Ekonomi
( 40487 )Tren Harga Tiket Mahal Destinasi Wisata
Rencana pemerintah menaikkan harga tiket wisata ke Taman Nasional Komodo (TNK) berdekatan dengan rencana kenaikan harga tiket ke Candi Borobudur yang ditunda. Dua kebijakan ini menunjukkan kerinduan pengelola, yang mewakili khalayak pencinta pariwisata berkelanjutan dan konservasi akan tetap lestarinya mutu destinasi. Mulai 1 Agustus 2022, Pemprov NTT dan Balai TNK akan menetapkan harga tiket masuk wisatawan ke kawasan konservasi TNK, menjadi Rp 3,75 juta per orang untuk periode satu tahun, berdasarkan kajian para ahli.
Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi TNK Carolina Noge menyatakan, biaya tersebut menurut rencana diterapkan secara kolektif tersistem, Rp 15 juta per empat orang per tahun. Kuota kunjungan ke TNK akan dibatasi 219.000-292.000 orang per tahun. Hitungan harga tiket itu diambil dari pertimbangan biaya konservasi sebesar Rp 2.900.000 hingga Rp 5.887.000 akibat hilangnya nilai jasa ekosistem karena lonjakan angka kunjungan wisatawan ke TNK. Setiap wisatawan yang masuk dianggap membawa pengaruh, baik terhadap satwa, keanekaragaman hayati, maupun seluruh ekosistem di kawasan itu (Kompas, 27/6).
Menaikkan harga tiket dan membatasi pengunjung Salah satu cara untuk menjaga mutu destinasi adalah mengatur atau mengelola kunjungan wisatawan dengan mengenakan tiket mahal. Penetapan harga tiket yang tinggi merupakan implementasi konsep demarketing yang diposisikan sebagai alat potensial untuk mengembangkan pariwisata dan meningkatkan keberlanjutannya secara keseluruhan, terutama sebagai akibat dari overtourism (Hall&Wood, 2021). Overtourism terjadi ketika permintaan melebihi tingkat di mana bisnis pariwisata mampu memenuhi permintaan wisatawan. (Yoga)
Investasi Dominan ke Luar Jawa
Realisasi investasi semester I-2022 lebih banyak di luar Jawa, yakni 52,3 % atau Rp 305,8 triliun. Pengusaha menilai, kinerja pemerintah yang konsisten memperbaiki iklim investasi memengaruhi capaian realisasi investasi di Indonesia. Konsistensi kebijakan, termasuk program hilirisasi komoditas tambang, harus dipertahankan. ”Selama delapan triwulan berturut-turut, porsi realisasi investasi luar Jawa konsisten lebih dominan dibandingkan dengan di Jawa. Ini hal positif karena bisa lekas mewujudkan keadilan pembangunan Jawa- luar Jawa. Kalau Sulteng dan Maluku Utara menjadi lokasi realisasi investasi yang besar, itu karena ada proyek hilirisasi industri tambang,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (20/7), di Jakarta.
Secara spesifik, sepanjang April-Juni atau triwulan-II 2022, total realisasi investasi Rp 302,2 triliun, meningkat 7,0 % dibanding periode sebelumnya. Pada triwulan II-2022, realisasi investasi di luar Jawa Rp 157,1 triliun atau 52 % total investasi, meningkat 38 % dari periode yang sama di 2021. Lokasi realisasi investasi Sulteng dan Riau berkontribusi besar. Dari sektor industri, realisasi investasi semester I-2022 didominasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya (Rp 87,9 triliun), diikuti pertambangan (Rp 68,2 triliun). (Yoga)
Temuan Kasus Berlanjut
Pelaku usaha diminta untuk tidak lengah mengawal protokol kesehatan pada produk perikanan ekspor. Hingga kini masih ada 14 eksportir Indonesia yang belum bisa mengekspor ke China lagi menyusul temuan jejak kontaminasi virus korona tipe baru atau SARS-CoV-2 pada produk dan kemasan ikan. Ekspor perikanan Indonesia ke China masih dibayang-bayangi isu keamanan pangan dengan adanya temuan jejak kontaminasi virus penyebab Covid-19. Meski demikian, tren kasus diprediksi melandai seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan KKP (BKIPM-KKP) Hari Maryadi (20/7) menyatakan, China merupakan negara tujuan ekspor perikanan terbesar asal Indonesia dari sisi volume. Oleh karena itu, persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan China, berupa pengujian Covid-19 pada produk dan kemasan hasil perikanan, wajib dipenuhi. Uji Covid-19 yang saat ini disyaratkan China berupa reaksi rantai polimerase (PCR). Persyaratan tambahan yang diterapkan sejak 2020 itu tidak diterapkan oleh negara-negara tujuan ekspor lainnya.
