;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Diperlukan Kesepahaman dan Pendampingan untuk Membangun Korporasi Petani

06 May 2022

Keinginan mendorong korporasi petani sudah muncul sejak 2017. Presiden Jokowi pada 2019 dan 2020 menggelar rapat terbatas tentang Korporasi Petani dan Nelayan dalam rangka mewujudkan transformasi ekonomi. Namun, upaya itu dirasa belum optimal dalam pelaksanaannya. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional M Yadi Sofyan Noor (5/5) mengatakan, membangun korporasi petani tidak semudah yang dibayangkan atau dipikirkan. Masih ada sejumlah kendala dan tantangan yang membuat upaya tersebut sulit dilakukan. Yadi menambahkan, dalam membenahi kelembagaan ekonomi petani, KTNA akan membangun koperasi induk di tingkat pusat, yang menurut rencana segera dibentuk diMalang, Jatim, tahun ini. Dimulai dari induk, nantinya akan dibentuk juga di tingkat provinsi. Pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, termasuk dalam pelatihan pembentukan korporasi.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Keadilan Pangan Said Abdullah menuturkan, situasi sekarang dan ke depan petani memang dituntut untuk meningkatkan skala usaha sehingga tak bisa hanya mengandalkan usaha individu. Saat ini, model usaha tani yang lebih efektif dan efisien menjadi tuntutan, baik dalam menghadapi perusahaan besar maupun persaingan dengan produk-produk impor.Dari sisi konsep, korporasi, yakni dengan menggabungkan unit-unit usaha, memang baik dan diperlukan. ”Pendampinganyang kuat diperlukan. Petani harus ditempatkan sebagai subyek, bukan sebagai proyek. Pelaksanaannya harus konsisten dan berkelanjutan,” ujar Said. Dalam kerangka korporasi, BUMDes bisa saja menjadi pelakunya. Dalam Perpres No 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 juga disebutkan Dana Desa penggunaannya, antara lain, untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 %.

Balitbangtan Kementan bersama Kemenkeu dan Bank Dunia telah melaksanakan negosiasi pinjaman luar negeri bertajuk ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment). ICARE ialah program pengembangan kawasan berbasis komoditas pilihan dengan mengedepankan pemanfaatan dan potensi kawasan dengan komoditas yang terintegrasi dan mendukung pengembangan kelembagaan petani. ”Sehingga menjadi kuat dalam sebuah korporasi petani,” kata Bram Kusbiantoro selaku Tim Unit Persiapan Pengelolaan ICARE. Sekretaris Balitbangtan Kementan Haris Syahbuddin menuturkan, dalam program itu, kawasan dipilih dengan potensi komoditas yang sudah berkembang, serta didukung oleh offtaker yang mampu berkembang lebih cepat. (Yoga)


Ekonomi dan Konservasi Durian Organik

06 May 2022

Di balik sebutir durian Medan yang disantap warga di lapak-lapak durian, hingga kafe bintang lima di Kota Medan, terdapat ikhtiar ribuan petani yang turut menjaga kelestarian hutan. Selain menggerakkan ekonomi, tanaman keras itu juga berperan menjaga lingkungan di lereng Bukit Barisan, Sumut. Sebanyak 100 pohon durian tumbuh di lahan keluarga Lekson Hasibuan (44), petani durian di Dusun II, Desa Sembari, Kabupaten Dairi, Sumut. 50 batang durian, tanaman warisan dari sang bapak, kini sudah berbuah lebat. Sebanyak 30 batang di antaranya berumur lebih dari 10 tahun, sedangkan 20 batang lainnya kurang dari 10 tahun. Puluhan tanaman lainnya baru ditanam Lekson empat tahun lalu. Tanaman itu tumbuh di ladang yang berlereng-lereng. Pohon yang tumbuh baik menghasilkan 100 angkat durian. Satu angkat setara satu buah durian besar dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Jika ukuran durian terhitung kecil, satu angkat bisa berisi dua hingga tiga butir durian. ”Namun, kalau duriannya lebih besar dengan diameter lebih dari 20 sentimeter, tetap saja dihitung satu angkat,” kata Lekson. Satu angkat durian dihargai Rp 10.000 saat musim durian. Namun, saat bukan musim durian atau sedang sepi, satu angkat dihargai Rp 15.000-Rp 20.000. Dalam setahun, Lekson bisa mendapatkan Rp 30 juta dari hasil tanaman durian. Sebanyak 250 keluarga warga Desa Sembari memiliki pohon durian. Setiap keluarga setidaknya mempunyai 30 pohon dan belakangan semakin bertambah setelah melihat pasar durian semakin menjanjikan.

Durian Dairi yang kemudian disebut durian Sidikalang diyakini pedagang di Medan sebagai durian terbaik di Sumut. Dagingnya tebal, baunya harum, dan rasanya lembut serta legit. Warnanya kuning, sebagian semu oranye. Duriannya juga tidak gampang pecah. Lekson berkisah, program perhutanan sosial di desanya juga telah memperbolehkan warga mengelola lahan adat mereka yang masuk kawasan hutan. Lahan berkontur miring seluas 50-100 hektar itu kini sudah mulai ditanamiwarga dengan pohon durian. ”Saya  sudah menanam 23 batang di sana. Selain mencegah longsor, juga menghasilkan,” ucap Lekson. Total, warga setempat sudah menanam ratusan pohon durian di lahan tersebut. Rohani Manalu, coordinator advokasi Yayasan Diakonia Pelangi Kasih, dalam penelitiannya di Dusun Lumban Hutasoit, Kabupaten Dairi, menyebutkan, sebanyak 507 batang pohon durian di desa itu menghasilkan Rp 448,9 juta per tahun. ”Padahal, ada ratusan dusun di Dairi yang masyarakatnya berkebun durian,” kata Rohani. Perputaran uang dari perkebunan durian di seluruh Dairi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun. Seiring perkembangan, belakangan banyak pedagang atau pengumpul yang membeli durian secara langsung dari petani di desa-desa, untuk dijadikan durian beku (frozen) yang kini banyak dijual, termasuk secara daring. Pabrik pengolahan daging durian beku juga terus bertumbuh di Sumut. PT Agro Semesta Utama, salah satu pengolah durian beku, bahkan telah membangun dua pabrik. Pabrik terakhir berkapasitas produksi 10 ton per hari atau sekitar 200 ton per bulan yang dibangun di Tanjung Morawa, Deli Serdang, yang menampung hasil durian dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumut, Aceh, serta sejumlah wilayah lain. Saat ini, pabrik tersebut telah menyerap lebih kurang 200 tenaga kerja. (Yoga)


BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 75 Bps

06 May 2022

Bank Indonesia (BI) diproyeksi menaikkan suku bunga  acuannya menyusul langkah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin atau 0,5%, pada Rabu (4/5) waktu setempat. Langkah The Fed menaikkan suku bunga sebagai upaya untuk mengatasi lonjakan inflasi yang tertinggi selama empat dekade terakhir. Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Faisal Rachman memproyeksi, Bank Indonesia juga akan menaikkan BI-7DRR secara total sebesar 75 bps atau 0,75% menjadi 4,25% pada 2022, yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,50%. Sikap The Fed lebih hawkish ditengah meningkatnya tekanan inflasi, namun BI tidak akan terburu-buru untuk menaikkannya. Peningkatan BI-7DRRR kan sangat bergantung pada kondisi inflasi domestik yang kami perkirakan meningkat secara fundamental dan substansial di semester II tahun ini," ucap dia dalam keterangannya, Kamis (5/5). Faisal menyebutkan, melonjaknya harga komoditas global akibat konflik antara Rusia dan Ukraina telah mendorong kinerja ekspor Indonesia dan memperpanjang rangkaian surplus perdagangan. (Yetede)

Pendapatan Jasa Marga Berpeluang Naik Signifikan

06 May 2022

Pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dari sektor jalan tol berpeluang naik signifikan seiring terjadinya lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2022. Hingga akhir 2021, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang total 1.246 KM yang merupakan 51% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Direktur  Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga, Ade Wahyu mengungkapkan, pihaknya sedang menghitung proyeksi kinerja keuangan hingga akhir tahun sejalan  dengan terjadinya lonjakan  arus mudik dan arus balik Lebaran 2022. "Kami sedang hitung. Kalau (proyeksinya) dihitung sekarang kan tanggung. Kami hitung nanti sampai arus mudik selesai supaya mendapatkan gambaran yang pas," tutur Ade, menjawab Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Ade menjelaskan, hingga kuartal 1-2022, emiten jalan tol pelat merah tersebut memproyeksikan pendapatan dari jalan tol meningkat di atas 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. (Yetede)

