;

ASEAN Menanti AS Penuhi Janji

Ekonomi Yoga 15 May 2022 Kompas
ASEAN Menanti AS Penuhi Janji

Seperti diduga banyak pihak, pertemuan khusus ASEAN-AS menghasilkan hal di bawah harapan ASEAN. Sebaliknya, AS mendapat lebih banyak manfaat dari hasil pertemuan yang berlangsung di Washington DC 12-13 Mei 2022 itu. Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyebutkan, ASEAN sangat menginginkan perdagangan bebas dan investasi dengan AS. Sejauh ini, kerangka kerja perdagangan dan investasi ASEAN-AS belum sepenuhnya terwujud. ASEAN, juga negara-negara lain di kawasan, masih menanti kejelasan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang sedang disusun AS. Janji Presiden AS Joe Biden memberikan bantuan keamanan dan ekonomi sebesar 150 juta USD kepada ASEAN sangat kecil dibandingkan janji China kepada ASEAN. Pada 2021, Beijing menawarkan bantuan 1,5 miliar USD kepada ASEAN dan membeli komoditas ASEAN senilai 150 miliar USD. Ia mengingatkan, hubungan AS dengan kawasan akan meningkat jika dijalankan dalam kerangka konstruktif. Hubungan AS dengan kawasan jangan hanya difokuskan pada persaingan AS dengan China.

Diplomat senior Tommy Koh, malah menyebut AS lebih sibuk mendekati Asia Tenggara melalui isu keamanan saja. ”Padahal, bangsa Asia hidup dengan perdagangan,” kata mantan Duta Besar Singapura untuk AS itu. Adapun lembaga kajian di Washington DC, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), merekomendasikan agar pemerintahan Biden menghindari fokus pada narasi China. Biden perlu fokus pada agenda-agenda positif di kawasan Asia Tenggara. Direktur Eksekutif Asian Trade Centre Deborah Elms malah menyebutkan, AS menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memulai pembicaraan isu ekonomi dengan Asia. Saat AS sibuk sendiri, pemerintah sejumlah negara Asia terus membuat aneka kesepakatan dagang sebagai sumber pertumbuhan setelah pandemic dan membangun ketahanan nasionalnya. ”Kondisi ini membuat AS tersingkir dengan sendirinya,” katanya. Kelambanan AS soal perdagangan, antara lain, memicu frustrasi PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. ”AS harus mengadopsi agenda perdagangan dan investasi yang lebih aktif dengan ASEAN. Hal itu akan menguntungkan AS secara ekonomi dan strategis,” ujarnya di sela pertemuan khusus ASEAN-AS. Adapun PM Vietnam Minh Chinh mengatakan, IPEF belum menunjukkan hal konkret dan perlu diklarifikasi. PM Singapura Lee Hsien Loong juga meminta ASEAN diajak bicara lebih mendalam soal IPEF. Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI Abdul Kadir Jailani mengatakan, Indonesia terus berkomunikasi dengan AS soal IPEF yang tengah disusun AS. Indonesia telah membaca rancangan naskah kerangka kerja sama itu, lalu memberi masukan serta meminta klarifikasi. Salah satu yang ditekankan Indonesia adalah arsitektur kawasan yang inklusif. Indonesia menolak setiap upaya yang berujung pada pengucilan hingga penyingkiran pihak lain di kawasan. Indonesia ingin memastikan semua pihak dilibatkan dan berkontribusi positif pada kemakmuran dan kedamaian kawasan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :