Ekonomi
( 40487 )MERACIK OBAT BARU BANK GAGAL
Dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Omnibus Law Keuangan yang diterima Bisnis, bank gagal baik yang berdampak sistemik ataupun tidak berdampak sistemik disebut sebagai Bank Dalam Resolusi. Dalam ketentuan itu, sebuah bank dikatakan dalam resolusi setelah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bank yang mengalami kesulitan keuangan dan membahayakan kelangsungan usaha, serta tidak dapat disehatkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki OJK. Adapun, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan tindakan resolusi kepada bank tersebut dengan empat skema. Pertama, mengalihkan sebagian atau seluruh aset dan/atau kewajiban bank kepada bank penerima. Kedua, mengalihkan sebagian atau seluruh aset dan/atau kewajiban bank kepada bank perantara. Ketiga, melakukan penyertaan modal sementara, sedangkan keempat, melakukan likuidasi.
BSI Semakin Fokus Garap Pusat Keuangan Syariah di Dubai
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) semakin fokus menggarap pasar keuangan di Dubai sebagai pusat ekonomi syariah dunia, seiring penguatan kerja sama oleh Pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Joko Widodo ke Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/7). Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dengan hadirnya BSI Representative Office di Dubai International Financial Centre (DIFC), menjadi peluang besar untuk optimalisasi potensi pasar yang bisa digarap BSI di kawasan Timur Tengah. “UAE pusat ekonomi syariah dunia. Potensi pasarnya sangat besar. Hadirnya kami di Dubai akan menjadi penghubung perbankan dan keuangan Indonesia dengan pusat-pusat keuangan syariah dunia lainnya. Jadi kami akan semakin fokus di Dubai, terlebih belum lama ini Presiden Joko Widodo mempererat hubungan Indonesia dengan UEA,” tutur Hery, Selasa (5/7)
SITUS WARISAN DUNIA, Merawat ”Naga-naga”yang Tersisa
Geliat wisata telah mengubah wajah Taman Nasional Komodo (TNK) di NTT. Perlindungan terhadap ”naga-naga” yang masih tersisa di kawasan itu mesti menjadi prioritas utama. ”Komodo kami anggap sebagai leluhur kami. Kami hidup berdampingan dengan komodo,” kata Rahman di Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (24/6) petang. Rahman segera memberikan kesempatan kepada turis untuk memotret komodo. Ada yang meminta difoto dengan latar belakang komodo, ada pula yang berswafoto dengan komodo. Ini ’naga’ yang nyata. Bukan di film,” ujar Susan, turis asal Singapura.
Dari 1.728 komodo di pulau itu, rombongan wisatawan yang diikuti Kompas hanya menjumpai tiga ekor. ”Sudah mulai kurang karena musim kawin komodo,” ucap Rahman. Pulau Komodo merupakan satu dari lima pulau di kawasan itu yang dihuni komodo, dengan total keseluruhan 3.303 ekor. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2016 sebanyak 2.340 ekor.
Menurut Doni, pegiat wisata di Labuan Bajo, cara melindungi komodo adalah tidak mengganggu habitatnya. Sayangnya, pengambilan kebijakan sudah telanjur mengusik ekosistem di wilayah itu. Di Pulau Rinca, misalnya, dibangun sarana prasarana yang menghalangi jalur komodo. Ada pula pemberian izin kepada tiga perusahaan untuk beraktivitas di kawasan itu. Kebijakan kontroversial ini mengundang perhatian UNESCO, yang meminta proyek pembangunan di situs alam warisan dunia itu dihentikan karena mengganggu komodo. Kendati perwakilan UNESCO datang ke Rinca, pembangunan tetap berjalan.
Dwi Putro Sugiarto, Kepala Subbagian Tata Usaha TNK, Kamis (23/6), mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga keberlangsungan hidup komodo. Konservasi tetap menjadi prioritas di tengah potensi bisnis wisata yang menjanjikan. Bentuk perlindungan, di antaranya, dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung. Idealnya, sekitar 219.000 orang per tahun. Kuota kunjungan ini hampir sama dengan jumlah pengunjung tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 221.000 orang. Langkah lainnya ialah meningkatkan pengamanan di dalam kawasan TNK. Di lokasi itu masih rawan perburuan rusa dan babi hutan yang merupakan pakan komodo. (Yoga)
Mulai Dibahas, ”Marshall Plan” untuk Ukraina
Belasan negara, organisasi internasional, dan perusahaan swasta berkumpul dalam konferensi, Senin (4/7) di Lugano, Swiss, untuk menyusun rencana rekonstruksi semacam ”Rencana Marshall (Marshall Plan)” guna membangun kembali Ukraina yang dilanda perang. Istilah Marshall Plan merujuk langkah yang pernah dilakukan AS untuk memulihkan kembali Eropa seusai Perang Dunia II. Awalnya, pertemuan itu direncanakan membahas reformasi di Ukraina. Namun, setelah invasi Rusia ke Ukraina, agenda pertemuan dialihkan untuk fokus pada rekonstruksi negara tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian, karena dana bantuan miliaran dollar akan mengalir ke Ukraina, adalah kekhawatiran tentang korupsi yang meluas di negara itu. Ini berarti, reformasi luas tetap menjadi fokus utama dan akan menjadi syarat bagi setiap rencana pemulihan yang akan dibuat.
