TIMUR TENGAH, Fanatisme Suku Penyebab Kemunduran
Meski sudah lebih dari 100 tahun dikritik, kemunduran bangsa-bangsa Arab dinilai tidak kunjung berhenti. Fanatisme pada suku, kolusi, dan keengganan meninggalkan tradisionalisme menjadi faktor utama kemunduran. Indonesia perlu mempelajari penyebab keterpurukan itu agar tidak mengalami masalah yang sama. Wartawan Kompas tahun 1991-2022 Musthafa Abd Rahman mengatakan, keresahan pada kemunduran bangsa Arab sudah dikemukakan, di antaranya, lewat buku terbitan 1883. “Buku saya tidak akan menjadi yang terakhir, masih akan ada lagi di masa mendatang,” kata Musthafa yang puluhan tahun bertugas di Kairo, Mesir, dalam bedah buku hasil karyanya, Mengapa Bangsa Arab Terpuruk, Kamis (25/8) di Jakarta.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra, Guru Besar UIN SH Jakarta Ali Munhanif, Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib, dan wartawan senior Trias Kuncahyono menjadi pembahas buku itu. ”Buku ini bersumber dari pemikiran tokoh-tokoh terhormat di Timur Tengah,” ujar Musthafa. Dalam 10 tahun terakhir, para tokoh Arab gelisah karena bangsa tersebut semakin terpuruk. Dalam satu dekade, kemiskinan naik dari 8,5 juta jiwa menjadi 18 juta jiwa. Krisis politik serta peperangan menjadi penyebab utama keterpurukan itu. Potensi generasi muda Arab tersia-siakan akibat berbagai krisis. Gara-gara rangkaian krisis ini, cendekiawan Mesir sampai menyebut bangsa Arab sedang sakit. Najib menyebut, hal yang mengkhawatirkan di kalangan bangsa Arab ialah ketiadaan tradisi introspeksi. Alih-ali mencari penyebab kemunduran secara internal, hal yang ditempuh ialah mencari kambing hitam. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023