Ekonomi
( 40487 )Komitmen Investasi di KEK Kendal Rp 27 Triliun
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, hingga Juli 2022, komitmen investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, mencapai Rp27 triliun, yang berasal dari 75 pelaku usaha. Mereka berasal dari Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, Hongkong, dan dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap 12.030 orang tenaga kerja dan menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 50 juta. Ini menunjukkan, investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah, termasuk tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, KEK Kendal dinilai berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan industri berteknologi tinggi. Sebagai KEK berbasis industri pertama di Pulau Jawa, Kawasan Industri Kendal (KIK) diharapkan mampu menjadi percontohan kawasan industri yang berhasil di Indonesia. (Yetede)
Mei, Laba Bersih Asuransi Jiwa Melesat 538%
Industri asuransi jiwa membukukan laba bersih mencapai Rp 4,84 triliun per Mei 2022, tumbuh 538,65% tahunan (year on year/yoy). Perolehan ini didukung oleh hasil investasi yang tumbuh menjadi hampir dua kali lipat serta total beban klaim dan manfaat yang menurun, disaat pendapatan premi menyusut. Mengacu statistik OJK per Mei 2022, pendapatan premi asuransi jiwa susut 4,10% (yoy) menjadi Rp 69,94 triliun. Perlambatan produksi premi ini sudah terjadi sejak awal tahun. Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Fauzi Arfan memperkirakan bahwa kanal bancasurance dan keagenan (Agency) menjadi faktornya. "Tapi ada beberapa perusahaan yang kecenderungan preminya naik, tidak semua menurun. Mungkin unit link juga tidak sebaik sebelumnya atau memang yang lalu pencapaiannya terlalu baik," ungkap Fauzy. (Yetede)
Jababeka akan Bangun The Next Silicon Valley di Indonesia
PT Jababeka Tbk akan meluncurkan proyek Jababeka Silicon Valley pada semester II 2022. Proyek ini merupakan suatu pengembangan kawasan pusat inovasi dan bisnis modern terpadu berbasis teknologi terbesar dan diyakini sebagai "The next sillicon valley" di Indonesia. Untuk itu, PT Jababeka Tbk secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU yang menggandeng BRIN AI (PT Bisa Artifisial Indonesia) dan Indogen Capital. "Untuk mewujudkan Indonesia 4.0 PT Jababeka Tbk berkomitmen untuk menciptakan lingkungan serta ekosistem yang mendukung, agar seluruh stakeholder dapat memanfaatkan teknologi dengan berkelanjutan dan efisien. Dalam hal ini, keterlibatan BRIN, Indogen Capital, dan BISA AI menjadi langkah strategis untuk memfasilitasi pelaku industri agar bergabung dalam lingkungan yang tak hanya tech-savvy, namun juga kreatif dan kolaboratif," kata Tjahjadi Rahardja, Direktur Utama PT Jababeka Tbk melalui siaran pers, Jumat (27/7). (Yetede)
Group MIND ID Tempatkan Dana Rp 534,4 Miliar untuk Jaminan Reklamasi
BUMN Holdings Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industri Indonesia, yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk menempatkan dana jaminan reklamasi per 31 Desember 2021 sebesar total Rp534,4 miliar. Direktur Utama MIND ID terus mendorong perusahaan Anggota MIND ID untuk memenuhi kewajiban yang terkait dengan proses bisnis salah satunya kepatuhan penempatan dana jaminan reklamasi. "Sebagai perusahaan pengelola sumber alam strategis Indonesia, Group MIND ID memastikan perubahan bentang alam dilakukan secara terencana hingga mampu meminimalkan dampak operasional dan mengoptimalkan hasil pemrosesan mineral," kata Hendi. (Yetede)
Cuan Besar dari Saham Yang Melejit Setinggi Langit
Sepanjang tahun ini, sejumlah saham mencetak kenaikan harga hingga ratusan persen. Sebagian besar saham-saham top gainers tersebut berasal dari sektor transportasi dan komoditas energi (lihat tabel).
"Sektor-sektor ini tengah booming bisnisnya. Jadi, berpengaruh ke pergerakan sahamnya," ujar Cheril Tanuwijaya, Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas kepada KONTAN, Minggu (24/7). Beberapa saham multibagger tersebut memiliki prospek fundamental positif. Sebut saja misalnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang melejit 372,71% sejak awal tahun ini.
