Ekonomi
( 40465 )Penyaluran Kredit Otomotif Kian Deras
Penyaluran kredit otomotif perbankan kian melaju. Hal ini terlihat dari peningkatan kredit kendaraan bermotor (KKB) di awal tahun sehingga memberi optimisme bagi perbankan. EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, baki debet atau outstanding KKB Bank Mandiri telah menyentuh Rp 32,8 triliun pada April 2022. Nilai itu hampir melampaui target tahun ini sebesar Rp 33 triliun. Dengan realisasi itu, Bank Mandiri berencana merevisi target KKB menjadi Rp 34 triliun - Rp 35 triliun hingga akhir 2022.
Penyediaan Produk dan Layanan Perbankan
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi, Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas, Sekretaris Utama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ernadhi Sudarmanto dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh berbincang di sela-sela penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama di Jakarta, Selasa (26/4). Bank Mandiri akan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang dibutuhkan BPKP, baik lembaga atau-pun karyawan, dalam pelaksanaan fungsinya sebagai Pembina Pengendali Internal di kantor-kantor pemerintah. Kedua pihak juga menyepakati kolaborasi di bidang penguatan kompetensi SDM, seperti melalui pelatihan, seminar dan workshop serta pertukaran karyawan.
Gagasan Dana Global Pemulihan Kebudayaan
Indonesia mengusulkan pembentukan jaringan aksi bersama Global Arts & Culture Recovery Fund atau dana pemulihan global di bidang seni dan budaya. Manajer G20 Culture Ministers Meeting Ananto Kusuma Seta, Selasa (26/4) di Bogor, Jabar, menjelaskan, dana global dikumpulkan secara sukarela dari anggota G20 sebagai wujud gotong royong pemulihan dampak kebudayaan akibat pandemi dari para pelaku kebudayaan. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Isu-isu Sensitif
Inovasi bisnis sering mengikut sertakan survei. Hasilnya digunakan untuk membuat produk. Hasil survei pula digunakan untuk materi pemasaran. Untuk mengajak konsumen membeli produk itu, dikeluarkanlah hasil survei yang lebih mudah ditangkap publik dan sedikit ”bumbu-bumbu” teks, video, atau foto yang makin mendekatkan produk itu dengan keseharian konsumen. Meski begitu, tidak sedikit pula, ketika menjadi materi pemasaran, semua rencana itu ambyar karena reaksi publik. Pada 2017, Pepsi melakukan kesalahan besar. Sebuah iklan yang dibintangi Kendall Jenner membuat model tersebut bergabung dengan kerumunan multietnis yang bergaya. Mereka turun ke jalan dan berkumpul untuk tujuan yang tidak terlalu jelas. Akan tetapi, publik melihat aksi tersebut mengeksploitasi, sekaligus mereduksi protes Black Lives Matter yang diduga menjadi ide dasar adegan tersebut. Jenner berjalan ke polisi dan menawarinya sekaleng soda. Polisi meminumnya kemudian kerumunan bersorak, ”Masalahnya, apa pun itu, terpecahkan selamanya!” Iklan ”sederhana” ini membuat keributan. Menurut laman Quartz, semua orang membencinya. Dalam waktu 48 jam, kemarahan publik memaksa Pepsi menarik iklan yang tak jelas nadanya itu dan meminta maaf. Merek tersebut membutuhkan 9 bulan untuk memulihkan reputasinya di kalangan milenial.
Secara keseluruhan, kasus ini merupakan pelajaran tentang bahaya yang mengintai pada upaya ”wakewashing”, upaya dangkal dari sutu merek untuk terlibat pada aktivisme yang sedang berkembang. Merek berupaya masuk di dalamnya, tetapi konsumen mengidentifikasi hal itu sebagai cara munafik atau sama sekali tidak bermakna yang memicu kemarahan orang di media sosial. Merek berusaha masuk ke dalam isu sensitif, tetapi sesungguhnya konsumen paham dan menilai cara itu tidak baik. Asosiasi bernama Interactive Advertising Bureau (IAB) Eropa pernah mengadakan survei terhadap 90 eksekutif senior Eropa yang bekerja di sektor periklanan digital. Mereka terdiri dari agensi, perusahaan teknologi iklan, dan penerbit. Mereka menemukan bahwa lebih dari tiga perempat (77 %) menganggap keamanan merek sebagai prioritas utama. Survei mengungkapkan 57 % responden setuju bahwa keamanan merek makin menjadi tantangan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya,terutama karena pengiklan sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah isu-isu aktual. Peserta survei juga mengungkapkan langkah-langkah untuk mengamankan merek di kanal digital. Beberapa teknis pemasaran digital bisa mengurangi masalah di dalam pemasaran digital. Untuk itu, IAB menerbitkan panduan praktik terbaik di seluruh Eropa bersama dengan temuan surveinya. (Yoga)
AFPI Gandeng TékenAja!
