Ekosistem Industri Mobil Listrik Perlu Diperkuat
Setelah negosiasi sempat maju mundur, pemerintah kembali menjajaki peluang investasi dari produsen mobil listrik Tesla Inc besutan miliarder Elon Musk. Ekosistem industri otomotif yang lengkap dari hulu ke hilir perlu terus diperkuat untuk mendorong investasi yang efisien dan mampu menghasilkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau bagi pasar dalam negeri. Sebelumnya, pemerintah telah menggaet beberapa investor besar untuk mengembangkan ekosistem industri baterai listrik di dalam negeri bersama sejumlah perseroan. Antara lain, LG Energy Solution dari Korsel yang bekerja sama dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik baterai listrik senilai Rp 141 triliun dalam waktu dekat, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL) dari China yang bekerja sama dengan PT IBC dan PT Aneka Tambang Tbk untuk mengembangkan proyek baterai kendaraan listrik senilai Rp 85,7 triliun. Perusahaan asal Jerman, seperti BASF dan Volkswagen, juga ikut menanamkan modal di ekosistem industri baterai listrik dalam negeri.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu CEO Tesla Inc Elon Musk di Austin, Texas, AS, baru baru ini untuk kembali menjajaki investasi Tesla. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan Elon Musk saat berkunjung ke AS bulan ini. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara (3/5) mengatakan, Indonesia yang menyimpan 25 % cadangan sumber daya nikel dunia memang memiliki peluang besar untuk menggaet investor di sektor mobil listrik. Namun, seiring upaya menjaring investor baru itu, Indonesia perlu menetapkan peta jalan pengembangan ekosistem industri otomotif secara komprehensif dari hulu ke hilir, agar investasi yang masuk efisien dan mampu menghasilkan produk dengan harga terjangkau. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Imam Soejoedi mengatakan, ekosistem industri kendaraan listrik memang belum terbangun sempurna. Untuk saat ini, pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dimulai dulu dengan produksi komponen baterai listrik, mulai dari nikel sulfat, prekursor, anoda, katoda, sampai sel baterai. Namun, secara bertahap pemerintah akan menjaring investor untuk mengembangkan ekosistem lain dari hulu ke hilir. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023