Ekonomi
( 40753 )Kayu Penopang dari Limbah Kayu dan Plastik
Sekilas pandang, instalasi kayu di dinding, lantai, dan perabotan di area presentasi Group Hyundai Motors Indonesia dalam pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2022 tampak normal. Namun, siapa sangka, gerai seluas 45 meter persegi di Hall 1A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City itu dipasangi matrial serupa kayu yang terbuat dari sekam padi dan sampah plastik. DInamai "Sustainability Area", konsep ramah lingkungan itu ditampilkan Hyundai bersama Plana- salah satu entitas pengusung ekonomi daur ulang. Co-founder Plana, Juan Apriliano Chandra, mengatakan ide produksi Plana Wood- nama material kreasi perusahaannya-sudah muncul sejak 2015. "Kami ingin sesuatu yang baru, karena plastik sebenarnya sangat eco-frendly. Lalu ayah dan paman saya mengembangkannya formula matrial Plana Wood," ujar Juan saat bertemu Tempo di pabrik Plana di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, kemarin. (Yetede)
Pebisnis Ancang-Ancang Menaikkan Harga Barang
Spekulasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bergulir. Demi meredam gejolak di pasar, para pelaku usaha membutuhkan kepastian pemerintah ihwal kebijakan harga Pertalite dan Solar subsidi.
Maklum, wacana kenaikan harga BBM yang terus bergulir tapi tak kunjung diputuskan pemerintah, berpotensi menyulut spekulasi untuk menaikkan harga barang. Ketidakpastian beleid BBM juga menyulitkan kalangan pengusaha untuk menyusun agenda bisnis mereka.
Sejauh ini, sejumlah pelaku bisnis, mulai dari transportasi, distribusi, logistik, manufaktur hingga ritel, mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM. Sektor ritel, misalnya, sudah mulai terdampak rencana kenaikan harga BBM.
Cari Cuan Menarik, Hot Money Membanjiri Pasar Modal
Di tengah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, investor asing masih gencar masuk ke pasar modal dalam negeri. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan aksi beli di pasar saham dengan nilai bersih (net buy) Rp 7,51 triliun. Sejak awal tahun ini, nilai beli bersih asing telah mencapai Rp 64,14 triliun. Sementara itu di pasar obligasi, saat ini posisi dana asing mencapai Rp 770,55 triliun atau naik Rp 19,31 triliun dari posisi akhir Juli 2022. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% diapresiasi pelaku pasar termasuk investor asing, karena kebijakan ini menjadi langkah preventif untuk menstabilkan inflasi. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ketimbang negara lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih tergolong lebih tinggi.
BKPM Fasilitasi Perizinan Usaha Mikro dan Kecil
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya memberikan kemudahan perizinan usaha mikro dan kecil (UMK). Menurut Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Riyatno upaya memfasilitasi UMKM ini diantaranya menjalin kerjasama dengan alumni perguruan tinggi. Salah satunya kerja sama dengan ikatan alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). BKPM meneken Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pengembangan Inovasi Kebijakan Investasi dan Peningkatan Skala Usaha di kalangan alumni UI.
MENGEJAR CUAN REKSA DANA
Tren kenaikan suku bunga acuan dapat menjadi momentum untuk menata ulang portofolio reksa dana sesuai dengan profil risiko masing-masing investor. Kalangan analis menilai, memasuki era suku bunga mahal, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap cukup menjanjikan lantaran keduanya menikmati keuntungan dari pengetatan moneter yang dilakukan Bank Indonesia (BI).“Untuk investor baru yang masuk sekarang untuk investasi jangka menengah, 3 tahun ke reksa dana pendapatan tetap, sudah oke karena sudah ada kenaikan harga di pasar,” ujar Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana, Kamis (25/8)Wawan memperkirakan BI bakal melanjutkan pengetatan moneter setidaknya hingga suku bunga acuan berada pada rentang 4% hingga 4,25%. Mengacu pada proyeksi tersebut, dia menilai investor dengan horizon investasi jangka menengah dan panjang tak perlu khawatir.
Dengan pertimbangan ruang penguatan bagi kinerja pasar saham dan obligasi, Wawan memperkirakan kinerja imbal hasil reksa dana saham bisa menyentuh 10% dan reksa dana pasar uang pada rentang 3,75% hingga 4%. Namun, kinerja produk secara aktual bisa beragam tergantung pada kepiawaian manajer investasi.
KONVERSI BANK DAERAH : BRK Syariah Topang Ekonomi Riau
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Bank Riau Kepri (BRK) untuk menyokong pertumbuhan ekonomi syariah Provinsi Riau, usai bertransformasi menjadi BRK Syariah. Ma'ruf mengikuti jalannya proses peresmian konversi BRK menjadi BRK Syariah di Menara Dang Merdu, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (25/8).Dia menilai momentum peresmian BRK Syariah ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kemudi syariah.
