Ekonomi
( 40789 )Cum Date Hari Ini. KIOS Right Issue Rp 107,58 Miliar
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) masih berambisi memiliki 1.000 gudang hingga akhir 2022. Per Maret 2022, emiten teknologi yang bergerak di bidang e-commerce, telekomunikasi, keuangan dan merchandising ini telah memiliki 145 gudang.
Pembangunan gudang ini dilakukan untuk mendukung layanan GudangPintar milik KIOS. Ini merupakan sebuah ekosistem digital dalam bentuk layanan berbasis gudang, yang menjadi solusi logistik bagi para mitra ritel dalam memenuhi kebutuhan order kepada para pelanggan secara online to offline (O2O). Presiden Direktur Andrew Teh mengatakan, KIOS menerbitkan sebanyak-banyaknya 358,61 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan right issue ini dibanderol Rp 300 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dari harga saham KIOS per Senin (18/7) di Rp 280 per saham. Jika terserap seluruhnya, total dana maksimal yang dapat diperoleh dari aksi korporasi ini mencapai Rp 107,58 miliar.
Memilah Penawaran Obligasi Korporasi yang Menarik
Memasuki bulan Juli 2022, penerbitan obligasi korporasi masih semarak. Ada delapan obligasi korporasi yang terdaftar. Beberapa penerbit di antaranya adalah PT Summarecon Agung Tbk, PT Bank Maybank Tbk, PT Indomobil Finance dan lainnya.
Beberapa obligasi yang masih dalam penawaran di antaranya ada obligasi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT KB Finansia Multi Finance. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha menyebut, penerbit obligasi datang dari berbagai sektor.
Tujuan penerbitan obligasi antara lain untuk mencari modal kerja juga ekspansi.
RUU PPSK Izinkan Asuransi Sosial Cut Loss
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Omnibus Law Keuangan bakal mengatur pengelola program pensiun yang terkait dengan keuangan negara, yang diperbolehkan untuk melakukan cut loss.
Nantinya, pelonggaran itu tidak cuma untuk BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga asuransi sosial lain, seperti PT Asabri dan PT Taspen.
PIALANG BERJANGKA : Octa Investama Terus Pacu Layanan dan Literasi Keuangan
PT Octa Investama Berjangka akan terus mengembangkan dan memperluas jangkauan layanan dan edukasi keuangan, khususnya terkait perdagangan komoditi dan investasi.Rizky Arizona, Direktur Utama Octa Investama Berjangka, menjelaskan pihaknya mencatatkan perkembangan positif sejak berdiri pada 2020. Saat itu, Octa Investama Berjangka merupakan perusahaan ke-50 dalam peringkat daftar pialang berjangka berlisensi di Indonesia. Namun per Juni 2022, penyedia layanan pialang berjangka yang berbasis di Indonesia dengan izin No.54/BAPPEBTI/SI/05/2013 ini berhasil naik ke peringkat ke-3
Komitmen itu juga diwujudkan dalam program di bidang pendidikan dan tanggung jawab sosial, seperti membangun akses ke sarana pendidikan di Bogor pada Juni 2020 dan bersama men danai pembangunan perpustakaan sekolah pada Juli 2021 dengan menggandeng Yayasan Hati Bahagia.Tak hanya itu, jelasnya, Octa Investama Berjangka juga berge rak dalam peningkatan pendidikan di bidang keahliannya, yaitu dunia investasi dan trading. Bersama dengan pakar keuangan, kata Rizky, Octa Investama Berjangka membangun portofolio informasi bermanfaat yang luas dan ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia investasi.
PE Dihapus, Saham 13 Emitem Sawit Menghijau
Sebanyak 13 dari 26 emiten berbasis sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kenaikan harga atau 'menghijau' dalam rentang 0,85% hingga 8,33% pada penutupan perdagangan Senin (18/7), menyusul penghapusan pungutan ekspor (PE) untuk komoditas minyak sawit mentah (palm crude oil/CPO) dan produk turunannya, pekan lalu. Sementara harga saham sembilan emiten lainnya tetap dan hanya empat emiten yang mengalami penurunan harga saham kisaran 2,32% hingga 3,08%. Pemerintah resmi membebaskan PE atau menjadi US% 0 per ton terhadap komoditas CPO dan produk turunannya mulai 15 Juli hingga 3 Agustus 2022. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115/PMK.05/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022) tentang Tarif Layanan Badan Layanan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan. "Kita lihat harga komoditas mulai berangsur turun. Sementara kemarin kita membatasi ekspor CPO sehingga tangki-tangki CPO penuh. Sekarang memang waktunya untuk melepas ekspor meski harganya sudah turun lumayan banyak" kata Direktur Anugrah Mega Investama Hans Kwee kepada Investor Daily. (Yetede)
Arwana Citra Mulia Raup Penjualan Rp 1,35 Triliun
PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) mencatatkan penjualan neto sebesar Rp1,35 triliun pada semester I-2022, tumbuh 8,98% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,24 triliun. Kenaikan tersebut mendorong perolehan laba bersih melonjak 38% menjadi Rp305,79 miliar. Emiten produksi keramik tersebut mampu membukukan peningkatan pendapatan sebanyak Rp112 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini, menjadi Rp 1,35 triliun. Sementara beban pokok penjualan stabil diangka Rp805 miliar, yang membuat perseroan meraup laba kotor senilai Rp 552,99 miliar atau naik 20,25% dibanding semester I-2021 yang sebesar Rp 441,02 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (18/7), aset perseroan mencapai Rp 2,21 triliun per 30 Juni 2022, berkurang tipis dari catatan per 31 Desember 2021 yang senilai Rp 2,24 triliun. Liabilitas perseroan juga menurun per 30 Juni 2022 menjadi Rp 663,4 miliar, dibanding pada 31 Desember yang sebesar Rp 670,35 miliar. (Yetede)
Triniti Land Bidik Pendapatan Rp 1,16 Triliun
PT Perintis Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land mengincar pendapatan sebesar Rp 1,16 triliun pada 2023, naik 15,8% dibanding target tahun ini Rp 994,87 miliar. Kenaikan penjualan tersebut akan dipenuhi dari sejumlah proyek strategis perseroan. "Kami tetap optimis mengenai prospek industri properti di tengah tren inflasi dan resesi global. Meskipun dalam situasi ketidakpastian ekonomi tinggi, aset investasi di sektor ini dinilai cukup aman." kata Direktur Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra dalam paparan publik perseroan. Ishak mengungkapkan, pihaknya telah mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 328,05 miliar pada semester I-2022, meningkat 22,13% dibandingkan periode sama tahun lalu. Proyek Sequoia Hills menjadi kontributor utama marketing sales perseroan, yakni sebesar 39,06 atau setara dengan Rp149,2 miliar. Dia merinci, TRIN akan mengembangkan proyek Holdwell Business Park di Lampung di atas lahan seluas 13,5 hektare. Proyek tersebut diestimasi rampung pada 2027.
Banyak Sekali Kendaraan Tidak Bayar Pajak, Santunan Kecelakaan Terus Keluar
PT Jasa Raharja mencatat terdapat 40 juta kendaraan atau 39% dari total kendaraan yang belum melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Meskipun banyak kendaraan yang tidak membayar pajak, santunan kecelakaan tetap harus dibayarkan. Jika selama ini para pemilik kendaraan bermotor tidak disiplin membayar PKB, sementara dana santunan terus keluar sering meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas, maka Jasa Raharja bisa kesulitan keuangan. Dampaknya, untuk menyantuni korban laka lantas terpaksa mendapatkan subsidi atau menyertakan modal negara (PMN) dari APBN atau santunan tidak terbayarkan. Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono menyatakan, dengan melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor, pemilik kendaraan sekaligus membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (SWDKLLJ). "Meski tertera dengan jelas di STNK. tetapi sampai saat ini masih banyak pemilik kendaraan bermotor yang masih belum paham manfaat penting SWDKLLJ," ungkap Rivan dalam keterangannya, dikutip. (Yetede)
Bola Salju Kematin Josua
Lebih dari sepekan, penyelidikan terhadap kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tak kunjung membuahkan hasil yang terang. Kasus yang menurut versi polisi dilatar belakangi pelecehan seksual oleh Brigadir Yosua ini sekarang menggelinding balik ke laporan dugaan pembunuhan berencana terhadap pria berusia 28 tahun tersebut. Laporan dugaan pembunuhan berencana tersebut dilayangkan keluarga Brigadir Yosua ke badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, kemarin. Keluarga Brigadir Yosua memberikan surat kuasa kepada tim pengacara yang dikoordinasi Kamaruddin Simanjuntak. Mereka melampirkan segepok dokumen sebagai bukti awal bahwa Yosua tewas karena dibunuh. Foto kondisi jenazah Josua yang diabadikan keluarga menjadi satu diantara bukti tersebut. Keluarga mendapati belasan luka di tubuh Yosua, dari luka bekas tembakan, luka yang diduga sayatan benda tajam, hingga lebam yang ditengarai akibat pukulan benda tumpul. (Yetede)
Resesi sebagai ”ObatKeras” Inflasi Global
Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada 15 Juni 2022. The Fed mencoba mengendalikan inflasi AS yang mencapai 8,6 % pada Mei, tertinggi sejak 1994.Banyak pihak khawatir kebijakan ini overdosis, akan membawa AS ke jurang resesi lebih dalam, karena masalahnya adalah sisi produksi dunia yang terganggu perang Rusia-Ukraina. Resep standar untuk menurunkan inflasi adalah ”meresesikan” ekonomi dengan menurunkan sisi permintaan masyarakat. Caranya, mengurangi ekspansi jumlah uang beredar, menaikkan suku bunga acuan bank sentral atau instrumen lain untuk memperketat likuiditas. Dengan begitu, masyarakat, baik konsumen maupun perusahaan, menurunkan belanja. Namun, resesi ada biayanya, yakni kenaikan pengangguran. Ini perlu dicarikan strategi untuk meminimalkannya (Okun, 1978).
Dengan tingkat inflasi setinggi itu, The Fed bersikeras menaikkan suku bunga acuan. Kesan sebagai ”obat keras” terlihat dari besaran kenaikan yang mencapai 75 basis poin. Suku bunga acuan The Fed juga mungkin naik lagi pada Juli karena inflasi Juni mencapai 9,1 %. Alasan kenaikan suku bunga setinggi ini : Pertama, masalah kredibilitas dan reputasi (Persson dan Tabellini, 1994). The Fed ingin memperbaiki citranya dengan respons lebih galak (hawkish) terhadap inflasi. Kedua, daya beli konsumen yang menurun. Survei oleh CNBC AS menyebutkan, pelemahan permintaan masyarakat sudah terlihat, 65 % responden prihatin dengan inflasi tinggi sehingga mengubah perilaku, 77 % mengurangi makan di luar rumah, 69 % mengurangi mencari hiburan di luar, 63 % mengurangi perjalanan wisata. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









