Ekonomi
( 40487 )Hujan Sawit di Negeri Orang
Tergiur harga lima kali lipat, petani sawit di beberapa daerah perbatasan ramai-ramai menjual tandan buah segar ke Malaysia. Penjualan lewat jalur tikus itu semakin marak setelah harga tandan di dalam negeri menukik tajam. Penuhnya tangki penyimpanan memicu pabrik kelapa sawit tidak menyerap hasil panen mereka. Petani sawit di beberapa daerah menjual berton-ton tandan buah segar ke Malaysia lewat jalur tikus. Akibat harga TBS yang rendah di Tanah Air, tak ada pabrik kelapa sawit yang mau membeli. (Yetede)
Ramai-Ramai Jual Sawit ke Malaysia
Jalur-jalur tikus menjadi pilihan sejumlah petani sawit di beberapa daerah perbatasan untuk menjual hasil panennya ke Malaysia. Para petani menjual berton-ton tandan buah segar (TBS) ke negeri Jiran lantaran beberapa alasan. Dari kesulitan menjual ke pabrik kelapa sawit di dalam negeri hingga harga yang terlampaui rendah di Tanah Air. "Kalau ada orang yang mengatakan mereka menyelundupkan, itu terlampau berat istilahnya. Mereka berupaya menyelamatkan hidup dan rumah tangganya dengan menjual hasil panen ke Malaysia," kata Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurun, kepada Tempo, kemarin. Menurut Gulat, beberapa petani menjual hasil panen ke negeri tetangganya setelah ambruknya harap TBS di Indonesia beberapa bulan lalu. Disamping itu, penjualan ke Malaysia dianggap perlu dilakukan lantaran buah sawit menumpuk tidak terserap pabrik di beberapa daerah. (Yetede)
Audit Kilat Tanpa Data Mutakhir
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mulai mengumpulkan data untuk mengaudit industri sawit dari hulu sampai hilir. Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, lingkup audit sawit tersebut sangat luas, dari kebun, pabrik minyak sawit mentah, pabrik produk turunan, ekspor, hingga ke penggunaan dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) "Itu akan kami lihat semua sehingga tata kelola akan diatur kembali dari awal sampai akhir," ujar Ateh. Menurut Ateh ada persoalan mendasar yang ditemukan BPKP dalam proses audit tersebut, yakni ihwal kesinambungan dan kemutakhiran data. Ia mencontohkan, data perkebunan rakyat yang ia terima dari pemerintah masih data 2010. Dalam data tersebut, luas perkebunan rakyat sebanyak 42% dari total luas perkebunan sawit Indonesia. (Yetede)
BRI Jauh Dari Episentrum Gejolak Ekonomi Global
Didukung nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyerap sekitar 83,6% kredit, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) jauh dari episentrum gejolak ekonomi global. Selama pergerakan manusia dan aktivitas bisnis kembali normal serta ada kemudahan dalam penyaluran kredit kepada UMKM, kinerja BRI akan terus membaik meski ada kenaikan suku bunga. Merespon ketidakpastian global, demikian Direktur Utama PT BRI Tbk Sunarso, BRI menyiapkan empat strategi untuk menghadapi tantangan yang datang dari eksternal. Empat strategi yang sesuai business Follow stimulus tersebut adalah, pertama harus ada dananya, dengan memastikan pemerintah lewat APBN akan turun tangan dalam memberikan stimulus. Kedua, BRI menyiapkan data pihak-pihak yang bisa mendapatkan stimulus. "Ketiga, kami akan menyiapkan sistem yang kredible dan relieble, agar stimulus tersebut tepat sasaran. Keempat, kami mengomunikasikan stimulus tersebut kepada masyarakat, melalu petugas-petugas di lapangan," ucapnya. (Yetede)
UU Ciptaker Datangkan Investasi Rp60 Triliun di Empat KEK
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja (Ciptaker) telah mendatangkan investasi senilai Rp 60 triliun di empat kawasan ekonomi khusus (KEK), yakni KEK Gresik (Jawa Timur), KEK Lido (Jawa Barat), serta KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Tecnic di Batam, Kepulauan Riau. Itu artinya, UU Ciptaker berdampak positif terhadap pengembangan investasi di Tanah Air. "Dukungan regulasi baru bisa mendorong masuknya investasi ke KEK," ujar Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi dalam media briefing di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu. Elen menjelaskan, pasca implementasi UU Ciptaker, muncul penambahan empat KEK baru, yaitu KEK Gresik, KEK Lido, KEK Nongsa, dan KEK Batam Aero Technic. Di KEK Gresik, ada pembangunan smelter PT Freeport Indonesia, sedangkan di KEK Lido milik MNC Land, diperkirakan ada satu proyek selesai pada September atau Oktober 2022. (Yetede)
Ancaman Inflasi Hantui Indonesia
Menkeu Sri Mulyani, dalam seminar internasional Securitization Summit 2022 bertema ”Unlocking Securitization Role in Developing Sustainable Finance” yang berlangsung hibrida di Jakarta, Rabu (6/7) mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia masih dihantui ancaman inflasi akibat meningkatnya harga pangan. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi global dan perang Rusia-Ukraina, rantai pasok global pun terganggu yang imbasnya merembet hingga menyebabkan lonjakan harga pangan dunia.” Ditengah stabilitas produksi dan pergerakan harga komoditas pangan dalam negeri, tambah Sri Mulyani, pemerintah tetap mewaspadai pergerakan inflasi tahunan yang hingga semester I-2022 mencapai 3,6 %.
Untuk menjaga tingkat inflasi sesuai target 3,5-4,5 % tahun ini, pemerintah bersama otoritas terkait akan tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik yang sangat kuat, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 4,9-5,4 %. ”Mesin pertumbuhan ekonomi mulai didorong dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi dalam bentuk berbagai macam ekspansi kapasitas, dan juga dari sektor eksternal. Untuk itu, APBN mulai bergeser menjadi instrumen menjaga tingkat konsumsi dan investasi,” ujarnya. Untuk menjaga tingkat konsumsi, pemerintah menganggarkan dana Rp 104,8 triliun untuk membayar kompensasi BBM dan listrik pada semester I-2022, setara 35,7 % pagu APBN tahun ini sebesar Rp 293,5 triliun. (Yoga)
TERNAK KURBAN, Adaptasi Peternak Hadapi Era Tidak Pasti
Kemunculan penyakit mulut dan kuku (PMK) memicu kreativitas peternak di Jabar. Keberadaan media sosial dan kemauan meriset menjadi mitigasi menghadapi hal tidak terduga. Muhammad Shobirin (31) menawarkan domba garut dari peternakan miliknya, Santri Tani Farm dari kandangnya di Desa Sampih, Susukanlebak, Cirebon, Senin (4/7) melalui akun Facebook, Shob Muhammad Shobirin. Santri Tani Farm juga mengembangkan peternakan terintegrasi dengan pertanian. Kotoran domba, menjadi pupuk kompos untuk sawah. Sebaliknya, jerami sisa panen menjelma pakan domba
Hingga Rabu (6/7), data Siaga PMK menyebutkan, total 33.210 ternak di Jabar terjangkit dan 586 ekor mati. Seperti Covid-19, PMK menuntut pembatasan mobilitas. Itu sebabnya, Shobirin tidak membawa dombanya ke pasar ternak. Bermodal jempol, gawai, dan kuota, ia terhubung dengan pelanggannya hingga Jakarta. Sejauh ini, dari 33 domba, 10 ekor laku untuk kurban. Dombanya dijual bervariasi, Rp 3 juta-Rp 5,5 juta per ekor. Ternaknya diklaim sehat karena memiliki surat kesehatan.
