Ekonomi
( 40789 )Gernas BBI di Kalsel untuk Penguatan Ekonomi
Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Kalsel diharapkan jadi solusi untuk penguatan ekonomi dalam negeri. ”Kondisi ekonomi saat ini memerlukan kerja keras dari seluruh pihak. Karena itu, Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) bisa menjadi solusi penguatan ekonomi dalam negeri,” kata Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat pembukaan, Jumat (22/7). (Yoga)
Tidak Perlu ”FOMO” dalam Berinvestasi
Fear of missing out atau FOMO biasanya dikaitkan dengan kecenderungan orang untuk tidak mau ketinggalan suatu tren karena banyak orang yang melakukannya. Apalagi di media sosial, banyak hal viral yang membuat orang FOMO, termasuk investasi. Selain itu, muncul fenomena pemengaruh (influencer) atau selebgram mempromosikan suatu produk investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan risiko rendah. Banyak masyarakat yang terpikat, tanpa pikir panjang dan mengecek legalitas dan logis, langsung menaruh uang pada produk tersebut.
Sekarang jenis investasi makin beragam dan semakin mudah dilakukan, semua transaksi bisa dilakukan secara daring melalui ponsel. Investasi di aset kripto, misalnya, cukup booming di kalangan anak muda dengan untung yang dinilai menggiurkan. Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang ada dan digunakan di dunia maya. Namun fluktuasinya sangat tinggi yang artinya berbanding lurus dengan risikonya. OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan aset kripto, tetapi oleh Bappebti. Fenomena lain yang ramai adalah binary option, yaitu menebak di antara dua pilihan harga emas, saham, atau forex. Dengan kata lain, tidak ada underlying barang yang diperdagangkan mengingat sifatnya hanya untung-untungan dalam menebak harga suatu komoditas sehingga mirip judi. OJK juga menyatakan tak pernah mengeluarkan izin untuk binary option.
Satgas Waspada Investasi yang merupakan kumpulan berbagai otoritas di Indonesia secara periodik mengumumkan produk investasi ilegal serta memblokir situsnya. Walau tak tertutup kemungkinan munculnya modus investasi dengan iming imingi imbal hasil yang besar lainnya. Agar tidak FOMO, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi. Pertama, pahami tujuan investasi. Kedua, informasi dari sumber yang terpercaya. Ketiga, pahami kondisi keuangan pribadi. Gunakan ”uang dingin” atau bukan uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, apalagi uang pinjaman. Investasi bukanlah kompetisi tentang siapa yang dapat meraih imbal hasil paling tinggi. Investasi sejatinya lebih pada berkompetisi dengan diri sendiri agar dapat meraih tujuan finansial melalui berbagai instrumen keuangan dan investasi. (Yoga)
Menengok Pabrik Air Zamzam
”Kami menyaring air zamzam dari Kabah di Masjidil Haram lalu mengemasnya dalam botol-botol,” kata Hassan Mahmoud Abu Al-Faraj, Direktur Pelaksana Syarikah al-Zamazemah, di kawasan Zaidi, pinggiran Mekkah, Arab Saudi, Rabu (20/7) malam. Malam itu, Kompas bersama Media Center Haji menengok pabrik pengemasan air zamzam. Lokasinya di pinggiran Mekkah, 15 km dari Masjidil Haram. Bangunan besar itu terdiri atas dua lantai. Sambil berbincang di lantai dua, dari dinding kaca bening, kami melihat pengemasan air zamzam di lantai pertama. Hanya beberapa orang berjaga. Selebihnya dipenuhi mesin-mesin besar. ”Tidak lagi manual, hampir semua proses di sini dikerjakan oleh mesin,” ujar Hassan. Dengan cara kerja itu, pabrik memproduksi 10.000 botol air dalam satu jam.
Pabrik ini mendapat mandate dari Kerajaan Arab Saudi untuk memasok air zamzam bagi jemaah haji. Ini layanan gratis, tidak dijual. Air kemasan dikirim ke hotel-hotel lantas dibagikan kepada semua jemaah. Pada musim haji, pabrik mendistribusikan 1 juta liter air zamzam setiap hari dalam kemasan botol, antara lain berisi 330 mililiter air. Di dinding pabrik tertempel peta lama. Usamah Abdullah Soleh Abduh, Manajer Bagian Kedaruratan dan Keselamatan Syarikah al-Zamazemah, menunjukkan, sumber air zamzam berada di bawah Kabah, tepatnya di dekat maqam Ibrahim. Di bawah lantai ada sumur berkedalaman 30 meter. Di dalamnya ada saluran mata air dari Hijr Ismail dan Bukit Shafa dan Marwa. (Yoga)
Tumbuh 10,3% Outstanding Kredit Juni Capai Rp 6.156 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat, outstanding penyaluran kredit perbankan mencapai Rp6.156,2 triliun pada Juni 2022, tumbuh 10,3% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit pada bulan sebelumnya yang sebesar 8,7% (yoy) atau mencapai Rp 5.996,6 triliun. Peningkatan pertumbuhan kredit terjadi pada golongan debitur korporasi maupun perorangan. Kredit kepada korporasi meningkat 12,5% (yoy) per Juni menjadi Rp3.197,4 triliun, lebih tinggi dari Mei menjadi 9,7% (yoy). Sementara itu kredit kepada perorangan juga tumbuh lebih tinggi dari 9% per Juni 2022 dengan penyaluran kredit Rp2.914,1 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi penggunaan kredit pada Juni 2022 terjadi baik pada kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi. Kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi, meningkat 12,6% (yoy) menjadi Rp 2.882,4 triliun pada Juni 2022 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,9% (yoy) Peningkatan kredit modal kerja terjadi pada sektor industri pengolahan, serta sektor keuangan , real estat dan jasa perusahaan. (Yetede)
