Ekonomi Digital, ”Start Up” Masih Berpeluang
Masih terjadi tren penurunan harga saham sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi nasional di BEI. Namun, kondisi ini seharusnya tidak menghentikan langkah perusahaan teknologi lainnya yang berencana melakukan penawaran saham perdana. Mereka tetap dapat mengembangkan produk dan layanan digital yang akan selalu dibutuhkan warga. Dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/4), agen stabilisasi saham GoTo, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, menyatakan, saham jatah greenshoe sudah terpakai 98,76 %. Skema greenshoe merupakan upaya untuk menstabilkan harga saham agar tidak berada di bawah harga perdananya. GoTo resmi tercatat sebagai perusahaan publik pada 11 April 2022. Harga saham GoTo pada perdagangan Rabu (27/4) ditutup melemah 6,45 % menuju Rp 290 per lembar saham. Harga saham ini di bawah harga penawaran umum saham perdana yang ditetapkan GoTo, yaitu Rp 338 per lembar. Dari papan pengembangan BEI, harga saham perusahaan teknologimetaverse PTWIR Asia Tbk (WIR Group) menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7 % sebanyak empat kali sejak pekan lalu. Terkait harga saham PT Bukalapak.com Tbk, pada penutupan perdagangan Rabu harga sahamnya mencapai Rp 372 per lembar saham, naik 2,2 % dari perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 362 per lembar saham.
Analis pasar modal dari Nusantara Investama, Kuntho Priyambodo, memandang, apabila jatah saham greenshoe telah terpakai semuanya, agen stabilisasi saham GoTo tidak memiliki kewajiban melakukan tambahan saham GoTo. Selanjutnya, pergerakan harga saham GoTo dan volume yang terdistribusi dilepaskan kepada mekanisme pasar. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E Sumual, harga saham perusahaan teknologi di tingkat global masih ada kecenderungan turun. Sensasi (hype) harga tinggi saham perusahaan teknologi telah terjadi pada awal pandemiCovid-19. Investor cenderung melirik ke harga saham sektor lain, seperti komoditas. Meski demikian, bukan berarti tidak ada investor yang tidak memercayai perusahaan teknologi, seperti start up. Sebab, teknologi digital merupakan sektor industri masa depan. Dia meyakini masih ada berbagai peluang inovasi digarap menjadi bisnis jangka panjang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023