Ekonomi
( 40512 )Biaya Logistik Masih Tinggi Meski Tarif Kapal Turun
Seiring meredanya pandemi Covid-19, tarif jasa angkutan kapal
(freight rate)
untuk pelayaran internasional menurun. Namun tren penurunan
freight rate
belum sepenuhnya terasa bagi eksportir dan importir nasional.
Seturut berakhirnya
lockdown
di sejumlah pelabuhan utama dunia, arus barang dan kapal, serta ketersediaan kontainer kembali normal. "
Freight rate
internasional sudah banyak yang turun," kata Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), kemarin.
Mengacu data
fbx.freightos.com,
freight rate
global per 16 September 2022 di posisi US$ 4.653. Angka itu turun 58% dari posisi puncak US$ 11.109, per 10 September 2021.
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana Mulia mengatakan, SMDR masih mengimplementasikan
freight rate
yang relatif tinggi. "Kami memakai
contract rate,
bukan
spot rate.
Artinya kontrak yang kami pegang masih memakai
freight rate
tinggi," ucap dia.
Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengakui kinerja logistik kapal Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam dan Thailand. Alhasil, biaya logistik bisa berdampak pada level kompetitif suatu produk di pasar ekspor. "Dua negara ini menjadi benchmark kita. Kalau bisa mengimbangi mereka, maka bagus bagi ekspor Indonesia," kata dia.
Pasar Bersiap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga Lagi
Agenda rapat dua bank sentral terkait arah suku bunga acuan akan menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan menggelar rapat
Federal Open Market Committee
(FOMC) pada Selasa-Rabu, 20-21 September 2022.
Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo menilai, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga 75 bps pada FOMC bulan ini. "Ini karena rilis data inflasi AS yang ternyata masih di atas ekspektasi pelaku pasar," ujarnya, Minggu (18/9).
Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora memprediksikan hal yang sama. Sekadar mengingatkan, tingkat inflasi AS mencapai 8,3% pada Agustus 2022 atau melebihi target konsensus 8,1%. Padahal, sebelumnya The Fed sudah cukup agresif menaikkan suku bunga. Karena itu, Andhika menilai, peluang The Fed menaikkan suku bunga 50-75 bps terbuka lebar.
Sementara Wisnu memperkirakan BI akan menahan suku bunganya, seiring dengan ekspektasi inflasi dan nilai tukar rupiah yang masih terkendali. Tapi, jika BI dan The Fed kembali mengerek suku bunganya, pergerakan IHSG pekan ini bakal cukup berat. "Sebaliknya, jika suku bunga BI tetap, respons pelaku pasar cenderung netral," tambahnya.
Proyeksi Inflasi September 2022 Bisa Tembus 1,09%
Laju inflasi September melonjak signifikan pasca pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar, hingga Pertamax. Sebab, kenaikan harga BBM juga menyeret kenaikan harga barang lainnya. Dari Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada pekan ketiga September 2022, inflasi bulanan pada September diperkirakan mencapai 1,09%.
TRIK TOPANG KREDIT KONSUMSI
Bank-bank punya pekerjaan rumah penting untuk menjaga kinerja kredit konsumer tetap moncer lantaran permintaan yang diramal surut seiring risiko kenaikan inflasi. Apalagi, bagi bank-bank yang selama ini amat mengandalkan bisnis dari kredit untuk keperluan konsumtif tersebut. Kendati demikian, sejumlah bank tetap optimistis dapat menjaga kinerja penyaluran kredit ke depan, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital. Jika dicermati, gelagat penurunan permintaan kredit konsumer salah satunya terbaca dari hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dilansir Bank Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan rumah tangga atau konsumsi diperkirakan turun. Kelompok pembiayaan kepada rumah tangga ini memiliki porsi hampir 48% dari total kredit perbankan nasional yang sampai Juli 2022 tercatat sebesar Rp6.143,7 triliun. Dari survei tersebut, minat debitur untuk mengakses pinjaman dalam 3 bulan—6 bulan ke depan cenderung turun. Perihal kondisi tersebut, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Yuddy Renaldi mengatakan bahwa upaya menggenjot pertumbuhan kredit terus dilakukan oleh perseroan dengan melakukan penetrasi ke ekosistem digital. Menurutnya, strategi tersebut sangat membantu mendongkrak pertumbuhan fee based income dan serta perolehan laba perseroan. Namun, dia menegaskan sejauh ini kinerja penyaluran kredit konsumsi secara tahunan masih bagus.
