Libur Lebaran Dongkrak Okupansi Hotel
Pada masa libur Lebaran tahun ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta mencatat, okupansi hotel berkisar 50-80 %. ”Angka ini lebih baik dibandingkan okupansi perhotelan 2021,” kata Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, Jumat (6/5). Menurut Sutrisno, okupansi hotel yang cukup tinggi itu turut dipengaruhi kebijakan pelonggaran yang diambil pemerintah pada Lebaran 2022. Salah satunya masyarakat bisa melakukan mudik atau pulang kampung. Di Jakarta, tamu hotel tidak hanya dari luar daerah. Sebagian warga Jakarta yang tidak mudik memilih tinggal di hotel selama libur Lebaran. Apalagi, mereka juga ditinggal pulang kampung oleh asisten rumah tangganya. Okupansi tinggi, menurut Sutrisno, bakal terjadi setidaknya sampai akhir pekan ini. Hal itu terutama terjadi pada hotel-hotel yang memiliki resor atau tempat rekreasi, misalnya di Kepulauan Seribu. Untuk hotel-hotel yang tidak memiliki fasilitas resor tidak akan terlalu banyak tamu.
Senyra Fransiska, Assistant Marketing Communication Manager Grand Mercure Hotel Kemayoran, menyatakan, pada masa libur Lebaran 2022, hotel ini mencatatkan okupansi 76-77 %. Okupansi tinggi tercatat pada Senin (2/5). Di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta, okupansi selama libur Lebaran juga cukup tinggi. Di Jakarta Intercontinental Hotel, okupansi mencapai 80-85 %. ”Sebagian besar tamu yang menginap dari luar Jakarta, seperti dari Jateng dan Jatim,” kata Wakil Presdir PT Metropolitan Kentjana Tbk Jeffri S Tanudjaja. Adapun tamu menginap di Hotel Mulia Jakarta pada libur Lebaran ini di kisaran lebih dari 60 %. ”Kami memang melihat ada peningkatan okupansi di atas 60 % pada libur Lebaran ini,” ucap Rully Rachman, Director of Sales and Marketing Hotel Mulia Senayan Jakarta.
Wakil Ketua Badan Pimpinan Cabang PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswandi menyebutkan, wisatawan datang dari Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka berlibur ke curug, Gunung Mas, kebun teh, dan banyak pilihan wisata di Puncak. ”Okupansi 60-80 % berarti 8.000 kamar terisi wisatawan. Itu untuk penginapan yang ada Puncak saja,” ujarnya. PHRI Banten mencatat okupansi penginapan mencapai 80 % di 40 hotel yang ada di Anyer. Rata-rata wisatawan menginap hingga Minggu (8/5) atau hari terakhir liburan. ”Sudah dua kali Lebaran pariwisata Banten terpuruk. Kali ini ramai, semoga ke depan lebih baik,” kata Ketua PHRI Banten Achmad Sari Alam. (Yoga)
Tags :
#PerhotelanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023