Ekonomi
( 40473 )Ekonomi Triwulan I-2022 Bisa Tumbuh 4,95 Persen
Meski terjadi ketegangan geopolitik yang dipicu konflik Rusia dan Ukraina, ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 bakal berada di kisaran 4,75-4,95 % secara tahunan. Walau perang itu memicu krisis ekonomi global dan disrupsi rantai pasok global, Indonesia mendapatkan kompensasi berupa kenaikan kinerja ekspor seiring lonjakan harga komoditas. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky (8/5) mengatakan, di tengah tantangan domestik dan global, perekonomian Indonesia pada triwulan pertama tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh 4,75-4,95 % dari periode yang sama tahun lalu. Ia menjelaskan, dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga makin membaik setelah merosot karena tekanan ekonomi yang dipicu pandemi. Meningkatnya permintaan dan daya beli masyarakat telah mendorong aktivitas produksi dan mobilitas. Pada triwulan pertama tahun ini, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan 9,3 miliar USD, meningkat 20 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kombinasi surplus perdagangan dan arus modal asing membuat nilai tukar rupiah relative stabil. Sepanjang triwulan I-2022, nilai tukar rupiah terjaga di kisaran Rp 14.200-Rp 14.400 per USD.
Hal senada dikemukakan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. Peningkatan harga CPO, batubara, dan nikel akan meningkatkan transaksi belanja dan berujung pada perbaikan ekonomi di daerah. Selain itu, menurut Asmoro, pengendalian jumlah kasus Covid-19 telah menggairahkan lagi aktivitas ekonomi sehingga mengeskalasi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan asumsi itu, tim ekonomi Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun ini mencapai 4,95 % secara tahunan. (Yoga)
Risiko Global dan Local Ancam Pemulihan Ekonomi
Pasca libur Lebaran menjadi pertaruhan bagi Ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Jika kasus Covid-19 terkendal, tak meruyak, ekonomi bisa melaju. Pasalnya, indikator pemulihan ekonomi mulai tampak jelas. Pertama, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mendekati level sebelum pandemi Covid-19. Kedua, penerimaan pajak juga lebih bergigi ketimbang sebelum pandemi. Indikator ketiga, emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kenaikan laba terus meningkat.
April, Inflasi Tertinggi Tiga Tahun Terakhir
Inflasi pada bulan April 2022 diprediksi lebih tinggi dibandingkan dengan bulan - bulan sebelumnya. Jika inflasi Maret sebesar 0,66% secara bulanan, inflasi April diprediksi sekitar 0,80% - 1,08%. Adapun inflasi tahunan berkisar 3,34% - 3,77%.
Rima Prama Artha, kepala ekonom Danareksa Research Institute (DRI) menyebut, pemicu inflasi April 2022 karena ada faktor musiman, Puasa dan Lebaran. Melihat proyeksi tersebut, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyebut, ini merupakan pertama kalinya inflasi tahun ke tahun di atas 3% sejak September 2019. Bahkan, ia memperkirakan inflasi pada April 2022 ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Pembagian Dividen Jadi Pemanis Bursa
Musim pembagian dividen masih berlanjut. Setidaknya, ada 10 emiten berencana membagi dividen usai libur lebaran. Empat di antaranya menetapkan cum date dividen pada hari ini, Senin (9/5). Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pembagian dividen akan memberi sentimen positif bagi saham tersebut dalam jangka pendek. Investor bisa memburu saham pembagi dividen, tapi cermati kecenderungan koreksi harga paska periode cum date atau saat ex date.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menambahkan, di musim dividen Mei ini, kemungkinan investor tetap memburu emiten yang membagikan dividen secara rutin. "Jika emiten tersebut dalam lima tahun terakhir, termasuk di masa pandemi, mencatatkan kinerja stabil, maka akan cukup menarik bagi investor, karena ada ekspektasi dividen yang konsisten ke depannya," jelas Ivan.
Pemanis bursa
Tapi Daniel mengingatkan, keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve menaikkan bunga 50 basis poin akan menjadi perhatian pasar. Dampak kenaikan suku bunga The Fed akan terasa dalam jangka menengah panjang.
OLIV Mematok Harga Saham Perdana Rp 100 per Saham
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk telah menetapkan harga inital public offering (IPO) di Rp 100 per saham. Harga IPO ini merupakan batas bawah dari harga penawaran IPO calon emiten bersandi OLIV ini di kisaran Rp 100 hingga Rp 125 per saham. OLIV berencana menjual 400 juta uni saham ke publik.