Rp 258 Triliun Dana Mudik

06 May 2022

Dana pemudik diperkirakan  menembus Rp 258 triliun pada Lebaran tahun ini, tiga kali lipat dibanding sebelum pandemi tahun 2019. Daya ungkitnya luar biasa  dalam menggerakkan ekonomi daerah, lantaran mendongkrak penjualan makanan dan minuman, okupansi penginapan, kunjungan ke mal, serta menggairahkan pariwisata. Selain itu, dana diberikan untuk membantu sanak saudara. Dana tersebut dibawa 85 juta orang yang pulang kampung  tahun 2022, melonjak setelah pemerintah mengizinkan mudik Lebaran tahun ini, atau pertama kali dibolehkan sejak pandemi  terjadi 2020. Asumsinya,14 juta pemudik dari Jabodetabek spending rata-rata Rp 4,2 juta atau tertinggi. "Pemudik dari jabodetabek daya belinya tinggi, mereka bisa spending Rp 4 juta atau bahkan Rp 5 juta  rata-rata. Sedangkan dari Jatim sedikit lebih rendah, sekitar Rp 4 juta. Untuk daerah lain Rp 2,5 juta atau bisa Rp 3 juta," kata peneliti Indef Eko Sulistiyanto kepada Investor Daily, Kamis (5/5) malam. (Yetede)

Siaga Jalur Alternatif Menampung Arus Balik

06 May 2022

Pemerintah menyiapkan sejumlah jalan alternatif untuk arus balik Lebaran. Kepada Tempo, kemarin, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan jalur alternatif  ini disiapkan untuk menunjang penerapan rekayasa lalu lintas satu arah alias one way menuju Jakarta serta arus kendaraan menuju Jawa tengah. Menurut Budi, jalur alternatif itu merupakan jalan yang pararel dengan jalan tol. "Saat one way berlaku dari Jawa Tengah ke Jakarta, pengendara dari Jakarta yang menuju ke arah Jawa tengah harus lewat jalan arteri ini," kata dia. Budi mengatakan jalur alternatif itu perlu disiapkan lantaran nantinya akan menanggung dua beban. Beban pertama adalah para pemudik sepeda motor yang akan kembali ke Jakarta. Beban kedua adalah pengendara mobil yang tidak bisa melalui jalan tol  untuk menuju ke arah timur. (Yetede)

Mencegah Neraka Berulang di Jalur Penyeberangan

06 May 2022

Lautan mobil akan terbentuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai hari ini. Mengacu pada data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), terdapat 760 ribu orang dan 180 ribu kendaraan yang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera lewat Pelabuhan Merak pada masa mudik Lebaran 2022 ini. Pada puncak arus mudik, Sabtu, 30April lalu, terdapat 20 ribu mobil dan 14 ribu sepeda motor yang menyeberang dari Merak. Semuanya terjebak dalam antrean panjang hingga 19 km dan memakan waktu hingga 12 jam. Tanpa pengaturan tambahan, neraka mudik tersebut bisa terulang di Pelabuhan Bakauheni. Hingga kemarin, arus kendaraan dari berbagai kota di Sumatera menuju Bakauheni, yang berlanjut perjalanan menuju Jakarta, mulai meningkat. Menurut Wakil Kepala Polri, Komisaris Jendral Gatot Addy Pramono, seperti dilaporkan Antara, kemarin, "Angka itu masih dalam keadaan normal," katanya. (Yetede)

