;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

BABAK BARU RELASI RI-JEPANG

28 Jul 2022

Hubungan Indonesia dan Jepang memasuki babak baru, di tengah upaya masing-masing negara memulihkan perekonomiannya dari pandemi Covid-19. Komitmen kedua negara baik terkait perdagangan, investasi, maupun ekonomi akan membawa relasi RI dan Jepang menjadi lebih dalam lagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara yakni China, Jepang, dan Korea Selatan. Jepang menjadi negara kedua yang dikunjungi Jokowi dalam lawatan kali ini. Presiden tiba di Jepang pada Rabu (27/7) dinihari, dan telah bertolak ke Korsel pada Rabu sore. Dalam kunjungan yang relatif singkat tersebut, Kepala Negara bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida untuk membahas sejumlah isu penting; dan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Di bidang perdagangan, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Pada 2021, total perdagangan antara Indonesia dan Jepang tercatat sebesar US$32,5 miliar. Adapun, sepanjang Januari-Mei 2022, perdagangan di antara keduanya telah mencapai US$9,7 miliar. Di bidang investasi, kedua negara sepakat melanjutkan kerja sama. Bahkan, lawatan Presiden kali ini berhasil mendulang raihan komitmen investasi baru senilai Rp75,4 triliun di sejumlah bidang, termasuk otomotif, serta energi baru dan terbarukan


Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun

28 Jul 2022

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat. Dari sisi pembiayaan, BRI Group berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75% yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 15,07%, segmen konsumer tumbuh 5,27%, segmen korporasi tumbuh 3,76% serta segmen kecil & menengah tumbuh 2,71%.

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal II 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,70% menjadi Rp.1.136,98 triliun. Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, dimana secara year on year meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 25,63% dan Tabungan tumbuh 8,32%. Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%.“Peningkatan CASA yang dilakukan oleh perseroan selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan BRI, dimana inisiatif strategis yang dijalankan difokuskan untuk mengakselerasi CASA growth”, ungkapnya.

Menjaga Denyut Ekonomi Stabil

28 Jul 2022

Sejak 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur-angsur pulih, setelah terkontraksi sepanjang 2020 akibat hantaman pandemi Covid-19. Bahkan, berdasarkan ramalan dari Bank Dunia dan Dana Moneter International (IMF), perekonomian Indonesia sepanjang 2022 dan 2023 berpeluang tumbuh di atas 5 persen (year-on-year/YoY). Jika ramalan itu terjadi, maka capaian ini sangat layak diapresiasi. Sebab, dalam 2 tahun ke depan, perekonomian dunia dihadapkan pada risiko yang besar. Bahkan, Bank Dunia telah memberi peringatan akan potensi besar perekonomian dunia masuk ke jurang resesi. Pemantik dari resesi ekonomi dunia ini adalah meletusnya invasi militer Rusia terhadap Ukraina. Sudah lebih dari 6 bulan, invasi militer ini masih terus berlanjut. Berbagai diplomasi telah dilakukan untuk mengakhiri invasi ini, termasuk oleh Presiden Jokowi. Salah satu dampak dari invasi ini terganggunya pasokan berbagai komoditas (energi, pangan, dan mineral). Namun, mengingat motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi Rumah Tangga (RT). Maka, menjaga vitalitas konsumsi RT menjadi sangat penting, agar denyut pertumbuhan ekonomi tidak melemah dengan cepat. Seperti yang sudah terjadi di negara-negara berkembang lainnya.

INDUSTRI OTOMOTIF NASIONAL : INDONESIA JADI PASAR UTAMA MITSUBISHI

28 Jul 2022

PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia memastikan akan terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia melalui sejumlah investasi yang dilakukan pada tahun-tahun mendatang. Naoya Nakamura, President Director PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi Mitsubishi Motors. Untuk itu, perusahaan akan berupaya untuk memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. “Indonesia adalah salah satu pasar terpenting bagi Mitsubishi Motors dengan angka terbesar dalam penjualan global kami,” katanya saat dihubungi, Rabu (27/7). “Mr. Kato, President & CEO Mitsubishi Motors mengadakan pertemuan dengan Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Bapak Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian kemarin di Jepang, dan melakukan diskusi mengenai perkembangan bisnis masa depan di Indonesia,” ujarnya. Untuk diketahui, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menjanjikan investasi baru hingga 2025 senilai Rp10 triliun. Gelontoran investasi itu untuk melanjutkan pengembangan produk berbasis elektrik.


Rakernas Apersi Soroti Penyaluran KPR FLPP Berbasis Syariah

28 Jul 2022

Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Rakernas Apersi) tahun 2022 menyoroti penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). La Nyalla Mahmud Mattalitti,
ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam sambutan secara virtual di Rakernas Apersi menegaskan, sektor properti dan perbankan merupakan dua sektor yang tak terpisahkan. Kedua industri ini menjadi andalan dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. “Dengan istilah disatukan atau merger akan melemahkan positioning BTN Syariah sebagai bank yang fokus dalam penyaluran pembiayaan perumahan berbasis syariah, mengingat BSI tidak memiliki fokus dan pengalaman di bidang pembiayaan perumahan,” tegasnya. Selain itu, Ketua Apersi  Junaidi Abdilah juga menjelaskan bahwa saat ini kondisi pembangunan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih terkendala beberapa hal. Mulai dari patokan harga rumah dari pemerintah yang belum dinaikkan sejak dua tahun lalu sehingga mengganggu bisnis para pengembang. (Yetede)