Ketua Komisi Eropa Ursula von derLeyen mengungkapkan, Uni Eropa akan membuat platform rekonstruksi untuk kerja sama dalam membangun kembali Ukraina setelah perang. Rencana kerja itu akan digunakan untuk memetakan kebutuhan investasi, koordinasi aksi, dan penyaluran sumber daya. ”Sejak awal perang, Uni Eropa telah memobilisasi 6,2 miliar euro dalam bentuk dukungan finansial dan akan memobilisasi dana lebih banyak lagi. Kami akan terlibat secara substansial dalam rekonstruksi itu dalam jangka menengah dan jangka panjang,” kata Von der Leyen. Bank Investasi Eropa telah menawarkan struktur pendanaan yang sebelumnya digunakan selama pandemi Covid-19 untuk membangun kembali Ukraina dengan investasi lebih dari 100 miliar euro (104,3 miliar USD). (Yoga)
Mengatasi Guncangan Harga
Menurut Profesor Studi Asia Tenggara dari Harvard Kennedy School, Rema Hanna (Kompas, 7/3) kenaikan harga kebutuhan dasar sebagian besar karena efek riak dari perang Rusia-Ukraina, menciptakan tantangan ekonomi baru bagi masyarakat Indonesia. Perang menyebabkan pasokan gandum dan bahan energi dari Rusia dan Ukraina terganggu sehingga menciptakan tekanan pada harga pangan dan energi dunia. Di dalam negeri Indonesia, harga bensin, elpiji, dan listrik memang ditetapkan pemerintah, tetapi bukan berarti Indonesia kebal dari dampak kenaikan harga global. Harga yang tetap tersebut menjadi beban luar biasa bagi anggaran negara yang mencakup beban biaya subsidi yang jauh lebih tinggi.
Pemerintah dapat merancang kebijakan yang paling efektif untuk meredam guncangan ini dengan cara; Pertama, fokus pada yang miskin dan paling rentan. Bantuan harus ditujukan kepada rumah tangga yang paling membutuhkan. Kedua, bantuan harus fleksibel. Rumah tangga harus diberi kebebasan untuk menggunakan bantuan yang mereka terima dengan cara yang paling masuk akal, sesuai dengan kondisi mereka sendiri. Ketiga, lakukan indeksasi jumlah bantuan ke keranjang kebutuhan pokok. Bantuan harus secara otomatis diindeksasi ke harga barang kebutuhan mereka. Tiga prinsip ini menargetkan bantuan kepada yang paling membutuhkan, fleksibilitas bagi penerima manfaat, dan indeksasi otomatis memberikan landasan kebijakan bantuan sosial yang efektif. Mereka dapat digunakan untuk mengatasi krisis pangan dan energi saat ini serta guncangan lain yang akan datang di masa depan. (Yoga)
Terpuruknya Petani Padi
15 juta orang petani padi sedang menelan pil pahit. Kebijakan perberasan nasional menjadikan mereka sebagai anak tiri, sedangkan konsumen sebagai anak emas. Selama lima tahun terakhir, mereka hanya menerima harga gabah yang rendah dan turun. Padahal, harga sarana produksi terus naik, terutama harga pupuk, pestisida, upah buruh, serta sewa alat dan mesin pertanian (alsintan). Berbeda dengan para petani lain atau peternak. Misalnya, petani cabai, bawang, jagung, dan kedelai yang harga produksinya terus naik, seiring dengan peningkatan biaya produksi. Harga telur dan daging ayam juga naik.
Pil pahit itu adalah buah dari penerapan kebijakan HET beras sejak September 2017. Harga beras tingkat grosir atau beras eceran nyaris tidak bergerak dalam dua tahun terakhir. Banyak penggilingan padi, terutama penggilingan padi kecil (PPK), bangkrut, tutup usaha. Sementara penggilingan padi besar (PPB) aktivitasnya terbonsai, tanpa inovasi baru. Jangankan memikirkan peningkatan kualitas beras, energi mereka lebih banyak tercurah untuk dapat bertahan hidup, kerap ”mengakali” kualitas beras.
