;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

250 Merek Dagang Dipamerkan di IFRA

29 Jul 2022

Sebanyak 250 merek dagang bakal dipamerkan dalam ajang The 20th International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Jakarta. Menurut Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia Susanty Widjaya, Kamis (28/7), di Jakarta, ajang tersebut juga akan diramaikan sekitar 150 pengusaha lisensi dan waralaba. (Yoga)

Tidak Ada Resesi di Amerika

29 Jul 2022

Meski dalam dua kuartal terakhir didera kontraksi ekonomi, penyerapan tenaga kerja di AS justru meningkat. Dalam terminologi Amerika, Negeri Paman Sam itu tidak jatuh ke jurang resesi. Bauran kebijakan bank sentral AS (The Fed) dan pemerintahan Presiden Joe Biden mampu mencegah negeri itu dari resesi. Dalam pada itu, dolar AS kian perkasa terhadap mata uang dunia. Merespons kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, harga saham di berbagai bursa dunia menguat. “PDB AS hanya turun 0,9% pada kuartal II-2022 secara tahunan. Kontraksi ekonomi yang lebih kecil ini terutama merefleksikan tren naik ekspor AS dan penurunan yang lebih kecil pengeluaran pemerintah federal,” papar Bureau of Economic Analysis AS, Kamis (28/7/2022) waktu setempat. Sementara itu, data lapangan kerja di AS juga masih kuat. Sebagaimana di lansir CNBC, jumlah pekerjaan baru non pertanian (nonfarm payrolls) yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS sebanyak 372.000 pada Juni 2022. Meski sedikit turun dari 390.000 pada Mei 2022, namun angka penganggurannya tetap 3,6% atau sama dengan bulan sebelumnya. (Yetede)

Ekonomi Nasional Konsudif, Bank Mandiri Cetak Kinerja Kinclong

29 Jul 2022

Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7% secara year on year (yoy) per Juni 2022. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II-2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22%. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. “Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global,” ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2022 di Jakarta, Kamis (28/7/2022). (Yetede)

Gobel: Investasi Jepang Harus Perkuat SDM Indonesia

29 Jul 2022

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel menyambut baik hasil kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang yang menghasilkan komitmen penambahan investasi ke Tanah Air. Menurut dia, investasi Jepang di Indonesia harus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal itu disampaikan Gobel menanggapi hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang baru-baru ini. Adapun hasil dari kunjungan tersebut, Jepang berkomitmen memperkokoh investasi di Indonesia di bidang otomotif dan pangan serta kerja sama dalam pengembangan wirausaha dan lingkungan hidup. Sejumlah perusahaan Jepang juga tercatat akan memperluas investasinya di Indonesia dengan nilai total US$ 5,2miliar atau Rp 75,4 triliun. “Jadi poinnya bukan mempekerjakan orang tapi memanusiakan manusia,” kata Gobel dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (28/7/2022). “Ini karena Jepang menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor untuk produk-produknya seperti otomotif, elektronika, baterai, dan alat kesehatan. Jadi ini membantu devisa Indonesia,” jelas Gobel. (Yetede)

Di Balik Turunnya Angka Kemiskinan

28 Jul 2022

BPS telah merilis angka kemiskinan periode Maret 2022 sebesar 9,54 %. Angka kemiskinan ini mengalami penurunan dibandingkan angka rilis pada periode sebelumnya, September 2021, yang mencapai 9,71 %. Bahkan menjadi penurunan yang kedua kalinya pada masa pandemi. Pada periode September 2021 juga terjadi penurunan persentase penduduk miskin dibandingkan kemiskinan periode Maret 2021 yang masih double digit (10,14 %). Angka kemiskinan periode Maret 2022 ini merupakan prestasi pemerintah yang patut diapresiasi mengingat angka kemiskinan saat ini masih berada pada posisi satu digit.

Penurunan angka kemiskinan ini mengiringi pemulihan ekonomi nasional yang ditandai pertumbuhan ekonomi 5,01 % secara year-on-year (yoy) pada kuartal I-2022, hampir menyamai performa ekonomi sebelum pandemi melanda negeri ini. Bersamaan turunnya angka kemiskinan, BPS juga merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) periode Februari 2022 mencapai 8,4 juta orang atau 5,83 % dari angkatan kerja, turun dibandingkan Februari 2021 yang 8,75 juta orang atau 6,26 % dari angkatan kerja. Turunnya angka pengangguran turut menorehkan kisah sukses di masa pandemi yang belum berakhir.

Bersamaan dengan angka kemiskinan 9,54 %, dirilis juga angka rasio gini yang merupakan ukuran kesenjangan pengeluaran penduduk. Pada Maret 2022, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan rasio gini adalah 0,384, meningkat 0,003 poin dibandingkan dengan rasio gini September 2021 yang 0,381. Bahasa sederhananya, apabila rasio gini meningkat, maka yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Selain masalah ketimpangan yang makin melebar, penurunan angka kemiskinan kali ini juga masih mengandung disparitas antar wilayah. Hingga saat ini, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan sebesar 5,82 % dan yang tertinggi di Pulau Maluku dan Papua sebesar 19,89 %. (Yoga)


Mengantisipasi Resesi Akut Global

28 Jul 2022

Dana Moneter Internasional (IMF) mengonfirmasikan, perekonomian global terus memburuk dengan cepat. Selasa  (26/7) IMF memangkas lagi proyeksi pertumbuhan global pada 2022, dari 3,6 % menjadi 3,2 %. Pada triwulan II-2022, menurut IMF, perekonomian global sebenarnya sudah mengalami kontraksi akibat melemahnya ekonomi China dan Rusia. Tiga perekonomian terbesar dunia, AS, China, dan UniEropa, kini stagnasi akibat inflasi tinggi. Tingginya inflasi dan perang Ukraina bisa menyeret perekonomian dunia ke ambang resesi. Dunia, menurut IMF, memasuki masa yang berbahaya dan gelombang baru ketidakpastian. Problema yang ada sebelum pandemi belum berlalu, sementara krisis utang global mengancam banyak negara berkembang.

Direktur European Institute Columbia University Adam Tooze mengingatkan, dunia dihadapkan pada polycrisis, terjadinya berbagai krisis secara simultan, yang bisa memicu badai penuh dampak sosial ekonomi, mulai dari krisis pangan, ledakan wabah, stagflasi, krisis utang, hingga kemungkinan perang nuklir, dalam 6-18 bulan ke depan. Ekonom Nouriel Roubini juga meyakini resesi kali ini bersifat akut. Tidak hanya dalam, tetapi juga akan bertahan selama beberapa waktu. Dia menyebut krisis kali ini stagflationary debt crisis, kombinasi situasi stagflasi 1970-an dan krisis utang 2008, dengan tingkat utang pemerintah dan swasta terhadap PDB global meningkat tajam dari 200 % (2019) ke 350 % (2022), terutama akibat pandemi.

Dalam kondisi seperti ini, normalisasi kebijakan moneter dan kenaikan suku bunga yang terlalu cepat akan memicu gelombang gagal bayar dan kebangkrutan rumah tangga, korporasi, lembaga finansial, dan juga pemerintah. Stagflasi tak hanya mengancam negara maju, seperti AS dan Eropa, tetapi juga banyak negara miskin. Miliaran penduduk kian kesulitan mengakses kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan dasar, memicu tensi sosial di sejumlah negara. IMF menyerukan kerja sama global untuk mengatasi krisis ini. Memperkuat daya tahan ekonomi domestik lewat koordinasi dan bauran berbagai kebijakan kembali menjadi kunci bagi Indonesia untuk menekan dampak resesi akut global kali ini. (Yoga)


