;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Semester I, Laba Mitrabahtera Melesat 6,884%

16 Jul 2022

PT Mitra bahtera Segara Sejahtera Tbk (MBSS) mencatatkan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebesar  6.884,7% secara year on yera (yoy) menjadi US$ 4,69 juta dibandingkan laba bersih semester I-2021 sebesar US$ 67.182.Mengutip laporan keuangan konsolidasi perseroan periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2022 (unaudited), pendapatan emiten jasa pelayanan tersebut hanya naik 15,61% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi US$ 38,5 juta. Namun MBSS mampu mempertahankan biaya beban langsung di kisaran US$ 28 juta, seperti pada semester I-2021. Namun pada posisi keuangan konsolidasi, jumlah liabilitas MBSS pada akhir Juni 2022 naik 144% menjadi US$ 20,79 juta dari US$ 8,53 juta  pada akhir tahun lalu. Total liabilitas di akhir kuartal II-2022 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek senilai  US$ 8,89 juta yang naik 48,41% dibandingkan 31 Desember 2021 year on date. (Yetede)

Subsidi Pupuk Hanya Untuk Sembilan Komoditas Pertanian

16 Jul 2022

Pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk kepada sembilan komoditas pertanian, yakni padi, jagung, kedelai, cabe, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. Ketentuan tersebut tertuang dalam Permentan No10 Tahun 2022 tentang  Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi  Sektor Pertanian. Pembatasan komoditas menjadi sembilan dari sebelumnya 70 komoditas  dilakukan pemerintah agar produksi hasil pertanian yang memiliki kontribusi terhadap inflasi dapat terus terjaga dan pemanfaatan pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran. Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan, merujuk tata kelola pupuk bersubsidi yang baru seperti diatur dalam Permentan No10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani dan luas lahan maksimal dua hektar  setiap musim tanam. Tidak hanya itu, petani juga harus tergabung dalam kelompok tani  serta terdaftar dalam Simluhtan (Sistem Informasi Manajeman Penyuluhan Pertanian).  (Yetede)

OJK Akomodasi Perkembangan Industri Fintech Lending

16 Jul 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan terbaru berbasis prinsip (Prinsiple based) bagi industri fintech peer to peer (p2p) leding. Aturan ini diharapkan bisa lebih fleksibel dalam mengakomodasi  perkembangan industri, sekaligus memperkuat pengawasan lewat disiplin pasar (market conduct). Aturan ini terlampir dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10/POJK05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (POJK LPBBTI/fintech p2p  Lending). "POJK LPBBTI ini dikeluarkan untuk mengembangkan industri keuangan yang dapat mendorong tumbuhnya, alternatif pembiayaan, mempermudah dan meningkatkan akses pendanaan bagi masyarakat  dan pelaku usaha melalui suatu layanan pendanaan berbasis teknologi informasi, "ungkap Deputi Komisioner Humas dan Logistik POJK Anto Prabowo. Model bisnis dan kerja sama pihak lain dalam ekosistem terus berkembang dan semakin kompleks. Perkembangan industri yang positif ini perlu diarahkan agar memberikan kontribusi optimal kepada ekonomi Indonesia melalui pendanaan kepada masyarakat. (Yetede)

UE Naikkan Proyeksi Inflasi Jadi 8,3%

15 Jul 2022

Uni Eropa (UE) pada Kamis (14/7) menaikkan proyeksi inflasi 2022 untuk zona euro menjadi 7,6% dan untuk Eropa menjadi 8,3%. Revisi itu dipicu oleh dampak perang di Ukraina terhadap ekonomi benua biru. Setelah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (13/7) mencatatkan lonjakan inflasi tahunan tertinggi diangka 9,1%, kekhawatiran bahwa kenaikan harga-harga juga akan mencapai rekor tertinggi juga menyebar luas di Eropa. Data untuk Juni 2022 menunjukkan laju inflasi di zona euro mencapai rekor 8,6%. Situasi terbaru ini semakin menekan pemerintah masing-masing negara dan Bank Sentral Eropa (ECB). Pemerintah berusaha keras mengurangi dampak kenaikan harga-harga terhadap biaya hidup masyarakat. Pada Mei lalu, Komisi Eropa memperkirakan inflasi zona euro tahun ini mencapai 6,1% dan memperkirakan turun drastis jadi 2,7% pada 2023. Sekarang, proyeksi tersebut dinaikkan menjadi 7,6% dan 4%. (Yetede)

