Ekonomi
( 40784 )Rusia Berharap Terhindar dari Krisis Keuangan
Rusia yakin telah berhasil menghindarkan timbulnya krisis keuangan seiring reli mata uang rubel dan data-data ekonomi menunjukkan tanda-tanda merebak. Tetapi menurut para analis, data-data itu juga menutupi beberapa kenyataan buruk bagi Negara Beruang Merah. Meskipun inflasi di negara tersebut sedang tinggi, tapi terdapat pertanda bahwa kenaikan harga akan melambat dan terus menurun. Sementara mata uang Rubel telah berbalik dari titik rendah sepanjang masa pada Maret menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia pada tahun ini.
Menurut laporan, inflasi Rusia mencapai tingkat tertinggi dalan dua dekade, 17,8% year-on-year (yoy) pada April atau naik dari 16,7% pada Maret. Namun kenaikan harga mulai menunjukkan tanda-tanda melambat. Disebutkan, laju pertumbuhan konsumen melambat tajam dari 7,6% pada Maret menjadi 1,6% pada April Sedangkan harga barang non-makanan naik 0,5% dibandingkan 11,3% pada Maret. Kondisi ini terjadi setelah Bank Sentra Rusia (CBR) menerapkan kenaikan suku bunga darurat yang mendorong suku bunga acuan negara dari 9,5% menjadi 20% pada akhir Februari, beberapa hari setelah invasi Rusia ke Ukraina, sebagai upaya untuk menyelamatkan rubel. (Yetede)
Inflasi Capai 9%, Rakyat Ìnggris Terbelit Kenaikan Biaya Hidup
Laju inflasi Inggris pada bulan lalu dilaporkan melonjak ke level tahunan tertinggi dalam 40 tahun atau sejak 1982. Kondisi ini akan memaksa Menteri Keuangan (Menkes) Rishi Sunak untuk memberikan tambahan bantuan kepada kelompok-kelompok rumah tangga rentan dan semakin terbelit oleh kenaikan biaya hidup. Sementara itu, Bank of England (BoE) terus menaikkan suku bunga kendati dibayangi resiko resesi. Kantor Statistik nasional atau Office for National Statistics (ONS) menyampaikan pada Rabu (18/5) bahwa inflasi harga konsumen mencapai 9% pada April2022. Menurut laporan, inflasi Inggris tergolong tertinggi diantara negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar di Eropa dan hampir pasti di kalangan negara-negara G-7. Apalagi Kanada dan Jepang belum melaporkan data April. Kemungkinan tidak akan menandingi pertumbuhan harga Inggris, yang tampaknya juga bakal bertahan lebih lama. "Kami tidak dapat melindungi rakyat sepenuhnya dari tantangan global ini, tetap memberikan dukungan yang signifikan dimana kami bisa dan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut," ujar Sunak, yang dilansir Reuters. (Yetede)
The Fed Tidak Ragu Terus Naikkan Suku Bunga
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powel menekankan tekadnya untuk menurunkan laju inflasi dengan terus mendukung kenaikan suku bunga sampai harga mulai turun kembali ke level yang sehat. "Jika itu termasuk bergerak melewati tingkat netral yang dipahami secara luas, kami tidak akan rugi untuk melakukan. Kami bakal melakukan sampai kami merasa berada dimana kami dapat mengatakan kondisi keuangan berada ditempat yang tepat, (yakni) melihat inflasi turun. Kami akan menuju ke ttitik itu. Tidak ada keraguan tentang itu," ujar dia dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Selasa (17/5) Menurut Powel, setelah kenaikan itu, pergerakan 50 basis poin yang serupa kemungkinan akan terjadi di pertemuan berikutnya, selama kondisi ekonomi tetap serupa dengan sekarang. Powel juga kembali mengulangi komitmennya pada Selasa untuk mendekatkan inflasi ke target 2% The Fed sekaligus memperingatkan bahwa itu mungkin tidak mudah, dan dapat mengorbankan tingkat pengangguran 3,6% yang saat ini tepat diatas level terendah sejak akhir 1960-an. (Yetede)
Delegasi G20 Sepakati Lima Isu Digital Untuk Deklarasi Bali Package