“Setidaknya ada tiga hal yang ingin saya tekankan. Pertama, BRK Syariah harus hadir sebagai penyokong dan penguat pertumbuhan semua sektor ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Provinsi Riau dan Kepri,” ujarnya, Kamis (25/8).
Kedua, BRK Syariah harus terus meningkatkan layanan, termasuk penyempurnaan implementasi digitalisasi perbankan. Ma’ruf menilai saat ini keseharian masyarakat di daerah juga semakin akrab dengan gaya hidup digital. Untuk itu, pembenahan, peningkatan kapasitas dan kapabilitas sistem IT perlu diprioritaskan. Ketiga, Wapres mengimbau, BRK Syariah perlu terus menjajaki dan mengembangkan berbagai program potensial guna memperluas pangsa pasar syariah, a.l. layanan penerimaan setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, layanan sistem manajemen kas bagi institusi pendidikan di daerah, mencakup sekolah umum, sekolah Islam, dan pesantren, serta layanan sistem pembayaran gaji bagi pegawai instansi pemda dan institusi/lembaga lainnya.
INDUSTRI GIM : PENGEMBANG LOKAL UNJUK GIGI
Dukungan kuat dari pemerintah untuk pelaku usaha gim lokal dinilai mampu memantik gairah para pengembang atau developer aplikasi tersebut. Langkah ini perlu diimbangi dengan minat entrepreneur yang ditanamkan sejak dini bagi para developer.
PT Sidji Jaya Abadi atau Sidji Studio merupakan satu dari sekian banyak perusahaan buatan anak muda di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada mulanya, Sidji Studio adalah perusahaan perangkat lunak atau software house yang biasa menggarap proyek-proyek dari pihak ketiga. Namun, setelah pandemi Covid-19, ada peluang baru yang coba ditangkap Sidji Studio.“Pasar Indonesia itu yang dekat sama kita itu apa? Yang familiar itu kan CD gim bajakan, kedua model seperti pusat permainan arkade itu menarik,” jelas Glenn Andrenorman Anggoro, CEO Sidji Studio, saat ditemui Bisnis, belum lama ini. Dari ide sederhana itu, Sidji Studio kemudian mengembangkan gim berbasis ponsel pintar.
Dengan sumber daya yang ada, studio yang berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang itu berhasil merampungkan versi pertama gim tersebut pada 2020. Gim itu diperkenalkan ke publik dengan nama MaGer.
Kini, Sidji Studio tengah mengembangkan versi kedua dari gim tersebut. Ada sejumlah perbaikan yang coba diperkenalkan, mulai sistem hadiah hingga variasi gim. Tak hanya itu, kerja sama dengan perguruan tinggi juga coba dirintis. Harapannya, MaGer tak cuma menguntungkan buat para pemainnya tapi juga para pengembang gim yang baru memulai bisnisnya.“MaGer itu ingin membantu mereka, secara modal, karena ketika dipublish maka bisa mendapat data di niche market game yang laris seperti apa,” jelasnya
Simpanan Bank Mengalir ke Produk Investasi
Dana pihak ketiga (DPK) telah menjadi amunisi utama perbankan menjalankan fungsi intermediasi. Namun, saat likuiditas berlimpah, sejumlah bank mendorong dana nasabah bisa masuk ke produk investasi.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat DPK industri perbankan melambat dan menyusut. Penghimpunan DPK Rp 7.284,4 triliun atau tumbuh 8,4% setahun atau year on year (yoy) per Juli 2022. Lebih lambat dibandingkan Juni 2022 yang tumbuh 8,9% yoy menjadi Rp 7.332,5 triliun. Artinya, dalam satu bulan terakhir, DPK perbankan menyusut Rp 48,1 triliun.
Bank DBS Indonesia mencatat, sekitar 25% sekitar saldo nasabah dari tabungan dan deposito sudah pindah ke produk investasi.
Head of Digital Banking DBS Indonesia, Erline Diani menyatakan, benchmark yang ada, 35% hingga 40% dari keseluruhan balance customers ke produk investasi.