SIAGA RISIKO RESESI AS

15 Jul 2022

Tren positif perekonomian nasional yang tecermin dari geliat manufaktur tak boleh membuat dunia usaha terlena. Selain tensi geopolitik global masih tinggi, efek domino dari risiko resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat lonjakan inflasi patut diwaspadai. Kemarin, Kamis (14/7), Bank Indonesia merilis Prompt Manufacturing Index (PMI) Kuartal II/2022 mencapai 53,61. Angka itu lebih tinggi ketimbang kuartal I/2022 yang ada di 51,77. Kenaikan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki (56,05%); makanan, minuman dan tembakau (54,60%); serta logam dasar besi dan baja (53,47%). Bank Indonesia memperkirakan tren positif itu akan berlanjut di kuartal III/2022, dengan proyeksi PMI sebesar 54,02%. Merespons dinamika tersebut, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha berupaya mengantisipasi dampak global. Menurutnya, inflasi tinggi di Amerika Serikat bakal berdampak negatif terhadap arus kas dan daya saing industri manufaktur nasional lantaran kenaikan beban input produksi seperti bahan baku penolong impor. Adapun, Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi mengatakan lonjakan inflasi yang masih berlangsung di AS menaikkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hingga 100 basis poin, dari sebelumnya hanya 75 basis poin.
Menurutnya, dengan perkembangan ekonomi tersebut, resesi di AS diperki­ra­­­kan berlangsung lebih cepat, yaitu pada kuartal II/2022.
“Kalau perusahaan tidak bisa mengelola kenaikan beban ini, yang akan terjadi adalah stagnasi atau kontraksi pertumbuhan kinerja sektor manufaktur,” katanya, Kamis (14/7).

Pelita Air Gandeng AP II Kembangkan Bandara Pondok Cabe

15 Jul 2022

PT Pelita Air Service (PAS) bersinergi dengan PT Angkasa pura/AP (persero) untuk mengkaji bersama kelayakan operasi, teknik, dan bisnis pengelolaan Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Banten. Direktur Utama PT Pelita Air Service Dendy Kurniawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan  dengan PT Angkasa Pura II sebagai  upaya untuk memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Bandara Pondok Cabe untuk dapat dikembangkan. "Dengan sinergi yang dilakukan dapat membuka peluang besar dalam memaksimalkan aset yang ada, sehingga nantinya Bandara Pondok Cabe dapat memfasilitasi berbagai kegiatan di bisnis sektor penerbangan dan  diharapkan dapat memperkuat ekosistem penerbangan Indonesia," kata Dendy dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (14/7). (Yetede)

Mewaspadai Klaim ESG

15 Jul 2022

Investasi dengan tema ESG (enviromental, social and governance) saat ini marak di­ta­war­kan oleh be­ra­gam pihak. Dari sisi permintaan, minat ter­ha­dap investasi ESG juga me­­ning­kat salah satunya aki­bat ke­inginan investor un­tuk ber­kon­tribusi dalam men­cegah ke­ru­sak­an lingkungan. Peningkatan minat terhadap investasi ESG mendorong kondisi terjadinya aliran dana ke sektor hijau. Kondisi tersebut sejalan dengan isi salah satu pasal Perjanjian Paris 2015 pasal 2 (c) yang menginginkan adanya peningkatan aliran modal ke sektor hijau. Dari sisi risiko, peningkatan aliran modal ke investasi ESG disebabkan oleh potensi terjadinya stranded asset pada industri energi fosil saat perekonomian mengalami proses transisi untuk mengalihkan ketergantungan dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Praktik greenwashing me­ru­pa­kan skandal yang me­ma­n­faatkan minat investor un­tuk berkontribusi positif terhadap lingkungan. Mi­sal­nya, pada Mei 2022 DWS (yang merupakan unit usaha da­ri Deutsche Bank) diperik­sa oleh otoritas keuangan Jer­man akibat praktik greenwashing, di mana adanya du­ga­an klaim palsu DWS terkait dengan pengelo­laan dana meng­gunakan kriteria ESG. 

