;
Kategori

Ekonomi

( 40473 )

Bank Mandiri, BRI dan BCA Menyiapkan Suntikan Modal ke Anak Usaha

11 May 2022

Bank-bank besar berupaya mendorong bisnis anak-anak usaha mereka terus berkembang. Dan berharap akan meningkatkan kontribusi mereka terhadap perolehan laba konsolidasi. Untuk mendorong pertumbuhan itu, sejumlah bank bersiap melakukan penguatan modal anak usaha mereka. Bank Mandiri salah satunya. Bank aset terbesar di Tanah Air ini sedang mempersiapkan melakukan injeksi modal kepada anak-anak usaha tahun ini. Di antaranya Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Mandiri Capital Indonesia. Bank Central Asia juga menganggarkan dana untuk meningkatkan modal anak usaha tahun ini. Salah satu anak usaha yang akan mendapat suntikan modal adalah  PT Central Capital Ventura. Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mengalokasikan dana cukup untuk memenuhi kecukupan modal anak usaha.

Membela Biodiesel

11 May 2022

Biodiesel adalah biang kerok kelangkaan minyak goreng. Itulah yang banyak diberitakan media. Mereka mengutip pernyataan Faisal Basri dalam blog pribadinya. Menurut dia, kelangkaan minyak goreng imbas dari program B30. B30 adalah bahan bakar campuran yang terdiri dari 30 % bahan bakar nabati dan 70 persen solar. Menurut Faisal, sejak pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel, alokasi CPO untuk campuran solar berangsur naik. Tapi, pernyataan Kemendag sudah cukup benderang bahwa distribusi adalah akar masalahnya. Biodiesel sudah ada sejak 2006. Dan, selama itu tak pernah jadi masalah bagi pasokan minyak goreng dalam negeri. Produksi CPO nasional 2021 hampir 47 juta ton. Dan, biodiesel hanya menyerap 7,38 juta ton. Artinya, biodiesel hanya menghabiskan 16 %.

Untuk menjaga agar harga tetap stabil, Indonesia mengonsumsi sendiri CPO yang biasanya diekspor ke UE. Alhasil, permintaan tetap terjaga sehingga harga tak anjlok. Bonusnya, di ujung 2019 Indonesia jadi negara pertama di dunia yang menerapkan B30. Tahun 2020, B30 mampu mengurangi impor solar 3,73 miliar USD, juga B30 dapat mengurangi emisi 24,6 juta ton karbon dioksida. Alhasil, harga CPO pun tetap terjaga. Di sisi lain, biodiesel telah banyak menghapus jejak karbon di langit Indonesia. Mirisnya, biodiesel dikambing hitamkan sebagai biang kerok kelangkaan minyak goreng. (Yoga)


Dibayangi Inflasi, Pemulihan Upah Belum Merata dan Signifikan

11 May 2022

Kenaikan rata-rata nasional upah buruh awal tahun ini belum menunjukkan pemulihan sektor ketenagakerjaan yang berkualitas dan merata. Separuh provinsi di Indonesia masih mengalami penurunan upah, sebagian di bawah standar upah minimum yang berlaku. Kenaikan inflasi yang jauh lebih tinggi pun terus menggerus upah riil buruh dan menekan daya beli warga. Setelah sebelumnya menurun pada Agustus 2021, data Keadaan Ketenagakerjaan yang dirilis BPS, Senin (9/5) menunjukkan, rata-rata upah buruh kembali naik 1,12 % pada Februari 2022. Besaran upah rata-rata bulanan meningkat dari Rp 2,86 juta pada Februari 2021 menjadi Rp 2,89 juta, hampir semua sektor lapangan kerja mencatatkan kenaikan upah. Penurunan upah terpantau di empat sektor, yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial (-0,29 %), industri pengolahan (-0,94 %), administrasi pemerintahan (-1,75 %), dan jasa pendidikan (-6,5 %). Meskipun demikian, jika ditelisik dari persebaran regional, separuh provinsi di Indonesia masih mengalami penurunan upah rata-rata. Upah di sebagian provinsi juga masih berada di bawah standar upah minimum yang berlaku.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal mengatakan, kenaikan upah rata-rata secara nasional tidak bisa menggambarkan kondisi riil ketenagakerjaan. Pemulihan kondisi ketenagakerjaan di setiap daerah tidak sama, bergantung pada sektor utama yang menggerakkan perekonomian daerah itu. Hal ini disebabkan pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19 dan kini harus menghadapi tantangan inflasi akibat kenaikan harga bahan baku, bahan bakar minyak, dan listrik. Di sisi lain, kenaikan upah rata-rata nasional pada Februari 2022 juga tidak signifikan karena langsung tergerus kenaikan inflasi yang lebih tinggi. BPS mencatat, tingkat inflasi tahunan per April 2022 sudah mencapai 3,47 %, tertinggi sejak Agustus 2019. Ini jauh di atas tingkat kenaikan upah rata-rata yang hanya 1,12 %. (Yoga)


