;
Kategori

Ekonomi

( 40784 )

Pasar Lesu, Bankir Siapkan Right Issue

17 May 2022

Pasar modal semakin semarak dengan aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue di sektor perbankan. Aksi korporasi tersebut untuk memenuhi ketentuan modal inti minimal perbankan sebesar Rp 3 triliun pada akhir tahun ini. Beberapa bank yang akan menggelar rights issue tahun ini seperti Bank Aladin, Bank Bisnis, Bank Neo Commerce dan Bank Ina.  Namun, Senior Investment Analyst Infovesta Utama, Edbert Suryajaya menilai, prospek rights issue tersebut harus memperhatikan sentimen pasar yang berkembang. Oleh karena itu, kesuksesan rights issue bergantung pada pemilihan waktu yang tepat. Namun aksi korporasi ini diperkirakan tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya, terutama dari bank digital. Namun tidak menutup kemungkinan euforia akan kembali jika bank bisa mencari momentum tepat. Ke depan, saham-saham bank yang memiliki fundamental solid dan laba stabil bisa tetap mempertahankan minat investor. Dengan demikian saham- saham tersebut lebih dilirik investor. Apalagi, bagi perbankan yang valuasinya juga masih murah. Sementara emiten-emiten yang dari kondisi belum oke, meski prospek tumbuh akan lebih tertinggal. Terlebih, kenaikan suku bunga akan mempersulit akses terhadap modal baru. Sebab perusahaan yang sudah profit masih bisa mengandalkan pendanaan internal.

BSI Kerjasama Bisnis dengan Lulu Hypermarket dan Berrypay

17 May 2022

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mulai menancapkan bisnis dan penetrasi layanan di Timur Tengah. Langkah itu seiring terciptanya kerja sama dengan konglomerasi dan start up internasional di Dubat, Uni Emirat Arab (UEA). BSI Menggandeng Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan dari Lulu Hypermart Global yang memiliki jaringan pemasaran ritel terbesar di Timur Tengah dan dengan fintech Berrypay asal Malaysia di Dubai pada akhir pekan lalu, ini berbarengan peluncuran kantor perwakilan BSI di Dubai.

OJK Merestui 11 Anggota Baru BPA AJB Bumiputera

17 May 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan proses fit and proper Badan Perwakilan Anggota (BPA) Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 yang baru. Langkah ini akan menjadi babak baru penyelesaian sengkarut gagal bayar pada perusahaan asuransi mutual ini. "Setahu saya sudah ada 11 BPA yang dinyatakan lulus," ujar Sekretaris Perusahaan AJB Bumiputera, Hery Darmawansyah kepada KONTAN, Senin (16/5)

MANUVER INA GAET PENDANA

17 May 2022

Apalagi tahun ini ini, target dana kelolaan yang akan dihimpun lembaga itu mencapai Rp174 triliun, atau naik sebesar 93% ketimbang akhir tahun lalu. Sebanyak tujuh sektor penting menjadi andalan INA untuk menjaring investor kakap. Ketujuh sektor tersebut yaitu infrastruktur fisik, ekonomi digital, kesehatan, energi baru terbarukan (EBT), keuangan, logistik, serta pariwisata dan properti. Dalam wawancara bersama Bisnis, akhir pekan lalu, Chief Exexutive Officer (CEO) INA Ridha Wirakusumah mengatakan lembaganya telah melakukan penjajakan dan negosiasi dengan sejumlah pihak dari luar negeri. Beberapa di antaranya adalah sovereign wealth fund (SWF) dari negara lain, hingga pengelola dana pensiun dari yurisdiksi mitra. Dia mengklaim saat ini terdapat 95 instansi atau lembaga pengelola investasi, dana pensiun, dan perusahaan swasta luar negeri yang tengah bernegosiasi dengan INA. Salah satu strategi yang dilakukan untuk menggaet pemodal adalah dengan mendirikan konsorsium. Artinya, INA turut menanamkan dananya dalam setiap proyek yang ditawarkan, sehingga meningkatkan kepercayaan calon investor.

