Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham
Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023