Sektor Manufaktur Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global
Di tengah ketegangan geopolitik yang berdampak pada perekonomian global, kinerja industri manufaktur nasional tetap tumbuh ekspansif. Hal itu dibantu menguatnya konsumsi domestik serta meningkatnya permintaan ekspor. Meskipun demikian, pertumbuhan itu masih dibayangi isu keterbatasan pasokan bahan baku, gangguan rantai pasok dunia, dan ancaman inflasi. Lembaga pemeringkat S&P Global pada Kamis (5/5) mencatat, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia April 2022 berada di level 51,9. Ini merupakan peningkatan PMI Manufaktur Maret 2022 di angka 51,3. Meskipun di tengah kondisi perekonomian global yang tak pasti, kinerja manufaktur masih mencatatkan kinerja ekspansif (di atas level 50). Kajian itu menunjukkan,kondisi ekonomi yang membaik mendorong aktivitas pembelian di dalam negeri. Output produksi naik pada kisaran lebih cepat dari sebelumnya karena didorong kenaikan permintaan atau konsumsi. Permintaan ekspor juga tetap meningkat meski beberapa perusahaan melaporkan bahwa perang Rusia-Ukraina sedikit banyak mulai memengaruhi dinamika bisnis dari luar negeri.
”Masalah pasokan masih ada, dengan laporan waktu pemenuhan pesanan yang lebih lama, meskipun gangguan Covid-19 sebenarnya sudah berkurang. Tekanan harga juga memburuk, yang bisa menghambat pergerakan produksi,” kata Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan. Tekanan harga makin intensif karena kenaikan biaya input dan harga output produksi yang semakin cepat pada April. Perusahaan melaporkan kenaikan biaya input berupa harga bahan baku dan bahan bakar. Untuk saat ini, pelaku industri masih bertahan dengan membagi beban biaya itu dengan klien. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peningkatan kapasitas industri manufaktur pada April itu banyak ditopang menguatnya permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri sejalan dengan dikembalikannya kebijakan cuti bersama dan mudik Lebaran setelah dua tahun sebelumnya dibatasi akibat pandemi. Untuk memastikan permintaan tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global penyerapan produk dalam negeri lewat belanja barang / jasa akan ditingkatkan. (Yoga)
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023