Ekonomi
( 40498 )CEO XL Axiata Kunjungi Workshop UMKM Perempuan
JAKARTA,ID-Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), Dian Siswarini menyambangi sebuah workshop usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Pelaku UMKM tersebut merupakan anggota komunitas Sisternet yang juga pemenang program W20 Sispreneur. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung para pelaku UMKM perempuan sekaligus memperingati Hari UMKM yang jatuh pada 12 Agustus. “XL Axiata sangat menghargai upaya keras para pelaku UMKM perempuan di seluruh Indonesia, di mana eksistensi dan keberadaan mereka telah ikut menopang perekonomian nasional selama masa pandemi. Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam percepatan digitalisasi wirausaha yang inovatif bagi UMKM menuju pertumbuhan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19,” kata Dian melalui siaran pers, akhir pekan lalu. Shinta Paramarti, pelaku UMKM yang merupakan salah satu pemenang ajang W20 Sispreneur, mengungkapkan, ia mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari para mentor Sistsrnet. (Yetede)
PEROMBAKAN KABINET, Presiden Disebut Akan Beri Kejutan
Sinyal perombakan atau reshuffle kabinet menguat. Selain karena dua posisi kabinet sudah kosong cukup lama, nama calon menteri juga telah diusulkan. Meski belum ada kepastian waktu, Presiden Jokowi disebut akan memberikan kejutan pada perombakan keempat Kabinet Indonesia Maju. Posisi menpan dan RB yang ditinggalkan politikus PDI-P Tjahjo Kumolo hingga kini belum diisi. Begitu pula posisi Wamenlu Mahendra Siregar yang terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027. Ketua DPP PDI-P Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani, Minggu (21/8) mengungkapkan, PDI-P sudah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi kursi menteri yang kosong. Namun, PDI-P menyerahkan sepenuhnya pemilihan nama menteri kepada Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif dalam mengangkat anggota kabinet.
Sinyal akan adanya perombakan kabinet juga disampaikan Wapres Ma’ruf Amin, Sabtu (20/8). ”Reshuffle itu yang pasti, kan, ada dua yang lowong, satu menpan dan RB belum diisi, kedua wakil menlu. Dia terpilih menjadi Ketua OJK itu yang pasti diisi,” ujar Wapres. Sebelumnya, ketika memberikan keterangan pers seusai upacara HUT Kemerdekaan Ke-77 RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8), Kepala Sekretariat Presiden Kemensetneg Heru Budi Hartono mengungkapkan, penggantian posisi menpan dan RB sempat terkendala kesibukan Presiden. Saat itu Heru menyampaikan harapan pelantikan menpan dan RB dapat dilaksanakan pekan depan. Jika merujuk perombakan kabinet sebelumnya, baik pada periode pertama maupun kedua pemerintahan, Presiden Jokowi biasanya mengganti menteri pada Rabu Pon atau Rabu Paing. Dari tujuh kali perombakan kabinet, baru satu kali Presiden memutuskan perombakan kabinet pada Rabu Wage, yakni saat reshuffle jilid II pada periode kedua pemerintahannya, 28 April 2021. Kebetulan pada pekan ini terdapat hari Rabu Paing yang jatuh pada 24 Agustus. (Yoga)
Sorgum untuk Lahan Marjinal
Sorgum merupakan salah satu bahan pangan yang bisa menjadi pilihan masyarakat Indonesia sebagai sumber karbohidrat selain beras, jagung, ataupun gandum. Sejak tahun 1970, sorgum sudah dibudidayakan di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sulsel, Sulteng, NTB, dan NTT. Sorgum tak hanya sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga memiliki kandungan gizi tinggi. Sejumlah hasil riset menunjukkan, sorgum memiliki kandungan protein, kalsium, zat besi, fosfor, dan vitamin B1 lebih tinggi dibandingkan beras. Sorgum juga mengandung antioksidan, seperti flavonoid, asam fenolat, dan tanin.
Dengan berbagai manfaat ini, pemerintah menyusun peta jalan meningkatkan produksi dan hilirisasi komoditas pertanian sorgum. Hingga Juli 2022, ada 4.355 hektar lahan sorgum tersebar di enam provinsi dengan produksi 15.243 ton atau 3,63 ton per hektar. Pemerintah menargetkan tahun ini 15.000 hektar lahan ditanami sorgum di area pengembangan prioritas di Kabupaten Waingapu, NTT. Pada 2023 akan disiapkan budidaya sorgum di lahan seluas 115.000 hektar dan 154.000 hektar pada 2024 (Kompas, 8/8).
