Ekonomi
( 40487 )Pemerintah Buka Kesempatan Penambangan Timah Legalisasi Perizinan
Pemerintah membuka kesempatan bagi penambang timah ilegal di Bangka Belitung untuk mengurus perizinan kegiatan tambang. Legalisasi tambang liar merupakan upaya menekan kerusakan lingkungan dan meningkatkan penerimaan negara. Pejabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan masyarakat bisa mendatangi eks rumah dinas Wakil Gubernur di Pangkal Pinang untuk mengurus perizinan tambang. Nanti masyarakat akan mendapat pengarahan kelengkapan dokumen dan lain-lain guna mendapat lisensi pertambangan. "Sebagai PJ Gubernur yang saya lakukan menata pertambangan ilegal. Tidak ada alasan pihak yang melakukan kegiatan ilegal tidak mampu mengurusnya. Pemerintah sudah membuka jalan." kata Ridwan dalam diskusi secara hybrid, Jakarta. (Yetede)
Dunia Makin Dekat Menuju Malapetaka
Awal April 2016, lebih dari 100 media massa lintas negara segera serentak mempublikasikan Panama Papers, proyek kolaborasi riset dan peliputan investigasi yang bersumber dari bocoran dokumen rahasia Mossack Fonseca. Firma hukum asal Panama. Dikoordinasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), publikasi Panama Papers menguak praktik lancung perusahaan-perusahaan cangkang di negara-negara suaka pajak yang menjadi kedok konglomerat, politikus kondang, selebritas, olahragawan, hingga buronan kejahatan keuangan. Kala itu, Tempo, sebagai satu-satunya media di Indonesia yang bergabung dalam proyek Panama Papers, turut mengungkapkan sederet Taipen dan poltikus papan atas diantara ratusan warga negara Indonesia yang mendirikan perusahaan cangkang lewat Mossack Fonseca. Kendati pemerintah berikrar akan menindaklanjuti skandal Panama Papers, sejauh ini hanya Harry Azhar yang terkena sanksi ringan berupa teguran oleh Mahkamah Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan. Kala itu, Harry yang menjabat Ketua BPKK, tercatat memiliki perusahaan cangkang di British Virgin Islands. (Yetede)
Investor Muda Meruyak, Edukasi Gencar Dibutuhkan
BEI mencatat investor ritel naik signifikan di masa pandemic. Banyaknya investor baru ini perlu menjadi perhatian karena segmen ritel mendominasi separuh transaksi bursa. BEI mencatat per Juni 2022 ada 9,1 juta investor pasar modal, naik pesat dari akhir 2019 sebanyak 2,48 juta. “Kami optimis penambahan investor baru tetap terjaga,” ujar Kadiv Riset BEI Verdi Ikhwan (22/7). BEI mencatat porsi investor muda di bawah 30 tahun mencapai 60 % total investor, dan 28 % total investor saham adalah pelajar. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, mayoritas investor baru ini cenderung coba-coba sehingga kebanyakan memiliki orientasi jangka pendek. Menurut wawan seiring pertumbuhan investor ritel yang pesat, edukasi juga perlu digalakkan. (Yoga)
Perjanjian Dagang Dorong Neraca Dagang RI Surplus
Hingga pertengahan tahun ini, Indonesia telah memiliki 27 perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA), 10 di antaranya sudah berjalan. “19 PTA telah diimplementasikan dan dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar ekspor,” kata Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Jumat (22/7). Dari 19 PTA yang sudah terlaksana, efeknya sudah mulai Indonesia rasakan. Selama pandemic Covid19, Indonesia terus menorehkan surplus neraca perdagangan setelah mengalami defisit 3,6 miliar USD pada 2019. “Indonesia mencatatkan surplus perdagangan 21,7 miliar USD pada 2020, meningkat menjadi 32,5 miliar USD pada 2021,” ungkap Djatmiko. (Yoga)
Inflasi Bisa Menjadi Sandungan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, lonjakan inflasi bakal menahan kenaikan konsumsi swasta. Pasalnya konsumsi swasta memegang porsi besar dalam PDB. BI memperkirakan inflasi Indonesia pada 2022 melampaui batas atas target di kisaran 4,5% hingga 4,6 % year on year (yoy). Proyeksi BI kompak dengan Asian Development Bank (ADB) yang mengerek perkiraan inflasi Indonesia pada 4 % yoy dari sebelumnya 3 % yoy. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman meminta pemerintah maupun otoritas terkait harus pandai-pandai menjaga inflasi agar tidak bergerak liar, untuk menjaga daya beli masyarakat. *Yoga)
BMHS Incar Pendapatan 1,9 Triliun
PT Bundamedik Healthcare System Tbk. (BMHS) membidik pertumbuhan pendapatan 19 % hingga akhir tahun ini atau naik naik menjadi Rp. 1,9 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai dengan penambahan rumah sakit baru dan perluasan jaringan. Managing Director BMHS Nurhadi Yudiyantho mengatakan, sepanjang kuartal I-2022, BMHS telah menyelesaikan akuisisi 3 rumah sakit. Emiten pengelola rumah sakit ini juga berencana memperluas jaringan di kota tier 2 melalui Klinik Fertilitas Indonesia (KFI) dan sejumlah outlet Diagnos lab. (Yoga)
Single Data Pajak Kendaraan
Pemerintah tengah merancang pengelolaan secara terpusat (single data). Langkah ini ditempuh demi meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Inisiatif single data kendaraan didorong dengan melibatkan pemangku kepentingan di Kantor Bersama Samsat antara lain, Polri, Kemendagri, Pemda dan Jasa Raharja. Berdasar data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, jumlah kendaraan bermotor tahun 2020 mencapai 110.445.615 unit, tapi yang membayar PKB baru 63.957.243 unit atau 58 %.
Adapun data PT Jasa Raharja (persero) seperti diungkapkan Dirut Rivan A Purwantoro menyebutkan terdapat 40 juta unit kendaraan atau 39 % total kendaraan belum membayar PKB, dengan potensi Rp 100 triliun yang belum tertagih. Kita sedang mengkonsepkan single data biar kita semua tahu,” kata Direktur Regident Koarlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus, Jumat (22/7). (Yoga)
Home Credit Dapat Suntikan Rp 156 Miliar
PT Home Credit Indonesia memperoleh guyuran dana USD 10,4 juta atau Rp 156 miliar dari Deutsche Bank untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan berbasis Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Perusahaan (ESG). Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz mengatakan, kerjasama ini selaras dengan visi perusahaannya untuk terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. (Yoga)
Tahan Suku Bunga, BI Diminta Risiko Eksternal
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% untuk ke-17 kali berturut-turut. Ini dilakukan saat sejumlah bank sentral lain, termasuk The Federal Reserve, agresif pengetatan kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan. Terkait itu, BI diingatkan agar mewaspadai risiko eksternal yang mulai tergambar pada arus modal keluar yang deras dan diikuti dengan rupiah yang terdepresiasi. "Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri," kata Perry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) BI bulan Juli lalu 2022 dengan cakupan kuartalan yang dilakukan secara daring di Jakarta, Kamis (21/7). Untuk itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, BI mengukuhkan bauran kebijakan yang meliputi pertama, memperkuat operasi moneter sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang dan penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. (Yetede)
Adi Sarana Optimistis Pendapatan 2022 Tumbuh 30%
Emiten mobilitas dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan sebesar 30% sepanjang tahun 2022. Untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan anak usaha yang bergerak disektor logistik, Anteraja. "Bicara proyeksi, sampai saat ini target pertumbuhan top line dan bottom line kita itu di 30% tahun 2022 ini," kata Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto dalam paparan publik, Kamis (21/7) Pertumbuhan pendapatan yang tertinggi akan disumbang dari kinerja anak usaha yang bergerak di sektor logistik, Anteraja, karena volumenya merupakan bus. Selain Anteraja, Prodjo memperkirakan segmen-segmen bisnis rental juga akan tumbuh. "Kami berharap di kuartal IV-2022 akan ada pertumbuhan. Kalau kita hitung rata-rata dari Januari sampai Desember, ia berharap sekitar volume pengiriman tumbuh sekitar 1 juta atau 1,1 juta. Artinya pertumbuhan dua kali dibandingkan tahun lalu," ucap Suyanto. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