Kantong Perbankan Kian Tebal
Industri perbankan Indonesia semakin memperlihatkan kondisi pemulihan kinerja yang tercermin dari laporan laba 15 bank pada kuartal I/2022 yang mencapai Rp43,61 triliun atau tumbuh hingga 45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara rata-rata, capaian laba bersih bank papan atas dengan aset terbesar itu menguasai tak kurang dari 90% total laba bersih setelah pajak di industri bank nasional. Jumlah bank secara keseluruhan sebanyak 107 entitas. Dari 15 bank yang telah menyampaikan kinerja kuartal pertama, hanya ada dua bank yang labanya susut jika dibandingkan dengan kuartal I/2021. Selebihnya, berhasil menorehkan kinerja gemilang. Sebanyak 11 bank membukukan pertumbuhan laba hingga double digit dan dua bank lainnya mencetak pertumbuhan laba single digit.
Hubungan Industrial : Pembayaran THR Tahun Ini Lebih Baik
Konfederasi Serikat Pekerja Nasional atau KSPN mencatat pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan perekonomian nasional dinilai menjadi salah satu penyebab lancarnya pemberian THR tahun ini.Presiden KSPN Ristadi menilai bahwa pemberian THR Keagamaan 2022 lebih baik dari Idul fitri 2021. Tercatat hingga H+2 Lebaran, semua urusan THR anggotanya sudah selesai. Meski begitu, beberapa perusahaan masih harus mencicil pembayaran THR.
Sementara itu, pekerja/buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mencatat masih ada 20% pembayaran THR yang bermasalah.Ketua Umum KASBI Nining Elitos menyampaikan bahwa pemberian THR belum berjalan maksimal di wilayah Sumatra Selatan, Tangerang, dan Bekasi.
Kuartal I, BRI Salurkan Kredit UKM Rp 21,3 T
Outstanding penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk segmen usaha kecil dan menengah (UMK) mencapai Rp 21,3 triliun pada kuartal I-2022. Penyaluran tersebut meningkat 29,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,5 triliun. Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Aman Sukriyanto memaparkan bahwa capaian pada awal 2022 sudah menunjukkkan kembali kemasa sebelum pandemi Covid-19 melanda. Perseroanpun semakin optimistis ekonomi kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif. Selain itu,permintaan kredit meningkat tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah. Sektor-sektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti perdagangan mendominasi penyaluran kredit BRi di segmen kecil dan menengah ini yang presentasenya mencapai 61%. Menurut Aman, capaian positif tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah yang langkah strategisnya tepat dalam menghadapi pandemi. Seperti stimulus ekonomi pemerintah terhadap pelaku UMKM melalui Program Pemulihan Ekonomi (PEN). (Yetede)
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diproyeksi 4,8-5,1%
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I -2022 berpeluang tumbuh signifikan pada kisaran 4,8-5,1% secara tahunan (year on year/yoy) seiring dengan pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat. "Meskipun sempat dibayangi oleh penyebaran varian virus baru omicron pada awal tahun ini, namun kesigapan pemerintah telah mampu mengatasi efek negatif lebih lanjut dari sebaran omicron," ucap Ekonom sekaligus Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan Ryan Kiryanto. Kegiatan ekspor impor pun masih berjalan baik kendati dihadapkan pada ketegangan politik terkait agresi militer Rusia ke Ukraina sejak 14 Februari 2022. Mobilitas arus barang dan jasa sedikit terganggu karena distrupsi berbagai moda transportasi laut dan udara setelah Amerika Serikat sekutu Barat memberlakukan sanski ekonomi kepada Rusia. "Kegiatan ekspor komoditas tetap berjalan normal ditengah kenaikan harga di pasar lantaran permintaan eksternal yang juga tetap solid mendukung kinerja ekspor," kata Ryan lagi. (Yetede)
Merdeka Copper Gelar Private Placement 2,29 Miliar Saham
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 2,29 miliar saham. Dana yang dihimpun dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk mempekuat struktur permodalan perseroan. "Dalam rangka kegiatan pengembangan usaha serta memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi, perseroan memandang perlu untuk memperkuat struktur permodalannya," tulis manajemen MDKA dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (8/5).
"Pelaksanaan PMTHMETD juga akan memberikan dana tambahan bagi perseroan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha MDKA dan anak perusahaan, sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. Manfaat tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham perseroan," kata manajemen MDKA. Setelah pelaksanaan PMTHMETD menjadi efektif, persentasi kepemilikan saham perseroan saat ini akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar maksimum 9,9%, dengan asumsi proses penambahan modal hak memesan efek terlebih dahulu. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









