Ekonomi
( 40753 )Bank Tidak Buru-buru Naikkan Suku Bunga
JAKARTA, ID -- Meski Bank Indonesia pekan lalu menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%, kalangan bankir menyatakan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Perbankan akan melihat situasi pasar terlebih dahulu sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga. Sedangkan kenaikan lagi BI7DRR yang diperkirakan sebesar 100 basis poin ke level 4,75% hingga akhir tahun 2022 dinilai masih belum akan berdampak signifikan pada kondisi industri perbankan secara umum. Selain menaikkan BI7DRR, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menilai, dengan proyeksi dari para ekonom mengenai arah suku bunga acuan BI7DRR yang masih akan naik hingga ke angka 4,75%, masih belum akan berdampak signifikan pada kondisi industri perbankan secara umum. (Yetede)
Catatkan Kinerja Gemilang BSI Konsisten Berinovasi dan Kembangkan Islamic Ekosistem
JAKARTA, ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mencatatkan kinerja gemilang. Pada kuartal II/2022, bank yang didorong menjadi lokomotif industri keuangan syariah itu mampu membukukan laba bersih hingga Rp2,13 triliun, tumbuh 41,31% year on year (yoy). Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, kinerja BSI yang solid ini dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan sehingga tumbuh berkualitas dan fungsi intermediasi yang terus membaik. Kinerja positif itu juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 244,6 triliun, tumbuh 13,07% dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito. Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI menghantarkan tabungan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional. Tabungan wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses, sedangkan dari sisi bank menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi bagi hasil. (Yetede)
Juli, Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11,38%
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan penyaluran kredit secara bank only meningkat 11,38% secara tahunan (year on year/yoy) per akhir Juli 2022. Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh perbaikan dari seluruh segmen kredit perseroan. Ini secara khusus ditopang oleh segmen wholesale yang menjadi unggulan Bank Mandiri dengan pertumbuhan sebesar 10,8% (yoy). Di samping itu, kredit di segmen ritel tumbuh 12,53% (yoy),” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI 7DRR) tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Oleh karena itu, perseroan masih meyakini dapat mencapai target yang ditetapkan untuk tahun ini. “Bank Mandiri tetap optimistis bahwa target pertumbuhan kredit sebesar 11% hingga akhir 2022 dapat terealisasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” kata Rudi. (Yetede)
Ekspansi Lahan Data Center, Puradelta Anggarkan Capex Rp 1 T
JAKARTA, ID– PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1 triliun sampai akhir 2022. Dana ini salah satunya digunakan untuk menyiapkan lahan pusat data (data center) yang menjadi bisnis berprospek cemerlang. Direktur Keuangan Puradelta Lestari Tondy Suwanto menjelaskan, biaya untuk fasilitas pendukung data center sekitar 20-30% capex tahun ini atau sekitar 200-300 miliar. Pagu sekitar Rp 1 triliun tersebut antara lain dimanfaatkan untuk menyempurnakan infrastruktur dasar seperti jalanan hingga jaringan ber-optik. “Perkembangan bisnis digital yang begitu pesat, semua perlu data center untuk menyimpan semua data, contohnya perusahaan e-commerce. Data center ini bisnis baru, emas baru,” ungkap Tondy kepada Investor Daily, baru-baru ini. “Sehingga kalau terjadi apa-apa mereka tidak akan terganggu. Keamanan tentu menjadi hal paling penting dalam mempersiapkan lahan data center, maksudnya capex itu kan kami terutama tahun ini ditunjukkan ke infrastruktur seperti itu,” sambung dia. (Yetede)
Brumm, Pasar Mobil Kian Menderu
Kendati dihantui rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penjualan mobil terus meningkat. Setidaknya, ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 yang baru saja usai menjadi salah satu indikator tingginya permintaan mobil. Maklum, hampir semua brand mobil meraih penjualan tinggi. PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, mengantongi 5.434 surat pemesanan kendaraan (SPK) dari berbagai line up. Angka ini meningkat 20,7% dibanding jumlah SPK TAM pada GIIAS 2021, yang sebanyak 4.502 SPK. Kami mengapresiasi dukungan masyarakat," kata Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor, Jumat (26/8). PT Honda Prospect Motor (HPM) juga panen pesanan di ajang GIIAS 2022. Selama ajang itu digelar, HPM menjaring angka pemesanan sebanyak 1.965 unit atau naik 30% dibandingkan GIIAS 2021.
Tangguhnya Perempuan Hanjeli dari Jawa Barat Selatan
Gelang, kalung, hingga tasbih terpajang di Rumah Aksesoris Hanjeli yang juga kediaman Hj Dedeh Suminar (52) di Desa Waluran Mandiri, Sukabumi, Jabar, Kamis (4/8). Semua terbuat dari hanjeli (Coix lacryma-jobi), tumbuhan biji-bijian bergizi tinggi. Biji dari pohon hanjeli yang ditanam di pekarangan hingga sawah disortir sesuai ukurannya. Setelah dilubangi, biji dirangkai menjadi produk yang diinginkan. Kreativitas itu lahir tiga tahun lalu ketika Asep Hidayat Mustopa (34), penggagas Desa Wisata Hanjeli, ”menantang” Dedeh mengolah hanjeli. Tanpa pelatihan khusus, Dedeh belajar membuat gelang hingga tasbih. Dalam sehari, ia membuat 50 gelang. Harganya, Rp 10.000-Rp 25.000 per buah. ”Sebulan, terjual 100 produk aksesori,” ujarnya. Dedeh bisa meraup sekitar Rp 1,5 juta, hampir setengah dari upah minimum Kabupaten Sukabumi 2022, sebesar Rp 3,1 juta per bulan.
