Ekonomi
( 40789 )Risiko Ekstra di Tahun Politik
Ancaman resesi global dan kenaikan inflasi di tingkat produsen bukan satu-satunya kendala yang harus dihadapi pelaku usaha. Tahun politik yang datang lebih awal dinilai turut membawa ketidakpastian yang berpotensi melambatkan kinerja investasi. Meskipun pemungutan suara Pemilu 2024 baru dilakukan 19 bulan lagi pada 14 Februari 2024, belakangan ini suhu politik mulai menghangat. Manuver sejumlah elite politik membuat tahun politik seolah datang lebih cepat. Situasi itu menambah rumit iklim berusaha di tengah ancaman resesi global. Dalam Forum Afternoon Tea Kompas Collaboration Forum (KCF), Jumat (15/7), sejumlah pelaku usaha menyampaikan kecemasannya dalam menghadapi perkembangan situasi politik ini.
Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam mengatakan, di samping ancaman resesi global dan inflasi di tingkat produsen (cost-push inflation) yang saat ini mulai memberatkan pelaku usaha, risiko terbesar yang akan dihadapi dunia usaha dalam waktu dekat adalah tahun politik dengan segala ketidakpastiannya. Menurut Bob, menjelang pemilu, berbagai kebijakan yang sifatnya populis di mata masyarakat biasanya akan lebih mendominasi. Padahal, kebijakan itu kerap berbanding terbalik dengan kebutuhan sektor riil. Potensi munculnya kebijakan populis di tahun politik itu dinilai akan melambatkan kinerja investasi. (Yoga)
Eropa Berjibaku Mencari Gas
Negara-negara Eropa terus berjibaku mencukupi kebutuhan gas yang kian mendesak. Selain untuk kebutuhan industri, gas juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan saat musim dingin. Untuk memastikan pasokan gas bagi Eropa terpenuhi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turun tangan, termasuk melakukan perjalanan ke Baku, Azerbaijan, Senin (18/7). Von der Leyen mengatakan, Uni Eropa ingin menggandakan impor gasnya dari Azerbaijan. Nota kesepahaman yang ditandatangani Von der Leyen dan Presiden Azerbaijan menyepakati, negara itu akan meningkatkan pasokan gas dari 8,1 miliar kubik meter (bcm) pada 2021 menjadi 12 miliar kubik meter pada tahun 2022. Angka itu akan terus berlipat ganda hingga tahun 2027, yaitu 20 bcm.
Komisi Eropa mengusulkan kepada semua negara anggota UE untuk melakukan kesepakatan dengan Azerbaijan. Untuk itu, seluruh negara yang bersepakat harus mendukung perluasan jaringan pipa yang akan mengalirkan gas dari Azerbaijan ke setiap negara. Aliyev, dikutip dari laman Euronews, menyebutkan, sejumlah negara Eropa telah mendekati mereka dan meminta agar Baku juga ikut memasok kebutuhan gas ke negara-negara itu. Selama ini Azerbaijan menjadi pemasok gas bagi Turki, Yunani, Bulgaria, Georgia, dan Italia. (Yoga)
10 Saham Unggulan Berpotensi Naik Diatas 20%
Sebanyak 10 saham unggulan (blue chip) yang direkomendasikan sejumlah analis berpotensi mencatatkan kenaikan hingga di atas 20% pada semester kedua 2022. Saham-saham tersebut layak dikoleksi karena emitennya dinilai memiliki fundamental bagus, bisnisnya lancar, meraih laba, dan harga saham masih rendah. Ke-10 saham unggulan tersebut yakin Bank Rakyat Indonesia (BRI (persero) Tbk (BBRI), Banks Central Asia Tbk (BBCA), Adaro Energy Indonesia Tbk (ASII), Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM), Aneka Tambang Tbk (ANTM), Bukit Asam Tbk (PTBA), Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Head of Investment PT Reswara Gian Investasi Kiswoyo optimis Adi Joe optimis, saham-saham pilihan tersebut masih sangat berpeluang untuk terus melaju di tengah gempuran kenaikan suku bunga the Fed, ancaman resesi di berbagai negara, dan sentimen negatif lainnya. (Yetede)
Kelas Dunia, BRI Jadi Bank Terbaik di Indonesia versi The Banker
Kinerja apik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mendapatkan mengakuan dunia internasional. Media perbankan dan ekonomi ternama dunia yang bermarkas di London, The Banker menobatkan BRI sebagai bak terbaik di Indonesia dalam daftar Top 1000 Worlds Bank 2022. Adapun secara global, media (The Banker) yang telah menjadi sumber informasi perbankan yang kredibel sejak tahun 1926 tersebut menempatkan BRI pada peringkat ke-104, dimana peringkat tersebut naik signifikan dari pencapaian tahun lalu yang berada di posisi ke -131 dunia. "Kami berterima kasih kepada The Banker karena telah menilai kinerja kami secara objektif dan transparan. Hal ini membuktikan BRI berhasil dan mampu secara konsisten menjaga fundamental kinerja tetap dapat tumbuh secara sehat, kuat, dan berkelanjutan ditengah kondisi krisis ekonomi. Tak lupa, saya katakan bahwa prestasi ini berkat kerja keras seluruh Insan BRIlian (pekerja BRI) yang ajan menjadi suntikan semangat untuk selalu memberi makna bagi Indonesia," ujar Direktur Utama BRI Sunarso. (Yetede)