Dana Desa Menurunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

28 Jul 2022

Pengucuran Dana Desa hingga Rp 433,89 triliun sejak pertama kali dialokasikan dalam APBN 2015 telah memberi dampak nyata berupa penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran di perdesaan. Dampak lainnya adalah, selama periode 2015-2022, status ratusan ribu desa membaik berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), bahkan di antaranya melesat dari Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Mandiri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kemiskinan dalam rentang 2014—sebelum Dana Desa dikucurkan hingga tahun ini tercatat mengalami penurunan. Pada September 2014, tingkat kemiskinan di perdesaan masih di angka 13,76%, sedangkan pada Maret 2022 tercatat turun menjadi 12 ,29% atau berkurang hampir 1,5%poin. 

Tingkat pengangguran terbuka di perdesaan juga mengalami penurunan dari 4,93% pada 2015 menjadi 4,17% pada 2021. Sementara itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat, selama 2015 hingga 2022 terjadi kenaikan status desa secara signifikan. Desa Sangat Tertinggal berkurang 8.471 desa, dari 13.453 desa menjadi 4.982 desa. Desa Tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa. Desa Berkembang bertambah 11.020 desa, dari 22.882 desa menjadi 33.902 desa. Desa Maju bertambah16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa. (Yetede)

Gak Kaleng-Kaleng! Baru Setengah Tahun, BRI Cetak Laba Rp24,88 Triliun

28 Jul 2022

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia yang masih penuh dengan tantangan. Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp.24,88 triliun atau tumbuh 98,38% year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp.1.652,84 triliun. Direktur Utama BRI Sunarso pada Press Conference Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada Rabu, 27 Juli 2022, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat. “Penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat oleh BRI mampu tumbuh positif. Kami dapat menjaga  sustainability pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah dan juga menjaga kualitas kredit terutama kredit yang kami restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. (Yetede)

XL Axiata Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3 T

28 Jul 2022

T XL Axiata Tbk (EXCL) akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 3 triliun untuk membiayai rencana ekspansi perseroan.
Emiten telekomunikasi papan atas di Indonesia tersebut akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2022 senilai Rp 1,5 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III XL Axiata Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp 1,5 triliun. Penerbitan ini merupakan
bagian dari Program Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi dan Sukuk dengan target masing-masing senilai Rp 5 triliun. Program Sukuk Ijarah ini merupakan penawaran dengan nilai terbesar yang pernah diterbitkan oleh korporasi. Budi mengungkapkan, penerbitan ini akan memungkinkan  eksibilitas keuangan yang lebih besar bagi perseroan untuk lebih meningkatkan customer experience dan pelaksanaan lebih lanjut dari agenda transformasi  terhadap tiga growth engines (Mobile,Enterpise, dan Home & Convergence), dengan tujuan mencapai visi EXCL untuk menjadi the no 1 Converged Operator in Indonesia. (Yetede)

Toyota Tambah Investasi Rp 27,1 Triliun Selama 5 Tahun ke Depan

28 Jul 2022

Toyota Motor Corporation menyatakan akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun di Indonesia selama lima tahun ke depan. Penambahan investasi itu merupakan bentuk keseriusan produsen mobil asal Jepang tersebut terhadap elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. Komitmen tersebut disampaikan oleh, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation Shigeru Hayakawa dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Tokyo, Jepang pada Selasa (26/7/2022).“Saya meyakini bahwa permintaan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua di Indonesia maupun  di kawasan ASEAN kedepan akan terus meningkat. Indonesia dapat dijadikan industrial base produksi Electric Vehicle (EV) untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya. Adapun dalam pertemuan dengan Menko  Airlangga, Shigeru Hayakawa menyatakan akan menambah investasi sebesar Rp 27,1 triliun selama lima tahun ke depan. “Kami berharap dengan penambahan jumlah investasi ini di Indonesia, Pemerintah Indonesia memahami keseriusan kami terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor,” kata Hayakawa. (Yetede)

Group Sinar Mas Jual Saham Smartfren Rp 1,5 Triliun

28 Jul 2022

Grup Sinar Mas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjual kepemilikan saham di PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) senilai Rp 1,5 triliun. Penjualan 6% saham emiten telekomunikasi tersebut dilakukan pada Selasa (26/7/2022). “Jumlah saham yang dijual sebanyak 19.604.974.800 saham dengan harga penjualan Rp 77 per saham, ”kata Corporate Secretary Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra dalam keterangan resminya, Rabu (27/7/2022). “PT DSSE Energi Mas Utama(EMU), entitas anak perseroan, telah mengkonversi obligasi wajib konversi PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) yang dimilikinya menjadi saham. Saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022,” jelas Susan. Smartfren meraih keuntungan dalam tiga bulan pertama tahun 2022 ditopang oleh pendapatan yang lebih tinggi. Operator telekomunikasi tersebut mencatatkan laba sebesar Rp 24,98 miliar (US$ 1,7 juta) pada periode Januari-Maret 2022, dibandingkan dengan kerugian Rp 396,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Yetede)