaga perbankan tradisional (unbank) atau (underbank). Kinerja bank yang positif juga didorong lewat kebijakan otoritas, baik OJK maupun BI. Kebijakan moneter BI yang tetap mempertahankan suku bunga acuan rendah di tengah ketidakpastian perekonomian global telah membawa tingkat suku bunga bank, baik simpanan maupun kredit, ke level yang relatif moderat. Per Maret 2022, rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07 % atau menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya, begitu pun dengan suku bunga dasar kredit yang menurun menjadi 7,38 %. (Yoga)
Pendapatan dan Laba Unilever Tumbuh
Emiten produsen barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk membukukan penjualan bersih Rp 10,84 triliun pada triwulan I-2022 atau tumbuh 5,4 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih tumbuh 18,8 % menjadi Rp 2 triliun. Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti, Kamis (28/4), menyatakan, sejumlah strategi menopang kinerja tersebut. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