Perum Bulog Genjot Pemasaran Pangan Daring
Perum bulog meningkatkan pemasaran dan memperluas jangkauan produk pangan komersial ke setiap lapisan masyarakat dengan memanfaatkan pasar daring melalui platform iPanganDotCom. Secara nasional, omzet Bulog dari penjualan pangan daring tersebut mencapai Rp 700 juta setiap bulan atau Rp 8 miliar setiap tahun dan komoditas beras adalah produk yang paling banyak pembelinya. "Platform ini merupakan bentuk respons kami terhadap perkembangan pasar karena pasar sekarang tidak hanya fisik tapi juga e-commerce," kata Awaludin di Gedung Bulog Tambak Aji, Semarang. Bulog memproduksi aneka produk berkualitas unggul dan premium demi merebut pangsa pasar, salah satunya beras dengan berbagai merek. Dan sebagai salah satu komoditas pangan yang juga mempengaruhi inflasi, Presiden mengarahkan agar mempersiapkan kebutuhan gula nasional dengan baik, yakni bertahap mengurangi impor dan mencapai swasembada gula dalam lima tahun. (Yetede)
Pemerintah Buka Kesempatan Penambangan Timah Legalisasi Perizinan
Pemerintah membuka kesempatan bagi penambang timah ilegal di Bangka Belitung untuk mengurus perizinan kegiatan tambang. Legalisasi tambang liar merupakan upaya menekan kerusakan lingkungan dan meningkatkan penerimaan negara. Pejabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan masyarakat bisa mendatangi eks rumah dinas Wakil Gubernur di Pangkal Pinang untuk mengurus perizinan tambang. Nanti masyarakat akan mendapat pengarahan kelengkapan dokumen dan lain-lain guna mendapat lisensi pertambangan. "Sebagai PJ Gubernur yang saya lakukan menata pertambangan ilegal. Tidak ada alasan pihak yang melakukan kegiatan ilegal tidak mampu mengurusnya. Pemerintah sudah membuka jalan." kata Ridwan dalam diskusi secara hybrid, Jakarta. (Yetede)
Dunia Makin Dekat Menuju Malapetaka
Awal April 2016, lebih dari 100 media massa lintas negara segera serentak mempublikasikan Panama Papers, proyek kolaborasi riset dan peliputan investigasi yang bersumber dari bocoran dokumen rahasia Mossack Fonseca. Firma hukum asal Panama. Dikoordinasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), publikasi Panama Papers menguak praktik lancung perusahaan-perusahaan cangkang di negara-negara suaka pajak yang menjadi kedok konglomerat, politikus kondang, selebritas, olahragawan, hingga buronan kejahatan keuangan. Kala itu, Tempo, sebagai satu-satunya media di Indonesia yang bergabung dalam proyek Panama Papers, turut mengungkapkan sederet Taipen dan poltikus papan atas diantara ratusan warga negara Indonesia yang mendirikan perusahaan cangkang lewat Mossack Fonseca. Kendati pemerintah berikrar akan menindaklanjuti skandal Panama Papers, sejauh ini hanya Harry Azhar yang terkena sanksi ringan berupa teguran oleh Mahkamah Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan. Kala itu, Harry yang menjabat Ketua BPKK, tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands. (Yetede)
Investor Muda Meruyak, Edukasi Gencar Dibutuhkan
BEI mencatat investor ritel naik signifikan di masa pandemic. Banyaknya investor baru ini perlu menjadi perhatian karena segmen ritel mendominasi separuh transaksi bursa. BEI mencatat per Juni 2022 ada 9,1 juta investor pasar modal, naik pesat dari akhir 2019 sebanyak 2,48 juta. “Kami optimis penambahan investor baru tetap terjaga,” ujar Kadiv Riset BEI Verdi Ikhwan (22/7). BEI mencatat porsi investor muda di bawah 30 tahun mencapai 60 % total investor, dan 28 % total investor saham adalah pelajar. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, mayoritas investor baru ini cenderung coba-coba sehingga kebanyakan memiliki orientasi jangka pendek. Menurut wawan seiring pertumbuhan investor ritel yang pesat, edukasi juga perlu digalakkan. (Yoga)
Perjanjian Dagang Dorong Neraca Dagang RI Surplus
Hingga pertengahan tahun ini, Indonesia telah memiliki 27 perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA), 10 di antaranya sudah berjalan. “19 PTA telah diimplementasikan dan dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar ekspor,” kata Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Jumat (22/7). Dari 19 PTA yang sudah terlaksana, efeknya sudah mulai Indonesia rasakan. Selama pandemic Covid19, Indonesia terus menorehkan surplus neraca perdagangan setelah mengalami defisit 3,6 miliar USD pada 2019. “Indonesia mencatatkan surplus perdagangan 21,7 miliar USD pada 2020, meningkat menjadi 32,5 miliar USD pada 2021,” ungkap Djatmiko. (Yoga)
Inflasi Bisa Menjadi Sandungan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, lonjakan inflasi bakal menahan kenaikan konsumsi swasta. Pasalnya konsumsi swasta memegang porsi besar dalam PDB. BI memperkirakan inflasi Indonesia pada 2022 melampaui batas atas target di kisaran 4,5% hingga 4,6 % year on year (yoy). Proyeksi BI kompak dengan Asian Development Bank (ADB) yang mengerek perkiraan inflasi Indonesia pada 4 % yoy dari sebelumnya 3 % yoy. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman meminta pemerintah maupun otoritas terkait harus pandai-pandai menjaga inflasi agar tidak bergerak liar, untuk menjaga daya beli masyarakat. *Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









