Ekonomi
( 41301 )Keamanan Data NIK & NPWP Harus Dijaga
Secara perlahan, Pemerintah mulai mengerjakan sistem satu data nasional. Misal dengan menyatukan data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan, (NIK) di Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari kantor Pajak.
Kesepakatan integrasi dua data ini sudah di teken pekan lalu (20/5). Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor kerjasama antara Direktorat Jendral (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dengan Ditjen Pajak merupakan kelanjutan kesepakatan 2013 dan 2018 yakni memperkuat integrasi data kedua lembaga ini. "Terutama data NIK dan NPWP," katanya (20/5)
Diwarnai Sentimen Suku Bunga
Pergerakan saham perbankan pekan ini bakal diwarnai sentimen kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan ini akan memutuskan kebijakan moneter ke depan.
Analis melihat ada peluang yang cukup lebar bagi BI untuk menaikkan suku bunga. Meski begitu, Analis Kiwoom Sekuritas Rizky Khaerunnisa memperkirakan, suku bunga acuan masih akan dipertahankan di level 3,50%, meskipun saat ini level inflasi cukup tinggi.
Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham
Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.
Didukung Pemerintah, BSI Punya Potensi Besar
Guna memenuhi ketentuan porsi saham beredar (free float), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bakal melakukan rights issue senilai Rp 5 triliun di kuartal ketiga 2022. Dana hasil aksi korporasi itu juga untuk biaya ekspansi ke depan. Bank syariah milik BUMN ini memang tengah gencar membesarkan bisnis perbankan syariah. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Inisiatif bisnis di dalam negeri yang dimaksud antara lain menjadi satu-satunya bank syariah yang masuk daftar bank yang ada dalam fitur autodebet untuk pembayaran BPJS Kesehatan. Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut, BRIS memiliki potensi signifikan meningkatkan pangsa pasarnya yang baru 7% saat ini. Lantaran Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.
Telkomsel Gandeng Kredivo
PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menggandeng PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) untuk mengembangkan usaha paylater. Kerjasama ini akan memungkinkan seluruh pelanggan Telkomsel untuk menggunakan fitur paylater. CEO Kredivo Indonesia Umang Rustagi menyebutkan kerjasama ini membawa target mereka melayani 10 juta pengguna bisa terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
PENDAR LABA EMITEN LOGAM
Kenaikan harga komoditas logam industri benar-benar membawa berkah bagi sejumlah emiten tambang. Disokong pula dengan permintaan yang solid, laba perusahaan tambang tersebut melejit hingga ratusan persen pada kuartal I/2022. Kendati demikian, emiten tambang tetap perlu waspada lantaran tren harga tinggi komoditas logam diprediksi tak akan berlangsung lama. Apalagi, permintaan komoditas tersebut terancam mengendur karena dampak pengetatan moneter Amerika Serikat, ekonomi Eropa yang goyah, dan lockdown akibat Covid-19 di China. Empat emiten tambang logam berskala jumbo, yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Timah Tbk. (TINS), kompak membukukan kinerja pendapatan dan laba yang positif per 31 Maret 2022.
Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Aladrie mengatakan 60% penjualan perseroan berasal dari komoditas emas senilai Rp5,88 triliun dengan volume penjualan sebanyak 6.575 kg pada Januari-Maret 2022. Pada tahun ini, katanya, Antam akan mengembangkan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri seiring dengan tren investasi emas di kalangan masyarakat. Direktur Keuangan Timah Krisna Sjarif mengatakan harga jual rerata logam timah pada kuartal I/2022 naik tajam 76% YoY dari US$24.992 per ton menjadi US$43.946 per ton. Lonjakan harga itu mengompensasi penurunan volume penjualan logam timah sebesar 4% YoY menjadi 5.703 ton. Senada, CEO dan Presiden Direktur INCO Febriany Eddy mengatakan kenaikan kinerja perseroan tidak lepas dari harga nikel yang menguntungkan selama Januari—Maret 2022 dengan rerata harga naik dari US$13.912 per ton pada kuartal I/2021 menjadi US$17.432 per ton.
