Bertaruh Satu Kaki pada NFT
Awal kemunculannya NFT lebih banyak ditekuni para seniman visual. Belakangan, banyak musisi yang akhirnya mengarungi arus deras NFT. Dokumentasi transaksi yang transparan, kontrol penuh atas aset karya, dan pembagian keuntungan penjualan yang fair adalah hal-hal yang menjadikan NFT begitu cepat mencuri hati para musisi. Sejak 2018, jutaan karya musik dalam berbagai bentuk mengaliri lokapasar NFT. Dilansir dari Reuters, penjualan NFT selama tahun 2021 mencapai 25 biliun USD. Namun kalimat yang lazim diucapkan musisi yang baru memulai: ”Bikin NFT itu tidak mudah!”
Sebelum memasuki semesta NFT, seorang musisi (solo atau grup), harus membuat e-wallet (Indodax, Blockchain, Binance, Tokocrypto, Pintu, dsb), yang menjadi tempat menukarkan dananya menjadi mata uang kripto, seperti Ethereum,Tezos, Polygon, dan Solana, yang merupakan alat tukar dalam dunia NFT. Setelah itu, kreator membuat akun lokapasar NFT, seperti Opensea, HEN, Solana, Objkt, dan Netra. Setiap lokapasar memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda. Selanjutnya, bisa memulai proses minting (mengunggah) karya. Umumnya, proses minting dikenai biaya (commission fee) yang bervariasi, tergantung dari ketentuan dari lokapasar NFT. Setelah karya NFT terunggah ke dalam lokapasar, musisi bisa mulai mempromosikan karyanya kepada rekan komunitasnya.
Menurut Thoma, bassist band Mocca: ”Membuat NFT itu hanya rumit diproses awal. Setelah semua persyaratan teknis terpenuhi, tinggal mengulang proses yang lebih sederhana. Kalau semua karyanya sudah siap, tinggal mengatur waktu untuk proses minting dan promoting,” ujarnya. Sebuah karya yang akan didistribusikan dalam format NFT harus terlebih dulu disesuaikan formatnya sehingga lebih NFT-able. Dalam dunia NFT, sebuah lagu tak hanya bisa didistribusikan secara utuh, tetapi bisa dibuat versi pendeknya, dipisah menjadi pecahan instrumen musik (audio stems), atau bahkan dikombinasikan dengan artwork, animasi dan video. Jadi, dari sebuah lagu saja bisa berkembang menjadi banyak aset digital yang memiliki nilai ekonomi yang akan melipat gandakan keuntungan bagi kreator lagu tersebut.
Setiap transaksi tercatat secara digital dan terenkripsi dalam rantai blok (blockchain) yang bisa diakses dan dimonitor secara langsung oleh sang kreator tanpa perantara. Yang lebih keren lagi, apabila sebuah karya NFT musik dijual kembali oleh holder kepada holder lain dengan harga lebih tinggi, musisi creator tetap mendapatkan pembagian dari hasil penjualan tersebut sesuai dengan ketentuan dari lokapasar. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023