Oyah (50), sesama warga Desa Waluran Mandiri, juga lebih berdaya dengan hanjeli. Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani Mekar Mandiri, ia tidak hanya menanam, tetapi paham memanen hingga membuat rengginang hanjeli. Lima tahun lalu, Oyah adalah petani padi. Suatu hari, ia melihat hanjeli di rumah ibunya. Ia menanam bijinya di sawah, tumpang sari dengan padi pada 2017. Dengan area tanam 2 hektar, Oyah memanen 2 ton biji hanjeli per enam bulan. Hasilnya di-jual ke Asep Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram atau Rp 8 juta. Selain menjadi harapan hidup baru, Guru Besar Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Tati Nurmala menilai, perempuan di Desa Waluran Mandiri menunjukkan kepada dunia pentingnya bahan pangan alternatif. Dalam 100 gram hanjeli, terkandung karbohidrat 76,4 %, protein 14,1 %, lemak nabati 7,9 %, dan kalsium 54 mg. (Yoga)
Kredivo Menjadi Salah Satu Paylater di Ramayana
Kredivo resmi bekerja sama dengan Ramayana untuk memperluas penetrasi di kalangan masyarakat Indonesia di kota tier 2 dan 3. Dengan adanya kerja sama ini, seluruh pengguna Kredivo dapat menggunakan pembayaran paylater di 101 gerai Ramayana. "Pada kategori fesyen di 2022, harapannya minimal banget naik 50% dari angka yang sekarang, jadi di sekitar 30%," ujar Indina Andamari, VP Marketing Communications Kredivo dalam konferensi pers, Kamis (25/8).
Ekspor Kendaraan dari Terminal IPCC Melonjak
Data dari IPCC Terminal Kendaraan di Tanjung Priok, pelabuhan utama ekspor dan impor mobil di Indonesia, menunjukkan laju peningkatan ekspor mobil yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Mengutip siaran pers yang diterima Kontan.co.id Jumat (26/8), pada periode semester pertama 2022 tercatat lebih dari 142.155 mobil CBU dari berbagai merek dan model yang diekspor ke berbagai negara melalui dermaga IPCC Terminal Kendaraan Tanjung Priok. Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan, Rio T.N. Lasse menuturkan, angka ekspor sepanjang semester I-2022 ini telah melampaui angka ekspor di periode yang sama di tahun 2019, sebelum pandemi. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia sudah back on the right track. "Meski ekspor mobil (CBU) dari tempat kami sempat turun di periode semester I-2020 karena imbas pembatasan kegiatan usaha di sejumlah industri, terutama industri otomotif akibat hantaman Covid-19. Saat itu hanya terekspor 105.082 CBU. Namun, dalam perkembangan selanjutnya telah naik signifikan di periode yang sama di tahun 2021 dan 2022," ungkap Rio, dalam keterangannya.
Inflasi di AS, Diskon Besar-besaran Harga Baju
Perusahaan ritel baju di AS mengobral dan memberi diskon besar atas produk mereka agar tumpukan di rak berkurang. Akibat tekanan inflasi, konsumen di negara itu memangkas anggaran untuk belanja baju. Kantor berita Reuters, Jumat (26/8), melaporkan, konsumen usia muda dan berpenghasilan rendah menahan diri untuk membeli baju pada harga normal dan menunggu ada promo. (Yoga)
Menunggu Langkah The Fed
Bank Sentral AS atau The Fed dinilai lambat mengambil langkah menaikkan suku bunga. Ekonomi dunia pun bakal terdampak dan bisa runyam. Inflasi di AS sampai dengan Kamis (25/8) melejit terlalu jauh meninggalkan tingkat suku bunga inti The Fed. Inflasi juga lebih tinggi dari suku bunga riil di pasar. Jika The Fed tetap lamban menyadari serta lambat menaikkan suku bunga, inflasi tinggi akan sulit diturunkan bahkan akan bertahan lama. Efeknya adalah dampak inflatoar ke seluruh dunia mengingat dollar AS merupakan alat utama transaksi global.
Kebijakan moneter AS menjadi perhatian karena akan berpengaruh terhadap nilai tukar USD pada mata uang lokal. Ketika The Fed membiarkan suku bunga acuan, mata uang lokal cenderung tetap rendah sehingga konsumsi tidak bisa direm, akibatnya inflasi terus naik. Oleh karena itu, ada yang menyebut hal ini sebagai inflasi impor, inflasi yang terjadi di AS merembet ke negara-negara lain. Namun, jika The Fed menaikkan suku bunga, akan berdampak pada penurunan inflasi dan pada perdagangan karena sejumlah komoditas akan berharga mahal akibat kenaikan nilai tukar. Hal itu juga akan menimbulkan risiko rentetan pada korporasi dan pelarian modal dari beberapa pasar uang negara yang sedang berkembang.
Sepertinya pilihan pahit akan diambil, yaitu The Fed menaikkan suku bunga. Kelambatan melakukan tindakan sepertinya hanya menunda masalah yang lebih berat lagi. Oleh karena itu, hal yang lebih penting adalah persiapan korporasi dan juga otoritas sejumlah negara untuk menghadapi dampak atau risiko pengetatan suku bunga AS tersebut. Otoritas di Indonesia juga harus bersiap menghadapi masalah yang tidak ringan ini. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