Pada kasus lain di Amerika pada bulan yang sama, sebuah unit dari Bank of New York Mellon (BNYM) terkena den­da dari otoritas keuangan Amerika akibat praktik green­washing pada reksa dana ESG yang dikelola oleh unit BNYM. Tema ESG merupakan isu yang kompleks dan tergolong sebagai isu yang relatif baru. Kebaruan isu ESG menyebabkan tidak adanya standardisasi terkait klaim ESG. Kondisi ini mendorong terjadinya keragaman sudut pandang terkait klaim ESG. Namun, keragaman tersebut tidak menjadi pembenaran terjadinya praktik greenwashing karena merupakan suatu bentuk kejahatan dengan cara membuat klaim palsu di seputar lingkungan. Greenwashing merupakan masalah besar yang membuat investor dan konsumen merasa telah berkontribusi untuk menjaga lingkungan, tetapi kenyataannya sama sekali ti­dak.

PTPN Group Dukung Pencapaian Swasembada Pangan Nasional

15 Jul 2022

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (persero)) atau PTPN Group melalui anak-anak usahanya terus melakukan  riset dan pengembangan guna  mendukung dan menyukseskan program swasembada pangan nasional. Hasil riset dan pengembangan  termutahkhir yang tengah yang tengah diimplementasikan perusahaan BUMN tersebut di lapangan adalah meningkatkan efisiensi pemanfaatan  lahan tebu sekaligus meningkatkan produksi kedelai melalui pilot project tumpang sari (intercropping) tebu-kedelai (Sistem Bule). Gagasan Sistem Bule tersebut diinisiasi oleh PTPN Group dan Kementerian BUMN yang mana dari luasan areal yang dimiliki PTPN  turut memberikan andil dalam meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dan khususnya produksi tebu  untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi nasional. Untuk mengawal kesuksesan pengembangan Sistem Bule tersebut, PTPN Group bekerja sama dengan dua perguruan  tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institute Pertanian Bogor (IPB). (Yetede)

Pegang Uang Tunai Hadapi Inflasi Tinggi

15 Jul 2022

Kebijakan agresif bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve belum mampu mengendalikan inflasi. Secara mengejutkan, inflasi AS periode Juni melesat di atas proyeksi pasar, mencapai 9,1%. ini menimbulkan ekspektasi The Fed bakal mengerek suku bunga lebih agresif. Otomatis, ini membuat kekhawatiran terjadinya stagflasi global menguat, dan berdampak pada pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee masih yakin stagflasi belum akan terjadi di Indonesia lantaran inflasi masih terjaga. Hans menilai, keluarnya dana asing bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli. Namun, tetap sediakan uang tunai yang lebih besar sambil mencermati pasar saham.

Proyek Bandara Pelosok Digerap Segelintir Kontraktor

15 Jul 2022

Kabar tak sedap berhembus dari program pembangunan dan pengembangan bandara di daerah terpencil oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub). Proyek-proyek itu, hanya digarap oleh segelintir pihak. Indikasinya datang dari proyek Bandara Pogugol Buol di Sulawesi Tengah. Akhir 2021, Kemhub menggelar tender tiga proyek di bandara ini, dengan pagu masing-masing proyek mulai dari Rp 89,53 miliar hingga Rp 93,82 miliar. Berdasarkan informasi yang dihimpun KONTAN, dari sebanyak 20 - 24 peserta tender, hanya satu perusahaan saja di masing-masing proyek yang mengikuti tahapan tender, mulai evaluasi kualifikasi. Alhasil, PT Pilar Indo Sarana melenggang dengan meraup dua proyek, yakni penyiapan badan runway dengan pagu Rp 93,83 miliar, dan runway strip dengan pagu Rp 93,18 miliar. Sementara proyek infrastruktur sisi darat, dengan pagu anggaran Rp 89,53 miliar, dimenangkan oleh PT Indra Jaya Abadi. Berdasarkan data yang terekam di situs lpse.dephub.go.id, Pilar Indo Sarana memenangkan sekitar 17 proyek. Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono tidak berkomentar mengenai minimnya peserta tender sehingga sejumlah proyek pembangunan dan pengembangan bandara dikerjakan segelintir pihak. Dia menegaskan sebagian besar pekerjaan adalah sebagai upaya mempertahankan kinerja keselamatan dan pelayanan. "Itu tidak semuanya bandara baru," kata Nur kepada KONTAN, Kamis (14/7).