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Selasa (26/4) resmi menggandeng TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi perusahaan tekfin dalam asosiasi ini. TékenAja! adalah perusahaan rintisan di bawah GDP Venture yang menyediakan layanan tanda tangan elektronik pertama berstatus ”berinduk” ke Kementerian Komunikasi dan Informasi. (Yoga)
Petani Kelapa Sawit Terjepit
Pemerintah memastikan larangan ekspor per 28 April 2022 terbatas untuk tiga kode klasifikasi barang perdagangan. Namun, sejak kebijakan itu diumumkan pada Jumat pekan lalu, harga tandan buah segar di tingkat petani di sejumlah sentra penghasil kelapa sawit di Indonesia anjlok. Serikat Petani Kelapa Sawit mendata, harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah provinsi anjlok dari Rp 3.500 per kg pada 23 April 2022 jadi Rp 1.760 per kg pada 26 April 2022. Menurut Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Jambi Kasriwandi (26/4), sebanyak 79 pabrik pengolahan sawit di Jambi serentak menurunkan harga belinya kepada pengepul dan kelompok petani. Dari semua pabrik di provinsi itu, harga beli tertinggi Rp 1.900 per kg. ”Bahkan ada pabrik yang hanya mau membeli buah sawit di harga Rp 1.400 per kg,” katanya. Di tingkat petani, harga sawit menyentuh Rp 1.100 per kg. Harga beli pabrik bahkan jauh lebih rendah dibandingkan harga acuan TBS yang ditetapkan bersama pemangku kepentingan sektor sawit di Jambi, yakni Rp 3.600 per kg.
Risman Siahaan (56), petani kelapa sawit di Desa Batahan I Transmini, Mandaling Natal, Sumut, mengatakan, harga TBS kelapa sawit di desanya anjlok dari Rp 3.300 per kg menjadi Rp 700 per kg lima hari terakhir. Situasi serupa dialami petani sawit di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. ”Malam hari setelah pengumuman Presiden, (hargaTBS turun) dari Rp 3.100 per kg TBS jadi Rp 3.000 per kg. Setelah itu terus turun. Pagi ini, turun lagi jadi 1.950 per kg. Bahkan, sore ini turun lagi jadi Rp 1.600 per kg,” ujar Erwan (39), petani sawit di Sepaku. Menurut Wakil Ketua Apkasindo Sumsel M Yunus, penurunan harga hanya dialami petani sawit swadaya, sedangkan petani plasma tetap mendapatkan harga yang sudah ditetapkan dinas perkebunan, yakni sekitar Rp 3.500 per kg.
Kementan melalui Dirjen Perkebunan menerbitkan surat No 165 Tahun 2022 tentang Harga TBS Pasca-pengumuman Presiden Terkait Pelarangan Ekspor RBD Palm Olein pada 25 April 2022. Dalam surat itu disebut, tiap gubernur wajib mengirimkan surat edaran kepada bupati/wali kota di sentra-sentra sawit agar perusahaan sawit di wilayah itu tidak menentukan harga TBS secara sepihak atau di luar harga yang ditetapkan tim penetapan harga TBS provinsi. Plt Dirjen Perkebunan Kemenan Ali Jamil menyatakan, penerbitan surat itu dimaksudkan untuk melindungi pekebun sawit. Sekretaris Ditjen Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, sejauh ini belum ada informasi TBS yang tidak diserap. (Yoga)
Dari Transformasi Digital Hingga Pandemi, Tantangan Baru Industri Buku
Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku dan Hari Hak Cipta Sedunia. Hari itu menjadi ajang meningkatkan literasi dan kegemaran membaca buku di masyarakat. Selain minat baca yang masih harus digenjot, dunia perbukuan juga menghadapi tantangan lain, seperti disrupsi akibat transformasi digital, pembajakan, dan pandemic Covid-19. Di Indonesia, pandemi berdampak ke turunnya penjualan buku. Ini tampak dari survei Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi)terhadap 127 perusahaan penerbit buku di Indonesia pada 2020. Sebanyak 58,2 % penerbit melaporkan penjualan buku turun lebih dari 50 %. Ketum Ikapi Arys Hilan Nugraha mengatakan, pandemi berdampak berbeda di negara lain, khususnya negara dengan tingkat literasi tinggi. Penjualan buku di Finlandia, negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia, justru meningkat. ”Ada yang disebut coronavirus escapism, yaitu orang-orang membeli buku ketika harus diam di rumah. Pertumbuhan (penjualan) audiobook di Finlandia mencapai 200 %. Sementara itu, pertumbuhan buku cetak 2 % dan buku PDF 12 ,” kata Arys pada Selasa (26/4/2022).
Penurunan penjualan buku juga berdampak ke penumpukan stok di gudang. Itu sebabnya penerbit mulai membatasi jumlah buku yang akan dicetak. Satu judul buku umumnya dicetak 3.000 eksemplar. Namun, kini satu judul buku dicetak 1.500-2.000 eksemplar. ”Karena jumlah cetaknya sedikit, biaya cetak per eksemplar buku pun naik. Ini menjadi persoalan lain lagi karena harga buku ikut naik,” tutur Arys.
