Ekonomi
( 40554 )Emiten Manufaktur Yakin Mampu Menghadapi Resesi
Ancaman resesi menghantui perekonomian dunia. Survei Bloomberg menunjukkan, Indonesia masuk daftar 15 negara yang berpotensi mengalami resesi.
Salah satu tanda resesi adalah kontraksi pendapatan manufaktur untuk periode waktu yang panjang. Direktur Utama PT Siantar Top Tbk (STTP) Armin berpendapat, resesi global memang sudah ada di depan mata dan tidak dapat dihindari.
Alasannya, sebelum ini ada pandemi Covid-19. Kini ada konflik Rusia dan Ukraina. Situasi ini membuat harga bahan baku dan energi naik, akibat terhambatnya logistik.
Sekretaris Perusahaan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Amelia Allen mengatakan, ERAA akan tetap memantau kondisi yang terjadi di industri maupun ekonomi secara keseluruhan. Namun dia bilang, permintaan atas produk gadget dan headset tetap ada di pasar. "Erajaya terus mendorong kinerja dengan promosi dan diskon, memberi layanan mobile selling, dan lainnya," tutur Amelia.
Wakil Direktur Utama PBRX Anne Patricia Sutanto juga masih yakin, permintaan tekstil dan garmen masih tinggi. "Indonesia justru dapat pengalihan pesanan dari negara lain," ujar dia. Bahkan PBRX akan menambah kapasitas produksi di tahun depan. Tahun ini, PBRX akan fokus memperbaiki likuiditas.
Waspadai Lonjakan Inflasi AS
Lonjakan inflasi di Amerika Serikat patut diwaspadai karena menambah ketidakpastian perekonomian global. Jika tidak dimitigasi dengan baik, kondisi tersebut bisa mengganggu pemulihan ekonomi di dalam negeri. Badan statistik AS mencatat, inflasi AS Juni 2022 mencapai 9,1 % secara tahunan. Inflasi tahunan tertinggi di AS sejak 1981 ini berpotensi mendorong bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), makin agresif menaikkan suku bunga acuan. Sepanjang tahun ini saja, The Fed sudah menaikkan suku bunganya sebanyak 150 basis poin ke level 1,5-1,75 %.
Dalam jumpa pers menjelang pertemuan inti tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral (finance minister and central bank governor/FMCBG) kelompok G20 di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7) Menkeu AS Janet Yellen menjelaskan, inflasi di negaranya dipicu harga komoditas energi yang tinggi. Hal ini merupakan dampak dari ketegangan politik Rusia dengan Ukraina yang memicu kenaikan harga komoditas energi. Deputi Gubernur BI Yuda Agung menjelaskan, kendati terus menanjak, inflasi masih terkendali. Namun, menurut dia, BI siap untuk menyesuaikan suku bunga acuan jika inflasi inti terus meningkat. Saat ini BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,5 %. (Yoga)
GELIAT KOTA, Menikmati Gemerlap Surabaya dari Kalimas
Selasa (21/6) malam, Noviyanti (50), warga Surabaya, Jatim, berkesempatan menikmati rute pendek Wisata Perahu Kalimas. Wisata itu menjadi primadona warga untuk menikmati Kota Surabaya. Bahtera yang ditumpangi Noviyanti bergerak dari dermaga Taman Prestasi di tepi Jalan Ketabang Kali ke dermaga Museum Pendidikan di tepi Jalan Genteng ali. Jarak tempuh sekitar 500 meter. Dalam perjalanan, perahu singgah di Skatepark, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ketabang, dan Museum Pendidikan. Perjalanan menyusuri penggalan sungai jauh lebih menyenangkan dilakukan pada malam hari ketika udara tidak lagi gerah. Sepanjang sungai juga dihiasi lampu dan lampion warna-warni. Taman-taman hidup kembali dengan beragam aktivitas.
