Menanti Integrasi Transportasi Publik di DKI
Perbaikan pelayanan transportasi publik belum optimal dalam mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas di DKI Jakarta. Hal ini menjadi salah satu faktor yang turut menyumbang problem kemacetan. Salah satu upaya adalah perbaikan pelayanan angkutan umum massal yang mendapat apresiasi warga. Namun, di balik apresiasi tersebut, warga masih merasakan persoalan kemacetan belum teratasi sepenuhnya. Dari hasil jajak pendapat Kompas medio Juni 2022. Ada 17,4 % warga menyatakan masalah kemacetan dan transportasi adalah persoalan mendesak kedua yang harus diselesaikan di DKI Jakarta setelah masalah-masalah sosial. Enam dari sepuluh responden menyebutkan, kemacetan masih menjadi pemandangan rutin di Jakarta.
Meski demikian, 30 % warga Jakarta merasakan kemacetan sudah berkurang, selaras dengan hasil TomTom Traffic Index. Berdasarkan pantauan lembaga asal Inggris yang menilai tingkat kemacetan lalu lintas kota-kota di dunia, tahun 2021 Jakarta sudah keluar dari 10 kota termacet di dunia. Posisi Jakarta turun ke peringkat ke-46 dan tingkat kemacetan terlihat menurun menjadi 34 %. Data menunjukkan waktu perjalanan rata-rata berkurang 2 menit per hari. Tak dapat dimungkiri, faktor pandemi berdampak pada berkurangnya tingkat kemacetan di Jakarta versi TomTom Traffic Index. Di samping itu, upaya Pemprov DKI memperbaiki dan menata transportasi publik massal, seperti bus Transjakarta dan KRL yang dioperasikan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), turut mendorong warga bepergian menggunakan moda transportasi umum sehingga mengurangi kemacetan.
Meski animo masyarakat memanfaatkan transportasi publik membaik, kendaraan pribadi masih mendominasi jalanan Ibu Kota, khususnya sepeda motor. Menurut data Polri, ada 16,1 juta sepeda motor di DKI Jakarta tahun 2020 atau naik 97 % dari 8,2 juta unit pada 2019. Demikian pula mobil pribadi, yang jumlahnya terus naik. Meski sudah dibatasi dengan kebijakan ganjil genap, kemacetan masih terjadi. Untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat mengakses transportasi umum massal yang ada. Integrasi aneka angkutan umum dengan biaya terjangkau menjadi salah satu solusi. Untuk mengoptimalkan layanan transportasi publik, pada 15 Juni 2022 Transjakarta bersama KCJ berkolaborasi dalam sistem integrasi antar moda, pengembangan usaha transportasi terpadu, dan pengembangan kawasan berorientasi transit. Kepuasan mayoritas warga (64,7 %) atas upaya Pemprov DKI membenahi transportasi publik menjadi semangat untuk meningkatkan layanan transportasi publik yang semakin baik. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023