Inflasi dan Pengangguran Bayangi Pemulihan

10 May 2022

Tren positif pemulihan ekonomi dibayangi inflasi yang diperkirakan tinggi dan pengangguran yang belum kembali seperti sebelum pandemi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ketiga motor penggerak pertumbuhan ialah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34 %, investasi 4,09 %, dan ekspor 16,22 %. Kepala BPS Margo Yuwono (9/5) mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi dipacu mobilitas masyarakat yang mulai normal. Hal itu terutama terlihat dari geliat sektor ritel, industri pengolahan, serta otomotif dan transportasi. Adapun pertumbuhan ekspor dipengaruhi kenaikan harga komoditas, seperti minyak mentah, CPO, batubara, dan nikel. Tingkat inflasi April 2022 mencapai 0,95 % secara bulanan atau tertinggi sejak Januari 2017. Tingkat inflasi tahunan 3,47 % atau sudah berada di kisaran target inflasi pemerintah dan BI sebesar 3-4 %.

Komoditas penyumbang inflasi terbesar pada April 2022 adalah minyak goreng yang andilnya 0,19 %, pertamax 0,16 %, dan avtur yang berpengaruh pada kenaikan harga tiket pesawat 0,08 %. Inflasi ini tak lepas dari imbas kenaikan harga minyak mentah dan CPO global. BPS menyebut geliat ekonomi triwulan I-2022 membuat pengangguran berkurang. Dalam setahun, tingkat pengangguran turun 350.000 orang menjadi 8,54 juta orang pada Februari 2022. Namun, angka itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran Februari 2020 atau sebelum pandemi yang 6,93 juta orang.

Kepala Studi Ekonomi Politik Lembaga Kajian Ekonomi Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta, Achmad Nur Hidayat berpendapat, secara tahunan, konsumsi rumah tangga triwulan I-2022 tumbuh signifikan, 4,34 %. Namun, diban- dingkan dengan triwulan IV-2021, pertumbuhannya hanya 0,19 %. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih jauh di bawah ambang normal sebelum pandemi yang rata-rata 5 %. Artinya, daya beli masyarakat meningkat, tetapi masih di bawah situasi normal. Mentko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,01 % pada triwulan I-2022 tergolong stabil. Pertumbuhan itu hamper sama dengan pertumbuhan pada triwulan IV-2021 yang 5,02 %. (Yoga)


Perlindungan Konsumen dan Keuangan Digital

10 May 2022

Menurut riset Alpha JWC Ventures dan Kearney (2021), total nilai investasi pada perusahaan digital di Indonesia tahun 2020 mencapai 4,4 miliar USD, meningkat dua kali lipat tahun 2019. Hingga 2025 akan terjadi peningkatan transaksi ekonomi digital 3 sampai 6 kali lipat di perkotaan non-metropolitan. Di satu sisi, hal ini adalah kesempatan bisnis, tetapi kenaikan suku bunga di AS akan membuat investor lebih selektif dalam menanam dananya. Seperti halnya dua sisi mata uang, selain terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan, digitalisasi juga memberikan tantangan baru. Salah satunya terkait perlindungan konsumen, seperti meningkatnya risiko praktik penipuan dan kejahatan keuangan. Menurut OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi), risiko perlindungan konsumen pada era digital didorong oleh empat hal. Pertama, risiko dari aktivitas pasar, termasuk penyalahgunaan produk ilegal dan munculnya jenis penipuan baru. Kedua, risiko efektivitas regulasi dan pengawasan yang harus mengikuti perkembangan teknologi. Ketiga, risiko dari tingkat kesadaran dan pengetahuan konsumen, khususnya masyarakat rentan. Terakhir, risiko teknologi. Tidak semua perusahaan memiliki standar keamanan teknologi yang sama.

