Ekonomi
( 40814 )Inflasi Menekan Harapan Dunia
IMF memperkirakan tekanan inflasi akan signifikan di seluruh dunia sepanjang tahun 2022. Jika inflasi tak dapat dikendalikan, banyak pihak khawatir akan terjadi resesi secara berturut di dua triwulan. IMF memproyeksikan tekanan inflasi di negara-negara berkembang akan lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju. Proyeksinya, inflasi di negara-negara berkembang mencapai rata-rata 8,7 %, sedangkan di negara-negara maju rata-rata diperkirakan di level 5,7 %. Inflasi terbaru di negara-negara maju terpantau tinggi, di antaranya inflasi di Inggris dan Jepang hingga 7 %, dan di Amerika Serikat lebih dari 8 %. Inflasi tertinggi dalam beberapa dekade. Pasca-invasi Rusia ke Ukraina, situasi kian buruk. Harga pangan pun naik sebagai dampak terganggunya ekspor gandum dan pupuk dari Rusia dan Ukraina. Di tengah kondisi itu, spekulasi keuangan juga bisa menjadi faktor penting. Lighthouse Reports mengidentifikasi derasnya arus masuk uang ke dalam pasar komoditas yang diinvestasikan pada gandum. Partai Sosialis Pekerja di Inggris menilai dunia tengah mengalami era baru inflasi secara global
Dampak kenaikan harga dirasakan semua warga dunia. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, IMF merevisi proyeksi inflasi global sebesar 1,8 % untuk negara-negara maju dan 2,8 % untuk negara-negara berkembang. Ini menunjukkan, bahkan sebelum perang di Ukraina, proyeksi inflasi tinggi belum pulihnya rantai sebagai dampak pandemi Covid-19 menyebabkan lonjakan inflasi yang belum terjadi sebelumnya sejak krisis ekonomi di 2008. Karena banyak negara berkembang mengalami pertumbuhan ekonomi, inflasi pada umumnya rata-rata lebih tinggi. Namun hal itu bukan berarti inflasi tidak dapat memukul negara-negara non-industri, apalagi jika kinerja ekonomi mereka tertekan. Perang di Ukraina, pandemi, pengetatan kredit global, dan perlambatan di China membuat dunia ”seolah terpanggang”. ”Ini seperti kebakaran hutan (yang merambah) ke segala arah,” kata Jayati Ghosh, ekonom di University of Massachusetts Amherst. Menurut dia, situasi saat ini jauh lebih besar daripada setelah krisis keuangan global. (Yoga)
Daya Beli Pasca-Lebaran
Pelonggaran aktivitas pada libur Lebaran 2022 membawa berkah bagi perekonomian. Belanja masyarakat, jumlah uang beredar, dan omzet para pelaku usaha di berbagai sektor meningkat. Jumlah uang beredar selama Lebaran diperkirakan Rp 250 triliun. Dilihat dari realisasi penarikan tunai saja, jumlahnya cukup besar. BI mencatat, realisasi penarikan uang tunai pada periode Ramadhan dan Lebaran 2022 mencapai Rp 180,2 triliun, tumbuh 16,6 % dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 154,5 triliun. Indeks belanja sepanjang Ramadhan 2022 juga meningkat cukup signifikan. Mandiri Institute mencatat, per 1 Mei 2022, indeks belanja secara nasional 179,4 %, tumbuh 31 % dibandingkan Ramadhan 2021. Geliat ekonomi hari raya itu akan menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022. Kemenko Bidang Perekonomian memperkirakan, perekonomian pada triwulan tersebut tumbuh 3,5-4 % ditopang konsumsi selama Ramadhan-Lebaran 2022. Pada triwulan I-2022, perekonomian Indonesia tumbuh 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34 persen secara tahunan menjadi salah satu penopang. Namun, jika dibandingkan dengan triwulan IV-2021, pertumbuhannya hanya 0,19 %. Hal itu menunjukkan konsumsi rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat belum pulih total. Kendati akan menjadi sumber pertumbuhan pada triwulan II-2022 lantaran efek geliat konsumsi pada Ramadhan-Lebaran, konsumsi rumah tangga pasca-Lebaran tetap perlu diperhatikan.