PARIWISATA JABAR, Senyuman Baru dari Geopark Ciletuh
Kehadiran Taman Bumi Geopark Ciletuh-Palabuhan ratu di Sukabumi, Jabar, membuka lembar kehidupan baru. Sebagian warga di sekitarnya kini lebih berdaya. Dari angkasa, lengkungan garis pantai bertemu laut biru seperti memamerkan kemolekan Teluk Ciletuh. Petak-petak sawah, pegunungan, hutan, sungai, hingga air terjun jadi primadona. Bahkan, bagi Muhamad Risky Figo (22), pilot paralayang yang sudah 300 kali terbang di Ciletuh, kawasan itu tidak pernah membosankan. ”Saya sudah terbang di 20 lokasi di Indonesia. Pemandangan Ciletuh yang terbaik,” kata pilot bersertifikat kategori dua ini. Kamis (4/8) pagi, dia kembali mengudara dari Bukit Paralayang Ciletuh, 360 meter di atas permukaan laut di Desa Ciemas di Ciletuh.
Pengalaman terbang di Ciletuh kini tidak hanya jadi milik pilot berlisensi. Sejak 2018, dengan membayar Rp 500.000, wisatawan bisa terbang bersama pilot tandem komersial. ”Ada dua periode terbaik, April-Juni dan September-November. Kami sudah menerbangkan 700 wisatawan usia 7-65 tahun terbang tandem,” kata Ketua Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia Kabupaten Sukabumi Lukman. Gairah itu membuat pariwisata Ciletuh kian menggeliat. Perjalanan puncak hari ulang tahun ke-77 Jabar dalam ajang ”Cycling de Jabar” pada 27-28 Agustus 2022 bakal merekam hal itu. Di atas sepeda, Pemprov Jabar, harian Kompas, dan Bank BJB menyusuri Geopark Ciletuh, Sukabumi, ke Pangandaran. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Geopark Ciletuh Pelabuhan ratu merupakan anugerah dunia bagi Jabar. Keindahan dan potensinya bertaraf internasional lewat status UNESCO Global Geopark.
Tidak jauh dari lokasi paralayang, Deris Angga (29) bahagia bercerita tentang Curug Cimarinjung setinggi 50 meter di Ciwaru. Sebelum 2015, hidup Deris tidak menentu. Ia kerap menganggur hingga menjadi kuli di Jakarta. Seiring pengembangan wisata Geopark Ciletuh, muncul pilihan pekerjaan. Deris lalu pulang kampung. Bersama pemuda lain, ia belajar menjadi pemandu wisata. Kala itu, baru Puncak Darma, sekitar 230 meter di atas permukaan laut, yang dikenal pengunjung di Ciemas. Curug Cimarinjung masih asing. Setelah meraih status UNESCO Global Geopark pada 2018, daerah itu kian berkembang. Pemerintah membenahi akses jalan, termasuk ke curug. Jalan beraspal kini tersaji di sana. Warung hingga tempat penginapan atau homestay mulai tumbuh hingga kurang lebih 2.000 unit. (Yoga)
TIMUR TENGAH, Fanatisme Suku Penyebab Kemunduran
Meski sudah lebih dari 100 tahun dikritik, kemunduran bangsa-bangsa Arab dinilai tidak kunjung berhenti. Fanatisme pada suku, kolusi, dan keengganan meninggalkan tradisionalisme menjadi faktor utama kemunduran. Indonesia perlu mempelajari penyebab keterpurukan itu agar tidak mengalami masalah yang sama. Wartawan Kompas tahun 1991-2022 Musthafa Abd Rahman mengatakan, keresahan pada kemunduran bangsa Arab sudah dikemukakan, di antaranya, lewat buku terbitan 1883. “Buku saya tidak akan menjadi yang terakhir, masih akan ada lagi di masa mendatang,” kata Musthafa yang puluhan tahun bertugas di Kairo, Mesir, dalam bedah buku hasil karyanya, Mengapa Bangsa Arab Terpuruk, Kamis (25/8) di Jakarta.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Guru Besar UIN SH Jakarta Ali Munhanif, Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib, dan wartawan senior Trias Kuncahyono menjadi pembahas buku itu. ”Buku ini bersumber dari pemikiran tokoh-tokoh terhormat di Timur Tengah,” ujar Musthafa. Dalam 10 tahun terakhir, para tokoh Arab gelisah karena bangsa tersebut semakin terpuruk. Dalam satu dekade, kemiskinan naik dari 8,5 juta jiwa menjadi 18 juta jiwa. Krisis politik serta peperangan menjadi penyebab utama keterpurukan itu. Potensi generasi muda Arab tersia-siakan akibat berbagai krisis. Gara-gara rangkaian krisis ini, cendekiawan Mesir sampai menyebut bangsa Arab sedang sakit. Najib menyebut, hal yang mengkhawatirkan di kalangan bangsa Arab ialah ketiadaan tradisi introspeksi. Alih-ali mencari penyebab kemunduran secara internal, hal yang ditempuh ialah mencari kambing hitam. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