Untuk mendukung ketahanan pangan, peneliti dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University mengembangkan IPB Sorice. Sorgum ini bisa tumbuh dengan baik di lahan kering masam sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanah marjinal. Anggota tim pengembang IPB Sorice, Desta Wirnas, menjelaskan, varietas ini dapat di tanam di lahan dengan derajat keasaman (pH) rendah dan kandungan aluminium tinggi. Hal ini menjadi keunggulan karena tak semua jenis tanaman bisa hidup dan berproduksi dengan baik di lahan kering masam. (Yoga)
Stabilitas Jadi Pertimbangan
Isu terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi perbincangan publik yang hangat sepanjang pekan lalu. Namun, pemerintah menyebut bakal berhati-hati menyikapi besarnya anggaran subsidi dan kompensasi energi hingga akhir tahun ini. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga BBM guna mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi.
”Langkah yang disimulasikan termasuk skenario pembatasan volume. Pemerintah akan terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan data akurat sebelum pembatasan diterapkan,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Minggu (21/8). Ia menambahkan, pemerintah menghitung rencana itu dengan hati-hati karena perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti inflasi, kondisi fiskal, dan pemulihan ekonomi. Hal itu dinilai penting guna menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global. (Yoga)
Perluasan Penerima Insentif Gas Industri Terkendala
Rencana pemerintah memperluas sektor industri penerima gas murah lewat insentif harga gas bumi tertentu atau HGBT masih terganjal kendala infrastruktur yang belum merata. Pemerintah berencana memacu pembangunan infrastruktur untuk mempermudah penyaluran gas ke seluruh industri yang membutuhkan. Berdasarkan Permen ESDM No 8 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri, yang berlaku sejak April 2020, ada tujuh bidang industri yang mendapat insentif harga gas bumi senilai 6 USD per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Pemerintah berencana memperluas penerima harga gas khusus itu ke seluruh sektor industri.
Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko Cahyanto (20/8) mengatakan, ketersediaan infrastruktur yang merata menjadi salah satu kendala dalam mendorong perluasan penggunaan gas bumi bagi industri. Pasalnya, distribusi gas bumi untuk industri masih mengandalkan jaringan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Letak jaringan pipa gas dan sebagian besar industri pengguna gas berada di bagian barat Indonesia, sementara sumber baru gas bumi lebih banyak berasal dari wilayah tengah dan timur. (Yoga)
Neraca Pembayaran Triwulan II-2022 Surplus
Neraca pembayaran Indonesia pada triwulan II-2022 tercatat surplus 2,4 miliar USD setelah pada triwulan sebelumnya defisit. Surplus ini memperkuat cadangan devisa Indonesia pada Juni 2022, yakni 136,4 miliar USD. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Sabtu (20/8) mengatakan, neraca pembayaran surplus karena transaksi berjalan meningkat serta defisit transaksi modal dan finansial mengecil. (Yoga)
Produksi Belum Ditopang Pupuk yang Memadai
Sejumlah daerah sentra produksi beras di Tanah Air menikmati keuntungan dari kemarau basah yang terjadi setahun terakhir. Produksi beras meningkat karena pengairan yang terjamin oleh hujan sepanjang tahun. Peningkatan produksi beras dirasakan petani di Kabupaten Sigi, Sulteng, sejak 2021. Asruli (64), petani di Desa Sidera, Sigi Biromaru, menuturkan, produksi beras dari 1 hektar sawahnya sejak tahun lalu hingga panen terakhir pada Mei 2022 berkisar 2-2,5 ton per musim. Sawah diolah dua kali atau dua musim tanam dalam setahun. ”Ini lebih baik dari hasil pada 2020 yang hanya 1,75 ton per musim tanam,” katanya, Minggu (21/8).
Hal sama dialami Aswan (33), petani di Desa Lolu, Sigi Biromaru. Dari 0,5 hektar lahannya, sejak tahun lalu ia menghasilkan 1,2 ton beras per musim tanam, meningkat dua kali lipat ketimbang 2020. Asruli dan Aswan mengakui, produksi beras sebenarnya masih bisa meningkat jika ketersediaan pupuk bersubsidi terjamin. Selama ini, mereka mendapatkan pupuk lebih sedikit dari idealnya. Asruli, misalnya, mendapatkan empat karung pupuk bersubsidi, masing-masing dua karung jenis urea dan NPK. Padahal, idealnya, sawah 1 hektar membutuhkan enam karung pupuk yang terdiri dari dua karung NPK dan empat karung urea. Dengan pemupukan maksimal, hasilnya diyakini makin meningkat.
Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng Nelson Metubun mengatakan, data BPS Sulteng mencatat peningkatan produksi beras. Surplus beras Sulteng rata-rata 90.000-120.000 on per tahun. Pada 2021, Sulteng menghasilkan 511.000 ton beras dari sawah seluas 182.000 hektar. Angka itu meningkat 9,43 persen dari 2020 yang sebesar 467.000 ton. Terkait masalah pupuk, Nelson mengakui, alokasi pupuk bersubsidi memang sangat terbatas. Untuk itu, saling berbagi antarkelompok tani jika kelebihan jatah atau tak terserapnya pupuk di satu kelompok menjadi solusi. (Yoga)
PENGENDALIAN INFLASI, Arahan Presiden Jokowi Direspons Para Menteri
Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran mengenai penggunaan belanja tidak terduga untuk mengendalikan inflasi di daerah. Sejumlah upaya juga dilakukan Kemenhub untuk menstabilkan harga tiket pesawat agar tidak menimbulkan inflasi tinggi. Hal ini dilakukan merespons arahan Presiden Jokowi untuk mengendalikan kenaikan harga barang dan jasa yang disampaikan pada Rakornas Pengendalian Inflasi pada Kamis (18/8). Rilis Pusat Penerangan Kemendagri, Minggu (21/8) menyebutkan bahwa Mendagri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai Penggunaan Belanja Tidak Terduga dalam Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah.
SE bernomor 500/4825/SJ tersebut dikeluarkan pada Jumat (19/8), bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi, serta stabilitas perekonomian di daerah. Melalui surat edaran tersebut, gubernur, bupati, dan wali kota diminta mengoptimalkan anggaran dalam APBD untuk menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan, serta ketersediaan bahan pangan. (Yoga)
Tingkatkan Kerja Pertanian, BNI Dukung Program Taksi Alsintan
Sektor Agrikultur memasuki periode percepatan transformasi yang semakin memperkuat produktivitas serta stabilitas pangan nasional. Peran pelaku perbankan menjalankan fungsi intermediator semakin krusial, khususnya dalam penyaluran kredit investasi serta pemberian solusi keuangan yang tepat untuk para petani. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) meluncurkan program Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang merupakan model pengelolaan tata kelola usaha jasa alsintan dengan sistem jasa sewa atau kepemilikan alsintan melalui skema kredit perbankan. Kementan dan BNI sepakat dalam hal pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan, relaksasi pembiayaan, dan pendampingan. Kedua institusi berkolaborasi melalui integrasi data mitra dan/atau binaan guna mempermudah aplikasi permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Taksi Alsintan. (Yetede)
TANAMAN HIAS, MAGNET BARU KOMODITAS EKSPOR LAMPUNG
Aziz Hermawan (43) sibuk menyiapkan aglonema yang akan diekspor ke Turki, Minggu (14/8). Bersama belasan petani lain, Aziz harus memastikan 10.500 batang aglonema yang akan diekspor perdana ke Turki bebas dari organisme pengganggu tumbuhan. Untuk itu, mereka harus teliti sejak awal proses penanaman hingga persiapan ekspor. Untuk membantu petani, Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung mendirikan tempat karantina tumbuhan khusus di Kelurahan Adipuro. Di sana, petani juga didampingi untuk memeriksa tanaman, mulai dari cara membersihkan hingga membungkus tanaman hias yang akan diekspor. Dengan karantina di tingkat desa/kelurahan, waktu untuk menyiapkan tanaman yang akan diekspor bisa lebih cepat.
Aziz menggeluti usaha tanaman hias sejak 2019. Pada awal masa pandemi Covid-19, masyarakat Lampung ”demam” tanaman hias. Ia pun memanfaatkan momentum itu untuk coba-coba menanam berbagai jenis tanaman hias yang sedang tren, tak terkecuali aglonema. Aglonema koleksi Aziz pernah terjual dengan harga tinggi, Rp 700.000 untuk satu batang. Saat ini, ia bisa mengantongi uang Rp 3 juta-Rp 4 juta setiap bulan dari hasil berjualan tanaman hias, padahal, usaha tanaman hias hanya sebagai pekerjaan sampingan yang diurus di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai buruh rongsok. Aziz hanyalah satu dari puluhan rumah tangga petani aglonema di kelurahan itu yang menikmati hasil dari budidaya tanaman hias. Peluang ekspor tanaman hias yang sangat besar menjadi daya tarik bagi para perantau asal Adipuro untuk kembali ke kampung halamannya.
Eko Widiantoro (41). Perantau yang 16 tahun terakhir bekerja di pabrik sepatu di Tangerang memutuskan pulang ke kampung halamannya pada Mei 2022. Sejak dua bulan lalu, dia memulai usaha budidaya aglonema dengan modal awal Rp 3 juta, untuk membeli media tanam, bibit, dan menyiapkan area budidaya. ”Saya baru bisa panen 3-4 bulan lagi. Saat ini masih dalam proses pemotongan batang untuk memperbanyak bibit aglonema,” kata Eko. Selain budidaya aglonema, Eko juga bekerja sebagai petani padi di desa. ”Saya lihat banyak warga di sini yang hidup layak dari budidaya tanaman hias. Dari situ, saya tertarik menggeluti usaha ini,” ucapnya. Ketua Kelompok Tani Aglonema Adipuro Sri Sejeki Margiono menuturkan, ada 90 rumah tangga di Kelurahan Adipuro yang mengembangkan budidaya tanaman hias. Para petani inilah yang memasok aglonema untuk diekspor perdana ke Turki. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