15 juta orang petani padi dengan luas usaha tani tidak lebih dari 0,5 hektar per petani. Mereka tidak dapat menghentikan berproduksi karena sebagian produksinya digunakan untuk keperluan sendiri, pangan utama keluarga. Mereka ”pasrah” menerima harga gabah rendah. Kebijakan HET telah membuat petani menjadi lebih terpuruk. Harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani sebesar Rp 4.619 per kilogram periode 2016-2017, merosot menjadi Rp 4.589 per kilogram periode Januari 2021 hingga April 2022. Sedangkan pertumbuhan harga GKP bulanan menjadi negatif 0,48 %. log yang terikat. Tanpa koreksi kebijakan HET, petani padi akan terus terpuruk, seperti yang telah dijalaninya selama lima tahun terakhir. (Yoga)
UMKM Dipacu Jadi Sumber Pertumbuhan
Perang Rusia-Ukraina mengakibatkan gejolak ekonomi global. Kondisi itu membuat pemerintah mencari sumber pertumbuhan baru, salah satunya UMKM. Pengembangan sektor ini terus dilakukan, antara lain dengan mendorong digitalisasi. Kadis Koperasi, UKM Provinsi Kalbar Junaidi menuturkan, 13.000 UMKM di Kalbar terdaftar di pusat layanan usaha terbaru dan 15 % di antaranya sudah mendigitalisasi pemasarannya yang diupayakan bersama BI. Gubernur Kalbar Sutarmidji menuturkan, pemerintah berupaya meningkatkan akses permodalan serta peningkatan kualitas produk. Bentuk dukungan lain dari pemerintah terhadap UMKM adalah menjadikan produk-produk UMKM sebagai suvenir.
Deputi Gubernur BI Juda Agung, saat menghadiri pertemuan tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Pontianak, Kalbar, Senin (4/7) menjelaskan, setelah dua tahun diterpa pandemi Covid-19, tantangan perekonomian Tanah Air belum berakhir, inflasi global meningkat, sementara pertumbuhan ekonomi melambat, situasi yang sering disebut stagflasi. Sebagai penghasil komoditas, Indonesia diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas. Namun, tantangannya tidak ringan, terkait pengendalian harga pangan dan energi. Selain itu, pemerintah juga harus mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di dalam negeri. ”Sektor UMKM dan pariwisata merupakan sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang perlu didorong di tengah situasi yang tidak mudah,” ujarnya. (Yoga)
Semua Sektor Saham Terkoreksi, IHSG Merosot 2,28%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Jakarta (BEI) melemah hingga 155,16 poin atau 2,28% ke posisi 6.639,17 pada penutupan perdagangan Senin (4/6) sore. Kali ini, pelemahan terdalam dialami saham sektor teknologi yang turun hingga 4%, kemudian sektor transportasi dan logistik 3,57%, sektor consumer non cyclicals 2,66%, sektor keuangan 2,58%, dan sektor material dasar 1,83%. Sentimen lain yang datang adalah terkoreksinya harga komoditas seperti nikel, minyak mentah, dan minyak sawit mentah (CPO). "Conference Board merilis data tingkat Indeks Keyakinan Konsumen AS tercatat menurun ke level 98,7 dari sebelumnya di level 103,3.
Penurunan angka yang merupakan titik terendah dalam 16 bulan terakhir ini menjadi katalis negatif bagi IHSG awal pekan ini," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Senin (4/7). Chief Economist and Head of Global Markets Research Asia ex-Japan Nomura Rob Subbaraman dan Global Markets Analyst Nomura Si Ying Toh dalam catatan hasil risetn holdings perusahaan keuangan yang berbasis di Tokyo tersebut memprediksi bahwa zona uero, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Kanada, akan terperosok dalam resesi bersama dengan Amerika. (Yetede)
Telkom Siapkan Strategi Tingkatkan Laba
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan laba dan mengatrol harga saham. BUMN ini memanfaatkan terjadinya konsolidasi industri untuk meningkatkan pendapatan dengan melakukan diferensiasi layanan, serta mengoptimalisasi fixed broadband dan unlock pusat data (data center). Vice President (VP) Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan bahwa secara fundamental, Telkom saat ini berada dalam kondisi yang baik. Namun begitu, perseroan terus berupaya meningkatkan laba. "Telkom memiliki dua bisnis yang besar. Pertama, di seluler, kami memilki anak usaha yang bergerak di bisnis mobile yaitu Telkomsel. Kedua, di segmen fixed broadbrand, Telkom punya Indihome," ujar Andi dalam interview dengan Majalah Investor, pekan lalu. Beruntung, kini sudah terjadi konsolidasi industri dan menyadari bahwa perang harga membuat semua semua operator sulit bertahan.(Yetede)
SDM Indonesia Terus Ditingkatkan untuk Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate terus mendorong peningkatan talenta digital nasional, atau sumber daya manusia (SDM) bidang digital untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital indonesia yang besar. Talenta mumpuni menjadi kunci dalam membuka potensi pasar ekonomi digital Indonesia yang besar. Talenta mumpuni menjadi kunci dalam membuka potensi pasar ekonomi digital Indonesia. "Kita perlu mempersiapkan kebutuhan SDM digital nasional dengan kecakapan digital yang membutuhkan di masa kini dan masa depan, yang dikenal dengan The ABC, yaitu Artificial Intelegence, big data, dan cloud computing," ujar Jhonny. Selain meningkatkan kecakapan digital di keahlian The ABC, Jhonny menilai perlu antisipasi perkembangan teknologi virtual baru metaverse dengan kesiapan ketrampilan digital. Hal ini akan menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar inovasi dan produk dari luar negeri, tetapi juga menjadi pemain di negeri sendiri. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