Selama Januari-Juli 2022, Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) mendeteksi 44 kasus jejak kontaminasi virus SARS-CoV-2 pada kemasan, produk perikanan, dan kontainer asal Indonesia yang dikirim oleh 22 perusahaan eksportir. Dengan temuan itu, total kasus kontaminasi sejak September 2020 sampai Juli 2022 mencapai 104 kasus dari produk yang diekspor 58 perusahaan. (Yoga)
Daerah Diminta Awasi Kompensasi PMK
Pemerintah daerah diminta mengawasi proses pemotongan hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK), serta pemberian kompensasi bagi peternak. ”Pemotongan bersyarat sudah berjalan di sejumlah daerah. Tinggal penggantian. Dinas di daerah harus mengawasi hal itu,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Makmun di Lombok Tengah, NTB, Rabu (20/7). (Yoga)
Freight Masih Tinggi, Biaya Ekspor-Impor Meroket
Para pelaku usaha ekspor-impor menganggap perang anatara Ukraina dan Rusia menjadi pendorong berlanjutnya kenaikan dan ketidakpastian ongkos angkutan laut atau freight yang memicu naiknya biaya produksi. "Kita jadi kehilangan opportunity untuk melakukan ekspor barang lebih banyak. Tahun lalu, Desember realisasi ekspor kita mencapai diatas US$ 200 miliar. Artinya, sebenarnya peluang ekspor besar, kalau tidak dihadang kenaikan freight ini bisa jadi naik US$ 300 sampai dengan US$ 400 miliar. Surplus perdagangan tinggi dan devisa menjadi kuat." kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Putranto. Adik menyebutkan, sebagai eksportir membebankan biaya transportasi atau angkut kepada buyer. Ada juga mereka yang baisanya pakai cargo, sekarang tidak lagi, memilih loss cargo, misalnya produk furniture hanya di-packing dengan plastik wraph, kemudian langsung dimasukkan kapal. "Risiko terjadi kerusakan memang ada tetapi tidak ada cara lain," terang dia. (Yetede)
Mandiri Dorong Pembiayaan Berkelanjutan
PT Bank Mandiri (persero) Tbk berkomitmen mendukung transisi ekonomi hijau. Seiring upaya pemerintah dan industri global yang mendorong peningkatan pembiayaan berkelanjutan, tren ekonomi hijau pun konsisten meningkat. Hal ini secara langsung berdampak pada permintaan pembiayaan berkelanjutan atau sustainable financing yang ikut naik. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pada kuartal I-2022 kontribusi perseroan terhadap pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 209,8 triliun atau 24,9% dari total kredit Bank Mandiri. Kemudian pembiayaan hijau sebesar Rp 209,8 triliun setara 11,5% dari total kredit Bank Mandiri. "Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yanag dapat berkontribusi secara langsung terhadap industri keuangan nasional. Antara lain dengan mengembangkan pembiayaan yang selaras dengan POJK 51/2017, Roadmap NDC/NZE Indonesia, serta framework ESG yang mengacu pada best practices." ungkap Darmawan. (Yetede)
Mahendra Perkuat Janji Perlindungan Nasabah
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027, Mahendra Siregar berjanji akan memperkuat peran OJK dalam memberikan perlindungan kepada nasabah industri jasa keuangan dan masyarakat. "OJK akan terus memperkuat perannya dalam perlindungan nasabah atau konsumen dan masyarakat. Tegas Mahendra dalam konferensi pers usai dilantik Mahkamah Agung (MA) sebagai Ketua DK OJK bersama delapan Anggota DK OJK di Jakarta, Rabu (20/7). Mahendra Siregar melangsungkan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di ruangan terpisah karena ia sedang melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19. Selain Mahendra, petinggi DK OJK periode 2022-2027 dilantik MA yaitu Mirza Adityaswara (Wakil Ketua merangkap Ketua Komite Etik dan Anggota), Dian Ediana Rae (Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota), dan Inarno Djajadi (Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota). (Yetede)