Luhut: Audit Perkebunan Bantu Perbaiki Tata Kelola Industri Sawit
Pemerintah melakukan audit perkebunan sawit dalam rangka memperbaiki tata kelola sawit nasional. Audit tata kelola sawit akan membantu melengkapi data dan informasi dari hulu hingga hilir, sehingga pembuatan kebijakan menjadi lebih akurat. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan pengarahan pada Orientasi Pembangunan Desa Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dan Asosaiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia. "Tata kelola sawit kompleks dan melibatkan banyak stakeholders. Berbagai target di sisi hulu dan hilir harus dapat diseimbangkan karena terdapat trade off antara target satu dan yang lain," ucap Luhut dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip pada Minggu. Berdasarkan paparannya, dia menjelaskan realisasi ekspor perlahan mulai meningkat seiring dengan perbaikan kondisi logistik. (Yetede)
Dorong Investasi Berkualitas
Kondisi perekonomian global yang sedang tidak menentu dan tingginya inflasi di tingkat produsen membawa tantangan berat bagi iklim berusaha di Indonesia. Investasi yang lebih berkualitas dan memberdayakan UMKM dibutuhkan untuk menjawab tantangan serta mengatasi ekses kesenjangan sosial yang kian tajam. Kajian Litbang Kompas menunjukkan, kondisi perekonomian global yang rapuh saat ini mulai membebani dunia usaha, terlihat dari tren kenaikan inflasi di Indonesia yang lebih signifikan terjadi di sisi produsen. Per triwulan I-2022, inflasi produsen secara tahunan mencapai 9,06 %, sementara inflasi konsumen 2,64 %. Kondisi itu menunjukkan beban kenaikan harga akibat melejitnya biaya input bahan baku masih lebih banyak ditanggung oleh produsen demi menekan inflasi di tingkat konsumen dan menjaga daya beli masyarakat.
Beban di tingkat produsen tergambar dalam tren Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus menurun. Terakhir, per Juni 2022, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 50,2, melambat dibandingkan bulan sebelumnya dan makin mendekati arah zona kontraksi meski secara teknis masih di zona ekspansi. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Forum Afternoon Tea Kompas Collaboration Forum (KCF), Jumat (15/7) mengatakan, pemerintah optimistis dengan realisasi investasi yang sejauh ini sesuai target. Namun, ia mengakui, kondisi perekonomian global sedang tak baik-baik saja dan ke depan sektor riil akan merasakan pukulan berat. Bahlil pun berharap pihak swasta dapat mengajukan solusi konkret untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah. (Yoga)
Muatan Tol Pelni Naik 117%
PT Pelayaran Nasional/Pelni (persero) mencatat muatan tol laut pada semester I-2022 mencapai 7.122 twenty-foot equivalent units (TEUs), naik 117% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.060 TEUs. "Masih banyak potensi muatan yang bisa diambil. Kami sudah mempersiapkan beberapa rencana strategis untuk mendongkrak kinerja muatan tol laut di semester kedua," kata Yosianis dalam pernyataan, Kontribusi Pelni atas angkutan tol laut nasional menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2019, kinerja produksi Pelni mencapai 3,593 TEUs atau 27,23% dari capaian nasional sebesar 11.773 TEUs. "Kontribusi tersebut sangat positif dan kami yakin akan terus meningkat. Di tahun ini, trayek yang ditugaskan kepada Pelni sebesar 11 trayek, atau 33% dari total 33 trayek yang diberikan pemerintah kepada BUMN dan swasta melalui skema lelang terbuka. Kami berterimakasih kepada BUMN dan swasta kepada pemerintah yang masih mempercayakan PT Pelni untuk mengoperasikan trayek tol laut dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan barang yang andal dan terjadwal dan terjadwal untuk daerah 3TP," terang Yossianis. (Yetede)
Efek Kolateral
Sekali lagi AS dan sekutunya di Eropa Barat mencoba meminggirkan Rusia dari arena perdagangan internasional. Rencana untuk menetapkan harga jual minyak dan jumlah minyak Rusia yang boleh dilepas ke pasar internasional adalah upaya baru mengurangi kemampuan Kremlin membiayai invasi mereka di Ukraina. Usulan harga sementara 40-60 USD per barel, jauh di bawah harga minyak dunia yang kini di atas 100 USD per barel. AS dan sekutunya menginginkan agar India dan China ikut serta dalam gelombang sanksi baru yang akan dijatuhkan pada Rusia.
Invasi Rusia ke Ukraina menyurutkan kembali harapan pemulihan ekonomi global yang sudah di depan mata, juga mendorong terhentinya ekspor gandum yang dibutuhkan banyak negara di Afrika dan Asia. PBB dan Program Pangan Dunia telah berulang kali mengingatkan, terhentinya pasokan gandum dari Ukraina telah membuat potensi kemiskinan meningkat. Begitu juga dengan potensi kelaparan akut di sebagian negara Afrika yang miskin.
Secara tidak langsung, perang yang sebenarnya terlokalisasi di Eropa timur telah membuat harga-harga kebutuhan pokok di berbagai penjuru dunia mengalami kenaikan. Harga gas, meningkat lebih dari 30 % dalam beberapa bulan terakhir. Ibu-ibu rumah tangga menjerit karena selain gas, harga kebutuhan pokok lainnya juga melonjak tajam. Industri penghasil gas alam berlomba-lomba mengirimkan produk gas alam cair ke Eropa karena di sana kebutuhan sedang tinggi. Negara-negara kaya di Eropa berani membeli harga gas dengan tinggi karena terdesak kebutuhan menjelang musim dingin, terutama setelah Rusia memutuskan mengurangi pasokan gasnya. (Yoga)
Visi China di Dunia Siber
China membuka World Internet Conference di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang, Kamis lalu. Konferensi Internet Dunia ini menandai visi negara di dunia siber. Pada acara pembukaan, China mengumandangkan semangat agar internet bisa diakses semua orang dan dikembangkan bersama-sama. World Internet Conference (WIC) dibuka dengan pembacaan surat Presiden China sekaligus Sekjen Partai Komunis China Xi Jinping. ”Kita harus menciptakan internet beserta segala teknologi digital yang kita kembangkan bersama-sama. Internet yang bisa diakses oleh semua, untuk kesejahteraan seluruh umat manusia,” demikian pidato itu, seperti dikutip oleh kantor berita nasional China, Xinhua (Kompas.id, 15/7).
China dengan berbagai perusahaan raksasa di industri digital telah menguasai pasar dunia, mulai dari peralatan, infrastruktur, perangkat lunak, fasilitas pusat data, hingga berbagai aplikasi. Produk mereka sudah dikenal berbagai usia di seluruh dunia, tetapi semua itu tidak cukup. WIC menjadi sarana China menggapai tujuan lebih besar. Forum itu bertransformasi menjadi organisasi internasional meski baru diikuti 20 negara. Mereka juga mengundang sejumlah perusahaan dan lembaga internasional. intinya mereka akan menyosialisasikan visi China tentang dunia siber yang menekankan kerja sama global untuk pemanfaatan ruang siber dan juga peran masing-masing negara untuk pembangunan dunia siber. Upaya ini merupakan upaya alternatif setelah visi dunia maya global juga dikemukakan AS dan Uni Eropa. China ingin menempatkan diri menjadi bagian yang ikut mengedepankan visi global tentang ruang maya. (Yoga)
Perekonomian Indonesia Dinilai dalam Kondisi Baik
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian Indonesia dalam kondisi baik. Hal itu terindikasi dari sejumlah hal, seperti pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, dan tingkat inflasi. Hal itu diungkapkan Menkeu Sri Mulyani seusai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan delegasi IMF di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Minggu (17/7). Presiden juga didampingi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sementara delegasi IMF ialah Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan, serta Representatif Senior IMF untuk Indonesia James Walsh.
Inflasi Indonesia per Juni 2022 sekitar 4,35 % secara tahunan, sedangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01 % per triwulan I-2022. Adapun neraca perdagangan mencatat surplus selama 26 bulan berturut-turut. Menurut Sri Mulyani, IMF juga mengapresiasi penyelenggaraan Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral (Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting) G20 yang ketiga di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7). Indonesia dinilai sukses menjadi tuan rumah G20 Finance Track di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, antara lain perang Rusia dan Ukraina yang membuat harga komoditas pangan dan energi melonjak. Kenaikan harga pada dua komoditas tersebut kemudian memacu inflasi di sejumlah negara. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









