;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Laba Bank Mandiri Tembus Rp 10 Triliun

29 Apr 2022

Bank Mandiri mencetak pertumbuhan laba bersih konsolidasi 69,52% year on year. Dari Rp 5,91 triliun menjadi Rp 10 triliun di sepanjang kuartal I-2022. Kinerja baik tersebut terutama didorong pertumbuhan kredit secara konsolidasi 8,93% secara year on year (yoy) mencapai Rp 1.072,9 triliun pada kuartal I-2022, ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi.

Tiga Saksi Kasus Izin Ekspor CPO

28 Apr 2022

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melanjutkan penyidikan atas kasus izin ekspor crude palm oil (CPO) beserta turunannya. Selasa (26/4), Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa tiga orang sebagai saksi atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya periode Januari 2021-Maret 2022. Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan empat tersangka. Yakni tersangka IWW, MPT, SM dan PTS.

Ekonomi Digital, ”Start Up” Masih Berpeluang

28 Apr 2022

Masih terjadi tren penurunan harga saham sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi nasional di BEI. Namun, kondisi ini seharusnya tidak menghentikan langkah perusahaan teknologi lainnya yang berencana melakukan penawaran saham perdana. Mereka tetap dapat mengembangkan produk dan layanan digital yang akan selalu dibutuhkan warga. Dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/4), agen stabilisasi saham GoTo, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, menyatakan, saham jatah greenshoe sudah terpakai 98,76 %. Skema greenshoe merupakan upaya untuk menstabilkan harga saham agar tidak berada di bawah harga perdananya. GoTo resmi tercatat sebagai perusahaan publik pada 11 April 2022. Harga saham GoTo pada perdagangan Rabu (27/4) ditutup melemah 6,45 % menuju Rp 290 per lembar saham. Harga saham ini di bawah harga penawaran umum saham perdana yang ditetapkan GoTo, yaitu Rp 338 per lembar. Dari papan pengembangan BEI, harga saham perusahaan teknologimetaverse PTWIR Asia Tbk (WIR Group) menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7 % sebanyak empat kali sejak pekan lalu. Terkait harga saham PT Bukalapak.com Tbk, pada penutupan perdagangan Rabu harga sahamnya mencapai Rp 372 per lembar saham, naik 2,2 % dari perdagangan sebelumnya, yaitu Rp 362 per lembar saham.

Analis pasar modal dari Nusantara Investama, Kuntho Priyambodo, memandang, apabila jatah saham greenshoe telah terpakai semuanya, agen stabilisasi saham GoTo tidak memiliki kewajiban melakukan tambahan saham GoTo. Selanjutnya, pergerakan harga saham GoTo dan volume yang terdistribusi dilepaskan kepada mekanisme pasar. Menurut Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E Sumual, harga saham perusahaan teknologi di tingkat global masih ada kecenderungan turun. Sensasi (hype) harga tinggi saham perusahaan teknologi telah terjadi pada awal pandemiCovid-19. Investor cenderung melirik ke harga saham sektor lain, seperti komoditas. Meski demikian, bukan berarti tidak ada investor yang tidak memercayai perusahaan teknologi, seperti start up. Sebab, teknologi digital merupakan sektor industri masa depan. Dia meyakini masih ada berbagai peluang inovasi digarap menjadi bisnis jangka panjang. (Yoga)


Investasi Semakin Berimbang, Efek Pengganda Dinanti

28 Apr 2022

Kinerja investasi pada triwulan I-2022 menunjukkan perbaikan signifikan. Selain realisasi investasi yang tumbuh 28,5 % secara tahunan, pemerataan investasi juga semakin berimbang antara daerah Jawa-luar Jawa serta sektor tersier dan sekunder. Walakin, efek pengganda dari investasi yang besar itu terhadap kesejahteraan masyarakat masih dinanti. Kementerian Investasi mencatat, realisasi investasi triwulan I-2022 mencapai Rp 282,4 triliun, tumbuh 28,5 % secara tahunan dan 16,9 % secara triwulanan. Capaian itu merupakan rekor tertinggi 10 tahun terakhir. Dibandingkan dengan total target investasi sepanjang 2022 yang dipatok Rp 1.200 triliun, capaian triwulan I tahun ini sudah 23,5 %.

Menteri Investasi/Kepala BKPP Bahlil Lahadalia, Rabu (27/4) mengatakan, sejak triwulan III-2020, realisasi investasi makin stabil menyebar merata ke luar Jawa. Investasi yang masuk pada triwulan I-2022 juga mulai tampak berimbang dari segi sektor. Jika selama ini investor lebih tertarik menanamkan modal di sektor tersier (jasa/padat modal), kali ini komposisinya semakin berimbang antara investasi di sektor tersier dan sekunder (manufaktur/padat karya) yang bersifat menyerap banyak tenaga kerja. Bahlil mengatakan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencatat investasi tertinggi senilai Rp 39,7 triliun pada triwulan I-2022. Itu menunjukkan geliat sektor manufaktur dan hilirisasi yang mulai bangkit ditengah kekhawatiran akan ancaman deindustrialisasi beberapa tahun terakhir ini. ”

Peneliti Center of Investment, Trade, and Industry Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, menilai, pekerjaan rumah untuk mendorong investasi yang berkualitas masih banyak. Selain perlu mendorong investasi di kawasan luar Jawa, hal terpenting adalah menakar dampak pemerataan investasi itu ke sejumlah indikator kesejahteraan ekonomi di daerah. Hal itu bisa terlihat dari dampak investasi terhadap inflasi, pengangguran, kemiskinan, ketimpangan, serta indikator kondisi keuangan daerah yang tampak dari pertumbuhan pendapatan asli daerah. (Yoga)


Kredit dan Efisiensi Topang Kinerja Bank Mandiri

28 Apr 2022

Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 10 triliun selama triwulan I-2022, tumbuh 70 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan penyaluran kredit di seluruh segmen dan peningkatan efisiensi operasional berkat digitalisasi proses layanan. Sampai akhir Maret 2021, total penyaluran kredit Bank Mandiri sebagai grup Rp 1.073 triliun, bertumbuh 8,93 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit ini tercatat di semua segmen dan juga penyaluran pembiayaan pada anak-anak usaha Bank Mandiri. Segmen kredit terbesar ialah kredit korporasi yang berkontribusi 35,13 % total kredit Bank Mandiri, bertumbuh 6,1 % secara tahunan menjadi Rp 377 triliun. Penyaluran kredit segmen komersial berkontribusi 16,12 % total kredit bertumbuh 9,1 % menjadi Rp 173 triliun. Kredit UKM berkontribusi 5,77 % total kredit Bank Mandiri bertumbuh 11 % menjadi Rp 62 triliun, sedangkan kredit mikro berkontribusi 12,76 % total kredit Bank Mandiri bertumbuh 11,1 % menjadi Rp 137 triliun.

Penyaluran pembiayaan dari anak-anak usaha Bank Mandiri, antara lain Bank Syariah Indonesia (BSI), Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance, juga mencatat pertumuhan. Sampai triwulan pertama tahun ini, perusahaan-perusahaan anak Bank Mandiri mencatat pembiayaan sebesar Rp 231 triliun, bertumbuh 11,9 % secara tahunan. Kontribusi perusahaan anak ini 21,52 % total kredit Bank Mandiri. Kinerja penyaluran kredit mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank Mandiri sebesar 17,1 % menjadi sebesar Rp 20,5 triliun. Pada saat bersamaan, operasionalisasi Bank Mandiri juga makin efisien. Hal ini tecermin dari rasio beban operasional pendapatan operasional (BOPO) yang mencapai 56,37 %, menurun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 71,38 %. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir. Meluasnya penggunaan digital dalam operasionalisasi dan layanan perbankan telah meningkatkan efisiensi yang juga memperluas penyaluran kredit kepada debitor. (Yoga)