Bank Dunia, April 2021, menjelaskan contoh konkret upaya perlindungan konsumen yang dapat dilakukan oleh perusahaan tekfin pada bisnis kredit mikro, pinjaman daring,  aktivitas urun dana, dan uang elektronik (e-money). Platform kredit mikro digital dapat menerapkan transparansi harga dan biaya. Adapun pinjaman daring harus menerapkan cara yang kondusif dalam urusan debt collection. Memberantas pinjaman daring ilegal juga harus terus dilakukan oleh OJK. Adapun tekfin urun dana dapat melakukan penetapan batasan nilai investasi berdasarkan profil konsumen. Terakhir, uang elektronik harus memisahkan dana nasabah dari dana perusahaan serta memperkuat aspek keamanan siber. Isu perlindungan konsumen harus diatasi oleh regulator, industri, dan masyarakat. Pertama, perlu penguatan pengawasan dalam ekosistem keuangan digital melalui kolaborasi. Baik dengan langkah preventif, seperti pengawasan khusus kepada influencer keuangan digital, maupun langkah kuratif berbasis teknologi dalam penanganan pengaduan konsumen. Kedua, perlu peningkatan literasi keuangan digital kepada masyarakat, termasuk UMKM. Terakhir, perlu penguatan regulasi yang dapat memberikan keamanan dan membangun trust serta mencegah terjadi kasus ekstrem sampai jatuh korban jiwa.  (Yoga)


Harga Saham dan Bitcoin Anjlok

10 May 2022

Kenaikan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve alias Bank Sentral AS, pengetatan karantina wilayah di China, dan belum jelasnya ujung perang Rusia-Ukraina menekan prospek ekonomi global. Pasar saham di kawasan Asia berada dalam teritori negatif pada Senin (9/5) pagi, seiring dengan merosotnya indeks saham berjangka di pasar modal AS. Penurunan nilai juga dialami aset-aset kripto. Ini diawali dengan anjloknya harga bitcoin. (Yoga)

Investor Lepas Saham, Indeks Turun Tajam

10 May 2022

Pada akhir perdagangan Senin (9/5), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 4,42 % jadi 6.909. Penurunan harian ini merupakan yang terbesar sejak awal tahun. Dengan posisi penutupan itu, indeks berada pada posisi terendah sejak 10 Maret 2022. Penurunan indeks yang teradi di pasar saham Indonesia sejalan pergerakan pasar saham di AS dan Asia. Pasar cenderung melemah setelah bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan pekan lalu. Indeks 45 saham terlikuid atau LQ45 juga turun dengan penurunan 5,48 % menjadi 1.025. Investor asing melepaskan saham senilai Rp 2,59 triliun, sementara total nilai transaksi mencapai Rp 24,3 triliun. Di kawasan Asia, sejumlah indeks saham juga tercatat melemah, seperti Indeks Strait Times Singapura yang turun 0,51 % dan indeks Nikkei 225 yang turun 2,53 %.

Di pasar saham Indonesia, investor melepaskan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti PT BCA Tbk dan PT BRI Tbk. Saham BCA turun 6,64 % menjadi Rp 7.600 per saham. Investor asing melepaskan saham BCA senilai Rp 1,4 triliun. Sementara itu, saham BRI turun 6,98 persen. Investor asing melepaskan saham BRI Rp 688 miliar. Kedua saham perbankan ini memiliki bobot besar pada IHSG. Pergerakan saham keduanya sangat memengaruhi indeks secara keseluruhan. Selain BCA dan BRI, ada 10 saham dalam indeks LQ45 yang turun lebih dari 6 % pada perdagangan kemarin, yaitu Bank Mandiri (-6,98 %), Astra International (-6,93 %), Bukalapak.com (-6,81 %), Telkom (-6,71 %), Elang Mahkota (-6,69 %), dan Merdeka Cooper Gold (-6,60 %). Sebaliknya, para investor asing membeli saham PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp 160 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk senilai Rp 100 miliar.

Analis dari Eastspring Investments dalam risetnya menyebutkan, penurunan yang terjadi di pasar saham Indonesia mengikuti pergerakan pasar saham di AS dan di pasar Asia. Pasar cenderung melemah setelah The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin. Fed juga mengindikasikan rencana mengurangi neraca sebesar 47,5 miliar USD per bulan sejak Juni 2022. Meski kenaikan tingkat suku bunga itu tak seagresif perkiraan analis dan ekonom, ada kekhawatiran terkait laju inflasi, pengetatan moneter, dan prospek perlambatan ekonomi global. Selain itu, ada pula risiko ketidakpastian imbas dari China yang masih menerapkan penutupan untuk menangani kenaikan kasus Covid-19. ”Namun, kami masih melihat prospek IHSG tahun 2022 ini cenderung jauh lebih baik, didukung menguatnya harga komoditas, seperti batubara dan minyak kelapa sawit mentah yang merupakan sumber pendapatan ekspor utama Indonesia,” demikian isi riset itu. (Yoga)