Kencang Arus Uang Lebaran

06 May 2022

Sejumlah kalangan memperkirakan peredaran uang pada Lebaran 2022 akan sangat tinggi. Perputaran dana ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II. Ekonom dari PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, memperkirakan satu orang bisa menghabiskan rata-rata 3 juta selama Lebaran. Dengan asumsi sejumlah pemudik pada tahun ini mencapai 85 juta orang, dia memperkirakan uang beredar di masa Lebaran 2022 mencapai Rp 255 triliun. "Dampaknya pada produk domestik bruto (PDB) 0,1-0-15% dari baseline" kata dia, kemarin. David berharap efek peredaran uang terasa signifikan  dari kota besar hingga ke daerah sehingga bisa memicu pemulihan ekonomi khususnya bagi UMKM. Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengatakan peredaran uang pada masa Lebaran 2022 bisa naik lebih dari 60% dari tahun lalu atau mencapai Rp250 triliun. Menurut dia, kenaikan jumlah uang beredar kali ini  dipicu oleh pembayaran THR secara penuh oleh pegawai swasta. (Yetede)

Bersiasat Urai Kemacetan di Jalur Penyeberangan

06 May 2022

Pemerintah menyiapkan pelabuhan alternatif untuk mengurai kemacetan parah saat terjadi arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan beban trayek penghubung antara pulau Sumatera dan Pulau Jawa itu akan dibagi ke dua Pelabuhan. Dua Pelabuhan itu, kata Budi, adalah Pelabuhan Panjang di Lampung yang terhubung dengan Pelabuhan Ciwandan di Banten. "(Penggunaan Pelabuhan alternatif) diharapkan dapat melancarkan pergerakan kendaraan dan penumpang dari Bakauheni menuju Merak, karena sudah relatif lengang," kata dia kemarin. PT ASDP Indonesia Ferry memperkirakan puncak arus balik pemudik dari Sumatera ke Jawa terjadi pada Ahad mendatang. Pada saat itu total penyebrangan, baik pejalan kaki maupun yang berkendaraan, mencapai 228,331 orang atau naik 27% dibandingkan periode serupa pada 2019. (Yetede)

Krisis Pangan, 193 Juta Orang Tak Punya Cukup Makanan

05 May 2022

Tak ada cukup makanan untuk disantap setiap hari. Itulah yang dihadapi 193 juta orang di 53 negara sepanjang tahun 2021. Diperkirakan tahun ini jumlahnya bakal bertambah akibat kombinasi tiga faktor ”pahit”, yakni konflik, cuaca ekstrem, dan dampak pandemic Covid-19. Situasi ini tergambar dalam Laporan Global Krisis Pangan yang dirilis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Uni Eropa, Selasa (3/5). Tren yang muncul dalam laporan dari tahun ke tahun sungguh mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan itu naik 20 % atau 40 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan itu menyebutkan, krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19 memukul 30,2 juta orang di 21 negara. Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerawanan pangan akut yang menimpa 23,5 juta orang di delapan negara Afrika. Selama enam tahun terakhir, kerawanan pangan berlipat ganda. PBB mendefinisikan kerawanan pangan akut sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengonsumsi cukup makanan untuk menopang hidupnya. ”Ini kelaparan yang bisa menyebabkan kematian,” sebut FAO.

Perang di Ukraina bakal memperburuk situasi karena produksi pangan global terganggu. Perang berisiko ”menjerumuskan” Somalia, Etiopia, Haiti, Afghanistan, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman ke dalam krisis yang lebih gawat karena mereka bergantung pada Ukraina dan Rusia untuk gandum, pupuk, dan suplai makanan lain. Tahun 2021, Somalia memperoleh 90 % gandum dari Rusia dan Ukraina. RD Kongo menggantungkan 80 % kebutuhan gandum dan Madagaskar mengimpor 70 % makanan pokok dari kedua negara yang berkonflik itu. Bisa dibayangkan kala lebih dari dua bulan terakhir pasokan itu terganggu, kata Direktur Kantor Kedaruratan dan Ketahanan FAO Rein Paulsen. ”Apabila tidak ada upaya lebih besar untuk mendukung komunitas perdesaan, skala kelaparan dan hilangnya penghidupan akan mengerikan. Aksi kemanusiaan dalam skala besar amat diperlukan untuk mencegahnya,” sebut PBB. FAO menyatakan perlu setidaknya 1,5 miliar USD guna menstabilkan dan meningkatkan produksi pangan lokal di wilayah berisiko, terutama saat musim tanam dimulai. (Yoga)