Di rute panjang dari Monkasel (Monumen Kapal Selam)-Siola lewat Taman Prestasi-Museum Pendidikan, beberapa lokasi pemotretan terasa lebih berwibawa saat malam hari. Patung Suroboyo dengan air mancur yang disorot lampu terlihat gagah. Jembatan Pemuda, Plaza Boulevard, Yos Sudarso, Mustajab, dan Genteng Kali juga berpendar dalam sorotan cahaya. Bahkan, di bagian bawah prasarana itu juga dicat warna-warni atau berhias mural dan gambar sehingga menjadi pemandangan luar biasa bagi wisatawan. Aktivitas tamasya menyusuri Kalimas kembali aktif setelah terhenti karena dua tahun pandemi Covid-19. Pemkot Surabaya meluncurkan kembali Wisata Perahu Kalimas pada Rabu (1/6). ”Saya bersyukur dapat dilibatkan dan mendapat manfaat ekonomi dari Wisata Perahu Kalimas,” ujar Suryani (50), penjual makanan dan minuman di SWK Taman Prestasi.
Antusiasme warga dan wisatawan untuk menyusuri sungai itu cukup besar. Pendaftaran daring setiap hari nyaris penuh. Pada Rabu (13/7) pukul 21.00, kuota pada laman resmi https://tiketwisata.surabaya.go.id/ habis untuk dua hari mendatang. Peminatnya ialah warga Surabaya ataupun dari luar daerah. Semua berebut memesan secara daring (online). Untuk menikmati Kalimas dan Surabaya, wisatawan dapat datang pukul 15.00-21.00. Ada dua pilihan rute. Rute pendek ialah Taman Prestasi sampai Taman Ekspresi/Museum Pendidikan dengan tarif Rp 4.000 per orang. Rute panjang ialah dari Monkasel-Dermaga Siola/Mal Pelayanan Publik dengan tarif Rp 10.000 per orang. Ada tujuh perahu dengan kapasitas 10-12 penumpang per unit yang disiapkan. Khusus akhir pekan, Jumat-Minggu malam, wisata perahu disemarakkan dengan pasar terapung. Wisatawan dapat berbelanja produk UMKM Surabaya yang dijajakan di perahu tamasya. (Yoga)
Peternak Sulit Bayar Kredit
Sejumlah peternak yang hewan ternaknya terkena penyakit mulut dan kuku atau PMK kesulitan membayar dana yang mereka pinjam dari lembaga keuangan. Sementara dana penggantian sebesar Rp 10 juta per ekor ternak yang dimusnahkan atau dipotong paksa, sebagaimana dijanjikan pemerintah, belum jelas. Berdasarkan data di Siagapmk.id, Kamis (14/7) pukul 20.15 WIB, sebanyak 366.888 ekor hewan dinyatakan sakit. tersebar di 251 kabupaten/kota di 22 provinsi serta mencakup 2.439 ekor hewan mati, 3.721 ekor dipotong bersyarat, 140.726 ekor sembuh, dan 220.002 ekor belum sembuh. Adapun vaksin telah diberikan pada 498.893 ekor hewan. Jatim menjadi provinsi dengan jumlah hewan terjangkit PMK paling banyak, yakni 143.281 ekor. Dari lima besar daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Indonesia, tinggal NTT yang masih bebas PMK.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika pada kamis, mengatakan, pihaknya memediasi peternak dan bank karena sejumlah peternak mengalami kredit macet. Perwakilan Kementan juga dihadirkan dalam mediasi itu. Pemerintah mesti segera menangani kerugian peternak akibat PMK. ”Dalam keadaan seperti itu, sapi mati, (peternak) stres, lalu ditagih tagih debt collector (juru tagih). Kredit macet ini harus segera ditangani,” ujarnya. Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar membenarkan, peternak sulit membayar kredit karena ternaknya terdampak PMK. ”Lumayan banyak, ya, terutama pada sapi perah. Kalau intervensi dari pemerintah, setahu saya masih dalam proses pembicaraan,” ujarnya. Ketum Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jabar, Aun Gunawan mengatakan, khusus anggota KPBS, pinjaman tidak melalui bank, tetapi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM Terkait ini, kami mengajukan relaksasi dan sudah disetujui. Jadi, tak mencicil bunga maupun pokok selama dua tahun,” kata Aun. (Yoga)
KERJA SAMA G20, Sistem Pembayaran Lintas Negara Dikembangkan
Para gubernur bank sentral dan otoritas moneter lima negara Asia Tenggara sepakat bekerja sama mengembangkan sistem pembayaran lintas negara. Pengembangan sistem tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ini. Hal itu mengemuka dalam diskusi ”Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery-Cross Border Payment”, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (14/7). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Ke-3, G20 Presidensi Indonesia yang dilaksanakan pada 11-17 Juli 2022.
Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, kolaborasi dan kerja sama pengembangan sistem pembayaran lintas negara perlu dilakukan di kawasan Asia Tenggara, berupa pembayaran menggunakan metode pindai kode unik (QRIS), pembayaran cepat (fast payment), dan pembayaran transaksi dengan mata uang lokal (local currency settlement/LCS). Lima kepala bank sentral dan otoritas moneter negara Asia Tenggara akan menandatangani MOU terkait pengembangan system pembayaran lintas negara November tahun ini. Kelima negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati menambahkan, kerja sama sistem pembayaran lintas negara akan membuat transaksi lintas negara lebih cepat, hanya dalam beberapa menit setelah sebelumnya memakan waktu beberapa hari. Mekanisme transaksi bisa lebih sederhana dan tarifnya lebih murah. (Yoga)
IKN Ideal untuk Diterapkan Sistem Transportasi Cerdas
Sistem transportasi cerdas akan diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kaltim. Sistem ini mengadopsi transportasi rendah emisi dan efisien, sesuai dengan karakteristik IKN yang modern dan hijau. Masukan banyak pihak dinantikan. Demikian yang mengemuka dalam webinar Intelligent Transportation System (ITS) Indonesia bertajuk ”Merancang Transportasi Cerdas di Ibu Kota Nusantara”, Kamis (14/7). Pembicara kunci webinar tersebut adalah Kepala Otorita IKN Bambang Soesantono.
”Karakteristik IKN diharapkan dapat mewujudkan lima kata kunci, yaitu hijau (green), inklusif, cerdas, tangguh, dan keberlanjutan. Untuk itu, partisipasi masyarakat dan swasta dalam pembangunan IKN sangat penting. ITS Indonesia diharapkan dapat berkiprah lebih besar dalam pembangunan IKN,” ucap Bambang. Terkait rencana penerapan sistem transportasi cerdas di IKN, menurut Vice President of Standardization and Monitoring, Evaluation, ITS Indonesia Resdiansyah, pihaknya bersama Kemenhub telah menyusun cetak biru. Namun, membangun sistem transportasi cerdas di IKN dari nol adalah tantangan yang tak ringan. Apalagi, kondisi geografis IKN berpotensi menimbulkan hambatan dalam perencanaan infrastruktur. (Yoa)
KAI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3 Triliun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan rencana penerbitan obligasi dan sukuk senilai Rp 3 triliun pada Kamis (14/7). Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan angkutan batubara Sumatera bagian selatan Rp 1,815 triliun, membayar obligasi I-2017 seri A yang jatuh tempo Rp 1 triliun, dan mengadakan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo Rp 185 miliar. (Yoga)
”Emas” yang Terpendam di Kalimas
Meski merupakan metropolitan terbesar kedua atau setelah Jakarta dan dianggap kurang memiliki keelokan lanskap alami, Surabaya amat memanjakan mata dan hati warga serta pengunjungnya. Selain taman, museum, pantai, kebun binatang, kawasan konservasi, kawasan cagar budaya dan kota tua bernuansa Eropa dan Asia, dan kuliner khas, Surabaya juga amat layak memanggungkan kembali Kalimas sebagai ikon wisata. Ketua Surabaya Heritage Freddy Isnanto mengatakan, ”Surabaya merupakan kota dengan tinggalan yang komplet dan tidak bisa dilepaskan dari Kalimas”. Kampung-kampung di Surabaya yang tumbuh di sepanjang Kalimas menegaskan budaya Arek yang egaliter, terbuka, toleran, tetapi juga peka, berani, gotong royong, dan guyub juga senang kumpul alias cangkrukan. ”Surabaya sejak era Hindia-Belanda dipandang amat strategis sehingga dibangunlah industri kapal, pelabuhan, bahkan benteng-benteng tepi laut, ”katanya.
