Pertumbuhan Kredit BRI Tidak Sensitif Terhadap Krisis
Pertumbuhan Kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dinilai tidak sensitif teradap krisis ekonomi. BRI tetap berkomitmen menyelamatkan UMKM akibat pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 sehingga membuat bisnis perseroan tetap tumbuh positif di masa pandemi. Pada kuartal 1-2022, BRI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,4% (yoy) menjadi Rp1.075,9 triliun. Tingkat pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional pada kuartal 1-2022 yang sebesar 6,65%. BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir kuartal 1-2022, DPK yang dihimpun BRI mencapai Rp1,126,5 triliun atau tumbuh 7,4%. Adapun total aset mencapai Rp1.650 triliun atau naik 9%. Sedangkan hal kedua yang perlu dipastikan BRI menyangkut permodalan. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan saat ini berada di level 24%. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023