Geliat Desa Devisa Rumput Laut
Para perempuan paruh baya membalik rumput laut yang dijemur di atas para-para bambu di pematang tambak, Rabu (20/4). Di sudut lain, sekelompok bapak mengoperasikan alat untuk memadatkan rumput laut kering. Setelah padat, rumput laut disimpan digudang. Rumput laut kering dikeluarkan dari gudang berdasarkan pesanan pembeli, harganya Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kg. Harga ini tergolong rendah karena pada tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai Rp 10.000, bahkan Rp 14.000 per kg. Meski demikian, budidaya rumput laut tetap menguntungkan masyarakat. Menurut Ketua Kelompok Pembudidaya Perikanan Samudera Hijau Satu, Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Mustofa, budidaya rumput laut minim biaya produksi. Biaya produksi hanya meliputi bibit dan tenaga kerja dengan komposisi sekitar 20 %. Adapun produk yang dihasilkan bisa mencapai 15 ton per hektar. Dengan asumsi harga jual rumput laut Rp 7.000 per kg, dalam waktu 45 hari siklus panen. Petambak meraup margin Rp 13 juta atau jika dirata-rata penghasilan petani Rp 8,75 juta per bulan. Penghasilan petambak ini tentu bisa bertambah karena, selain rumput laut, di dalam tambak juga dibudidayakan ikan bandeng, udang vaname, dan ikan mujair.
”Tantangan budidaya rumput laut saat ini, mayoritas produk dijual di pasar ekspor meskipun masih melalui pedagang perantara. Saat terjadi gangguan seperti pandemi Covid-19, permintaan pasar ekspor turun karena sejumlah negara masih menutup pelabuhannya,” ujar Mustofa. Menyiasati hal itu, pihaknya berupaya mengolah rumput laut menjadi beragam produk makanan dan minuman. Usaha ini ditekuni para perempuan di Dusun Tanjungsari. Harapannya, pangsa pasar rumput laut semakin luas, terutama di dalam negeri, agar harganya tetap tinggi dan kesejahteraan petani pembudidaya semakin meningkat. Luas kawasan yang dikembangkan untuk budidaya dengan sistem polikultur mencapai 800 hektar, dengan jumlah pelaku utama rumah tangga pembudidaya sebanyak 167 keluarga. Total produksi rumput laut mencapai 200-500 ton per bulan. Dengan asumsi harga rumput laut Rp 7.000 per kg, perputaran uang di kampung ini bisa mencapai Rp 1,4 miliar hingga Rp 3,5 miliar setiap bulan. Nilai itu tergolong tinggi bagi dusun berpenduduk 357 orang itu. Dalam kunjungannya ke Sidoarjo, Rabu (20/4), Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mencanangkan Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Pencanangan kampung budidaya rumput laut yang merupakan program terobosan Kementerian KKP diyakini mendukung optimalisasi peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di daerah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023