Ekonomi
( 40753 )UJIAN MILENIAL DI PASAR MODAL
Baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Meningkatnya jumlah investor milenial di pasar modal perlu terus dijaga, baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Kalangan investor milenial seringkali terjebak untuk meraih keuntungan dalam jangka pendek tanpa pengetahuan yang cukup. Selain itu, keputusan untuk masuk ke pasar modal karena sekadar mengikuti tren sesaat. Regulator perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan investor, utamanya generasi milenial itu agar keberadaannya mampu berkontribusi terhadap perekonomian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat, terutama generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal makin meningkat. Ini tercermin dari terus bertambahnya jumlah investor yang mencapai 9,45 juta orang hingga pertengahan Agustus 2022. Jumlah tersebut naik 26,14% dibandingkan dengan jumlah investor pada akhir 2021 sebanyak 7,49 juta. Besarnya antusiasme kalangan muda menjadi investor pasar modal tak lepas dari signifikansi perkembangan pemanfaatan teknologi keuangan yang memudahkan proses transaksi di lantai bursa tersebut.
Tren ”Mogok Kerja”
Pandemi memang sudah mengubah banyak hal. Di dunia kerja muncul fenomena karyawan dalam jumlah besar mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas (great resignation). Kini muncul tren baru yang bernama quiet quitting. Karyawan sesungguhnya tidak keluar dari pekerjaan tetapi mereka hanya bekerja pas-pasan. Tidak ada ambisi, tidak rela kerja lembur, dan bekerja jauh di bawah kemampuannya. Istilah diam-diam ”mengundurkan diri” dari pekerjaan tersebut muncul di sebuah akun media sosial Tiktok. Setelah itu merebak komentar yang memperlihatkan bahwa banyak orang juga sepemikiran. Mereka kemudian merasa bergabung dalam gerbong kereta yang satu ini.
Di AS fenomena ini terkonfirmasi dari survei produktivitas karyawan. Pada triwulan kedua tahun ini produktivitas karyawan turun 2,5 %, penurunan tertinggi setelah Perang Dunia Kedua. Sejumlah perusahaan mengeluhkan keadaan ini. Beberapa perusahaan kemudian melakukan pemutusan hubungan kerja dan juga membatalkan perekrutan karyawan baru. Google bahkan secara terus terang mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja terkait dengan produktivitas karyawan yang turun. Karyawan seperti membentuk ”lingkungan baru”. Mereka tidak keluar dari pekerjaan tetapi mereka tidak mau mencapai sesuatu yang lebih tinggi atau juga mereka ogah-ogahan mencapai sesuatu melampaui tugasnya. Temuan fenomena quiet quitting ini seharusnya membuat banyak pihak mencari cara-cara yang tepat agar dunia kerja makin produktif. (Yoga)
Pembelian Rumah Didorong
Generasi muda diajak membeli rumah ketimbang terus mengontrak rumah. Properti sebagai produk investasi juga menjanjikan kenaikan nilai aset. Namun, akses pendanaan masih menjadi kendala utama pembelian rumah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar segera berinvestasi di bidang perumahan dengan membeli rumah sendiri. ”Kalau anak-anak muda hanya mau ngontrak, (tarif) kontrakan tiap tahun pasti naik. Tetapi, kalau beli rumah, cicilan itu makin lama makin tidak terasa. Lebih cepat beli rumah lebih baik,” ujarnya dalam keterangan pers Jumat (26/8).
Basuki menambahkan, bantuan pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah sejak tahun 2015 cenderung meningkat. Tahun ini, alokasi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sejumlah Rp 29 triliun untuk target 200.000 unit, sedangkan tahun 2023 akan meningkat menjadi Rp 32 triliun untuk 220.000 rumah. ”Pemerintah terus mendorong penyediaan perumahan bagi rakyat sesuai dengan harapan masyarakat. Maka, mari kita bangun komitmen bersama berkolaborasi mewujudkan hunian layak dan terjangkau untuk semua,” kata Menteri Basuki. (Yoga)
Perbankan Syariah Butuh Insentif
Industri perbankan syariah terus mencatatkan pertumbuhan signifikan setiap tahun. Namun dibandingkan perbankan konvensional, pangsa pasarnya masih tergolong kecil. Butuh dukungan kebijakan untuk mengakselerasi perkembangan perbankan syariah. Direktur Syariah Banking Bank CIMB Niaga Pandji P Djajanegara di Denpasar, Bali, Kamis (25/8) mengatakan, “Ada kesempatan emas untuk membesarkan industri perbankan syariah. Misalnya dengan pemberian insentif oleh pemerintah. Transaksi perbankan syariah itu bukan kredit, melainkan sewa atau jual beli. Perpajakan masih menjadi hambatan. Transaksi perbankan syariah dikenai pajak biasa seperti bank konvensional yang menyalurkan kredit. Padahal transaksi kita adalah jual beli, harusnya pajaknya sudah final tidak ada lagi di belakang. Berbeda dengan transaksi kredit yang masih akan dikenai pajak. Contohnya itu. Isu perpajakan tersebut dapat dimasukkan sebagai insentif”.
Keberadaan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) merupakan inisiatif yang mencoba mempromosikan syariah dengan segala macam cara, tetapi tidak punya power. KNEKS lapor kepada presiden dan wapres, tetapi tidak punya power. Menurut saya, berbagai insentif dukungan pemerintahlah yang dapat memperbesar perbankan syariah. Contoh lain, di bursa ada Jakarta Islamic Indeks (JII). Data per tahun 2019 memperlihatkan ternyata di JII yang namanya perbankan syariah dari sisi pembiayaan hanya ada 0,8 % dan dari sisi pendanaan hanya ada 2 %. Kalau mau dibesarkan, bantu bank-bank syariah masuk ke Islamic Index sehingga porsinya lebih besar, mungkin 10, 20 %. Mereka menggunakan nama syariah untuk menarik investor dari Timur Tengah. Tetapi, di dalam indeks itu representasi perbankan syariah kurang. (Yoga)
PENGEMBANGAN ASET KRIPTO : Regulasi Mendesak Diterbitkan
Pemerintah perlu segera membuat aturan yang berkaitan dengan platform utilisasi aset kripto karena diperkirakan akan makin tumbuh ke depan. Pakar hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan bahwa pengembangan platform utilisasi aset kripto karya anak bangsa butuh diapresiasi sebagai bentuk inovasi. Akan tetapi, perkembangan itu perlu diimbangi dengan ketersediaan regulasi yang memadai untuk menjamin bisnis ke depan, sebagai salah satu instrumen investasi.
Salah satu platform utilisasi kripto yang muncul di Tanah Air adalah Qoinpay. Platform ini berfungsi sebagai penghubung antara pemilik aset kripto dengan dompet digital. Dengan menggunakan platform ini, pemilik aset kripto tidak perlu repot harus menukarkan kripto mereka ke platform lain, tetapi cukup menggunakan Qoinpay untuk dikonversi ke dalam rupiah sehingga dana yang diperoleh dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhannya menggunakan platform berbasis Quick Response Indonesian Standard (QRIS).
Sejahtera di Tengah Perubahan Iklim
Minggu (7/8), Irfan Maulana (24) menyelam di kolam udang PT Nayottama Kelola Laut Indonesia, Tasikmalaya, Jabar, demi memastikan udang, inovasi, dan harapan warga sejahtera tetap hidup. Mengenakan penutup telinga, Irfan belasan kali menceburkan diri ke dasar kolam untuk membuka tutup saluran pembuangan, agar kotoran dan sisa pakan tersedot ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tertangkap jaring. Dengan begitu, kotoran tidak mencemari ke laut. Irfan membudidayakan udang seperti menjaga manusia. Alasannya, udang membuat warga Cipatujah, Tasikmalaya, ini kini lebih menikmati hidup. Empat tahun lalu, ia sempat merasakan pahit bekerja sebagai ABK di Jepang. ”Tahun 2019, saya dipulangkan karena sakit di tulang ekor. Kalau tidak, saya bisa lumpuh,” ujar Irfan, lulusan SMK ini. Juli 2021, ia mendengar PT Nayottama Kelola Laut Indonesia di dekat desanya membuka lowongan kerja. Meskipun gajinya tak sebesar di Jepang, Rp 7,5 juta per bulan, dia nyaman bekerja di tambak udang. Tidak harus menahan rindu pada keluarga, Irfan mempunyai banyak ilmu baru tentang budidaya udang ramah lingkungan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar mencatat, pada 2021 produksi budidaya udang di provinsi itu 146.576 ton atau 19,08 % produksi nasional. Nilai produksinya lebih dari Rp 7,5 triliun. Selain di pantura Jabar, sentra udang di provinsi itu tersebar di wilayah selatan, yakni di Tasikmalaya dan Garut. Di Jabar selatan, potensi budidaya udang sangat besar. Pencemaran air lautnya belum separah pantura. Di Indonesia, rata-rata memproduksi udang 14-16 ton per ha. Di pantura Jabar, rata-rata 10-12 ton per ha. Di Jabar selatan, bisa 16-20 ton per ha. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, potensi itu terbuka dikembangkan. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, keberadaannya memaksimalkan ketersediaan lahan. Ia meyakini, lewat sejumlah inovasi yang sudah diterapkan, seperti akuakultur dan pakan otomatis, Jabar bisa tetap sejahtera di tengah perubahan zaman. Wahyudi Sasprihanto, Direktur Operasional PT Nayottama Kelola Laut Indonesia, sepakat bahwa inovasi menjadi amunisi menghadapi ragam tantangan, terutama iklim dunia. (Yoga)
SIMPANAN NASABAH : BISNIS WEALTH PERBANKAN TUMBUH
Bisnis pengelolaan keuangan di perbankan masih mencatatkan pertumbuhan di tengah tingkat suku bunga simpanan berjangka yang masih relatif rendah. Tren itu juga sejalan dengan makin berkembangnya kebutuhan nasabah terhadap pengembangan aset investasi.