INA juga telah menandatangani dua perjanjian investasi dua proyek jalan tol di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa dengan total investasi mencapai Rp39 triliun. Tak hanya itu, lembaga tersebut tengah menjajaki untuk menjadi investor di pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo serta mendanai dua proyek pengembangan bandara PT Angkasa Pura II (Persero). Pada akhir tahun lalu INA pun telah meraih komitmen kemitraan dengan Dubai Ports World (DP World Dubai) senilai Rp105 triliun yang fokus pada pengembangan logistik dan pelabuhan.


Bank Syariah Indonesia Lebarkan Sayap ke Dubai

17 May 2022

Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan konglomerasi dan start up negara Dubai, Uni Emirat Arab untuk melebarkan sayap di wilayah Timur Tengah. Penetrasi itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama BSI dengan Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan Lulu Hypermart Global serta perusahaan fintech bernama Berrypay, pada Jumat (13/5) bersamaan dengan grand launching kantor perwakilan BSI di Dubai, Uni Emirat Arab. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengemukakan, kerja sama ini menjadi tonggak bersejarah dan sebagai langkah awal ekspansi BSI di pasar internasional. Hery meyakini ekspansi ter sebut memungkinkan BSI ber interaksi secara langsung dengan komponen penting industri perbankan global yaitu pemain utama perbankan dunia, regulator perbankan dari sejumlah negara, hingga global business best practice perbankan syariah yang akan membentuk global expertise dan global capabilities bagi BSI. BSI diketahui sudah membuka Kantor Perwakilannya di Dubai Inter national Financial Centre (DIFC) sebagai kehadiran global pertama BSI berdasarkan Surat Pendirian dari DIFC per 4 November 2021 dan Persetujuan Akhir Izin Kantor Perwakilan dari DFSA 28 Januari 2022. DIFC merupakan hub financial dan pusat sukuk global yang berada di jantung Dubai.

PENGENDALIAN EMISI GAS RUMAH KACA

17 May 2022

Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto bersama Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Efransjah, serta Plt. Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK Ruandha A Sugardiman (kanan) berbincang dengan Deputy Director Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO-UN) Tina Vahanen, terkait dengan Indonesia’s FoLU Net Sink 2030 seusai sidang United Nations Forum on Forests (UNFF) ke-17, di New York, Amerika Serikat, pekan lalu. Indonesia’s FoLU Net Sink menargetkan penyerapan emisi gas rumah kaca dari sektor hutan dan penggunaan lahan sudah lebih tinggi dibandingkan dengan emisinya pada 2030

PRODUKSI MOBIL LISTRIK : Impor Baja Masih Diperlukan

17 May 2022

Skema impor diyakini menjadi satu-satunya cara bagi pelaku industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku baja yang diperlukan untuk mendukung produksi mobil listrik Tanah Air.Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan mengatakan bahwa impor baja merupakan langkah paling realistis yang bisa diambil pemerintah, mengingat baja khusus untuk industri otomotif tidak mudah untuk diperoleh.“Sejauh ini baja khusus untuk otomotif tersebut masih sulit untuk diproduksi sendiri. Ke depan pun secara teknis, produksi baja tersebut sulit untuk dilakukan,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/5). Sementara itu, pada 2030 Indonesia ditargetkan menjadi pemain utama dalam produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrifi ed Vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor.Sektor otomotif ditargetkan mengalami peningkatan volume produksi sampai dengan 3 juta unit pada 2030 dengan porsi sebanyak 25%, di antaranya adalah kendaraan berbasis listrik, dengan target ekspor sebanyak 900.000 unit.

ASEAN Menanti AS Penuhi Janji

15 May 2022

Seperti diduga banyak pihak, pertemuan khusus ASEAN-AS menghasilkan hal di bawah harapan ASEAN. Sebaliknya, AS mendapat lebih banyak manfaat dari hasil pertemuan yang berlangsung di Washington DC 12-13 Mei 2022 itu. Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyebutkan, ASEAN sangat menginginkan perdagangan bebas dan investasi dengan AS. Sejauh ini, kerangka kerja perdagangan dan investasi ASEAN-AS belum sepenuhnya terwujud. ASEAN, juga negara-negara lain di kawasan, masih menanti kejelasan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang sedang disusun AS. Janji Presiden AS Joe Biden memberikan bantuan keamanan dan ekonomi sebesar 150 juta USD kepada ASEAN sangat kecil dibandingkan janji China kepada ASEAN. Pada 2021, Beijing menawarkan bantuan 1,5 miliar USD kepada ASEAN dan membeli komoditas ASEAN senilai 150 miliar USD. Ia mengingatkan, hubungan AS dengan kawasan akan meningkat jika dijalankan dalam kerangka konstruktif. Hubungan AS dengan kawasan jangan hanya difokuskan pada persaingan AS dengan China.