Penerbit buku Indonesia mesti bersaing dengan penjual buku bajakan di lokapasar (marketplace). Pembajak buku mampu memanen keuntungan karena menjual buku lebih murah daripada toko buku atau distributor buku resmi. Penjual buku bajakan umumnya menjual buku dengan harga seperlima, seperempat, hingga sepertiga lebih murah dibandingkan dengan buku asli, karena pembajak buku hanya perlu membayar biaya cetak buku. Sementara itu, buku asli lebih mahal karena mesti membayar biaya cetak, biaya distribusi, honor editor, ilustrator, hingga royalti penulis. (Yoga)
Stop Ekspor Minyak Goreng Rawan Gugatan
Kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya mulai 28 April 2022 memantik cemas. Tak hanya bagi pelaku usaha di dalam negeri, tapi juga negara tujuan ekspor. Mereka khawatir penghentian ekspor produk minyak sawit Indonesia menganggu pasokan. India sendiri setiap tahun masuk sebagai lima besar negara importir minyak sawit dari Indonesia. Alhasil, kekhawatiran ini beralasan. Hanya saja, jika pemerintah tak segera mengeluarkan detail aturan dikhawatirkan, ini akan memacu protes konsumen minyak sawit di negara tujuan ekspor. Ini juga berpotensi membuat Indonesia rawan gugatan ke Organisasi Pedagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).
Perempuan Wirausaha
Menkominfo Johnny G Plate saat membuka webinar Women in Digital Entrepreneurship, 21 April 2022, mengatakan, tingkat partisipasi perempuan Indonesia dalam kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Pernyataannya ini mengutip laporan riset Google bertajuk Advancing Women in Entrepreneurship (November 2020). Studi tersebut menyurvei secara daring 18.123 perempuan dan laki-laki di 12 negara. Selain Indonesia, 11 negara lain juga disurvei, yaitu Argentina, Brasil, Jepang, Kenya, Korsel, Malaysia, Meksiko, Nigeria, Afsel, Thailand, dan Vietnam. Mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan, profesi, dan lokasi geografis. Separuh responden perempuan di Indonesia mengidentifikasi diri sebagai pengusaha. Ini tertinggi dibanding 11 negara lain yang diteliti. Baik responden laki-laki maupun perempuan di Indonesia menempatkan waktu berkualitas bersama keluarga di jajaran lima alasan teratas mengapa mereka mengejar atau tertarik menjadi wirausaha.
Kemauan kuat perempuan Indonesia menjadi wirausaha juga tecermin dalam Survei Populix bertajuk The Women preneurial Spirit in Indonesia (2022). Sebanyak 35 % dari 743 responden perempuan wirausaha beralasan menjadi pengusaha karena ingin membantu perekonomian keluarga, 67 % di antaranya tetap ingin melanjutkan usaha. Mereka tidak segan memanfaatkan momen tertentu, seperti Ramadhan, untuk meningkatkan penjualan. Selain dari mulut ke mulut, 68 % responden menyebut pernah memakai aplikasi pesan instan dan media sosial untuk promosi. Hanya saja, tidak banyak perempuan calon wirausaha percaya diri. Mereka umumnya takut gagal dan tidak yakin bagaimana berbisnis dengan teknologi digital. Sementara di kalangan perempuan yang sudah menjadi pengusaha, mereka mengakui salah satu hambatan terbesar adalah kurangnya keterampilan pemasaran, terutama pemasaran digital.Di kalangan perempuan kelas menengah bawah, cerita perempuan terjun menjadi wirausaha dan memakai teknologi digital lebih kompleks lagi. Mulai dari keterbatasan kepemilikan perangkat sampai keterbatasan akses jaringan internet. (Yoga)
Harga Tandan Buah Segar Anjlok, Petani Tuntut Kejelasan
Pengumuman Presiden Jokowi Jumat (22/4) tentang larangan ekspor bahan baku minyak goreng mulai Kamis (28/4) dinilai membuat situasi serba spekulatif. Harga tandan buah segar atau TBS petani anjlok. Pemerintah diharapkan segera memperjelas keputusan itu dan membuat kebijakan konkret untuk membenahi tata kelola industri kelapa sawit nasional. Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto (25/4) mengatakan, sebelum ada pernyataan Presiden, harga TBS petani Rp 3.700-Rp 3.800 per kg. Namun, setelah pengumuman, harga TBS terus turun bervariasi, mulai dari Rp 400 per kg hingga Rp 1.000 per kg.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung, sejumlah pengumpul TBS sudah menolakTBS petani, bahkan ada pengepul yang sudah tutup. ”Harga TBS anjlok dari Rp 3.850 per kg menjadi Rp 1.600 per kg. Anjloknya hamper merata di 22 provinsi (penghasil) sawit,” katanya.
Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono menyatakan, pihaknya belum dapat memberi informasi terkait produk yang dilarang untuk diekspor dan yang tidak karena masih dalam pembahasan. Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta, Masyhuri menilai, larangan ekspor itu perlu dibatalkan karena petani sawit justru jadi korban. Sementara negara produsen minyak nabati lain justru diuntungkan karena harganya jadi naik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









