;
Kategori

Ekonomi

( 40473 )

ASEAN di Tengah Kekuatan Bipolar

14 May 2022

ASEAN memasuki dunia dengan kekuatan bipolar, di mana AS dan China saling bersaing. Profesor Yan Xuetong dari Universitas Tsinghua mematrikan kekuatan bipolar ini di situs China US Focus, 20 April 2015, berjudul ”A Bipolar World is More Likely than a Unipolar or Multipolar One”. Tidak ada konsensus keamanan akan terjamin di era bipolar, kata mantan Menlu Brasil Antonio de Aguiar Patriota, 2 Mei 2017, di situs Rising Power Project. Maka, tidak aneh jika para pemimpin ASEAN, tanpa perwakilan Myanmar, bertemu Presiden AS Joe Biden di Washington DC, 12 Mei. Kehadiran pemimpin ASEAN di Washington ditanggapi China dengan peringatan jubir Kemenlu China,Wang Wenbin, kepada AS (China Daily, 19 April 2022), Jangan jadikan negara-negara lain sebagai pion.

”ASEAN tak mau memilih salah satu dari keduanya,” demikian kata Kao Kim Hourn, penasihat PM Kamboja Hun Sen (Reuters, 12 Mei). Sejarah berpihak pada Asia. ASEAN-China merupakan mitra dagang terbesar dengan total neraca perdagangan 685,28 miliar USD pada 2020. Perdagangan bilateral ASEAN-AS sebesar 362,2 miliar AS. Potensinya besar sehingga Menlu China Wang Yi (Xinhua, 7 Mei) mengatakan, ”Strategi AS di Indo Pasifik tidak cocok dengan waktu serta tidak mengakomodasi kepentingan jangka panjang negara-negara di Asia Timur.” Sepak terjang AS di Indo Pasifik adalah membendung China, kata Menlu AS Antony J Blinken (CNN, 14 Desember 2021). Ada sisi positif di era bipolar. Postur tegas AS, semisal tiap tahun menerbitkan dosa-dosa hak asasi manusia negara-negara lain, relatif berkurang. Tidak terasa lagi taring daftar hitlist AS, yang sewaktu-waktu bisa menghentikan impor dari negara-negara ”berdosa”. AS dan China saling menawarkan investasi. Tentu tawaran terbaru AS sebesar 150 juta dollar AS tak sebanding dengan China yang menawarkan lebih banyak. (Yoga)


Cadangan Devisa April 135,7 Miliar Dollar AS

14 May 2022

Cadangan devisa Indonesia akhir April 2022, sebesar 135,7 miliar USD, turun dibandingkan posisi akhir Maret, antara lain, dipengaruhi kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas. Posisi cadangan devisa ini setara 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. (Yoga)

Antisipasi Penurunan NTP Lebih Lanjut

14 May 2022

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada April 2022 sebesar 108,46 atau turun 0,76 % dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan itu  dipicu indeks harga yang diterima petani yang naik 0,06 %, sedangkan indeks harga yang dibayar naik 0,83 persen. Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia Agus Ruli, Jumat (13/5), menyatakan, pemerintah perlu mengantisipasi penurunan NTP lebih lanjut. (Yoga)

UPAYA MENDORONG EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA

14 May 2022

Pemerintah terus berupaya mendorong berkembangnya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini kian mendapat sejumlah prioritas dan kemudahan. Berbagai kemudahan meliputi insentif pajak, diskon saat charging pada jam tertentu, diskon naik daya listrik di rumah konsumen kendaraan listrik, hingga bebas aturan sistem ganjil genap di sejumlah wilayah Jabodetabek. Bahkan, dalam arus mudik Lebaran tahun ini, pemilik kendaraan listrik mendapat kelonggaran aturan ganjil genap di sepanjang ruas tol. Sejumlah fasilitas turut disediakan pemerintah guna mendukung kelancaran kendaraan listrik dalam menempuh perjalanan jauh. Dalam masa Lebaran, PT PLN menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di delapan titik rest area sepanjang Tol Trans-Jawa. Pemudik juga dapat menggunakan fasilitas SPKLU yang tersedia di PT PLN di sejumlah daerah. Saat ini setidaknya ada 126 SPKLU yang tersebar di 97 lokasi di 48 kota di seluruh Indonesia. Angka ini belum termasuk SPKLU dari institusi atau perusahaan lainnya. Secara total, jumlah SPKLU di Indonesia mencapai 267 lokasi di seluruh Nusantara, mengindikasikan pemerintah berupaya serius membangun infrastruktur pendukung ekosistem KBLBB. Penyiapan SPKLU menunjukkan kendaraan listrik menjadi prioritas di masa depan, seiring langkah Indonesia mendukung kebijakan net zero emission (NZE) global tahun 2050. Apalagi transportasi merupakan sektor terbesar kedua di Indonesia yang menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) kelompok energi dengan kontribusi 26 %.

Pada 2050 diperkirakan jumlah kendaraan listrik di seluruh dunia mencapai 1,78 miliar unit, terpaut sangat jauh dengan jumlah kendaraan listrik yang kini masih sedikit, yakni 18 juta unit. Apabila dibandingkan dengan kendaraan listrik di Indonesia, jumlahnya jauh lebih timpang karena masih kurang dari seribu unit tahun ini. Meski demikian, Indonesia terus berupaya mendorong transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mendorong sektor transportasi yang memanfaatkan sumber energy dari EBT. Salah satu bentuknya berupa rencana industrialisasi baterai kendaraan listrik. Selain itu, disiapkan peta jalan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Rencana ini sudah memiliki dasar hukum dengan disahkannya Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Dalam peta jalan penguatan industri KBLBB, ada peluang bagi industri domestik Indonesia turut serta dalam proses perakitan kendaraan listrik lewat kerja sama dengan investor asing. Hal ini sangat penting guna menumbuhkan kemandirian industri otomotif di dalam negeri. (Yoga)


Pertumbuhan Kredit BRI Tidak Sensitif Terhadap Krisis

14 May 2022

Pertumbuhan Kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dinilai tidak sensitif teradap  krisis ekonomi. BRI tetap berkomitmen menyelamatkan UMKM akibat pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 sehingga membuat bisnis perseroan tetap tumbuh positif di masa pandemi. Pada kuartal 1-2022, BRI membukukan pertumbuhan  kredit sebesar 7,4% (yoy) menjadi Rp1.075,9 triliun. Tingkat pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan  dengan penyaluran kredit perbankan nasional pada kuartal 1-2022 yang sebesar 6,65%. BRI juga berhasil mencatatkan  kinerja positif dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir kuartal 1-2022, DPK yang dihimpun BRI mencapai Rp1,126,5 triliun atau tumbuh 7,4%. Adapun total aset mencapai Rp1.650 triliun atau naik 9%. Sedangkan hal kedua yang perlu dipastikan BRI menyangkut permodalan. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan saat ini berada di level 24%. (Yetede)

Ekspansi ke Dubai, BSI Gandeng Lulu Hypertmart dan Berrypay

14 May 2022

Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)  mulai menancapkan bisnis dan penetrasi layanan di Timur Tengah seiring adanya kerja sama dengan konglomerasi dan start-up internasional di Dubai, Uni Eropa Arab, yang sekaligus menandai ekspansi bank syariah terbesar di Indonesia tersebut di kancah global. Ekspansi bisnis dan layanan BSI di UEA tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama  (MoU) antara perusahaan dengan Lulu Hypermart Indonesia dengan jaringan  dari Lulu Hypermat Global, jaringan pemasaran ritel terbesar di Timur Tengah dan Fintech Copany Berrypay Dubai, Jumat (13/5). Langkah strategis tersebut dilakukan BSI berbarengan  dengan momentum bersejarah  grand launching kantor perwakilan  BSI di Dubai. Terkait dengan strategis itu, Direktur Utama BSI Herry Gunardi menjelaskan bahwa langkah tersebut  merupakan akselerasi BSI  agar diperhitungkan di dunia internasional melalui peningkatan kapabilitas, daya saing, dan reputasi. (Yetede)

LRT Jabodetabek Targetkan 100 Ribu per Hari

14 May 2022

   

Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodetabek saat mulai dioperasikan pada Agustus 2022 ditargetkan dapat melayani 100 ribu penumpang per hari dengan headway atau waktu tunggu yang rangkaian kereta enam menit. Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (kemenhub) Harno Trimadi memfasilitasi tiga hak pengguna LRT Jabodetabek. Ketiganya yakin pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkatan umum lain, dan pengguna angkutan pribadi. Dia memastikan LRT Jabodetabek akan diintegrasikan dengan stasiun Kereta Cepat di Halim. Sementara untuk memudahkan akses menuju stasiun LRT Jabodetabek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek seperti akses jembatan, tangga eskalator, dan lift "Untuk jangka panjang akan dibangun park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan." ujar Harno. Tahun 2015, Presiden Joko Widodo telah melakukan groundbreaking pembangunan LRT Jabodetabek untuk menandai dimulainya pembangunan LRT Jabodetabek. (Yetede)


Menyelamatkan Agenda G20 Indonesia

13 May 2022

Pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden bisa menjadi momentum untuk menekankan pentingnya agenda G20 tahun 2022 yang diusulkan Indonesia. Beberapa negara semakin merasakan tekanan inflasi tinggi dari naiknya harga pangan dan energi sebagai akibat dari perang di Ukraina dan sanksi yang diberikan kepada Rusia. Inflasi AS mencapai 8,5 % pada Maret, tertinggi selama empat dekade terakhir. Begitu pula di banyak perekonomian utama lain. Di Indonesia, inflasi mencapai 3,47 %, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi juga mulai memburuk. OECD memprediksi perang akan menyebabkan penurunan pertumbuhan global sebesar 1 %. Padahal, untuk mencapai pemulihan ekonomi yang kuat, diperlukan kerja sama ekonomi yang lebih baik. Dampak perang di Ukraina juga hanya dapat ditanggulangi dengan kerja sama di tingkat global. Termasuk untuk meminimalkan risiko disrupsi pasokan, krisis pangan, ataupun krisis energi.

