Ekonomi
( 40465 )Pendapatan Jasa Marga Berpeluang Naik Signifikan
Pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dari sektor jalan tol berpeluang naik signifikan seiring terjadinya lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2022. Hingga akhir 2021, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang total 1.246 KM yang merupakan 51% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga, Ade Wahyu mengungkapkan, pihaknya sedang menghitung proyeksi kinerja keuangan hingga akhir tahun sejalan dengan terjadinya lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022. "Kami sedang hitung. Kalau (proyeksinya) dihitung sekarang kan tanggung. Kami hitung nanti sampai arus mudik selesai supaya mendapatkan gambaran yang pas," tutur Ade, menjawab Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Ade menjelaskan, hingga kuartal 1-2022, emiten jalan tol pelat merah tersebut memproyeksikan pendapatan dari jalan tol meningkat di atas 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. (Yetede)
Rp 258 Triliun Dana Mudik
Dana pemudik diperkirakan menembus Rp 258 triliun pada Lebaran tahun ini, tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi tahun 2019. Daya ungkitnya luar biasa dalam menggerakkan ekonomi daerah, lantaran mendongkrak penjualan makanan dan minuman, okupansi penginapan, kunjungan ke mal, serta menggairahkan pariwisata. Selain itu, dana diberikan untuk membantu sanak saudara. Dana tersebut dibawa 85 juta orang yang pulang kampung tahun 2022, melonjak setelah pemerintah mengizinkan mudik Lebaran tahun ini, atau pertama kali dibolehkan sejak pandemi terjadi 2020. Asumsinya,14 juta pemudik dari Jabodetabek spending rata-rata Rp 4,2 juta atau tertinggi. "Pemudik dari jabodetabek daya belinya tinggi, mereka bisa spending Rp 4 juta atau bahkan Rp 5 juta rata-rata. Sedangkan dari Jatim sedikit lebih rendah, sekitar Rp 4 juta. Untuk daerah lain Rp 2,5 juta atau bisa Rp 3 juta," kata peneliti Indef Eko Sulistiyanto kepada Investor Daily, Kamis (5/5) malam. (Yetede)
Siaga Jalur Alternatif Menampung Arus Balik
Pemerintah menyiapkan sejumlah jalan alternatif untuk arus balik Lebaran. Kepada Tempo, kemarin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan jalur alternatif ini disiapkan untuk menunjang penerapan rekayasa lalu lintas satu arah alias one way menuju Jakarta serta arus kendaraan menuju Jawa tengah. Menurut Budi, jalur alternatif itu merupakan jalan yang pararel dengan jalan tol. "Saat one way berlaku dari Jawa Tengah ke Jakarta, pengendara dari Jakarta yang menuju ke arah Jawa tengah harus lewat jalan arteri ini," kata dia. Budi mengatakan jalur alternatif itu perlu disiapkan lantaran nantinya akan menanggung dua beban. Beban pertama adalah para pemudik sepeda motor yang akan kembali ke Jakarta. Beban kedua adalah pengendara mobil yang tidak bisa melalui jalan tol untuk menuju ke arah timur. (Yetede)
Mencegah Neraka Berulang di Jalur Penyeberangan
Lautan mobil akan terbentuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai hari ini. Mengacu pada data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), terdapat 760 ribu orang dan 180 ribu kendaraan yang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera lewat Pelabuhan Merak pada masa mudik Lebaran 2022 ini. Pada puncak arus mudik, Sabtu, 30April lalu, terdapat 20 ribu mobil dan 14 ribu sepeda motor yang menyeberang dari Merak. Semuanya terjebak dalam antrean panjang hingga 19 km dan memakan waktu hingga 12 jam. Tanpa pengaturan tambahan, neraka mudik tersebut bisa terulang di Pelabuhan Bakauheni. Hingga kemarin, arus kendaraan dari berbagai kota di Sumatera menuju Bakauheni, yang berlanjut perjalanan menuju Jakarta, mulai meningkat. Menurut Wakil Kepala Polri, Komisaris Jendral Gatot Addy Pramono, seperti dilaporkan Antara, kemarin, "Angka itu masih dalam keadaan normal," katanya. (Yetede)
Kencang Arus Uang Lebaran
Sejumlah kalangan memperkirakan peredaran uang pada Lebaran 2022 akan sangat tinggi. Perputaran dana ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II. Ekonom dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, memperkirakan satu orang bisa menghabiskan rata-rata 3 juta selama Lebaran. Dengan asumsi sejumlah pemudik pada tahun ini mencapai 85 juta orang, dia memperkirakan uang beredar di masa Lebaran 2022 mencapai Rp 255 triliun. "Dampaknya pada produk domestik bruto (PDB) 0,1-0-15% dari baseline" kata dia, kemarin. David berharap efek peredaran uang terasa signifikan dari kota besar hingga ke daerah sehingga bisa memicu pemulihan ekonomi khususnya bagi UMKM. Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengatakan peredaran uang pada masa Lebaran 2022 bisa naik lebih dari 60% dari tahun lalu atau mencapai Rp250 triliun. Menurut dia, kenaikan jumlah uang beredar kali ini dipicu oleh pembayaran THR secara penuh oleh pegawai swasta. (Yetede)