Diplomat senior Tommy Koh, malah menyebut AS lebih sibuk mendekati Asia Tenggara melalui isu keamanan saja. ”Padahal, bangsa Asia hidup dengan perdagangan,” kata mantan Duta Besar Singapura untuk AS itu. Adapun lembaga kajian di Washington DC, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), merekomendasikan agar pemerintahan Biden menghindari fokus pada narasi China. Biden perlu fokus pada agenda-agenda positif di kawasan Asia Tenggara. Direktur Eksekutif Asian Trade Centre Deborah Elms malah menyebutkan, AS menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memulai pembicaraan isu ekonomi dengan Asia. Saat AS sibuk sendiri, pemerintah sejumlah negara Asia terus membuat aneka kesepakatan dagang sebagai sumber pertumbuhan setelah pandemic dan membangun ketahanan nasionalnya. ”Kondisi ini membuat AS tersingkir dengan sendirinya,” katanya. Kelambanan AS soal perdagangan, antara lain, memicu frustrasi PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. ”AS harus mengadopsi agenda perdagangan dan investasi yang lebih aktif dengan ASEAN. Hal itu akan menguntungkan AS secara ekonomi dan strategis,” ujarnya di sela pertemuan khusus ASEAN-AS. Adapun PM Vietnam Minh Chinh mengatakan, IPEF belum menunjukkan hal konkret dan perlu diklarifikasi. PM Singapura Lee Hsien Loong juga meminta ASEAN diajak bicara lebih mendalam soal IPEF. Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI Abdul Kadir Jailani mengatakan, Indonesia terus berkomunikasi dengan AS soal IPEF yang tengah disusun AS. Indonesia telah membaca rancangan naskah kerangka kerja sama itu, lalu memberi masukan serta meminta klarifikasi. Salah satu yang ditekankan Indonesia adalah arsitektur kawasan yang inklusif. Indonesia menolak setiap upaya yang berujung pada pengucilan hingga penyingkiran pihak lain di kawasan. Indonesia ingin memastikan semua pihak dilibatkan dan berkontribusi positif pada kemakmuran dan kedamaian kawasan. (Yoga)


Merespon Sinyal Pemulihan Pariwisata

15 May 2022

Pemerintah terus melonggarkan berbagai aturan yang sebelumnya menghalangi aktivitas pariwisata domestik dan global. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan peningkatan mobilitas masyarakat pada masa Lebaran awal bulan ini sebagai isyarat pemulihan ekonomi, termasuk pariwisata. "Kami memproyeksikan pemulihan pesat pada kualitas dan keberlanjutan wisata." ujarnya, saat menghadiri Tempo BNI the Bilateral Forum. Sejak Oktober 2021, kata dia, pemerintah sudah menormalkan pergerakan masyarakat di tempat rekreasi, pusat retail, serta ruang publik, seperti taman. Meski protokol pencegahan Covid-19 masih berjalan. Data peningkatan keterisian kamar hotel dan volume kunjungan turis asing dianggap Sandiaga sebagai indikator pemulihan utama. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), okupansi atau tingkat penghuni kamar hotel berbintang di Indonesia masih berkisar 38,5% pada Februari lalu. (Yetede)

Mengukur Prospek Saham MSCI Index

14 May 2022

Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyesuaikan kembali (rebalancing) daftar saham yang masuk dalam MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index. Susunan baru saham dalam indeks hasil rebalancing ini akan berlaku efektif pada 1 Juni mendatang. Dalam MSCI Global Standard Index, terdapat tiga emiten Indonesia yang masuk ke dalam indeks ini. Ketiganya adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sementara itu, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dikeluarkan dari indeks ini.