Menuju Sehat APBN & Ekonomi
Perekonomian nasional sama halnya dengan kondisi kesehatan manusia. Selama lebih dari 2 tahun terakhir, Indonesia atau dunia kondisi kesehatannya mengalami tekanan. Perekonomian mengalami lesu darah dan sangat membutuhkan stimulus. Perekonomian nasional pada 2022 diprediksi terus pulih. Indikator kesehatan aktivitas ekonomi, hingga ekspor/impor terlihat membaik. Alhasil, IMF dan World Bank (WB) kompak memproyeksi tahun 2022 ini tumbuh masing-masing 5,3% dan 5,1%. Menuju tahun 2023, sepertinya tidak akan lebih mudah. Mengingat ancaman krisis tahun ini dan tahun depan berbeda dengan 1998 ataupun 2008 yang tematik. Dunia saat ini diancam dengan hatrick krisis, yaitu energi, pangan, hingga keuangan. Asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2023, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 3,6%, nilai tukar Rp14.800/US$, suku bunga SUN 10 tahun 7,9%, harga minyak mentah Indonesia US$90/barel, lifting minyak 660.000 barel/hari, dan lifting gas 1,1 juta barel setara minyak/hari. Sedangkan pada postur sementara APBN Tahun 2023, pendapatan negara ditetapkan Rp2.463 triliun. Angka tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.021,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp441,4 triliun. Penerimaan perpajakan sendiri berasal dari pajak, yaitu Rp1.718 triliun, serta kepabeanan dan cukai yang Rp303,2 triliun.
Kesehatan organ-organ penting ekonomi nasional, terindikasi masih mengalami pemulihan hingga kini. Namun, tekanan dan ancaman geopolitik dan ekonomi global belum reda. Menteri Keuangan pada acara HSBC Summit 2022 bahkan mengingatkan, bahwa perubahan iklim memberi ancaman lebih luas dibandingkan dengan pandemi Covid-19. Indonesia perlu untuk menggunakan instrumen alternatif pemulihan ekonomi. Stimulus fiskal yang terasa sekali dominasinya dalam 3 tahun terakhir, harus mulai perlahan dikurangi.
JELAJAH BUMN 2022 : Smart Branch : Kantor Cabang Masa Depan ala Bank Mandiri
Pagi menjelang siang Kantor Cabang Bank Mandiri di Jl. Martadinata, Bandung, sudah mendapat kunjungan nasabah dari segala usia. Terlihat ada yang duduk manis sambil tersenyum, ada pula yang sibuk berbincang dengan pegawai bank yang tidak lagi duduk di belakang meja, melainkan bersebelahan dengan nasabah sambil memegang tablet. Pemandangan di sana terlihat berbeda dengan kantor cabang konvensional biasanya. Kantor cabang dengan jumlah nasabah terbanyak di Bandung itu, kini menganut sistem cerdas (smart), memadukan digital dan konvensional. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak lagi hanya dilakukan person to person, tetapi machine to person.
Customer journey di Smart Branch Bank Mandiri Martadinata diawali dengan mengisi data dan kebutuhan nasabah lewat aplikasi Livin’ by Mandiri di ponsel nasabah, yang dapat juga dilakukan di rumah sambil rebahan. Setelah itu, nasabah bisa tahu kapan harus datang ke kantor cabang dan mendapat layanan yang dibutuhkan. Bagi yang tidak mengisi data lewat aplikasi, dapat juga dilakukan di kantor cabang melalui tablet yang disediakan. Setelah data terisi, mendapat notifikasi di ponsel yang berisi nomor antrean.
IHSG Berpeluang Tembus 7.500
JAKARTA, ID – Setelah melewati tren koreksi pada September ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melaju pada Oktober 2022 hingga menembus level 7.500 di akhir Desember 2022. Katalis yang mendorong kenaikan indeks adalah fundamental ekonomi nasional yang solid serta berkibarnya kinerja keuangan emiten. Pelaku pasar bisa mencermati saham sektor pertambangan, perbankan, dan perkebunan agar bisa menikmati capital gain di tengah kenaikan IHSG. Sebab, kinerja keuangan emiten tiga sektor tersebut melesat tahun ini, sehingga bisa menopang pergerakan harga saham. Tahun ini, emiten pertambangan dan perkebunan diuntungkan oleh lonjakan harga di pasar global, sedangkan emiten perbankan terbantu pemulihan ekonomi dan penurunan provisi. Sedangkan di akhir pekan, Jumat (16/9/2022), IHSG tertekan aksi ambil untung oleh investor dan ditutup melemah 136,73 poin atau 1,87% ke posisi 7.168,87. Sepanjang perdagangan pekan lalu IHSG turun 1,02%, namun secara year to date (ytd) mencatatkan kenaikan 8,92%. (Yetede)
Instruktur Industri dan Ekpor Nasional Harus Diubah
JAKARTA, ID – Kerja keras harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membalik catatan defisit neraca perdagangan Indonesia- Tiongkok yang telah berlangsung hampir 19 tahun terakhir, menjadi surplus. Struktur industri dan ekspor nasional harus diubah secara signifikan agar memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, guna memastikan produk-produk Indonesia mempunyai daya saing yang baik dengan produk Tiongkok maupun produk negara lain yang diimpor oleh Negeri Tirai Bambu itu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok terus membukukan defisit selama 18 tahun berturut-turut yaitu antara 2004- 2021. Bahkan, neraca perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Tiongkok sepanjang Januari-Agustus 2022 tercatat masih defisit US$ 5,51 miliar. Indonesia terakhir kali berhasil membukukan surplus neraca perdagangan dengan Tiongkok adalah pada tahun 2003 yaitu sebesar US$ 534,8 juta. (Yetede)
Perkuat Modal, Jasa Marga Hengkang dari Perusahaan Property
JAKARTA, ID – Emiten pengelola jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), resmi melepas seluruh kepemilikannya di PT Ismawa Trimitra kepada PT Griya Energi Sejahtera. Aksi divestasi saham tersebut dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan struktur permodalan perseroan. Corporate Secretary and Chief Executive Of fice Jasa Marga Nixon Sitorus mengumumkan bahwa perseroan telah menandatangani aksi jual beli saham PT Ismawa Trimitra dengan PT Griya Energi Sejahtera pada 14 September 2022. “Berdasarkan aksi jual beli saham, Jasa Marga menjual 6.250.000 saham kepada PT Griya Energi Sejahtera,” jelas Nixon dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (18/9). “Memperoleh dana untuk memperkuat likuiditas dan struktur permodalan perseroan,” ujar Nixon. Sebelum melepas saham di PT Ismawa Trimitra, emiten berkode saham JSMR ini juga telah mendivestasi sebanyak 40% porsi sahamnya di PT Jasamarga Jalan layang Cikampek, pengelola Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) kepada PT Marga Utama Nusantara (MUN). (Yetede)
Kalkulasi Kontribusi Sektor Perikanan
Kontribusi sektor kelautan dan perikanan tidak hanya dari PNBP, tapi juga ekonomi yang lahir dari lingkungannya yang masuk ke kas pusat dan daerah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan kontribusi ekonomi sektor kelautan dan perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih sangat kecil hanya 2,8%. Pangsa pasar ekspor hasil perikanan di perdagangan dunia juga hanya 3,5%. Kontribusi sektor kelautan dan perikanan umumnya hanya dilihat dari pendapatan yang didapatkan melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang notabene sampai saat ini mencapai lebih dari Rp 900 miliar atau 3,9% secara nasional. Stok ikan tidak seperti stok tambang di darat, yang setelah dapat konsesi atau qouta, akan dengan mudah ''dipanen". Stok ikan baru dapat diambil jika secara ekonomi menguntungkan karena tingginya risiko volatil, seperti harga ikan yang tidak stabil, ikan dalam ukuran layak tangkap, dan harga bahan bakar minyak. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