Bersiasat Urai Kemacetan di Jalur Penyeberangan
Pemerintah menyiapkan pelabuhan alternatif untuk mengurai kemacetan parah saat terjadi arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan beban trayek penghubung antara pulau Sumatera dan Pulau Jawa itu akan dibagi ke dua Pelabuhan. Dua Pelabuhan itu, kata Budi, adalah Pelabuhan Panjang di Lampung yang terhubung dengan Pelabuhan Ciwandan di Banten. "(Penggunaan Pelabuhan alternatif) diharapkan dapat melancarkan pergerakan kendaraan dan penumpang dari Bakauheni menuju Merak, karena sudah relatif lengang," kata dia kemarin. PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan puncak arus balik pemudik dari Sumatera ke Jawa terjadi pada Ahad mendatang. Pada saat itu total penyebrangan, baik pejalan kaki maupun yang berkendaraan, mencapai 228,331 orang atau naik 27% dibandingkan periode serupa pada 2019. (Yetede)
Krisis Pangan, 193 Juta Orang Tak Punya Cukup Makanan
Tak ada cukup makanan untuk disantap setiap hari. Itulah yang dihadapi 193 juta orang di 53 negara sepanjang tahun 2021. Diperkirakan tahun ini jumlahnya bakal bertambah akibat kombinasi tiga faktor ”pahit”, yakni konflik, cuaca ekstrem, dan dampak pandemic Covid-19. Situasi ini tergambar dalam Laporan Global Krisis Pangan yang dirilis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Uni Eropa, Selasa (3/5). Tren yang muncul dalam laporan dari tahun ke tahun sungguh mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan itu naik 20 % atau 40 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan itu menyebutkan, krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19 memukul 30,2 juta orang di 21 negara. Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerawanan pangan akut yang menimpa 23,5 juta orang di delapan negara Afrika. Selama enam tahun terakhir, kerawanan pangan berlipat ganda. PBB mendefinisikan kerawanan pangan akut sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengonsumsi cukup makanan untuk menopang hidupnya. ”Ini kelaparan yang bisa menyebabkan kematian,” sebut FAO.
Perang di Ukraina bakal memperburuk situasi karena produksi pangan global terganggu. Perang berisiko ”menjerumuskan” Somalia, Etiopia, Haiti, Afghanistan, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman ke dalam krisis yang lebih gawat karena mereka bergantung pada Ukraina dan Rusia untuk gandum, pupuk, dan suplai makanan lain. Tahun 2021, Somalia memperoleh 90 % gandum dari Rusia dan Ukraina. RD Kongo menggantungkan 80 % kebutuhan gandum dan Madagaskar mengimpor 70 % makanan pokok dari kedua negara yang berkonflik itu. Bisa dibayangkan kala lebih dari dua bulan terakhir pasokan itu terganggu, kata Direktur Kantor Kedaruratan dan Ketahanan FAO Rein Paulsen. ”Apabila tidak ada upaya lebih besar untuk mendukung komunitas perdesaan, skala kelaparan dan hilangnya penghidupan akan mengerikan. Aksi kemanusiaan dalam skala besar amat diperlukan untuk mencegahnya,” sebut PBB. FAO menyatakan perlu setidaknya 1,5 miliar USD guna menstabilkan dan meningkatkan produksi pangan lokal di wilayah berisiko, terutama saat musim tanam dimulai. (Yoga)
Kemudahan Visa Pacu Turis Asing ke Manado
Kunjungan turis asing mengalir ke Kota Manado, Sulut, dengan didukung fasilitas visa kunjungan saat kedatangan atau visa on arrival. Mereka didominasi pelancong Eropa dengan maskapai Scoot rute Singapura-Manado. Kepala Subseksi Pemeriksaan Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Manado Kenneth Rompas, Rabu (4/5), mengatakan, pihaknya tetap mengawasi mobilitas turis untuk mewaspadai Covid-19. (Yoga)
Kawasan Puncak Panen Berkah Lebaran
Aktivitas ekonomi yang sempat meredup karena pandemi Covid-19 kini mulai menggeliat di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jabar. Derasnya arus wisatawan yang berbondong-bondong memadati Puncak selama libur Lebaran 2022 membawa berkah. Pendapatan pedagang kaki lima, tukang parkir, tukang ojek, hingga pebisnis hotel dan penginapan, serta restoran meningkat. Wisatawan yang memasuki kawasan wisata Puncak sejak Selasa (3/5) hingga Rabu (4/5) masih terus mengalir. Ruas-ruas jalan alternatif, Jalan Tol Jagorawi, hingga Jalan Raya Puncak, sejak dua hari terakhir padat. Kendaraan yang datang ke kawasan wisata itu didominasi kendaraan dari arah Jakarta. Dari data Kepolisian Resor Bogor, Selasa (3/5), total kendaraan bermotor yang masuk ke kawasan Puncak melalui Jalan Tol Jagorawi 35.000 kendaraan. Pada Rabu siang, jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Puncak 40.000 kendaraan roda empat dan 50.000 kendaraan roda dua.
Derasnya arus wisatawan ke Puncak berdampak signifikan bagi para pelaku usaha wisata di kawasan Puncak. Pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang foto, hingga pelaku usaha hotel dan penginapan meraup pemasukan berlipat. ”Udah pegel. Dari pagi tadi, enggak berhenti. Gini (memotret) terus,” kata Fendra (40), salah satu pelayan jasa pemotretan di kawasan wisata perkebunan teh Puncak. Pada hari-hari biasa atau sebelum Lebaran, jumlah pelanggan yang didapatkan setiap hari hanya 5-7 wisatawan. Dampak libur Lebaran juga turut dirasakan pedagang kaki lima yang berjualan aneka minuman dan makanan ringan di tepi Jalan Raya Puncak, sekitar kawasan perkebunan teh. Nur, salah satu pedagang kaki lima asal Gunung Mas, Cisarua, misalnya, pada Rabu siang sudah meraup keuntungan dua kali lipat hanya dari menjual berbagai jenis minuman. ”Biasanya sepi banget. Apalagi, selama Covid-19, itu satu hari omzetnya paling Rp 100.000. Alhamdulillah, dua hari terakhir ini laris. Hari ini saja, sudah hampir Rp 500.000,” katanya.
Libur Lebaran juga berdampak pada tingkat keterisian hotel dan penginapan di kawasan wisata Puncak. Keterisian hotel dan penginapan di kawasan wisata itu hingga hari kedua Lebaran atau Selasa kemarin mencapai 80 %. Pada Selasa, misalnya, sejak pukul 20.00, aplikasi-aplikasi daring yang biasanya menawarkan jasa penginapan, sebagian besar sudah kehabisan kamar. Sejumlah hotel di Mega- mendung, Kabupaten Bogor, yang didatangi secara langsung, pada Selasa malam, sekitar pukul 22.00, juga menolak wisatawan karena kamar-kamar sudah penuh terisi. ”Libur Lebaran berdampak positif terhadap okupansi hotel. Sebelum Lebaran, keterisian hotel berkisar 20-50 %,” kata Wakil Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Boboy Ruswandi. (Yoga)
Arus Balik, Pemerintah Siapkan Pelabuhan Alternatif
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada masa arus balik Lebaran. Salah satu yang dilakukan adalah menyiapkan pelabuhan alternatif selain Pelabuhan Bakauheni di Lampung untuk memperlancar penyeberangan kendaraan. Pelabuhan yang disiapkan untuk alternatif itu adalah Pelabuhan Panjang yang juga berlokasi di Lampung. Pada Rabu (4/5) Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy didampingi Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Korlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni. Muhadjir mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi arus mudik lalu, dibutuhkan pelabuhan alternatif selain Pelabuhan Bakauheni guna memperlancar arus pergerakan kendaraan. ”Upaya ini dilakukan agar masyarakat yang kembali menyeberang dari Sumatera ke Jawa dapat terlayani dengan lebih baik,” ujarnya. Budi Karya memaparkan, di Pelabuhan Panjang akan disiapkan delapan kapal besar untuk menampung kendaraan yang ingin menyeberang ke Jawa. ”Kendaraan besar, seperti truk logistik, akan dialihkan ke sini,” ucapnya.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, Pelabuhan Panjang memiliki delapan dermaga yang dapat dioperasikan untuk memperlancar penyeberangan kendaraan dari Sumatera ke Jawa. Dia menyebut, selain Pelabuhan Panjang, pemerintah juga menyiapkan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Lampung sebagai pelabuhan alternatif untuk penyeberangan dari Sumatera ke Jawa. Budi menambahkan, Kemenhub juga bekerja sama dengan kepolisian untuk mengurai arus lalu lintas menuju Pelabuhan Bakauheni. Jika terjadi antrean panjang atau ada indikasi arus kendaraan mulai terlihat ramai, kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup di jalan arteri dan tol. Dirut PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ira Puspadewi memprediksi puncak arus balik angkutan penyeberangan terjadi pada Minggu (8/5). Pada hari itu, diprediksi ada 17.321 penumpang pejalan kaki dan 211.010 penumpang dalam kendaraan. Total penumpang pada puncak arus balik itu diprediksi sebanyak 228.331 orang atau lebih tinggi 27 % dibandingkan 2019 yang 180.444 orang.(Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









