Ekonomi
( 40487 )Ganti Rugi Ternak Belum Bisa Dilakukan
Ganti rugi ternak yang harus dipotong secara paksa untuk memutus penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK belum bisa dilaksanakan. ”Kami masih menunggu peraturan menterinya. Belum bisa dilaksanakan karena belum diputuskan dalam regulasi resmi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap, di Medan, Sabtu (9/7). Selama PMK merebak di Sumut, sudah 41 sapi ternak yang dipotong secara paksa. (Yoga)
MEMANEN MANISNYA AREN DI SARANG TIUNG
Baharuddin (60), warga Desa Sarang Tiung di kawasan Bukit Mamake, Pulau Laut Sigam, Kotabaru, memasak nira dengan waktu 4 jam dibantu Hasna, istrinya. Untuk membuat gula aren, nira yang baru dipanen dari pohon aren atau enau harus dimasak terlebih dahulu sampai kental dan berubah warna jadi kecoklatan. Desa tersebut terletak di utara Pulau Laut dan berjarak 10 kilometer dari pusat Kotabaru atau 320 km dari Banjarmasin. Mereka biasa memasak 20 liter nira setiap hari untuk menghasilkan 35 biji gula aren. ”Dalam sehari kami biasa membuat tujuh bungkus gula aren. Satu bungkus berisi lima buah gula aren dan dijual Rp 20.000 per bungkus,” ujar Bahar.
Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Sarang Tiung, Syahrian, menyampaikan, ada cukup banyak pembuat gula aren di kawasan Bukit Mamake. Sebagian berada di Desa Sarang Tiung, sebagian lagi berada di Desa Tirawan. Mereka memanfaatkan nira dari pohon aren yang banyak tumbuh di kawasan Bukit Mamake. ”Aren adalah salah satu tanaman hutan yang dijaga dengan baik dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian,” katanya. Dari pohon aren tersebut, warga tak hanya memanen nira, tetapi juga memanen buah aren yang selanjutnya diolah menjadi kolang-kaling.
Menurut Syahrian, warga bisa menikmati aren dari hutan di Bukit Mamake karena ada izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm) berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 5617/MENLHK-PS-KL/PKPS/PSLO/10/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan seluas 500 hektar pada kawasan lindung di Desa Sarang Tiung. IUPHKm tersebut diberikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mutiara Sarang Tiung sehingga warga di sana tetap bisa memanfaatkan potensi hasil hutan bukan kayu, yaitu aren, yang sudah puluhan tahun dikembangkan masyarakat. ”Gula aren dari tempat kami sudah cukup terkenal di Kotabaru karena kualitasnya memang bagus,” ujarnya. (Yoga)
Ancaman Kenaikan Harga Bangunan
SURABAYA, SURYA Membaiknya ekonomi pasca pandemi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada kuartal I tahun 2022 ini masih memberi rasa optimis pengembangan properti untuk mampu meningkatkan penjualan. Meski diakui kenaikan harga bahan bangunan dan bayangan kenaikan inflasi ikut membuat harga naik, dan berpotensi membuat tingkat daya beli konsumen menurun.
"Namun kami masih optimis. Mengingat kenaikan harga komoditas dan kenaikan lain-lainnya itu juga mendorong kenaikan pendapatan. Tentunya kemampuan konsumen untuk belanja properti dengan harga naik juga ikut meningkat," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, di sela pengenalan kluster baru di Grand Pakuwon, Surabaya Barat, Jumat (8/7) sore.
Lebih lanjut, Sutandi mengungkapkan saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Selain kenaikan harga bahan baku dan potensi inflasi di Indonesia, yang terdampak inflasi global, hal lain yang bisa menghambat penjualan properti adalah rencana kena ikan suku bunga perbankan.
"Saat ini, suku bunga perbankan di Indonesia masih sangat rendah. Namun tidak tahu lagi semester 2 ini, karena ada naiknya suku bunga The Fed bank sentral Amerika Serikat, untuk mengatasi inflasi di negara tersebut yang tinggi." beber Sutandi.
Tentunya Indonesia akan terdampak dan perbankan akan ikut menaikkan suku bunga. Karena itu, pihaknya mendorong konsumen memanfaatkan momentum saat ini dengan segera belanja properti.
Milenial Dominasi Lender Fintech
JAKARTA, TRIBUN - Kaum milenial menguasai porsi pemberi pinjaman atau lender fintech peer to peer (P2P) lending. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lender dari kalangan milenial berusia 19 - 34 tahun sebanyak 64.90% per Mei 2022. Sisanya lender dari kalangan usla 35 - 54 tahun sebanyak 31.59% dan golongan usia lainnya 3.51%.
Dominasi kalangan milenial dalam lender fintech juga dibenarkan pelaku industri. Menurut Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha tahun 2019, 68% segmentasi lender Amartha diisi oleh generasi milenial. Karakteristik milenial yang sudah melek digital dan menyukai investasi herbasis teknologi yang praktis dan mudah membuat kalangan ini lebih menyukai investasi di bisnis fintech lending. "Selain itu karakteristik milenial juga sudah mulai mengutamakan prinsip Investasi yang berdampak karena dapat memberikan keuntungan secara materi dan menciptakan dampak sosial. ekonomi dan lingkungan secara bersamaan, kata Rezki Warni, AVP Marketing & PR Amartha, pekan lalu.
Amartha juga konsisten melakukan edukasi keuangan dan digital kepada pendana milenial melalui berbagal aktivitas seperti kerjasama dengan Influencer, artikel literasi keuangan, dan kegiatan webinar. Kolnworks juga mencatatkan lender usia milenial masih bertambah dan menjadi kelompok usia yang cukup dominan di KoinWorks hingga tahun 2022 ini. Memasuki pertengahan tahun 2022. Koinworks mencatat kenaikan jumlah pengguna KoinWorks dari 1.5 juta pengguna menjadi 1.6 juta lebih pengguna.
"Dari analisis kami, sejumlah faktor berkontribusi dalam menarik minat lenders milenial, antara lain kemudahan dan kecepatan layanan yang dapat diperoleh hanya dalam satu aplikasi." kata Co-founder & CEO KoinWorks Benedicto Haryono. Faktor lainnya adalah modal yang dibutuhkan tergolong sangat ringan. Saat ini Rata-rata lenders dapat mulai pendanaan di platform KenWorks mulai dari Rp 100 ribu. CEO Modal Rakyat Hendoko Kwik juga menyebut lender milenial dengan rentang usia 25 - 40 tahun masih mendominasi sekitar 57% di Modal Rakyat.
Sepekan, Modal Asing Kabur Rp 6,20 T
JAKARTA TRIBUN - Bank Indonesia menyebutkan dalam laporannya, pada periode 4 - 7 Juli 2022, modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik sekitar Rp 6,20 triliun. "Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 6.20 triliun terdiri dari Jual neto di pasar SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp 3.54 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 2.66 triliun. Jelas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Erwin Haryono, Jumat (8/7).
Erwin juga melanjutkan untuk premi credit default swap (CDS) 5 tahun naik ke level 145.14 basis poin (bps) per 7 Juli 2022 dari 139.07 bps per 1 Jul 2022. Erwin mengungkapkan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Yang bertujuan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan eksternal. "Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut, pungkasnya.
Modalku Target Salurkan Pinjaman Rp 20 T
MAKASSAR, TRIBUN - Platform pendanaan digital bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Modalku melakukan ekspansi di Kota Makassar. Sulawesi Selatan (Sulsel). Seiring dengan ekspansi yang dilakukan. Modalku menargetkan menyalurkan pinjaman Rp 20 triliun tahun ini. Co Founder Dan Coo Modalku Iwan Kurniawan mengatakan Modalku hadir di Makassar untuk mendukung pertumbuhan bisnis melalui penyaluran pendanaan secara lebih merata ke seluruh pelosok Indonesia.
Modalku telah memiliki beberapa pengguna di Makassar yang sebelumnya tergabung dalam platform online Melalu ekspansi ini.. Modalku berupaya memperluas akses pendanaan serta mendorong para pelaku UMKM khususnya di Makassar agar semakin bertumbuh baik. "Kami percaya dengan adanya kantor representatif di Makassar, Modalku bisa memperkuat kehadirannya melalui berbagai produk pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter UMKM di sini," katanya saat konferensi pers di Coffice Coworking Space Lantai 4.JI Karunrung No 23 A. Makassar, Kamis (7/7).
Head of Growth Modalku Arthur Adisusanto menambahkan Makassar memiliki potensi UMKM yang besar. baik dari sisi jumlah maupun sektor Industrinya, seperti pariwisata, pertanian, pertambangan, peternakan, dan industri lainnya. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dengan tenor mulai dari satu bulan hingga 12 bulan. Untuk mendapatkan pinjaman cukup mudah. Cukup melengkapi dokumen yang diperlukan secara digital dan menunggu proses crowdfunding di website atau aplikasi Modalku. Kemudian memperoleh dana yang akan dicairkan kepada para pelaku UMKM. Group Head of Brand & Marketing Communications Modalku. Arian Hadloctomo: melanjutkan ekspansi Ini harus diimbangi dengan edukasi dalam mengunakan platform fintech.
