Inflasi Inti Terkendali, Suku Bunga Ditahan
Di tengah inflasi yang terus meningkat dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD, BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan. BI menilai inflasi inti masih terkendali sehingga belum perlu menaikkan suku bunga. Selain itu, BI akan memaksimalkan bauran kebijakan dan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Rapat Dewan Gubernur BI pada 20 Juli-21 Juli memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 %, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 %, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 %.
Dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Kamis (21/7), Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kendati inflasi dalam negeri terus meningkat, sejatinya itu merupakan inflasi umum, bukan inflasi inti. Inflasi inti merupakan indikator untuk melihat konsumsi masyarakat yang sesungguhnya, bukan inflasi umum yang sudah memasukkan unsur harga-harga bergejolak. Mengutip data BPS, inflasi umum Juni 2022 sebesar 0,61 %, meningkat dibandingkan inflasi umum Mei 2022 sebesar 0,40 %. Adapun inflasi umum tahun berjalan (Januari-Juni 2022) 3,19 % dan inflasi umum tahunan (Juni 2022 dibandingkan pada Juni 2021) mencapai 4,35 %. Sementara, inflasi inti Juni sebesar 0,19 %. Nilai itu terus menurun sejak April dan Mei yang sebesar 0,36 % dan 0,23 %. Inflasi inti tahun berjalan 2022 mencapai 1,82 % dan inflasi umum tahunan 2,63 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023