Agenda yang diusung Indonesia di dalam presidensi G20 tahun ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan meski makin sulit untuk dicapai. Peran penting G20 harus terus disuarakan oleh Indonesia dan anggota G20 lain. Saat ini ada pandangan dari beberapa negara, terutama anggota G7, bahwa kehadiran Rusia dalam berbagai pertemuan G20 adalah hal yang tidak patut. Ini bahkan berujung pada ancaman boikot terhadap pertemuan tingkat tinggi November di Bali. Ketika para pemimpin AS dan Indonesia bertemu di Washington, fokus diskusi dapat diarahkan untuk mencegah dampak invasi Rusia yang dapat menggagalkan agenda kerja sama ekonomi di bawah G20. Terkait ini, perlu disampaikan; Pertama, pertemuan G20 tahun ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk memberikan dukungan bagi pemulihan ekonomi global yang lebih baik. Agenda yang diusulkan Indonesia berusaha menjembatani berbagai kepentingan negara maju dan berkembang, yang terkadang berbeda, dalam pemulihan ekonomi global. Kedua, Indonesia perlu menekankan pentingnya Indonesia dan ASEAN dalam menyukseskan agenda AS di kawasan ini. AS butuh Indonesia dan ASEAN untuk tujuannya menyukseskan rencana kerangka kerja IndoPasifik.  Dengan sistem perdagangan global dalam kondisi tak sehat, G20 harapan terakhir dunia untuk kebijakan perdagangan yang tak saling merugikan.  Agenda kerja sama G20 yang diusulkan Indonesia di presidensi tahun ini terlalu penting untuk ditinggalkan. Demi keberlangsungan perekonomian global yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan. (Yoga)


Kelas Menengah Jadi Tumpuan Geliat Konsumsi

13 May 2022

Geliat konsumsi nasional dinilai masih bertumpu pada masyarakat berpenghasilan menengah. Namun, agar konsumsi dapat tumbuh optimal, daya beli masyarakat berpenghasilan rendah perlu dijaga dan belanja masyarakat berpenghasilan atas perlu didorong. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 mencapai 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,43 % dan kontribusinya terhadap PDB 53,56 %. Geliat konsumsi atau belanja pada masa Ramadhan-Lebaran 2022 akan mengungkit pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022, terindikasi dari indeks belanja Ramadhan 2022 yang tumbuh 31 % menjadi 179,4 atau jauh di atas ambang batas indeks sebesar 100. Vice President for Industry and Regional Research Office of Economist Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani (12/5) mengatakan, kenaikan indeks belanja Ramadhan 2022 terjadi di semua kelompok penghasilan. Masyarakat berpenghasilan menengah berbelanja paling tinggi, sedangkan belanja masyarakat berpenghasilan rendah dan tinggi kembali di atas level pra pandemi.

Dalam laporan Bank Dunia bertajuk ”Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class”, Januari 2020, menyebutkan, dalam 15 tahun terakhir, jumlah populasi kelas menengah Indonesia naik dari 7 % menjadi 20 % total populasi atau 52 juta orang pada 2019. Laporan Bank Dunia ”Pathways to Middle-class Jobs in Indonesia” yang dirilis 30 Juni 2021 menunjukkan, pangsa pekerja kelas menengah Indonesia sebesar 15,4 % pada Agustus 2019 turun menjadi 10,2 % pada Agustus 2020 akibat pandemi Covid-19. Peneliti Center Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abdul Manap Pulungan, berpendapat, salah satu faktor yang memengaruhi masih rendahnya konsumsi rumah tangga adalah konsumsi kelas atas yang masih terbatas, terindikasi dari jumlah simpanan di atas Rp 5 miliar yang meningkat. LPS mencatat, simpanan di atas Rp 5 miliar di perbankan per Maret 2022 mencapai Rp 3.905 triliun, tumbuh 13,3 % secara tahunan. Porsi simpanan itu 51,8 % total simpanan Rp 7.544 triliun. Namun, indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) turun. ”Penurunan ini ditengarai oleh kekhawatiran responden terhadap melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga beberapa komoditas,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono. (Yoga)


Gojek Integrasikan Layanan GoSend dan Midtrans Dengan Platform Alpukat Betawi

13 May 2022

Gojek bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan layanan pengiriman instan GoSend dan solusi payment gateway Midtrans (bagian dari GoTo Financial) dengan platform layanan Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat (Alpukat Betawi). Berdasarkan data Disdukcapil DKI Jakarta, sejumlah penduduk DKI Jakarta kini sebanyak 11.261.595 jiwa. Kepala Disukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menambahkan, bahwa warga DKI Jakarta kini membutuhkan layanan kependudukan yang lebih cepat dan efisien. "Sejak bulan lalu, cetak KTP dan KIA dapat diselesaikan dalam 15 menit dari sebelumnya sekitar satu jam. Terobosan pencapaian layanan ini perlu ditingkatkan, salah satunya melalui upaya kerja sama dengan ekosistem Gojek," ungkap Budi. (Yetede)