INDUSTRI GIM : PENGEMBANG LOKAL UNJUK GIGI
Dukungan kuat dari pemerintah untuk pelaku usaha gim lokal dinilai mampu memantik gairah para pengembang atau developer aplikasi tersebut. Langkah ini perlu diimbangi dengan minat entrepreneur yang ditanamkan sejak dini bagi para developer.
PT Sidji Jaya Abadi atau Sidji Studio merupakan satu dari sekian banyak perusahaan buatan anak muda di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada mulanya, Sidji Studio adalah perusahaan perangkat lunak atau software house yang biasa menggarap proyek-proyek dari pihak ketiga. Namun, setelah pandemi Covid-19, ada peluang baru yang coba ditangkap Sidji Studio.“Pasar Indonesia itu yang dekat sama kita itu apa? Yang familiar itu kan CD gim bajakan, kedua model seperti pusat permainan arkade itu menarik,” jelas Glenn Andrenorman Anggoro, CEO Sidji Studio, saat ditemui Bisnis, belum lama ini. Dari ide sederhana itu, Sidji Studio kemudian mengembangkan gim berbasis ponsel pintar.
Dengan sumber daya yang ada, studio yang berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang itu berhasil merampungkan versi pertama gim tersebut pada 2020. Gim itu diperkenalkan ke publik dengan nama MaGer.
Kini, Sidji Studio tengah mengembangkan versi kedua dari gim tersebut. Ada sejumlah perbaikan yang coba diperkenalkan, mulai sistem hadiah hingga variasi gim. Tak hanya itu, kerja sama dengan perguruan tinggi juga coba dirintis. Harapannya, MaGer tak cuma menguntungkan buat para pemainnya tapi juga para pengembang gim yang baru memulai bisnisnya.“MaGer itu ingin membantu mereka, secara modal, karena ketika dipublish maka bisa mendapat data di niche market game yang laris seperti apa,” jelasnya
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023