Setelah Lebaran, dompet sebagian besar masyarakat kembali berkurang drastis. THR dan dana BLT hanya ”numpang lewat”. Dengan kondisi itu, masyarakat masih harus berhadapan dengan tahun ajaran baru 2022/2023. Banyak biaya yang perlu ditanggung, antara lain uang gedung, buku pembelajaran, dan seragam. Selain itu, masyarakat juga masih dihadapkan pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan energi. Harga minyak goreng curah, misalnya, masih tinggi, rata-rata Rp 17.000 per liter atau di atas HET Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg. Begitu pula harga minyak goreng kemasan yang rata-rata masih di atas Rp 23.000 per liter. Harga gandum atau tepung terigu juga terus bergerak naik. Harga gandum atau tepung terigu di kisaran Rp 11.500-Rp 12.000 per kg. Begitu juga dengan harga kedelai impor yang menembus Rp 14.100 per kg, jauh di atas harga psikologisnya yang maksimal Rp 12.000 per kg. Survei Konsumen BI menunjukkan keyakinan konsumen terhadap perekonomian nasional membaik. Namun, indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) turun. IEK April 2022 tercatat 127,2, lebih rendah dari Maret 2022 sebesar 128,1. Melemahnya ekspektasi konsumen ini disebabkan penurunan ekspektasi konsumen terhadap kondisi usaha, penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja ke depan. Oleh karena itu, daya beli masyarakat pasca-Lebaran tetap perlu dijaga, terutama kelas bawah. Beberapa langkah yang dapat digulirkan adalah menggeliatkan sektor informal, kembali memberikan perlindungan sosial, dan menumbuhkan lapangan kerja padat karya. (Yoga)
Grup Kalla Bidik Ekosistem Kendaraan Listrik
Grup Kalla siap menggarap ekosistem bisnis kendaraan listrik. Pada 2023, perusahaan itu bakal mengoperasikan pabrik pengolahan nikel sebagai penunjang industri baterai kendaraan listrik. Presiden Direktur Grup Kalla Solihin Jusuf Kalla, Sabtu (21/5), di Jakarta, mengemukakan, pembangunan pabrik smelter nikel dengan investasi 100 juta USD itu berlokasi di Palopo, Sulteng. (Yoga)
Penyaluran KUR BNI Capai Rp 11,3 Triliun
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto, Minggu (22/5) menjelaskan, penyaluran KUR BNI per April 2022 mencapai Rp 11,3 triliun atau meningkat 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian itu setara dengan 29,7 % dari total alokasi KUR BNI tahun ini sebesar Rp 38 triliun. (Yoga)
Kapal Ikan Terancam Mangkrak
Di Pelabuhan Nizam Zachman, Jakarta, sebagian kapal industri perikanan tidak bisa melaut. Harga solar industri yang menembus Rp 17.000 per liter membebani operasional kapal. ”Bahan bakar mahal, produksi ikan sedang minim, maka melaut dipastikan merugi. Lebih baik kapal sandar di pelabuhan,” ujar pengurus Asosiasi Tuna Indonesia Muhammad Bilahmar, di Jakarta, Minggu (22/5). (Yoga)
Rame-Rame Mengalap Berkah Transaksi Tol Nirsentuh
Pemerintah siap menggelar uji coba bertahap skema pembayaran jalan tol nontunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF) tahun ini. Kelak, proyek senilai Rp 4,4 triliun ini akan melibatkan sejumlah pelaku usaha, mulai dari penyedia sistem MLFF, operator jalan tol, penyedia sistem pembayaran hingga operator telekomunikasi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit menyebutkan, uji coba ini agar pengguna jalan tol tidak terkejut dengan pemberlakuan skema dan proses pembayaran jalan tol terbaru tersebut.
Keamanan Data NIK & NPWP Harus Dijaga
Secara perlahan, Pemerintah mulai mengerjakan sistem satu data nasional. Misal dengan menyatukan data kependudukan seperti Nomor Induk Kependudukan, (NIK) di Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari kantor Pajak.
Kesepakatan integrasi dua data ini sudah di teken pekan lalu (20/5). Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor kerjasama antara Direktorat Jendral (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dengan Ditjen Pajak merupakan kelanjutan kesepakatan 2013 dan 2018 yakni memperkuat integrasi data kedua lembaga ini. "Terutama data NIK dan NPWP," katanya (20/5)
Diwarnai Sentimen Suku Bunga
Pergerakan saham perbankan pekan ini bakal diwarnai sentimen kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan ini akan memutuskan kebijakan moneter ke depan.
Analis melihat ada peluang yang cukup lebar bagi BI untuk menaikkan suku bunga. Meski begitu, Analis Kiwoom Sekuritas Rizky Khaerunnisa memperkirakan, suku bunga acuan masih akan dipertahankan di level 3,50%, meskipun saat ini level inflasi cukup tinggi.
Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham
Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.
Didukung Pemerintah, BSI Punya Potensi Besar
Guna memenuhi ketentuan porsi saham beredar (free float), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bakal melakukan rights issue senilai Rp 5 triliun di kuartal ketiga 2022. Dana hasil aksi korporasi itu juga untuk biaya ekspansi ke depan. Bank syariah milik BUMN ini memang tengah gencar membesarkan bisnis perbankan syariah. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Inisiatif bisnis di dalam negeri yang dimaksud antara lain menjadi satu-satunya bank syariah yang masuk daftar bank yang ada dalam fitur autodebet untuk pembayaran BPJS Kesehatan. Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut, BRIS memiliki potensi signifikan meningkatkan pangsa pasarnya yang baru 7% saat ini. Lantaran Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