Rapor Biru Memacu Prospek Saham Perbankan

28 Apr 2022

Jajaran bank-bank besar menikmati pertumbuhan laba jumbo kuartal pertama tahun 2022 ini. Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) mampu meraup pertumbuhan pendapatan bunga bersih cukup tinggi. Sementara Bank Central Asia (BCA) dan Bank BNI meraih kenaikan pendapatan cukup besar dari non bunga. Di lain sisi, pencadangan sebagian besar bank ini juga melandai, seiring optimisme pemulihan ekonomi ke depan. Seperti pencadangan BNI turun 26% year on year (yoy) menjadi Rp 3,6 triliun. Bank Mandiri juga turun 26% menjadi Rp 4 triliun di kuartal I 2022.Pencadangan BRI turun 26,6% menjadi Rp 7,47 triliun. 

Saham GOTO Menyentuh Auto Reject Bawah

28 Apr 2022

Setelah agen stabilisasi kehabisan amunisi saham greenshoe, penurunan saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tidak terbendung. Saham perusahaan teknologi ini terkena auto reject bawah setelah turun 6,45% ke level Rp 290 per saham. Saham greenshoe sedianya menjaga harga GOTO berada paling rendah di harga initial public offering (IPO) Rp 338 per saham.

KPR Jadi Penopang Kredit Perbankan

28 Apr 2022

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini semakin bergairah. Pertumbuhan kredit di segmen ini tidak hanya terjadi di Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank spesialis perumahan. Tapi juga terjadi di bank-bank besar yang core bisnis-nya bukan di segmen KPR. KPR menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit bank-bank besar sepanjang kuartal I 2022. Bank Central Asia (BCA) misalnya, membukukan KPR Rp 98,22 triliun hingga Maret 2022. Tumbuh 9,8% year on year (yoy) dari Rp 89,4 triliun pada peride yang sama tahun lalu.

Nasabah Lama Jiwasraya Masih Melawan

28 Apr 2022

Proses perpindahan polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya ke IFG Life memang sudah selesai. Namun masih ada sedikit persoalan yang tersisa. Nasabah yang tak mau direstrukturisasi mengajukan gugatan ke Jiwasraya dan beberapa di antara gugatan mereka dikabulkan oleh pengadilan. Tercatat ada tiga nasabah yang memenangkan gugatan. Misalnya Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, yang baru saja memenangkan permohonan banding dari nasabah Jiwasraya bernama Elfie, pembeli empat polis produk JS Proteksi Plan pada April-Juni 2018 melalui PT Bank KEB Hana Indonesia. Nah, lewat putusan nomor 676/PDT/2021/PT DKI yang dibacakan pada Selasa (19/4) pekan lalu, majelis hakim menyatakan Jiwasraya telah melakukan perbuatan melawan hukum.

ADES Meraup Laba Bersih Rp 265,75 Miliar di 2021

28 Apr 2022

Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK), PT Akasha Wira International Tbk (ADES) baru saja merilis laporan keuangan Tahun Buku 2021. Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dirilis pada Selasa (26/4), ADES tercatat membukukan pertumbuhan penjualan neto sebesar 38,86% year on year (yoy) menjadi Rp 935,07 miliar sepanjang 2021. Penjualan ADES di tahun lalu, meliputi penjualan makanan AMDK yang tercatat sebesar Rp 475,31 miliar. Jumlah ini meningkat 30,80% yoy jika dibandingkan penjualan pada tahun sebelumnya senilai Rp 363,37 miliar. Walhasil, perusahaan ini mampu meraup pertumbuhan laba bersih yang cukup signifikan. Per akhir tahun lalu, laba tahun berjalan ADES mencapai Rp 265,75 miliar, lebih tinggi dari tahun 2020 yang hanya senilai Rp 135,78 miliar.