Menteri Komunikasi dan Infromatika (Menkominfo) Johhny G Plate mengungkapkan, pada pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) 2022 kedua yang berlangsung di Yogyakarta, para delegasi dan berbagai negara G20 menyepakati lima sub topik digital untuk menjadi bahan deklarasi Bali Package. Menkominfo menjelaskan, dalam pertemuan kali ini, delegasi negara-negara G20 membahas lima sub topik itu. Pertama, people center digital conectivity. Intinya, pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19 sangat diperlukan pemanfaatan konektivitas digital dalam memecahkan berbagai sektor publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi. "Berangkat dari kebutuhan tersebut, DEWG kedua ini membahas pemahaman bersama akan konektivitas digital dengan menempatkan masyarakat sebagai fokus utama pengembangan konektivitas digital," ujarnya. (Yetede)
Main Selundup Setelah Ekspor Ditutup
Pengungkapan dugaan penyelundupan minyak goreng dan bahan baku minyak goreng semakin gencar dilakukan setelah pemerintah menerapkan larangan ekspor produk minyak sawit. Larangan ini dinilai memicu pengusaha untuk mencari keuntungan lebih dengan menjual produk minyak sawit di luar negeri. "Tingginya harga minyak goreng dunia pastinya mendorong pelaku untuk mencari celah mendapatkan keuntungan," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto, saat dihubungi, kemarin. Agus menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan untuk meningkatkan pengawasan di pelabuhan resmi dan tak resmi. Polri juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, serta Kejaksaan Agung mengungkapkan dugaan penyelundupan ini. Saat larangan ekspor tersebut terbit, dugaan penyelundupan marak muncul. Pada 12 Mei lalu, misalnya, aparat menyita delapan kontainer minyak goreng di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Yetede)
Mengaitkan Dugaan Kartel Dengan Ekspor CPO
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) bakal mendalami keterkaitan korupsi izin ekspor CPO yang ditangani Kejagung dengan dugaan praktek kartel minyak goreng. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU, Daswin Nur mengatakan dugaan adanya pengaturan pemberian izin ekspor CPO yang disangka melibatkan Lin Che Wei, makin menguatkan indikasi persekongkolan. Lin Che Wei merupakann tersangka ke 5 dalam kasus tersebut, pertengahan April lalu Kejaksaan menetapkan 4 tersangka lainnya, yaitu Dirjen Perdagangan Luar Negri, Indarsari Wisnu Wardhana; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia; Master Parulian Tumanggor; GA PT Musim Mas , Togar Sitanggang; serta Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group, Stanley MA. Jaksa AgungSanitiar Burhanudin mengatakan, keempat tersangka diduga bermufakat melawan hukum sehinga terbit persetujuan ekspor CPO, padahal seharusnya ditolak karena tidak memenuhi persyaratan DMO 20 %.
Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean mengatakan, para investigator di lembaganya akan melihat alasan pelaku tidak mendistribusikan CPO dan olein sesuai DMO, masing-masing Rp. 9.300 per Kg dan Rp. 10.300 per Kg. Disamping itu KPPU akan mendalami perilaku produsen yang tidak memenuhi volume kontrak produksi minyak goreng curah, hingga tak kunjung turunnya harga minyak goreng curah di pasar, padahal harga tandan buah segar sawit dari petani terus turun.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategy Policy, Tungkot Sipayung, meminta KPPU segera mengungkap dugaan kartel tersebut. “Jangan mencurigai terus. angan mencurigai terus. Yang menjadi fakta, terjadi penyelundupan minyak goreng dan bahan bakunya sebagaimana diumumkan Bea Cukai dan TNI AL”, ujar tungkot Pakar kebijakan public dari Narasi Institute, Ahmad Nur Hidayat meminta agar penyelewengan hokum dalam sengkarut minyak goreng itu ditindak tegas lantaran dampak kerusakan yang ditimbulkan di dalam negeri cukup besar. Ia pun mengingatkan pemerintah, saat ini pasar minyak goreng berbentuk oligopoly atau ditentukan sedikit pihak. “Selama bentuk poasarnya oligopoly, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Seharusnya halini disadari pemerintah sejak awal,” ujar Nur Hidayat.