Semester I, Mitratel Cetak Laba Bersih Rp 879 Milliar
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp 879 miliar hingga semester I-2022, meningkat 25,5% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 701 miliar. Pencapaian ini sesuai dengan guideline yang ditetapkan perseroan. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama mengatakan, pihaknya berhasil membukukan kinerja laba bersih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pada awal tahun. Dari sisi angka revenue dari ABITDA, juga in-line dengan guideline. Mungkin, yang berubah alokasi antara Bulit to Suit (B2S) and kolokasi," ujar Hendra kepada Investor Daily. Lalu dari sisi EBITDA, emiten yang berencana menjadi perusahaan digital telco ini juga memperlihatkan kinerja apik dengan pembukuan sebesar Rp 2,8 triliun, tumbuh sekitar 16,9% dibandingkan EBITDA Juni tahun lalu yakni Rp 2,4 triliun. Perihal kolokasi, tahun ini MTEL mengincar sejumlah penyewa (tenant) kolokasi melonjak signifikasi sebanyak 3.000 sampai 4.000 yang utamanya berasal dari PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT). (Yetede)
Perluasan Pabrik, PT Arwana Citramulya Tbk Investasi Rp 300 Miliar
Industri keramik di Tanah Air terus menggeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi baru atau perluasan pabrik. Salah satunya adalah PT Arwana Citramulia Tbk yang menggelontorkan investasi sebesar Rp 300 miliar untuk penambahan kapasitas sebesar 3 juta meter persegi dari Plant 5B untuk produksi ubin keramik 60x60 cm. Selain itu penambahan kapasitas sebanyak 4,4 juta meter persegi dari proyek Plant 5C yang akan dimulai berproduksi pada awal 2023 dengan kebutuhan tenaga kerja lokal hingga 401 orang. Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PT Arwana Citramulia Tbk yang telah merealisasikan investasinya, karena akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. "Dalam pengembangan industri keramik, kita harus mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri dengan visi menjadikan Indonesia kembali masuk dalam lima besar produsen ubin keramik dunia," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Jakarta. (Yetede)
Produk Perikanan Indonesia Diterima di 138 Negara
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKPIM) berhasil mengantar produk Perikanan Indonesia hingga bisa diterima di 138 negara di dunia selama semester I-2022 dari target 132 negara. Hal itu terkait strategi penguatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan melalui penerbitan health certificate (HC) yang gencar dilakukan KKP. Sebagai petugas quality assurance, BKIPM telah menerbitkan 72.760 HC pada semester I-2022, ini sangat penting guna menjamin produk perikanan RI aman dan bermutu. Jumlah produk yang di ekspor sebanyak 589.810 ton. "Produk perikanan kita sudah bisa diterima di 138 negara dari target 132. Ini menjadi target bagaimana bisa kita mempertahankan, jangan sampai ini hilang gara-gara penjaminan kesehatan, penjaminan atas mutu ini tidak baik," ujar Plt Kepala BKIPM Hari Maryadi saat paparan Kinerja KKP Semester I-2022 di Jakarta, Rabu (20/7). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