Menakar Keandalan Obligasi Korporasi
Kalangan investor pemegang obligasi korporasi yang sebelumnya semringah, kini bersiap-siap setidaknya untuk tersenyum kecut. Betapa tidak. Risiko di pasar obligasi tengah meningkat lantaran faktor kenaikan suku bunga acuan The Fed dan perlambatan ekonomi global. Keadaan ini tentu akan menyurutkan penerbitan obligasi korporasi pada sisa tahun 2022. Kata ekonom, risiko pasar sedang tinggi-tingginya. Ketika pandemi tengah mengganas, korporasi telah menahan diri untuk menerbitkan surat utang. Tak heran ketika melihat nilai surat utang jatuh tempo cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang diterbitkan. Namun, dengan melihat kondisi suku bunga acuan global yang meningkat, agaknya akan sulit angka emisi obligasi korporasi sebesar itu bisa terpenuhi. Demikian besarnya faktor suku bunga acuan The Fed membuat pasar instrumen ini di dalam negeri pun cemas. Hal ini juga dipicu kekhawatiran apabila Bank Indonesia (BI) bakal mengambil langkah serupa mengatrol bunga acuan. Jika suku bunga acuan BI naik, hal itu tentu akan mendorong kenaikan suku bunga secara umum. Apabila ini terjadi, risiko instrumen tersebut juga turut membesar, terutama dari sisi borrowing cost dan biaya dana yang kian mahal dari penerbitan obligasi.
Ada Apa dengan ”Start Up”
Perusahaan rintisan teknologi (start up) saat ini sedang diterpa turbulensi yang bisa mengancam keberlanjutan usahanya. Akibatnya, muncul dua fenomena, yaitu : Pertama, berupa turunnya dengan drastis nilai pasar (market capitalization) banyak start up di seluruh dunia sehingga menyerupai tren global. Kedua, terjadi PHK walau masih terbatas di beberapa start up tertentu saja. Sedari awal start up seakan memang didesain untuk mendorong munculnya bubble (gelembung), yaitu peningkatan nilai aset yang jauh melebihi nilai intrinsiknya, pada akhirnya ini membuat investor publik harus membayar jauh lebih mahal untuk saham start up saat penawaran saham perdana (IPO) dibandingkan dengan harga yang harus dibayar pendiri dan investor terdahulu. Misalnya, terlihat ketika pemegang saham Bukalapak dan GOTO masing-masing harus membayar 17 kali nilai nominal saham untuk Bukalapak dan lebih dari 300 kali nilai nominal saham untuk GOTO.
Seperti perahu di lautan yang tersapu tsunami, dan pada gilirannya penurunan sentiment positif langsung memunculkan tekanan yang sangat kuat terhadap valuasi start up. Akibatnya, valuasi yang sudah dianggap terlalu mahal sejak 2011, ketika beberapa start up dengan valuasi di atas 1 miliar dollar AS mulai disebut sebagai unicorn, itu pun mulai kehilangan resistant factor atau daya dukungnya, akibatnya, seperti dikutip media massa, dari 71 start up yang melakukan IPO di AS pada periode 2019-2021, sebanyak 56 atau 79 % harga sahamnya saat ini ada di bawah harga IPO. Sementara tujuh perusahaan teknologi terbesar di dunia, yakni Apple, Microsoft, Tesla, Amazon, Alphabet, Nvidia, Meta, kehilangan kapitalisasi pasar hingga 1 triliun USD dalam tiga hari perdagangan pada awal Mei 2022.
Pada akhirnya, penurunan drastis valuasi start up yang disertai dengan gelombang PHK massal di banyak start up di seluruh dunia ini diprediksi akan mendorong terjadinya perubahan besar di dalam semesta start up yang akan ditandai dengan : Pertama, akan ada banyak start up yang kehabisan sumber daya untuk menjaga keberlangsungannya seiring dengan melambatnya aliran dana dari investor. Start up dengan kegiatan bakar uang (burn rate) yang tinggi dan masih jauh road to profitable-nya, akan menjadi barisan pertama yang terpaksa harus berhenti beroperasi. Kedua, bahwa kemunculan start up kampiun (champion) akan disertai revaluasi yang akan mendorong valuasi start up menjadi jauh lebih rendah nilainya daripada valuasi sebelumnya sehingga secara langsung akan menghapuskan (write-off) investasi investor di dalam dengan nilai yang signifikan. (Yoga)
BPKP Audit Industri Sawit
Pemerintah menginstruksikan BPKP mengaudit tata kelola industri sawit dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan bisa membenahi tata kelola industri yang melibatkan 16,2 juta orang serta menjadi penghasil devisa ekspor utama bagi Indonesia itu. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada Rakor Audit Perkebunan Kelapa Sawit Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) di Jakarta, Kamis (7/7) mengatakan, efisiensi dan digitalisasi kini menjadi keharusan, termasuk di industri sawit. Apalagi, ke depan peran kelapa sawit sangat besar, tak hanya untuk pangan, tetapi juga energi.