Kuncarsono Prasetyo, penggagas Suroboyo Mbois dan Surabaya Urban Track (Sub-Track), mengingatkan, kalangan warga ibu kota Jatim jangan sekadar melihat Kalimas dari sisi nostalgia atau kejayaan di masa lalu. Upaya ”merawat” kembali memori kolektif terhadap Kalimas dengan kepariwisataan, amat baik dan perlu didukung, pemerintah cukup memfasilitasi dan memastikan Kalimas aman dan nyaman. Melahirkan kembali Wisata Perahu Kalimas amat baik. Harapannya semakin banyak warga yang terlibat akan merasakan nuansa Kalimas. Bisa didorong kegiatan lain, misalnya festival bahkan kejuaraan olahraga air di Kalimas. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi punya ”strategi” dan keberanian untuk mendorong penataan dan pemanfaatan Kalimas. Keinginan agar 3 juta jiwa warga Surabaya bertamasya dan rutin menikmati ”rumah sendiri” lebih dalam tidak akan sulit diwujudkan. ”Kami mengupayakan Kalimas kembali menjadi salah satu ikon wisata air di Surabaya yang terintegrasi dan berkembang dengan segmen pariwisata lainnya yang sudah ada,” kata Eri. Selamat mendulang ”emas” wisata Kalimas. (Yoga)
MENIMBANG ”CHATBOT” UNTUK MENDONGKRAK TRANSAKSI
Sudah lima tahun terakhir, PT Pegadaian (Persero) mengembangkan program komputer yang dirancang untuk menyimulasikan percakapan dengan pengguna manusia, terutama melalui internet atau chatbot untuk layanan pelanggan. Chatbot bertugas menjawab pertanyaan fakta Pegadaian yang berulang ditanyakan, misalnya soal produk, lokasi kantor Pegadaian, dan promo. Menurut Franskel Wawan Ardiansyah, Senior Manager Contact Center Pegadaian, pemakaian teknologi ini mampu memangkas biaya operasional yang signifikan. Nama chatbot milik Pegadaian adalah Pevita. Kelebihan Pevita, klaim Franskel, adalah telah lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produk Pegadaian. Kemudian pada 2020, Pegadaian mencoba membuat Pevita bukan hanya punya kemampuan menjawab pertanyaan layanan pelanggan, melainkan juga kemampuan membeli, sistem akan secara otomatis mengarahkan ke agen/petugas terkait.
Berdasarkan pengalaman VP Corporate Marketing Taco Group Satria Utama, chatbot ternyata bisa dipakai di fasilitas layanan pelanggan di sektor perdagangan material bangunan. Perusahaan material bangunan seperti Taco Group telah menyediakan saluran aplikasi pesan instan, tetapi tidak beroperasi 24 jam. Padahal, konsumen yang rata-rata desainer interior dan pengembang bisa bertanya spesifikasi hingga harga material sampai larut malam. Tidak jarang, konsumen meminta gambaran contoh material. Sebelum memakai chatbot, petugas layanan pelanggan bisa menerima 50 pesan saat bisnis buka pagi hari. Satu kali pesan konsumen, petugas biasanya bisa merespons sampai satu jam. ”Setelah memakai chatbot, lama respons pesan berkurang menjadi hitungan menit. Kami tetap mempertahankan petugas fasilitas layanan pelanggan karena kami rasa tetap ada saja konsumen yang butuh berbincang langsung dengan petugas. Kami sudah mulai menghubungkan chatbot dengan sistem pergudangan sehingga bisa cepat memproses pesanan material,” ujar Satria.
CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Aditya (10/7) menjelaskan, adopsi chatbot semakin meluas di Indonesia, sudah 20 sektor industri di Indonesia yang aktif mengembangkan chatbot, antara lain e-dagang, ritel, serta makanan dan minuman. Secara umum, chatbot mampu melayani 20.000-30.000 pengguna aktif dalam satu bulan. Dalam satu hari chatbot yang dikembangkan oleh Kata.ai secara khusus mampu melayani lebih dari 200.000 percakapan pada waktu bersamaan. Ketika kini berkembang chatbot untuk menggaet transaksi atau conversation commerce, Irzan menjelaskan, pemiliknya cukup melatih dengan cara menyinergikan mahadata seluruh divisi di perusahaan, mulai dari stok, manajemen order, hingga logistik. Di Indonesia, potensi untungnya besar. Berdasarkan studi Boston Consulting Group, nilai transaksi conversation commerce di Indonesia, termasuk percakapan biasa di Whatsapp dan pesan langsung (direct message/DM) media sosial, diprediksi mencapai 17 miliar dollar AS pada 2025. (Yoga)
Ternak Selundupan Persulit Pemberantasan PMK
Salah satu penyebab kembali merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia adalah longgarnya pengawasan lalu lintas hewan. Harian Kompas menelusuri jejak penyelundupan hewan ternak dari Thailand, melalui pesisir timur Pulau Sumatera hingga ke peternakan di Jawa. Thailand adalah negara yang belum bebas dari PMK. Transaksi kambing antarnegara ini dilakukan, antara lain, lewat media sosial. Kambing selundupan dari Thailand lolos dari jalur tidak resmi di Aceh Tamiang. Satu kiriman melalui ”pelabuhan tikus” di AcehTamiang pada Februari 2022 diketahui berhasil masuk ke Jawa. Sementara pengiriman pada April 2022 berhasil disita Bea dan Cukai Langsa dan tengah menjadi barang bukti kasus penyelundupan.
Sebuah peternakan di Wonosobo, Jawa Tengah, milik HR (31) diketahui memiliki kambing jenis saanen asal Thailand. HR mengatakan, kambing saanen tinggal tersisa satu ekor dari 14 kambing jenis ini yang dibeli dari penjual di Thailand pada Februari 2022. Sebanyak 13 ekor lainnya diantarkan ke pembeli di berbagai kota di Jawa. Dia membeli kambing berbulu putih bersih dari pedagang Thailand bernama Suchat Putae melalui Facebook. Setahun terakhir, HR membeli kambing saanen dari Thailand lewat Facebook. Pembayaran dilakukan dengan transfer ke bank di Thailand atas nama Suchat Putae di Amphoe Bhang Bua Tong, yang berjarak 12 jam dari Pelabuhan Kantang, Thailand.
Dari Pelabuhan Kantang ini, Kecamatan Seruway di AcehTamiang dapat dicapai dengan perjalanan kapal melalui Selat Malaka selama sekitar 30 jam. Tak sampai satu pekan, kambing pesanan tiba di Aceh Tamiang. ”Kami pindahkan kambing di jalan, dari mobilnya ke mobil L 300 kami,” kata HR. Tidak ada dokumen apa pun yang menyertai kambing itu. Kambing saanen kemudian ditampung di kandang penampungan yang juga milik HR di kawasan Kota Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumut, HR kemudian meminta surat jalan di kelurahan setempat untuk mengantar kambing ke Lampung. Dari Lampung, kambing diseberangkan ke Jawa melalui jalur Bakauheni-Merak menggunakan jasa calo.
Pada 8 Mei 2022, Balai Besar Veteriner (BB Vet) Wates Yogyakarta mengambil sampel kambing milik HR. Hasilnya, seekor kambing saanen dan dua ekor domba wonosobo dinyatakan positif PMK pada 9 Mei 2022. Dari data Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, saat itu belum ada satu pun kasus PMK dilaporkan di Wonosobo. PMK mulai menyebar di Wonosobo dua pekan setelah hasil pengujian sampel oleh BB Vet Wates terbit, tutur Kadis Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Wonosobo Dwiyama Satyani Budyayu. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









