;

Tarik Investor Industri Halal

Tarik Investor Industri Halal

SURABAYA, SURYA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebut tingginya defisit neraca perdagangan produk halal di Indonesia. Untuk mengatasi itu, Sandiaga mengungkap pentingnya kolaborasi pemerintah, produsen, hingga investor. Hal ini disampaikan Sandi saat berbicara dalam forum Bootcamp dan Fitching Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) di Surabaya, Minggu (17/7). Ajang ini mempertemukan pelaku ekonomi kreatif halal dengan investor yang akan memberikan pendanaan. 

Terkait dengan pasar industri halal, Sandi mengungkapkan besarnya potensi yang bisa dikembangkan. "Tren industri halal saat
ini menjadi salah satu topik perbincangan di dunia bisnis internasional," kata Sandi melalui virtual. Mengutip data Indonesia Halal Market Report tahun 2021/2022, Indonesia adalah pasar konsumen halal terbesar di dunia. Di Indonesia, konsumsi produk halal mencapai 184 miliar dolar AS pada tahun 2020. Untuk tahun yang sama, nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai 8 miliar dolar AS. Sayangnya, nilai impor produk halal mencapai 10 miliar dolar AS. "Kita masih ada defisit 2 Miliar dolar AS sementara investasi sektor ekonomi halal di Indonesia baru hanya sekitar 5 miliar dolar AS Untuk itu, ayo kita kuatkan produksi halal kata," kata Sandi


Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menjelaskan ada tiga peluang yang bisa dikembangkan dalam menutup defisit perdagangan tersebut. Masing-masing perlu kerjasama antara investor, produsen, dan konsumen di Indonesia. Pertama, meningkatkan ekspor produk halal. Sandi optimistis produsen halal di Indonesia bisa memenuhi pasar yang lebih luas di Indonesia. Di dalam negeri, konsumen seharusnya melakukan substitusi kebutuhan produk halal dalam negeri yang selama ini masih impor. Strategi lainnya, dengan meningkatkan investasi asing dan dalam negeri dalam mendukung produk halal Indonesia. Apalagi, investasi sektor ekonomi halal di Indonesia baru sekitar 5 Miliar dolar AS. Untuk memperbesar peluang tersebut, Kemenparekraf menggelar ajang ICEFF30 Pelaku usaha

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Hotma Parlindungan Manurung optimistis akan ada banyak
investor ikut memberikan investasi di sektor industri halal. Apalagi, ajang ini bukan sekadar pertemuan institusi permodalan syariah dengan pelaku usaha sektor parekraf saja.Namun, ICEFF 2022 juga akan memberikan edukasi. "Lewat ajang ini, ada 18 investor yang akan melihat peluang partnership. pembiayaan kepada para pelaku usaha," kata Henky sesuai cara. Sebanyak 30 pelaku usaha akan bertemu dengan lembaga / institusi permodalan syariah Mulai dari sektor kuliner, fashion, kriya, hingga aplikasi. Henky mengatakan, hal ini sebagai stimulan mendukung pasar ekspor produk halal di Indonesia. "Kami juga berikan program halal certificate. Baik untuk produk halal dan produk lainnya," katanya. Pihaknya juga mendukung Scaleup pelaku industri kreatif melalui berbagai intervensi di beberapa kantong produsen.

Download Aplikasi Labirin :