Transaksi Uang Elektronik Kartu Terus Meningkat
Usai pelonggaran aktivitas masyarakat, transaksi pembayaran uang elektronik berbasis cip atau kartu perbankan terus mendaki. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menuturkan, nilai transaksi uang elektronik pada triwulan II-2022 tumbuh 39,85% yoy. Jumlah elektronik berbasis kartu yang beredar meningkat 23,82% yoy dari 68,27 juta keping menjadi 84,53 juta keping hingga Mei 2022. Sedangkan nilai transaksi uang elektronik melesat 33,28% yoy. Dari Rp 292,26 triliun menjadi Rp 389,52 triliun di lima bulan pertama 2022.
Fintech Harus Penuhi Modal Rp 12,5 Miliar
Syarat bisnis financial technology (fintech) lending bakalan kian berat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan aturan baru untuk menata bisnis fintech yang baru berkembang.
Salah satu aturan yang paling terasa bagi fintech adalah soal permodalan. Peraturan OJK No 10 Tahun 2022 ini menyebutkan, fintech yang saat ini sudah berjalan harus memenuhi modal setidaknya Rp 12,5 miliar. Salah satu fintech yang sedang berusaha memenuhi persyaratan modal ini adalah Danain. "Terkait ekuitas sebesar Rp 12,5 miliar, kami akan memenuhi sesuai batas waktu yang ditentukan," ujar Co-Founder dan CEO Danain, Budiardjo Rustanto, pekan lalu.
Alfamart Serap Belanja Modal Rp 800 Miliar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terus menambah jejaring gerai baru. Pengelola gerai Alfamart itu memproyeksikan dapat membuka gerai 800-1.000 gerai di sepanjang tahun ini. Hingga Juni 2022, AMRT sudah menambah 645 gerai baru.
"Sepanjang semester I-2022, kami sudah menambah 645 gerai sejak akhir Desember 2021," ungkap Solihin, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, kepada KONTAN, Minggu (24/7). Solihin memaparkan, pembukaan gerai Alfamart hingga kini sudah menghabiskan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 800 miliar.
TRANSAKSI LIFESTYLE DI LIVIN MAKIN MUDAH : Bank Mandiri Luncurkan Fitur Livin’ Sukha
Perkembangan sistem pembayaran yang seirama dengan akselerasi perbankan digital telah mendorong PT Bank Mandiri Tbk untuk menghadirkan solusi layanan finansial terlengkap bagi nasabahnya. Komitmen tersebut diwujudkan perseroan dengan meluncurkan fitur Livin’ Sukha pada super app andalannya, Livin’ by Mandiri. Melalui konsep one stop solution for all your lifestyle, Livin’ Sukha memungkinkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi dalam satu aplikasi. Sekarang, nasabah pengguna Livin’ by Mandiri dapat menikmati kemudahan transaksi seperti pembelian tiket pesawat, tiket kereta api, hiburan, pembelian voucher gim, pengajuan kredit dan lain-lain tanpa berpindah aplikasi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, fitur ini kian melengkapi Livin’ by Mandiri yang tidak hanya menyajikan layanan perbankan lengkap, namun juga menjangkau berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah secara digital.
“Sejak awal, kenyamanan nasabah bertransaksi menjadi prioritas utama Bank Mandiri. Kini, akselerasi digital Livin’ by Mandiri telah berhasil menghimpun seluruh solusi transaksi finansial hingga lifestyle dalam satu aplikasi secara mudah, nyaman dan aman,” ujarnya, akhir pekan ini.
DANA PIHAK KETIGA TUMBUH PELAN : PERSAINGAN MENARIK LIKUIDITAS BAKAL ‘PANAS’
Pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan memasuki akhir semester pertama tahun ini berada pada fase perlambatan di saat permintaan kredit terungkit. Perbankan diperkirakan mulai mencari cara untuk menarik dana masyarakat dengan memberi imbal hasil menarik. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan sampai Juni 2022 tercatat 8,9% year-on-year (YoY). Padahal, dalam masa pandemi Covid-19, laju DPK rata-rata di angka digit ganda. Sebaliknya, pertumbuhan kredit bank kini justru sudah menembus angka digit ganda. Sampai Juni 2022, kredit bank tumbuh 10,3% YoY. “Penyerapan likuiditas tersebut tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN,” tulis laporan Bank Indonesia. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa laju kredit yang sudah melampaui pertumbuhan DPK, dapat memengaruhi likuiditas bank dalam menyalurkan pembiayaan ke depan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