Ketekunan beradaptasi juga diperlihatkan Fahri (31), CS Musim Qurban, Senin (4/7), di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Dia mengambil gambar domba untuk dipamerkan di akun media sosial @musimqurban yang diikuti 341 pengguna. ”Sudah lebih dari 100 domba terjual. Sapi biasanya terjual dekat Idul Adha,” ujar Fahri yang tahun ini menyediakan 204 domba dan 4 sapi. Selain promosi lewat video, pengelola Motekar Farm, penyedia hewan kurban di Bandung, Yuga Suwarsa, tetap mempersilakan konsumen datang ke kandang. Namun, ia menerapkan protokol kesehatan ketat mencegah PMK.. Pelanggan melihat hewan kurban dari jarak 30 meter. Ada layanan video dan gambar untuk melihat detail ternak, demi meminimalkan PMK.
Cara Pasar Menjewer Bank Sentral
Tekanan terhadap rupiah berlanjut. Kemarin, kurs spot rupiah tutup di level Rp 14.999 per dollar Amerika Serikat (AS). Ini level terendah rupiah sejak 6 Mei 2020. Rupiah bahkan sempat mencapai Rp 15.039 per dollar AS. Pelemahan rupiah membuat pasar saham ikut kebakaran. IHSG kemarin turun 0,85% ke 6.646,41. Chief Excekutif Officer Edvisor.id Praska Putrantyo menjelaskan, rupiah memang menjadi biang keladi pelemahan pasar saham kemarin. Senior Analyst Equity Research Emtrade William Siregar mengatakan, asing tak menyukai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di tengah inflasi tinggi. Dus, pelemahan rupiah kali ini ibarat cara pasar menjewer Bank Indonesia (BI) agar menaikkan bunga.
Hambat Pemulihan Pariwisata
Dalam bisnis pariwisata, ada konsep 3A, yakni Amenitas, Atraksi dan Aksebilitas. Aksebilitas terhambat akibat kenaikan harga tiket atau berkurangnya frekuensi penerbangan. Kondisi ini akan berdampak ke sektor pariwisata, terutama dari perspektif bisnis perhotelan dan restoran khususnya di daerah luar pulau jawa, seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Utara, Padang, Kalimantan, Sulawesi Hingga Papua. Tahun 2022 merupakan fase pemulihan ekonomi, khususnya pariwisata. Tapi kenaikan harga tiket bisa menghambat pemulihan pariwisata.
‘BEBAN ABADI’ DI PUNDAK BI
Parlemen punya usul menarik. Legalitas kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah dalam pembiayaan semasa krisis bakal dipermanenkan. Apalagi, sejauh ini peran BI dianggap signifikan untuk menopang kebijakan fiskal Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.Usulan itu termuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Omnibus Law Keuangan. Regulasi sapu jagat yang menjadi RUU inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mengusulkan agar bank sentral berperan sebagai pembeli siaga Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana ketika terjadi krisis.
Saat ditemui Bisnis, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak bersedia memberikan penjelasan mengenai dampak serta peluang dilanjutkannya posisi bank sentral sebagai penopang fiskal dalam Omnibus Law Keuangan.
Sejak hawar virus Corona melanda, peran bank sentral memang cukup krusial. BI dan pemerintah tercatat telah menandatangani tiga SKB untuk membantu pembiayaan APBN 2020 hingga APBN 2022.Pada SKB I, pembelian SBN oleh BI di pasar perdana mencapai Rp75,86 triliun baik melalui lelang, lelang tambahan atau Green Shoe Option (GSO), dan penawaran langsung atau private placement. Adapun pada SKB II, BI menanggung beban untuk pembiayaan public goods melalui pembelian SBN dengan mekanisme private placement dengan nilai Rp397,56 triliun. Sementara itu, dalam SKB III bank sentral berkomitmen membeli SBN di pasar perdana senilai Rp224 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









