;

PARIWISATA JABAR, Senyuman Baru dari Geopark Ciletuh

Ekonomi Yoga 26 Aug 2022 Kompas (H)
PARIWISATA JABAR,
Senyuman Baru dari Geopark Ciletuh

Kehadiran Taman Bumi Geopark Ciletuh-Palabuhan ratu di Sukabumi, Jabar, membuka lembar kehidupan baru. Sebagian warga di sekitarnya kini lebih berdaya. Dari angkasa, lengkungan garis pantai bertemu laut biru seperti memamerkan kemolekan Teluk Ciletuh. Petak-petak sawah, pegunungan, hutan, sungai, hingga air terjun jadi primadona. Bahkan, bagi Muhamad Risky Figo (22), pilot paralayang yang sudah 300 kali terbang di Ciletuh, kawasan itu tidak pernah membosankan. ”Saya sudah terbang di 20 lokasi di Indonesia. Pemandangan Ciletuh yang terbaik,” kata pilot bersertifikat kategori dua ini. Kamis (4/8) pagi, dia kembali mengudara dari Bukit Paralayang Ciletuh, 360 meter di atas permukaan laut di Desa Ciemas di Ciletuh.

Pengalaman terbang di Ciletuh kini tidak hanya jadi milik pilot berlisensi. Sejak 2018, dengan membayar Rp 500.000, wisatawan bisa terbang bersama pilot tandem komersial. ”Ada dua periode terbaik, April-Juni dan September-November. Kami sudah menerbangkan 700 wisatawan usia 7-65 tahun terbang tandem,” kata Ketua Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia Kabupaten Sukabumi Lukman. Gairah itu membuat pariwisata Ciletuh kian menggeliat. Perjalanan puncak hari ulang tahun ke-77 Jabar dalam ajang ”Cycling de Jabar” pada 27-28 Agustus 2022 bakal merekam hal itu. Di atas sepeda, Pemprov Jabar, harian Kompas, dan Bank BJB menyusuri Geopark Ciletuh, Sukabumi, ke Pangandaran. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Geopark Ciletuh Pelabuhan ratu merupakan anugerah dunia bagi Jabar. Keindahan dan potensinya bertaraf internasional lewat status UNESCO Global Geopark.

Tidak jauh dari lokasi paralayang, Deris Angga (29) bahagia bercerita tentang Curug Cimarinjung setinggi 50 meter di Ciwaru. Sebelum 2015, hidup Deris tidak menentu. Ia kerap menganggur hingga menjadi kuli di Jakarta. Seiring pengembangan wisata Geopark Ciletuh, muncul pilihan pekerjaan. Deris lalu pulang kampung. Bersama pemuda lain, ia belajar menjadi pemandu wisata. Kala itu, baru Puncak Darma, sekitar 230 meter di atas permukaan laut, yang dikenal pengunjung di Ciemas. Curug Cimarinjung masih asing. Setelah meraih status UNESCO Global Geopark pada 2018, daerah itu kian berkembang. Pemerintah membenahi akses jalan, termasuk ke curug. Jalan beraspal kini tersaji di sana. Warung hingga tempat penginapan atau homestay mulai tumbuh hingga kurang lebih 2.000 unit. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :