;
Kategori

Ekonomi

( 40581 )

Menuju Sehat APBN & Ekonomi

19 Sep 2022

Perekonomian nasional sama halnya dengan kondisi kesehatan manusia. Selama lebih dari 2 tahun terakhir, Indonesia atau dunia kondisi kesehatannya mengalami tekanan. Perekonomian mengalami lesu darah dan sangat membutuhkan stimulus. Perekonomian nasional pada 2022 diprediksi terus pulih. Indikator kesehatan aktivitas ekonomi, hingga ekspor/impor terlihat membaik. Alhasil, IMF dan World Bank (WB) kompak memproyek­­si tahun 2022 ini tumbuh ma­­sing-masing 5,3% dan 5,1%. Menuju tahun 2023, sepertinya tidak akan lebih mudah. Mengingat ancaman krisis tahun ini dan tahun depan berbeda dengan 1998 ataupun 2008 yang tematik. Dunia saat ini diancam dengan hatrick krisis, yaitu energi, pangan, hingga keuangan. Asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2023, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 3,6%, nilai tukar Rp14.800/US$, suku bunga SUN 10 tahun 7,9%, harga minyak mentah Indonesia US$90/barel, lifting minyak 660.000 barel/hari, dan lifting gas 1,1 juta barel setara minyak/hari. Sedangkan pada postur sementara APBN Tahun 2023, pendapatan negara ditetapkan Rp2.463 triliun. Angka tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.021,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp441,4 triliun. Penerimaan perpajakan sendiri berasal dari pajak, yaitu Rp1.718 triliun, serta kepabeanan dan cukai yang Rp303,2 triliun.

Kesehatan organ-organ penting ekonomi nasional, terindikasi masih mengalami pemulihan hingga kini. Namun, tekanan dan ancaman geopolitik dan ekonomi global belum reda. Menteri Keuangan pada acara HSBC Summit 2022 bahkan mengingatkan, bahwa perubahan iklim memberi ancaman lebih luas dibandingkan dengan pandemi Covid-19. Indonesia perlu untuk menggunakan instrumen alternatif pemulihan ekonomi. Stimulus fiskal yang terasa sekali dominasinya dalam 3 tahun terakhir, harus mulai perlahan dikurangi.

JELAJAH BUMN 2022 : Smart Branch : Kantor Cabang Masa Depan ala Bank Mandiri

19 Sep 2022

Pagi menjelang siang Kantor Cabang Bank Mandiri di Jl. Martadinata, Bandung, sudah mendapat kunjungan nasabah dari segala usia. Terlihat ada yang duduk manis sambil tersenyum, ada pula yang sibuk berbincang dengan pegawai bank yang tidak lagi duduk di belakang meja, melainkan bersebelahan dengan nasabah sambil memegang tablet. Pemandangan di sana terlihat berbeda dengan kantor cabang konvensional biasanya. Kantor cabang dengan jumlah nasabah terbanyak di Bandung itu, kini menganut sistem cerdas (smart), memadukan digital dan konvensional. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak lagi hanya dilakukan person to person, tetapi machine to person. Customer journey di Smart Branch Bank Mandiri Martadinata diawali dengan mengisi data dan kebutuhan nasabah lewat aplikasi Livin’ by Mandiri di ponsel nasabah, yang dapat juga dilakukan di rumah sambil rebahan. Setelah itu, nasabah bisa tahu kapan harus datang ke kantor cabang dan mendapat layanan yang dibutuhkan. Bagi yang tidak mengisi data lewat aplikasi, dapat juga dilakukan di kantor cabang melalui tablet yang disediakan. Setelah data terisi, mendapat notifikasi di ponsel yang berisi nomor antrean.

IHSG Berpeluang Tembus 7.500

19 Sep 2022

JAKARTA, ID – Setelah melewati tren koreksi pada September ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melaju pada Oktober 2022 hingga menembus level 7.500 di akhir Desember 2022. Katalis yang mendorong kenaikan indeks adalah fundamental ekonomi nasional yang solid serta berkibarnya kinerja keuangan emiten. Pelaku pasar bisa mencermati saham sektor pertambangan, perbankan, dan perkebunan agar bisa menikmati capital gain di tengah kenaikan IHSG. Sebab, kinerja keuangan emiten tiga sektor tersebut melesat tahun ini, sehingga bisa menopang pergerakan harga saham. Tahun ini, emiten pertambangan dan perkebunan diuntungkan oleh lonjakan harga di pasar global, sedangkan emiten perbankan terbantu pemulihan ekonomi dan penurunan provisi. Sedangkan di akhir pekan, Jumat (16/9/2022), IHSG tertekan aksi ambil untung oleh investor dan ditutup melemah 136,73 poin atau 1,87% ke posisi 7.168,87. Sepanjang perdagangan pekan lalu IHSG turun 1,02%, namun secara year to date (ytd) mencatatkan kenaikan 8,92%. (Yetede)

Instruktur Industri dan Ekpor Nasional Harus Diubah

19 Sep 2022

JAKARTA, ID – Kerja keras harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membalik catatan defisit neraca perdagangan Indonesia- Tiongkok yang telah berlangsung hampir 19 tahun terakhir, menjadi surplus. Struktur industri dan ekspor nasional harus diubah secara signifikan agar memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, guna memastikan produk-produk Indonesia mempunyai daya saing yang baik dengan produk Tiongkok maupun produk negara lain yang diimpor oleh Negeri Tirai Bambu itu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok terus membukukan defisit selama 18 tahun berturut-turut yaitu antara 2004- 2021. Bahkan, neraca perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Tiongkok sepanjang Januari-Agustus 2022 tercatat masih defisit US$ 5,51 miliar. Indonesia terakhir kali berhasil membukukan surplus neraca perdagangan dengan Tiongkok adalah pada tahun 2003 yaitu sebesar US$ 534,8 juta. (Yetede)

Perkuat Modal, Jasa Marga Hengkang dari Perusahaan Property

19 Sep 2022

JAKARTA, ID – Emiten pengelola jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), resmi melepas seluruh kepemilikannya di PT Ismawa Trimitra kepada PT Griya Energi Sejahtera. Aksi divestasi saham tersebut dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan struktur permodalan perseroan. Corporate Secretary and Chief Executive Of fice Jasa Marga Nixon Sitorus mengumumkan bahwa perseroan telah menandatangani aksi jual beli saham PT Ismawa Trimitra dengan PT Griya Energi Sejahtera pada 14 September 2022. “Berdasarkan aksi jual beli saham, Jasa Marga menjual 6.250.000 saham kepada PT Griya Energi Sejahtera,” jelas Nixon dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (18/9). “Memperoleh dana untuk memperkuat likuiditas dan struktur permodalan perseroan,” ujar Nixon. Sebelum melepas saham di PT Ismawa Trimitra, emiten berkode saham JSMR ini juga telah mendivestasi sebanyak 40% porsi sahamnya di PT Jasamarga Jalan layang Cikampek, pengelola Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) kepada PT Marga Utama Nusantara (MUN). (Yetede)

Kalkulasi Kontribusi Sektor Perikanan

19 Sep 2022

Kontribusi sektor kelautan dan perikanan tidak hanya dari PNBP, tapi juga ekonomi yang lahir dari lingkungannya yang masuk ke kas pusat dan daerah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan kontribusi ekonomi sektor kelautan dan perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih sangat kecil hanya 2,8%. Pangsa pasar ekspor hasil perikanan di perdagangan dunia juga hanya 3,5%. Kontribusi sektor kelautan dan perikanan umumnya hanya dilihat dari pendapatan yang didapatkan melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang notabene sampai saat ini mencapai lebih dari Rp 900 miliar atau 3,9% secara nasional. Stok ikan tidak seperti stok tambang di darat, yang setelah dapat konsesi atau qouta, akan dengan mudah ''dipanen". Stok ikan baru dapat diambil jika secara ekonomi menguntungkan karena tingginya risiko volatil, seperti harga ikan yang tidak stabil, ikan dalam ukuran layak tangkap, dan harga bahan bakar minyak. (Yetede)

Bank Dunia Tawarkan Kiat Siasati Resesi Global

19 Sep 2022

Bank Dunia telah menyusun tiga skenario pertumbuhan ekonomi global pada 2023 dan 2024. Dari skenario moderat hingga terburuk, resep untuk menyiasatinya cuma satu, yakni memperbaiki pasokan energi, mobilitas tenaga kerja, dan perdagangan internasional. Skenario pertama, akan terjadi penurunan kecil pertumbuhan global pada 2023 dan pulih pada 2024. Skenario kedua, terjadi penurunan tajam pertumbuhan global pada 2023 dan pulih lebih lemah pada 2024. Skenario ketiga terjadi kontraksi perekonomian global pada 2023 dan pulih jauh lebih lemah lagi pada 2024. ”Namun, jika resesi-resesi global dalam 50 tahun terakhir menjadi acuan, ada dua alasan yang menunjukkan risiko resesi global bisa terjadi dalam waktu dekat,” demikian disebutkan dalam laporan Bank Dunia berjudul ”Is a Global Recession Imminent”, yang diluncurkan di Washington, Kamis, 15 September 2022, oleh Presiden Bank Dunia David Malpass. Alasan yang dimaksud, pertama, bahwa di tengah pelemahan pertumbuhan global, kejutan kecil saja akan mudah mendorong dunia memasuki resesi. Istilah resesi global dalam konteks ini merujuk pada kontraksi perekonomian global dari tahun ke tahun.

Skenario kedua (skenario penurunan tajam pertumbuhan) menyebutkan, perekonomian global tidak memasuki resesi, tetapi pertumbuhan turun menjadi 0,8 % pada 2023, atau dari 2,9 % pada 2022. Lalu pertumbuhan pada 2023 naik jadi 2,7 %. Asumsi skenario kedua, inflasi lebih tinggi ketimbang skenario pertama sehingga suku bunga jangka pendek dinaikkan menjadi 4,8 % pada 2023. Asumsi lain, terjadi penurunan harga-harga energi dan juga penurunan permintaan agregat sehingga inflasi tidak terlalu mengancam. Akan tetapi, sepanjang 2022, ada tekanan kuat inflasi yang membuat AS dan Eropa serta banyak negara terdorong menaikkan lagi suku bunga dengan tempo lebih cepat. Suku bunga jangka pendek dunia naik dari 1,6 % pada 2021 menjadi 5,8 % pada 2023. Dalam skenario ketiga (skenario resesi global), diasumsikan ada sinkronisasi kenaikan suku bunga yang melibatkan banyak negara. Dalam skenario resesi ini juga ada dorongan untuk menurunkan stimulus fiskal agar inflasi terdorong turun lebih cepat. Sinkronisasi pengetatan moneter disertai penurunan stimulus fiskal akan memaksa semua negara memasuki resesi global. dalam skenario ini Bank Dunia menurunkan pertumbuhan ekonomi global hanya 0,5 % pada 2023 dan tumbuh hanya 1 % pada 2024.

Bank Dunia menyarankan program ekonomi dari sisi pasokan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. Para pembuat kebijakan harus memperbaiki pasokan energi, mobilitas tenaga kerja dan perdagangan internasional. Sisi ini akan turut menolong penurunan inflasi dan membantu kenaikan produktivitas global dalam jangka panjang. ”Langkah ini sangat krusial dalam konteks sekarang,” demikian kata Bank Dunia. Koordinasi global dapat melancarkan pasokan komoditas serta mengurangi hambatan pada perdagangan global. ”Satu hal yang menjadi prioritas dalam konteks ini adalah perlunya dukungan pada tatanan perdagangan internasional untuk mencegah proteksionisme dan fragmentasi yang justru akan mengganggu jaringan perdagangan,” lanjut Bank Dunia. Bank Dunia menyebutkan output industri China naik 3,6 % sepanjang 2022 (Xinhua, 16 September 2022). Ini menjadi kabar positif. (Yoga)


Membangun Pariwisata Tanjung Kelayang

19 Sep 2022

Upaya komunitas-komunitas lokal di Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk menjaga warisan geologi dan bentang alam telah berbuah menempatkan Belitung sebagai UNESCO Global Geoparks periode 2021-2025. Upaya mempertahankan Belitung sebagai situs geopark dunia tentu membutuhkan komitmen industri pariwisata untuk menjaga daya dukung lingkungan agar tidak kembali pada pola-pola ekonomi eksploitatif. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung yang menggarap bisnis pariwisata berbasis keberlanjutan lingkungan telah dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri pembangunan negara-negara anggota G20. Sejalan dengan itu, pemerintah mengembangkan sarana hunian pariwisata berbasis hunian lokal di KEK Tanjung Kelayang guna mendorong pariwisata nasional.

Kementerian PUPR membangun 20 sarana hunian pariwisata (homestay) serta membuat program peningkatan kualitas untuk 70 rumah warga di KEK Tanjung Kelayang dengan total anggaran Rp 4,5 miliar. Desain bangunan-bangunan tersebut menonjolkan unsur lokal. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi rumah warga menjadi sarana hunian pariwisata (sarhunta) bertujuan meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni. Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan, pembangunan sarana hunian pariwisata sangat dibutuhkan warga lokal guna mendukung perekonomian masyarakat setelah Belitung dijadikan sebagai KEK. Sarhunta di Tanjung Kelayang dinilai memiliki fasilitas lengkap serta menonjolkan unsur lokal dalam desain bangunan, di antaranya ciri khas ornamen payung yang disebut ”payung lilin Belitung”. (Yoga)


PENGENDALIAN INFLASI, Narasi Piring Kosong

19 Sep 2022

Piring kosong kembali mengemuka belakangan ini. Tak hanya jadi simbol memerangi kelaparan dan mengurangi sisa atau sampah makanan, piring kosong juga menjadi simbol meredam dampak kenaikan tingkat inflasi. Istilah itu pertama kali populer dalam KTT Ketahanan Pangan Dunia di Roma, Italia, Juni 2008. Sejumlah organisasi masyarakat mendatangi forum itu dengan membawa piring kosong, simbol hak  atas pangan. Piring kosong itu juga simbol harapan, jangan sampai KTT menghasilkan kebijakan kosong bagi kaum marjinal. Pada 2020, Presiden China Xi Jinping menggunakan istilah piring kosong untuk mengatasi sampah makanan yang makin menggunung di China. Banyak media setempat dan internasional menyebut kebijakan itu sebagai ”kampanye piring kosong” atau ”operasi piring kosong” Xi Jinping.

”Setiap butir makanan di piring merupakan hasil kerja keras. Kita harus tetap menjaga rasa krisis tentang  ketahanan pangan,” ujar Xi Jinping dalam pidato soal misi pengurangan sampah makanan di China (The  Guardian, 12 Agustus 2020). Pada 6 Juli 2022, FAO membangun kembali narasi tentang kisah piring-piring kosong, ”A Tale of Empty Plates”. Narasi itu membungkus gerakan memerangi kelaparan dan bahaya rawan pangan akibat imbas pandemi Covid-19, konflik geopolitik, serta kenaikan harga pangan dan energi. Dalam narasi itu, FAO menyebutkan, pada 2021, sebanyak 828 juta orang di dunia menghadapi bahaya kelaparan. Jumlah itu tiga kali lipat dari populasi di Indonesia. Di Indonesia, 1,9 juta orang atau 0,7 % total populasi masuk dalam kategori keluarga rawan pangan. Setiap hari masih banyak orang yang tidak mendapat makanan cukup. Di sisi lain, masih banyak orang menganggap sepiring makanan itu kebanyakan sehingga menyisakan dan membuangnya. (Yoga)


Target Pupuk Kaltim: Dominasi Asia-Pasifik

19 Sep 2022

Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT terus tancap gas setelah mencatatkan kinerja positif tahun lalu. Pada tahun 2021, PKT membukukan laba Rp 6,17 triliun, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Tahun ini, per Agustus 2022, PKT telah membukukan laba lebih dari Rp 10 triliun, antara lain ditopang kenaikan harga komoditas di pasar global. Akumulasi profit akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha hingga menyiapkan buffer (penyangga) jika harga komoditas sewaktu-waktu turun. BUMN yang berpusat di Bontang, Kaltim, serta memproduksi 3,43 juta ton urea dan 2,74 juta ton amonia per tahun itu menargetkan bisa menjadi pemain utama di pasar Asia-Pasifik.

Menurut Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi secara daring, Jumat (16/9), “Kami melihat peluang karena peta pasar sekarang berubah. Sebelumnya, hampir 100 persen fokus PKT adalah pada Asia dan sedikit Pasifik, sedangkan hari ini bisa ekspansi ke Amerika Selatan, antara lain Uruguay, Argentina, Meksiko, dan Chile. Pasar di Australia juga kami pacu. Kami memanfaatkan peluang dari perubahan pasar karena beberapa problem yang dihadapi dunia akhir-akhir ini. Secara umum, pasar terbesar masih Asia, yakni sekitar 80 %, sedangkan pasar luar Asia sekitar 20 %. (Khusus) Amerika Selatan dan Australia sudah hampir 5 %. Kami juga mengembangkan pasar ke negara-negara lain yang sebelumnya kami tidak berkompetisi, seperti di North East Asia, yakni Korea Selatan, China, dan Jepang. (Yoga)