”Nanti semua pihak tidak bisa main-main lagi. Tidak bisa ada pungutan-pungutan tidak jelas pada (industri) sawit,” ujarnya. Menurut dia, audit hulu-hilir industri sawit itu merupakan perintah Presiden Jokowi. Terkait itu, pihaknya meminta kepada para bupati dari AKPSI membantu BPKP dalam memberikan data. Audit direncanakan selama tiga bulan. Perbaikan tata kelola yang ditempuh melalui audit diharapkan turut mendongkrak produktivitas sawit di Indonesia dari 4-5 ton per hektar menjadi 10-12 ton per hektar dalam 5-10 tahun ke depan. Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyatakan, dari perhitungan sementara, ada 16,2 juta orang terlibat di industri sawit nasional, nilai ekspornya mencapai 35 miliar USD per tahun. (Yoga)
”Flexing ” NFT Bukan Sekadar Pamer
Istilah flexing dimaknai dengan showing off atau pamer di media sosial (medsos). Kini, flexing NFT menjadi fenomena yang marak di medsos beberapa tahun terakhir. Popularitas itu tumbuh bersamaan dengan makin dikenalnya blockchain dan aset kripto. Randy Nugraha (40) yang dikenal dengan akun @pixelizen di Twitter, misalnya, menunjukkan koleksi terkini dari ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” yang diterbitkan Kompas. Dalam unggahannya, Selasa (28/6) dia memamerkan edisi ”Operasi Seroja ke Timor Timur”, arsip Kompas tahun 1975, seraya bilang ”secara resmi telah memiliki kapsul waktu sejarah”, dalam bahasa Inggris.
Hendra Maulana, pengurus akun @NFTIndonesia_, yang aktif mendorong kemunculan kreator selama setahun terakhir, memandang fenomena flexing kian lumrah di berbagai komunitas NFT lokal. Maknanya bisa beragam, mulai dari dukungan komunitas. Ada pula yang murni sebagai promosi pemasaran proyek. Meski begitu, ajakan mengoleksi NFT tetap harus diimbangi riset mandiri dari pengguna. Para pengguna perlu memastikan kejelasan proyek NFT, mulai dari tujuan, utilitas, hingga siapa orang-orang yang bekerja di balik proyek tersebut.
Euforia flexing di komunitas ini belakangan difasilitasi berbagai platform medsos. Twitter pun tampaknya memahami hal ini. Twitter memungkinkan pengguna layanan premiumnya, yakni Twitter Blue, untuk menggunakan NFT berbentuk gambar statis sebagai foto profil pada Januari 2022 lalu. Akun Twitter yang menggunakan foto profil NFT akan memiliki tanda khusus. Foto profil pengguna akan berbingkai segi enam, berbeda dengan bingkai lingkaran yang digunakan pada umumnya. Jika foto profil ber-NFT itu diklik, akan muncul informasi yang menandakan kepemilikan aset dari sebuah koleksi NFT, bukan sekadar gambar JPG kartun yang diunduh dari Google Search.
Sang pembeli yang bisa jadi telah merogoh uang hingga miliaran rupiah untuk sebuah NFT (misalnya rata-rata harga NFT Bored Ape dapat mencapai 115.000 dollar AS atau Rp 1,7 miliar) tentu ingin memamerkan bahwa ia sungguh membeli NFT bergambar kera kartun itu. Perusahaan media sosial terbesar, Meta, yang memiliki Facebook dan Instagram, juga ikut ambil bagian dalam mewadahi komunitas NFT untuk flexing. ”Kami melihat ada peluang memberi jalan miliaran pengguna kami bisa mengoleksi barang digital. Termasuk jutaan kreator yang juga bisa menjualnya via platform kami,” kata Stephane Kasriel, Head of Commerce and Financial Meta. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