Surplus Transaksi Berjalan & Pembayaran Bisa Positif
Harga komoditas yang tinggi masih jadi andalan penopang neraca perdagangan internasional Indonesia di awal tahun ini. Hal ini berdampak positif terhadap neraca transaksi berjalan maupun Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan.
Yang pasti, neraca perdagangan Indonesia selama tiga bulan pertama tahun ini mencatatkan surplus jumbo. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus tersebut untuk periode Januari hingga Maret 2022 mencapai sebesar US$ 9,3 miliar. Selain itu, surplus transaksi berjalan kemungkinan besar tak akan berlanjut alias berbalik mencetak defisit alias current account deficit (CAD) di kisaran 0,5% PDB pada akhir tahun nanti. Namun ini bukan pertanda buruk karena menjadi tanda ekonomi mulai menggeliat karena ada kenaikan permintaan di dalam negeri.
PasarPolis Gandeng IKEA
Insurtech PasarPolis terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna terus memperluas penetrasi asuransi. Kali ini, PasarPolis menggandeng IKEA Indonesia. Pelanggan IKEA Indonesia berkesempatan memperoleh perlindungan akan produk-produk furnitur melalui furniture protection PasarPolis yang dapat diakses di seluruh gerai offline IKEA Indonesia.
BUKK Genjot Bisnis Setrum & Smelter
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) memacu investasi pengembangan sektor energi terbarukan dan hilirisasi pertambangan. Komisaris PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Solihin Jusuf Kalla menyampaikan, tahun ini pihaknya menggarap tiga proyek besar, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy, PLTA Malea Energy dan PLTA Kerinci Merangi Hidro. Ada pula proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) seperti PLTM Cikaengan, PLTM Empat Mandiri serta PLTM Poso Energi Tiga Pamona.Selain itu, BUKK mengembangkan fasilitas pengolahan mineral (smelter) di Palopo, Sulawesi Selatan melalui anak usahanya, PT Bukaka Mandiri Sejahtera (BMS). Ada dua proyek smelter yang dikerjakan BMS, yaitu smelterferonikel yang berkapasitas 33.000 ton per tahun dan smelternikel sulfat yang berkapasitas 34.000 ton.
ENERGI BARU DUNIA USAHA
Keputusan pemerintah memulai tahapan transisi dari pandemi ke endemi Covid-19 disambut antusias dunia usaha. Kesuksesan transisi digadang-gadang mengakselerasi perputaran roda bisnis yang kini masih terseok-seok. Kendati demikian, pelaku usaha berharap agar pemerintah tak buru-buru memangkas berbagai insentif yang masih dinikmati berbagai sektor usaha. Koordinator Wakil Ketua Umum III Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta W. Kamdani meyakini transisi menuju endemi tanpa disertai kenaikan parameter fatal seperti angka penyebaran Covid-19 dan kematian tinggi, akan melancarkan normalisasi kegiatan ekonomi. Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi turut terdongkrak.
Perihal kelanjutan insentif dunia usaha, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan pada tahun ini kebijakan insentif berfokus pada dua sektor yang belum pulih, yakni pariwisata dan transportasi. Menurutnya, berkaca pada realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2022, mayoritas sektor bisnis telah berhasil pulih. Sektor pariwisata dan transportasi pun berpeluang bangkit sejalan dengan pelonggaran mobilitas selama Ramadan dan Idulfitri.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









