PRODUKSI MOBIL LISTRIK : Impor Baja Masih Diperlukan
Skema impor diyakini menjadi satu-satunya cara bagi pelaku industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku baja yang diperlukan untuk mendukung produksi mobil listrik Tanah Air.Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan mengatakan bahwa impor baja merupakan langkah paling realistis yang bisa diambil pemerintah, mengingat baja khusus untuk industri otomotif tidak mudah untuk diperoleh.“Sejauh ini baja khusus untuk otomotif tersebut masih sulit untuk diproduksi sendiri. Ke depan pun secara teknis, produksi baja tersebut sulit untuk dilakukan,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/5).
Sementara itu, pada 2030 Indonesia ditargetkan menjadi pemain utama dalam produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrifi ed Vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor.Sektor otomotif ditargetkan mengalami peningkatan volume produksi sampai dengan 3 juta unit pada 2030 dengan porsi sebanyak 25%, di antaranya adalah kendaraan berbasis listrik, dengan target ekspor sebanyak 900.000 unit.
Postingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023