Presiden Ajak Atasi Dampak Krisis Global
Ketidakpastian global sebagai imbas pandemi Covid-19 yang disusul invasi Rusia ke Ukraina memunculkan ujian berat bagi semua negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Harga-harga barang meningkat, pertumbuhan ekonomi tersendat, hingga anggaran negara terkuras untuk menghadapi ketidakpastian tersebut. Dengan ketidakpastian yang belum jelas kapan berakhir, Presiden Jokowi meminta segenap pihak fokus membantu pemerintah mengatasi problem-problem tersebut, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global kian buruk. Fokus ini diharapkan menjadikan semua pihak tidak tergesa-gesa untuk berurusan dengan politik, terutama kontestasi pada Pemilu 2024. Presiden menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakernas V Projo di Balai Ekonomi Desa Ngargogondo, Magelang, Jateng, Sabtu (21/5). Projo adalah singkatan dari Pro Jokowi, yang merupakan kelompok sukarelawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019.
Karena beratnya persoalan yang dihadapi, Presiden meminta agar urusan kontestasi politik pada Pilpres 2024 tak tergesa-gesa dipikirkan. Tidak hanya sekali Presiden menegaskan permintaan ini dalam pidatonya, tetapi berulang kali. Semua pihak diminta Presiden fokus membantu dan mendukung pemerintah mengatasi problem yang dihadapi. Presiden juga meminta masyarakat menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global kian buruk. Langkah dimaksud ialah hidup hemat dan menabung. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, yang disampaikan Presiden di hadapan sukarelawan Projo ialah penegasan bahwa terkait dengan capres-cawapres untuk Pilpres 2024, harus memperhatikan banyak aspek. Salah satu yang terutama ialah melihat konteks situasi bangsa dan negara. ”Saat ini fokus utama adalah berpacu mengatasi dampak pandemic dan ketidakpastian global. Hal inilah yang ditegaskan Presiden Jokowi sebagai kepentingan nasional yang harus didahulukan,” tambahnya. (Yoga)
Menjangkau Kendaraan Listrik
Presiden Jokowi pada Sabtu (14/5) blusukan hingga Texas. Pertemuan dengan Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, menandai keseriusan Indonesia. Indonesia serius dengan kendaraan listrik. Presiden Jokowi bahkan mengundang langsung Elon Musk ke Indonesia. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, kehadiran Musk sangat dinanti. Indonesia menanti Musk untuk berbagi pengalaman soal mobil listrik, apalagi berbagi investasi. Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, April 2022, juga bertemu Musk di pabrik Tesla di Texas. Pada bulan yang sama, Presdir PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir juga mengundang sejumlah pemimpin redaksi mengunjungi Tesla, Lucid Motors, dan Toyota Mirai untuk melihat perkembangan kendaraan listrik dan hidrogen di AS. Indonesia telah pula mendapatkan investasi terkait ekosistem kendaraan listrik. Hyundai Motor juga telah membangun pabrik mobil listrik. LG Chem juga mengembangkan pabrik komponen baterai listrik. Investasi terkait kendaraan listrik itu menjadi bagian dari investasi Korea Selatan di Indonesia sebesar 445,6 juta USD pada triwulan I-2022. Modal Indonesia jelas lebih besar dan vital untuk berkecimpung dalam industri kendaraan listrik dengan cadangan nikel terbesar di dunia untuk membuat baterai kendaraan listrik.
Bulan September 2021, Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan pembangunan pabrik baterai PT HKML Battery Indonesia, di Karawang New Industry City (KNIC), Jabar. HKML Battery Indonesia merupakan anak perusahaan konsorsium LG Energy Solution, Hyundai, Hyundai Mobis, Kia Mobil, dan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (BUMN Baterai Indonesia). Menyaksikan sepak terjang pemerintah dan swasta, diproyeksikan 3-4 tahun mendatang, penghiliran industri nikel mulai terlihat hasilnya. Setelah baterai mampu kita buat, sudah ada rencana membangun bodi kendaraan listrik. Persoalannya, meski kita terus mendorong investasi kendaraan listrik, penerimaan pasar di Indonesia belum terlalu baik. Berdasarkan data Gaikindo, tahun 2020-2022, penjualan kendaraan listrik masih kurang 1 % total penjualan, karena mobil listrik terlalu mahal. Harganya bisa 2-3 kali lipat dari mobil sejenis dengan sumber energi fosil. Harus dipikirkan terobosan agar masyarakat dapat membeli kendaraan listrik dengan harga terjangkau. (Yoga)
Berharap Harga TBS Naik
Kalangan petani, pengusaha, dan importir kelapa sawit mengapresiasi langkah pemerintah mencabut larangan ekspor minyak sawit mentah atau CPO dan sejumlah produk turunannya mulai 23 Mei 2022. Keputusan itu diharapkan mengatasi sejumlah masalah yang timbul seiring pelarangan ekspor komoditas itu sejak 28 April 2022. Salah satu problem yang muncul adalah anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. Oleh karena itu, terkait pembukaan kembali keran ekspor CPO dan produk turunannya, kalangan petani kelapa sawit menyampaikan apresiasinya dan berharap harga TBS bisa terdongkrak lagi. Sekjen SerikatvPetani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto (20/5) berharap harga TBS sawit bisa kembali membaik di rentang Rp 2.500-Rp 3.700 per kg. Namun, pencabutan larangan ekspor dinilai tidak akan seketika memacu kenaikan harga TBS di tingkat petani. Hal itu terjadi lantaran TBS dan CPO masih menumpuk akibat larangan ekspor. Selain itu, sejumlah negara importir telah mengalihkan pembelianCPO dan produk turunannya dari Indonesia ke Malaysia atau negara penghasil sawit lain. Oleh karena itu, lanjut Darto, pencabutan larangan ekspor harus diikuti dengan pengawasan pembentukan harga TBS oleh pemerintah daerah.
Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono, pencabutan larangan ekspor CPO akan menggairahkan kembali perdagangan sawit di dalam dan luar negeri. Melalui Gapki, importir India dan Pakistan juga mengapresiasi pencabutan larangan tersebut. Terkait kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik (DMO) yang kembali diterapkan pemerintah, Joko menilai, penerapan kebijakan itu sangat kompleks dan berpotensi gagal seperti sebelumnya. Jika kebijakan itu tetap akan diterapkan untuk menjaga pasokan bahan baku minyak goreng di dalam negeri, pemerintah sebaiknya tidak mematok harga DMO. Serahkan saja harga patokan DMO itu ke mekanisme pasar. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, kebijakan DMO biasanya mengatur kuota atau volume yang wajib dipenuhi dan harga patokannya. Namun, bisa juga yang diatur hanya DMO-nya. Saat ini regulasinya tengah difinalisasi oleh Kementerian Perdagangan bersama pemangku terkait. (Yoga)
Menjawab Tantangan Pasar Apartemen
Sejumlah lembaga survei properti memprediksi permintaan pasar terhadap apartemen milik atau strata masih butuh waktu untuk pulih. Kondisi ini berbanding terbalik dengan minat rumah tapak yang terus merangkak naik. Apartemen sewa (serviced apartment) juga mengalami penurunan tingkat hunian. Berdasarkan data BI, permintaan apartemen sewa selama triwulan I-2022 masih tertahan. Sejalan dengan hal itu, ada perlambatan pertumbuhan pasokan apartemen sewa secara triwulan. Sinyal penurunan penjualan apartemen berlangsung sejak 2015. Colliers Indonesia mencatat, penjualan melemah hingga pandemi Covid-19. Tingkat okupansi apartemen sewa juga turun, dari 61 % pada triwulan IV-2021 menjadi 58 % pada triwulan I-2022. Pasokan apartemen ikut tergerus. Jika sebelumnya pasokan apartemen tumbuh di kisaran 8.000-17.000 unit per tahun, selama pandemi pasokan merosot di kisaran 2.000-4.000 unit per tahun. Pada 2022, proyek yang selesai dikerjakan hanya sekitar 4.400 unit atau naik sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang sekitar 4.300 unit. Salah satu pemicu lesunya pasar apartemen adalah menurunnya minat investor. Pembeli apartemen selama ini didominasi investor. Sementara investor saat ini memiliki banyak pertimbangan, terutama dari sisi bunga bank dan harapan margin keuntungan. Investasi apartemen saat ini dinilai belum memberikan imbal hasil yang menarik.
Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) mencatat, tekanan pasar apartemen berlangsung baik untuk pasar primer dan sekunder. Adapun pasar apartemen yang ada saat ini lebih memilih bangunan siap huni. Hal itu, antara lain, turut dipicu banyaknya kasus pembangunan apartemen yang wanprestasi ataupun gagal terbangun sehingga merugikan konsumen. Padahal, peluncuran proyek baru apartemen umumnya berbarengan dengan tahap pra-penjualan alias penjualan sebelum proyek mulai dibangun. Di tengah tekanan pasar, pemerintah menggulirkan sejumlah insentif fiskal, seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) yang diperpanjang hingga September 2022, pelonggaran rasio pinjaman terhadap nilai (LTV/FTV) rumah yang dibeli, serta suku bunga acuan yang rendah. Namun, tantangan muncul terkait potensi kenaikan suku bunga kredit perbankan, pemberlakuan kenaikan PPN jadi 11 %, dan kenaikan inflasi yang semakin menekan konsumen. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