Strategi Atasi Inflasi Pangan Diusulkan

28 Jul 2022

Sejumlah cara mengatasi inflasi pangan diusulkan Institute of Development on Economics and Finance dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Cara-cara tersebut mencakup diversifikasi negara asal impor, pembukaan restriksi pangan melalui kerja sama perdagangan, membuat kebijakan pro pangan, dan budidaya pangan yang lebih tahan terhadap anomali cuaca. Hal itu mengemuka dalam Gambir Trade Talk 2022 #6 bertajuk ”Inflasi Global: Pangan Dunia untuk Indonesia Kestabilan Harga Bahan Pokok” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan (BKP) Kemendag secara hibrida di Jakarta, Rabu (27/7).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, inflasi di Indonesia lebih didominasi komoditas pangan, baik lokal maupun impor. Hal itu tidak terlepas dari kenaikan harga pangan global dan masalah tahunan di dalam negeri berupa gangguan produksi pangan akibat cuaca. Ia mengusulkan beberapa langkah mengatasi inflasi pangan. Pertama, kemandirian pangan lokal seperti kedelai, daging sapi, dan gula. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan perbaikan produktivitas dan luas tanam, pemanfaatan teknologi, dan efisiensi produksi. Kedua, memperbaiki system produksi pangan yang bergantung pada cuaca,terutama cabai dan bawang merah, melalui riset dan teknologi pangan. Ketiga, mencari sumber alternative negara importir lain. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan alokasi subsidi dan input pangan, seperti benih dan pupuk, agar harganya stabil dan petani tidak dirugikan.

Officer off Food Security and Nutrition Officer FAO Dewi Fatmaningrum menyatakan, FAO telah merekomendasikan sejumlah program mitigasi kiris pangan global kepada setiap  negara di dunia. Kunci utamanya ialah setiap negara harus membuka perdagangan. Ketum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang berpendapat, kenaikan harga pangan berdampak pada rumah tangga dan dunia usaha. Kenaikan harga pangan dapat semakin menggerus daya beli rumah tangga, terutama yang berpenghasilan rendah. Kepala BKP Kasan Muhri menuturkan, laju kenaikan inflasi tengah melanda dunia, termasuk Indonesia. Inflasi disebabkan kenaikan harga komoditas pangan dan energi akibat sejumlah faktor, seperti pandemi Covid-19, anomali cuaca, restriksi pangan, dan invasi Rusia ke Ukraina. ”Ada angin segar dari penandatanganan pembukaan ekspor pangan antara Rusia, Ukraina, dan PBB yang difasilitasi Turki. Harapannya ketersediaan dan harga pangan global kembali stabil,” tuturnya. (Yoga)


Mencari Saham Salim Pembagi Dividen

28 Jul 2022

Empat emiten Grup Salim kompak menebar deviden dengan nilai total keseluruhan mencapai Rp 5,49 triliun, Keempatnya yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT. Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP) dan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Cum dividen keempat saham ini jatuh pada awal Agustus mendatang. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyampaikan, di antara keempat saham tersebut, dia mengunggulkan LSIP. Alasannya yield yang diberikan dividen perusahaan sawit ini menarik. 

Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun

28 Jul 2022

Transaksi digital menggunakan teknologi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) semakin familiar. Hal ini terekam dalam data Bank Indonesia (BI). Volume transaksi QRIS bertumbuh 156% secara tahunan menjadi 74,01 juta di Juni 2022 lalu. Kenaikan juga terlihat dari nominal transaksi QRIS sebesar Rp 8,6 triliun yang tumbuh 333% secara tahunan. Di tahun ini, BI menargetkan ada 15 juta pengguna baru yang hingga Juni lalu sudah ada sekitar 9,6 juta lebih. Tahun lalu BI mencatat ada 11,5 juta pengguna yang memakai teknologi QRIS. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (APSI), Susiana Suhendra juga memberikan gambaran kenaikan transaksi QRIS yang signifikan itu. "Nominal transaksinya mencapai Rp 9 triliun, ini meningkat 9 kali dibandingkan awal tahun 2020,"ujarnya.

Ciputra Genjot Proyek di Luar Jawa

28 Jul 2022

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah mengantongi pra penjualan atau marketing sales senilai Rp 3,99 triliun hingga akhir Juni 2022. Grup Ciputra optimistis bisa memenuhi target penjualan pada tahun ini. "Kami masih optimistis target Rp 8,2 triliun bisa tercapai di tahun 2022 dan belum ada perubahan target saat ini," ungkap Direktur CTRA, Tulus Santoso dalam paparan publik, Rabu (27/7). Tulus menambahkan, pada tahun 2022, CTRA juga telah menambah beberapa proyek baru diantaranya proyek CitraLand Tanjung Morawa di Sumatera Utara. Proyek CTRA selanjutnya adalah CitraLand Sampali Kota Deli Megapolitan di Sumatera Utara.