;

MENGUJI KETAHANAN EKONOMI NASIONAL DI BAWAH BAYANG-BAYANG RESESI

Ekonomi Yoga 18 Jul 2022 Kompas
MENGUJI KETAHANAN EKONOMI NASIONAL
DI BAWAH BAYANG-BAYANG RESESI

Hasil survei Bloomberg menunjukkan, Indonesia masuk daftar negara yang berpotensi mengalami resesi. Dengan potensi risiko 3 %, Indonesia menempati posisi ke-14 dari 15 negara di Asia. Survei yang dirilis 6 Juli 2022 itu mencatat, rata-rata potensi resesi sejumlah negara AsiaTenggara lainnya sekitar 10 %. Untuk kawasan Asia Timur, potensinya berlipat dua kali lebih tinggi. Termasuk China yang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Potensi resesi terbesar saat ini adalah di Sri Lanka dengan besaran risiko 85 % sehingga negara ini dalam status darurat ekonomi. Munculnya potensi resesi di sejumlah negara dan kawasan tersebut tak lepas dari dampak pandemic Covid-19 yang kembali  teridentifikasi di sejumlah negara. Faktor lainnya adalah gejolak ekonomi global yang masih belum terbendung akibat invasiRusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu. Kombinasi keduanya semakin melemahkan sendi-sendi perekonomian masing-masing negara dan dunia yang sedang beranjak pulih.

Jika dibandingkan dengan negara lain, posisi Indonesia saat ini relatif lebih aman, indikatornya tergambar dari cukup tingginya tingkat keyakinan konsumen di Tanah Air. Rilis terbaru BI menunjukkan, indeks keyakinan konsumen sebesar 128,2 pada Juni 2022 lalu. Meskipun sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya, masih menunjukkan optimisme dengan besarnya indeks di atas angka 100. Keyakinan itu terpantau di seluruh kategori, seperti level pengeluaran, usia, dan tingkat pendidikan, serta pada kondisi ekonomi saat ini maupun yang akan datang. Pemerintah melalui Menkeu juga menyebutkan bahwa APBN, ketahanan PDB, hingga kebijakan moneter Indonesia masih lebih baik daripada negara lain. Surplus neraca perdagangan yang didorong peningkatan ekspor CPO serta komoditas mineral pertambangan diprediksi akan terus meningkat seiring tingginya harga komoditas global. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :