RISIKO KENAIKAN INFLASI : KEMISKINAN PERLU PERHATIAN
Meski jumlah penduduk miskin secara nasional turun, tetapi sejumlah daerah masih mengalami kenaikan per Maret 2022. Kondisi ini perlu upaya ekstra dari pemangku kebijakan untuk menekan risiko peningkatan kemiskinan di sisa tahun ini, menyusul potensi kenaikan inflasi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Jumat (15/7) menunjukkan sebanyak 9 provinsi mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 dibandingkan September 2021.Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) misalnya. Meski mengalami penurunan jumlah penduduk miskin secara tahunan, tetapi jika dibandingkan pada September 2021, jumlah penduduk miskin di wilayah ini naik tipis menjadi 777.440 jiwa pada Maret 2022.Kepala BPS Sulsel Suntono mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan penduduk miskin di Sulsel berkurang jika dibanding Maret 2021 karena ekonomi Sulsel pada kuartal I/2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,27% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Suntono menjelaskan peranan komoditas makanan di Sulsel ternyata masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Menurutnya, besarnya sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2022 sebesar 74,90%. Pada Maret 2022, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023