Jika mencermati pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan hingga Juli 2022, masih mencatat pertumbuhan 8,4% year-on-year(YoY). Dari angka pertumbuhan itu, kelompok simpanan berjangka yakni deposito masih mengalami kontraksi 0,3%.Kendati besaran kontraksi menyusut dibandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar 1%, bank masih cenderung untuk ‘melepas’ dana-dana mahal. Dana itu bisa saja masuk ke sejumlah instrumen investasi seperti obligasi, surat berharga, reksa dana, properti, dan lain sebagainya. Salah satu bank yang mencetak pertumbuhan dana kelolaan untuk produk investasi yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Menurut Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, perseroan senantiasa memperkuat strategi dan mengedukasi terkait pentingnya pengelolaan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Krisis Biaya Hidup di Inggris Semakin Parah
LONDON, ID – Golongan rumah tangga di Inggris saat ini dihadapkan pada kenaikan tagihan listrik dan gas sebanyak 80% pada Jumat (26/8). Krisis biaya hidup ini semakin buruk pada saat Inggris tak lama lagi memasuki musim dingin. Regulator Kantor Pasar Gas dan Listrik The Office of Gas and Electricity Markets (Ofgem) mengatakan, batas atas harga energinya – untuk menetapkan harga konsumen tanpa kesepakatan tetap dengan pemasok – akan naik mulai 1 Oktober, dari 1.971 poundsterling saat ini menjadi rerata 3.549 pounds (US$ 4.197) per tahun. Kondisi lebih parah diprediksi terjadi pada Januari tahun depan karena Ofgem melanjutkan pembaruan batasannya, dimana tagihan energi rata-rata diperkirakan mencapai 5.000 pounds atau lebih. Ofgem pun menuding penyebab kenaikan batas harganya dikarenakan lonjakan harga gas grosir global pasca pencabutan pembatasan terkait pandemi Covid-19 dan pembatasan pasokan dari Rusia. “Semua orang akan mendapat masalah,” tutur Diane Skidmore (72 tahun), yang tinggal di panti sosial di London selatan dan berpenghasilan 600 pounds sebulan. (Yetede)
Laba Bersih PTPN V Tembus 1,3 Triliun
PEKANBARU, ID – PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 1,3 triliun untuk tahun buku 2021. Capaian itu merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan milik negara tersebut berdiri. “Alhamdulillah, buah dari perbaikan yang digesa selama tiga tahun terakhir dapat membawa perusahaan membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun. Tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri,” kata CEO PTPN V Jatmiko Santosa di Pekanbaru, Riau, kemarin. Dia menyebutkan, angka Rp 1,3 triliun tersebut menyumbang hampir sepertiga dari total laba setelah pajak induk usaha PTPN V yaitu Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group pada 2021 sebesar Rp 4,6 triliun, atau melonjak 312,81% dari laba PTPN V tahun sebelumnya. Konsistensi tren positif tersebut tetap berlanjut tahun ini. Pada semester I-2022, PTPN V mencatatkan laba bersih sebesar Rp 781 miliar (unaudited). Angka tersebut meningkat 158% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Jatmiko optimistis tahun ini kinerja perusahaan akan lebih baik meski korporasi mengalami pasang surut harga komoditas utamanya yaitu minyak sawit mentah (CPO). “Insya Allah 2022 lebih baik. Dengan dukungan penuh pemegang saham serta dengan sumber daya terbaik, ruang perbaikan serta selalu terbuka, tahun ini kita optimis melampaui capaian 2021," tutur dia. (Yetede)
Cuma Cukup Beli Bumbu
Jakarta- Kenaikan harga pangan yang simultan membuat dampak inflasi mulai terasa. Pengeluaran belanja harian dirasa terus meningkat, terutama oleh para ibu rumah tangga. Rosmaida Tampubolon, warga Jakarta, mengatakan perlu mengeluarkan uang lebih untuk kebutuhan dapurnya. "Beberapa bulan lalu, uang seratus ribu rupiah masih bisa membeli bahan bumbu, cabai, tomat, bawang, sekaligus daging, dan ikan," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dalam beberapa waktu terakhir, perempuan berusia 69 tahun ini melanjutkan, jumlah uang yang sama hanya bisa ia belikan bumbu. Per kemarin, berdasarkan situs web Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga sejumlah komoditas bergerak naik. Diantaranya adalah minyak goreng bermerek yang naik Rp 500 menjadi Rp22.050 per kilogram dari hari sebelumnya. Gula pasir lokal juga naik tipis Rp50 menjadi Rp14.550 per kg. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