Jaga Momentum Kunjungan Wisman dengan Protokol

10 May 2022

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Maret 2022, sesuai data BPSk, mencapai 74.383 kunjungan. Jumlah ini naik 228,24 % dibanding periode yang sama tahun 2021 sebesar 22.661 kunjungan. Akan tetapi, jumlah itu belum bisa menyaingi jumlah kunjungan pada periode yang sama sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari-Maret 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 2,11 juta kunjungan. Pada Januari-Maret 2019 sebanyak 2,96 juta kunjungan dan Januari-Maret 2018 sebanyak 2,94 juta kunjungan. Kepala BPS Margo Yuwono (9/5) mengatakan, sepanjang triwulan I-2022, jumlah kunjungan wisman terbanyak terjadi pada Maret 2022, yaitu 40.790 kunjungan. Kunjungan wisman dalam tren kembali bertumbuh. Namun, kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung tetap menjadi tantangan. Margo memandang, sektor industri pariwisata nasional harus menjadi perhatian bersama pemerintah dan pelaku industri. Jika industri pariwisata bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi Covid-19, sektor ini akan membantu mempercepat pemulihan perekonomian nasional

Menparekraf / Kepala Badan Parekraf Sandiaga S Uno mengatakan, berbagai agenda pertemuan, insentif, konvensi/konferensi, dan pameran (MICE) internasional bagian dari acara sampingan presidensi G20 bisa dioptimalkan oleh pelaku industri pariwisata. Selain menggaet kunjungan, agenda seperti itu juga mampu mendongkrak ekonomi pelaku UMKM kreatif. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Azril Azahari berpendapat, tren kenaikan jumlah kunjungan wisman perlu dijaga. Namun, pemerintah disarankan tidak mengendurkan protokol kesehatan. Persyaratan wajib vaksin dan tes Covid-19 tetap harus diberlakukan. Hal itu demi menjaga keamanan dan kesehatan warga di dalam negeri. Menurut Azril, daya tarik Indonesia di mata wisman terletak pada keunikan alam dan warisan budaya, ketika memahami apa yang menjadi daya tarik bagi mereka, pemerintah bersama pelaku industri pariwisata bisa fokus menciptakan produk. Misalnya, pariwisata kesehatan berbasis rempah-rempah Indonesia. (Yoga)


Transaksi Tunai dan BI-FAST Melonjak

10 May 2022

Sepanjang Ramadhan dan libur Idul Fitri 2022, BI mencatat realisasi penarikan uang tunai mencapai Rp 180,2 triliun, meningkat 16,6 % dibanding tahun lalu, juga lebih tinggi 9,21 % dibanding periode yang sama pada 2019 sebelum pandemi Covid-19. Nominal transaksi BI-FAST pada April 2022 juga melonjak 51,88 % dibanding pada Maret, mencapai Rp 100,25 triliun. Transaksi tertinggi pada H-7 Idul Fitri. (Yoga)

Parkir Sejenak di Pasar Uang Agar Cuan Tak Hilang

10 May 2022

Seperti sudah diprediksi, pasar saham langsung jeblok begitu perdagangan kembali dibuka pekan ini. Tak tanggung-tanggung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 4,42% ke level 6.909,75 pada perdagangan kemarin akibat sentimen kenaikan Fed fund rate. Pasar obligasi juga ikut tertekan. Kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) besutan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) merosot ke level 327,45, yang merupakan level terendah dalam kurun sekitar enam bulan terakhir. Tekanan ke pasar keuangan diprediksi belum akan segera berakhir. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo melihat, pada jangka pendek, seluruh instrumen investasi di pasar modal akan mengalami tekanan, baik saham maupun obligasi. "Belum lagi ada kenaikan inflasi domestik, hingga ada potensi profit taking pada IHSG berlanjut, mengingat sudah cenderung jenuh beli di atas 7.200," tutur Praska. 

Karena itu, investor perlu mempertimbangkan mengatur ulang portofolio investasinya untuk mengantisipasi potensi kerugian membengkak. Para pengamat sepakat, di tengah sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat dan potensi kenaikan suku bunga Indonesia, investor bisa memperbesar porsi investasi di instrumen pasar uang. Selain bisa dimanfaatkan untuk mengejar keuntungan saat suku bunga naik, instrumen pasar uang bisa dimanfaatkan sebagai tempat parkir sementara dana investasi. "Investor bisa mendiversifikasikan dananya sambil menunggu posisi koreksi sehat IHSG dan setelah itu bisa masuk ke instrumen saham," kata Reza Fahmi, Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management, kemarin. Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menambahkan, investor perlu memperbesar porsi dana di instrumen yang likuid saat pasar masih dilanda ketidakpastian. Instrumen pasar uang bisa jadi pilihan.